Cara membuat Lampu Gantung dari Sangkar Burung


astudioarchitect.com [DIY weekend Project] Sangkar burung mungkin sesuatu yang sederhana, dan dapat dibeli di banyak tempat mulai dari pasar burung hingga toko perlengkapan peliharaan burung. Nah, bagi Anda yang mungkin sedang mencari ide untuk membuat sangkar burung menjadi lampu unik yang cantik tak kalah dengan yang dipajang di kafe-kafe favorit Anda, kali ini saya perlihatkan bagaimana caranya. Kebetulan lampu sangkar ini saya buat sendiri untuk teras rumah saya yang kebetulan bertema etnik kontemporer. Pasti asyik untuk proyek akhir pekan Anda hari Minggu ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bahan yang dibutuhkan sangat sederhana, disini saya membuat tiga buah lampu sangkar, yang artinya saya membutuhkan tiga buah sangkar dimana harganya sangat murah, dibawah Rp 20.000,-

Bahan lain yang dibutuhkan adalah polikarbonat yang bisa Anda beli di toko bangunan, biasanya untuk keperluan menutup pagar. Pilih polikarbonat yang buram, dan mungkin juga dengan sedikit motif seperti yang saya pilih ini. Bahan lainnya termasuk kawat, kabel, fitting lampu, dan sebagainya seperti pada contoh.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pertama, kita memotong polikarbonat dengan ukuran sisi luar yang melingkar, karena kita akan membuat lampu sangkar terlihat seperti lampion dengan sisi yang tertutup polikarbonat.


Dalam contoh ini saya memotong polikarbonat dengan ukuran tinggi 33cm karena sangkarnya berukuran tinggi 33cm. Adapun lebarnya menyesuaikan dapat dikira-kira, nanti akan dipotong dengan ukuran pas setelah dipasang.


Ambil kawat secukupnya untuk membuat ikatan antara batang-batang sangkar dengan polikarbonat.


Beginilah cara untuk mengikat polikarbonat kepada batang-batang jeruji sangkar. Lubangi polikarbonat dan kemudian ikat dengan kawat menggunakan bantuan tang.


Beginilah ikatan kawat untuk mengikat polikarbonat pada jeruji. Kita bisa menyembunyikan ikatan kawat dengan memutarnya ke bagian dalam sangkar agar tidak mengenai tangan.


Setelah selesai dengan memasukkan polikarbonat di bagian dalam sangkar dengan ditali memakai kawat, maka langkah selanjutnya adalah memasang fitting bohlam. Langkahnya sederhana, karena sangkar ini relatif ringan, maka kita bisa menggunakan kabel untuk menjadi tali sangkarnya juga. Caranya dengan melilitkan sedikit kawat untuk mengikat cantolan sangkar ke kabel.


Sebetulnya langkah ini dibuat sebelum merakit bohlam, sangkar dan kabel, yaitu pasang fitting bohlam pada kabel seperti pada foto ini.


nah, cobalah dahulu nyala bohlam agar seandainya ada problem bisa kita betulkan dulu.


Nyala unik dari dalam sangkar. Untuk kesan seperti lampu lama gunakan lampu dengan nyala kuning (warm white).


Dalam contoh ini saya memasang lampu sangkar pada sebuah papan yang digantung di atap teras rumah saya.

Bentuknya seperti ini, lumayan manis berpadu dengan elemen yang lain. Memang disini saya membuat desain teras dengan tema rustic yang berpadu manis dengan kesan etnik kontemporer. 
Kesan manis dan menarik dari bahan-bahan yang relatif murah. 

Kesan etnik tradisional didapatkan dari sangkar burung bundar. 

______________________________
by

Arsitek Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s