Mengadopsi prinsip closed plan dan open plan dalam perencanaan desain denah


astudioarchitect.com Pada saat mendisain bagi seorang arsitek terdapat banyak pilihan untuk mengatur ruang ruangnya sehingga sesuai dengan kebutuhan dan juga potensi lahan yang ada. Tidak jarang arsitek mendapatkan bahwa sebuah rumah sebaiknya di desain dengan close plan atau open plan sesuai dengan potensi lahan yang ada. Apakah yang dimaksud dengan close plan dan open plan? Mari kita simak dalam artikel ini.

Gambar 3D atas: desain interior oleh Probo Hindarto

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sesuai dengan bentuk lahan desain rumah disesuaikan agar tercapainya sebuah keseimbangan antara ruang ruang didalam dan diluar. Di masa lalu rumah rumah banyak di desain dengan cara memisahkan dengan jelas antara satu dengan ruang lainnya misalnya seperti ruang baca, ruang nonton tv, ruang biliar, bahkan ruang merokok. Semua jenis ruangan yang berbeda beda itu menunjukkan jenis aktivitas yang berada di dalamnya serta tingkat pemisahan yang sangat jelas. Namun dewasa ini semakin kita lihat bahwa hidup semakin berubah dengan gaya hidup baru yang lebih mengadopsi penggunaan open plan di dalam rancangannya. Hal ini sebenarnya menunjukkan suatu kecenderungan bahwa gaya hidup sudah semakin terbuka dan tidak terbatas pada formalitas. Beberapa perumahan yang dewasa ini muncul mengadopsi dengan jelas kecenderungan untuk semakin terbuka dengan adanya dinding dinding yang transparan dan juga penggabungan ruang ruang.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

closed plan

Penataan ruang ruang jenis ini adalah memisahkan ruang ruang di dalam aktivitas aktivitas yang berbeda dengan demikian ia memiliki tingkat privasi yang untuk masing masing aktivitasnya. Jenis tanahnya memiliki ruang ruang yang berbeda sebagaimana sudah disebutkan tadi terdapat ruang ruang yang khusus seperti ruang baca, ruang entertainment dan sebagainya. Jenis penataan close plan seperti ini yang sesuai bagi mereka yang ingin memisahkan benar benar aktivitas dalam ruang ruang misalnya ruang bermain dibedakan dengan ruang membaca untuk orang dewasa. Demikian juga dengan ruang olahraga berbeda dengan ruang keluarga. Hal ini menguntungkan karena masing masing ruangan aktivitasnya tersendiri dan tidak harus bercampur dengan lainnya sehingga tidak saling mengganggu.

Desain denah seperti ini membutuhkan lahan yang lumayan luas dan benar-benar memanfaatkan pemandangan diluar dengan baik. 

Kelebihannya merupakan nilai tambah closed plan, namun kekurangannya ada juga yaitu bahwa jenis penataan ruang seperti ini memerlukan lebih banyak lahan untuk digunakan. Jadi lahan anda sebaiknya cukup luas untuk mengadopsi penataan dengan konsep closed plan.

Open plan

Penataan ruang dengan konsep open plan merupakan jawaban dari modernitas dan juga makin terbatasnya lahan di perkotaan. Jenis penataan denah ruang ruang ini mengumpulkan beberapa fungsi menjadi satu misalnya ruang keluarga digabung dengan dapur dan ruang makan. Secara umum konsep ini memerlukan juga perubahan gaya hidup dari penghuninya. Kadang kadang konsep open plan dengan kreatif menempatkan dapur di area depan rumah secara terbuka. Jenis jenis konsep penataan ruang ini membiarkan aliran ruang ruang menjadi semakin terbuka dan tanpa sekat yang permanen meskipun terkadang memakai sekat sekat yang tidak permanen seperti partisi. Perbedaan ruang ruang lebih banyak ditentukan oleh penataan furnitur dengan grup grup furniture nya. Misalnya ada guru furniture untuk ruang tamu dan ada group furniture untuk ruang keluarga atau dapur. Hal ini memberikan kesan keterbukaan sekaligus kesan yang lebih luas bagi beberapa ruangan yang disatukan tersebut sehingga kadang kadang merupakan solusi untuk lahan terbatas agar tidak terasa sempit karena beda beda ruangnya.

Menganut open plan, desain rumah menjadi terasa lebih luas karena ruang-ruang yang digabungkan.

Meskipun demikian kekurangan dari konsep ini adalah bahwa suara suara dari satu ruang ruang lainnya bisa terdengar dengan jelas sehingga bagi mereka yang membutuhkan untuk beristirahat atau bersantai biasanya memilih untuk berada di kamar tidur agar tidak terganggu oleh bising aktivitas di ruang bersama. Konsep open plan banyak berkembang di era frankly freed dengan rumah rumah prilly host nya yang kemudian dikembangkan oleh le corbusier dan arsitek arsitek lain pada jaman tersebut.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s