Sirkulasi dalam sebuah rumah



astudioarchitect.com Apa yang dimaksud dengan area sirkulasi di dalam sebuah rumah? Area sirkulasi merupakan area untuk berjalan di dalam sebuah rumah, bisa berupa koridor atau sela diantara furniture yang intinya adalah area tersebut tidak dapat digunakan untuk meletakkan furniture atau beraktivitas selain berjalan. Berjalan diantara ruang makan ke dapur atau antara kamar tidur ke ruang keluarga memerlukan area yang disebut sebagai area sirkulasi tersebut. Topik ini mungkin cukup susah untuk diterjemahkan namun saya mencoba untuk membuat artikel ini bisa dipahami oleh kita bersama.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam menentukan area sirkulasi adalah luas yang ada dan juga kebutuhan ruang nya. Apabila luas tanah kita mungil maka ada faktor ekonomi yang harus kita perhatikan pada saat mendesain karena ternyata area sirkulasi ini juga sangat berpengaruh dalam menentukan letak letak ruang sehingga sirkulasi nya menjadi cukup nyaman.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Mempertimbangkan pengalaman dan juga standar arsitektur biasanya lebar yang cukup enak untuk orang berjalan adalah sekitar 70 cm atau lebih. Hal ini terlihat pada lebar pintu yang biasanya 70 cm atau lebih. Apabila kurang dari 70 cm biasanya apabila orang berpapasan maka memiringkan badan. Hal ini berlaku juga untuk lebar tangga karena tetangga adalah termasuk area sirkulasi dimana jarak yang nyaman untuk tangga biasanya berkisar antara 80 cm atau lebih. Hal hal seperti ini yang harus kita perhatikan pada saat mendesain.

Pada saat mendesain apabila kita terbatas pada luasan ruang sisi ekonomis dari sebuah bangunan maka yang terbaik adalah merancang area sirkulasi yang cukup ekonomi secara ruang dalam arti jarak terpendek dan langsung, serta menghindari belokan belokan apabila memungkinkan. Biasanya ruang keluarga adalah ruangan yang menghubungkan berbagai ruangan, seperti kamar tidur, dapur, ruang tamu dan juga taman. Hal ini karena masyarakat kita cenderung anggap bahwa ruang keluarga adalah ruang penghubung dan ruang bersama yang dapat digunakan oleh semua keluarga sehingga akses ke ruang ruang yang lain juga mudah. Hal ini sedikit lain dengan misalnya masyarakat di jepang atau di amerika yang cenderung menganut pengaturan denah yang organik, biasanya mengganggap bahwa ruang keluarga merupakan ruang tersendiri sehingga tidak menghubungkan ruang ruang yang lain.

Kadang kadang harus pintar untuk mengatur agar ruangan dalam denah tidak terasa sempit gara gara area sirkulasi. Ini yang sering terjadi dan saya lihat sering nampak di bangunan rumah yang tidak dirancang dengan baik memperhatikan area sirkulasinya. Dalam setiap desain saya selalu berusaha untuk membuat area sirkulasi yang paling efektif terutama apabila lahannya tidak terlalu luas. Namun hal yang sama menjadi berlawanan apabila saya mendesign pembangunan rumah di lahan yang luas. Lahan yang luas disertai dengan kemampuan yang cukup bisa membebaskan seorang arsitek untuk mendesain rumah dengan area sirkulasi yang boleh jadi cukup luas juga bahkan bisa menjadi aksen dari penataan desain denah sebuah rumah.

Disamping penataan ruang ruang ada juga faktor yang juga sangat berpengaruh pada area sirkulasi penataan furnitur nya. Menurut pengalaman adalah hal yang penting untuk memperhatikan area sirkulasi dikaitkan dengan letak jendela dan letak pintu bahkan juga letak taman. Misalnya pada ruang tamu biasanya hari akhir kelas xii dibuat secara langsung dari pintu masuk kedalam ruang tamu langsung ke ruang keluarga agar tidak terasa mengganggu apabila ada orang lewat. Lain halnya dengan kamar tidur dimana area sirkulasi harus memperhatikan letak tempat tidur, jendela dan sebagainya agar area sirkulasi bisa memungkinkan tempat tidur diletakkan di lokasi yang paling tepat, kabinet atau lemari juga diletakkan di area yang juga tepat.

Efisiensi
faktor efisiensi merupakan faktor dimana dalam dna harus diperhatikan berapa persen dari area yang sebenarnya bisa digunakan untuk beraktivitas. Tentunya ini tidak termasuk area sirkulasi seperti hall, tangga, selasar dan juga utilitas lainnya. Meskipun karya sirkulasi ini penting mereka harus dibatasi agar tetap minimum sehingga lahan bisa digunakan untuk keperluan seperti furniture dan aktivitas lainnya. Ini juga menyangkut kejelian arsitek dalam menata sebuah ruangan agar jangan sampai desain rumah terlihat bagus dari luar tapi di dalam banyak area yang tidak bisa dipakai untuk aktivitas karena di pakai untuk area sirkulasi.

Area penyimpanan
Salah satu faktor yang penting yang mempengaruhi karya sirkulasi adalah berapa banyak penyimpanan yang dibuat di dalam sebuah rumah atau bangunan lainnya. Letak area penyimpanan berkaitan dengan area sirkulasi karena dimana letak barang barang yang disimpan juga berpengaruh pada bagaimana kita berjalan dan beraktivitas dalam sebuah ruangan.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s