Pertimbangan pertimbangan saat akan merenovasi rumah


astudioarchitect.com Seiring dengan berjalannya waktu pasti penghuni sebuah rumah akan mengalami perubahan manusia dan juga perubahan pola kehidupan karena bertumbuh kembangnya keluarga. Pertambahan anak atau berkurangnya jumlah keluarga memegang peranan penting dalam menentukan apakah sebuah rumah menjadi harus di renovasi sebelumnya kita harus menyadari bahwa setiap orang atau anggota keluarga yang tinggal dalam sebuah rumah memiliki kebutuhan minimum untuk ruang hidupnya di dalam rumah. Apabila standar nasional indonesia atau sni mempersyaratkan luasan minimum untuk masing masing penghuni rumah adalah 9 m2. Namun pada kenyataannya setiap penghuni pasti membutuhkan lebih dari itu karena sebuah rumah yang baik harus ditunjang oleh fasilitas penunjang lainnya seperti ruang keluarga atau taman yang jelas membutuhkan lebih banyak area lahan. Saat penghuni rumah sudah bertambah atau bertumbuh kita memerlukan proses renovasi untuk membongkar rumah dan menambah atau memperbaiki sebuah rumah. Hal apakah yang perlu kita perhatikan pada saat akan merenovasi? Mari kita simak dalam artikel ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ada beberapa poin yang harus kita perhatikan pada saat mengevaluasi sebuah desain denah rumah yang sudah ada baik itu desain rumah yang berasal dari developer ataupun rumah yang dibangun atas inisiatif sendiri atau dibantu arsitek pasti akan memerlukan perencanaan ulang pada saat merenovasi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Apakah jumlah total ruangan termasuk taman atau ruang luar yang bisa digunakan sudah mencukupi kebutuhan penghuni?

Untuk sampai kepada kebutuhan masing masing orang yang tinggal di dalam rumah, hitunglah keseluruhan luas area rumah dibagi dengan jumlah penghuni. Apabila luas untuk masing masing penghuni pada akhirnya berjumlah 9 m2 sesuai dengan standar nasional indonesia, maka ada kemungkinan rumah sudah memenuhi persyaratan kuantitas yang dibutuhkan untuk hidup layak. Namun apabila belum terpenuhi baik itu karena masalah finansial keluarga yang sebelumnya belum bisa membangun rumah dengan luasan yang cukup maka kita perlu mempertimbangkan menambah luas areal rumah.

Selain masalah kuantitas berhubungan dengan luas area rumah kita juga perlu memperhatikan masalah lain misalnya bagaimana penghuni di dalamnya tinggal.  seringkali penghuni rumah merupakan banyak orang dengan umur yang berbeda beda yaitu orang tua dan anak anak. Masing masing membutuhkan ruang tersendiri dengan kebutuhan khusus. Selain itu kita juga harus melihat sifat dari keluarga tersebut apakah merupakan keluarga periang dengan banyak aktivitas bersama artinya membutuhkan lebih banyak ruang daripada keluarga yang pendiam dengan sedikit aktivitas bersama. Terlepas dari positif tidaknya hal tersebut kedua jenis sifat keluarga juga mempengaruhi banyaknya luas ruang yang dibutuhkan.

Satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah desain denah yang baik dalam arti penataan ruang dan perabot yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk menilai apakah sebuah rumah sudah layak atau belum. Kadangkala ada rumah yang besar tetapi karena terlalu penuh dengan barang sehingga area sirkulasi untuk berjalan saja menjadi susah. Kadang kadang ada rumah besar tetapi karena penataan ruang ruangnya keliru sehingga terasa kecil, banyak barang yang berserakan, atau susah untuk menata barang dengan baik. Hal itu semuanya adalah masalah penataan yang berkaitan dengan desain. Ini yang seharusnya dapat diselesaikan oleh arsitek anda.

Salah satu hal yang penting juga adalah masalah estetika atau keindahan sebuah rumah dilihat dari bentuk rumah secara keseluruhan dari luar maupun pada saat kita berada di dalamnya( desain interior). Rumah yang baik tentunya adalah sebuah rumah yang dapat meningkatkan mood para penghuninya. Dalam arti pada saat anda melihat atau berada di dalam sebuah rumah, hal itu akan menjadikan perasaan anda menjadi lebih tenang dan nyaman. Hal inilah yang dimaksudkan dengan sebuah rumah yang dapat membahagiakan penghuninya.

Namun kita harus membatasi sebuah rumah dalam hal kuantitas areanya. Tidak semua rumah yang besar adalah bagus karena kadang kadang rumah yang mungil namun terorganisasi dengan baik adalah pilihan yang lebih baik daripada rumah besar namun menimbulkan masalah masalah seperti pembersihan yang terlalu banyak, pemeliharaan peralatan yang rumit, atau kebutuhan AC yang tinggi. Satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah rumah sebaiknya memenuhi gaya hidup yang kita jalankan sehari hari. Itu saja sudah cukup, jangan lebih dari itu.

Apakah denah rumah sudah didesain dengan baik sehingga setiap cm nya digunakan secara efektif?

Hal ini berkaitan dengan proporsi sebuah ruang yang digunakan untuk hidup, tidur dan bekerja dimana hal ini sangatlah bervariasi sesuai dengan kebutuhan penghuninya. Saya banyak melihat desain rumah dengan denah yang kurang bagus terasa kurang nyaman. Kadang kadang ada rumah yang terlalu banyak tidur sehingga ruang keluarga atau ruang makan terasa terlalu sempit dan tidak nyaman. Atau kamar tidur sebenarnya bisa didesain dengan lebih kompak untuk lebih banyak menghemat ruang. Janganlah ragu untuk berkonsultasi dengan arsitek anda demi menghemat biaya jangan dikeluarkan apabila ada kekeliruan dalam merancang desain denah rumah.

Apakah ruang ruang yang ada sudah ditata dengan baik sehubungan dengan ruang luar atau taman yang berhubungan?

Sebuah perencanaan yang baik selalu memperhatikan pemisahan antara area untuk ruang ruang yang membutuhkan ketenangan dengan yang cenderung berisik. Cobalah untuk membuat desain denah untuk memisahkan jenis jenis ruang yang butuh privasi dan tidak dengan cara mewarnai area yang cenderung berisik dengan warna merah. Area yang cenderung tenang digambarkan dengan warna hijau area area transisi dengan warna kuning, kemudian cobalah untuk merasakan pemisahan area ini apakah sudah sesuai polanya.

Apakah alur sirkulasi sudah memuaskan?

Area sirkulasi adalah area untuk berjalan tidak dapat dipakai untuk meletakkan perabot, misalnya sebuah area khusus untuk dipakai berjalan antara ruang keluarga dan ruang makan area sirkulasi ini tidak dapat dipakai sebagai tempat meletakkan perabot kecuali untuk perabot penyimpanan misalnya lemari. Ini sepertinya tidak susah tetapi saya banyak melihat rumah rumah dengan sirkulasi kurang baik. Ada juga area area yang perlu didekatkan dan juga perlu dijauhkan ini akan berpengaruh kepada kecepatan untuk mengakses masing masing ruang dari ruang lainnya apabila ruang tersebut banyak digunakan.

Apakah setiap ruangan sudah memiliki luas ruangan yang sesuai?

Terlepas dari luas ruang secara kasat mata kita harus memperhatikan ruang yang dapat digunakan sebenarnya. Faktor ini dipengaruhi oleh bentuk ruangan, lokasi dan besarnya bukaan pintu dan jendela, serta bagaimana hubungan antara satu ruang dengan ruang lainnya. Selain itu hal yang sifatnya kualitatif menyangkut bagaimana desain dinding, lantai, dan bagaimana penataan perabot nya dimana hal ini merupakan faktor faktor kualitatif. Kadang kadang ada keluarga yang memilih rumah dengan ruang ruang kecil tetapi banyak, dan ada juga keluarga yang lebih memilih ruang ruang yang besar yang lebih sedikit namun mewadahi lebih banyak aktivitas.

Apakah di dalam sebuah ruangan dapat ditata furniture dengan cara yang efektif?

Hal yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah luas lantai yang cukup untuk furniture dan sirkulasi. Namun dalam hal ini kita juga harus memperhatikan kesesuaian furniture dengan ruangan khususnya untuk barang barang yang besar seperti tempat tidur dan sofa. Hal yang lainnya adalah bagaimana menata berbagai furniture dalam grup grup yang terorganisasi. Pintu, jendela, letak ac,, serta peralatan seperti saklar dan colokan listrik, kloset dan lemari built in semuanya membutuhkan ruang dan akses tersendiri .

Apakah denah sudah diorientasikan dengan baik ke dalam lahan?

Tentang orientasi rumah bisa anda baca dalam link ini ini. Pada intinya adalah orientasi yang baik akan memaksimalkan kontrol terhadap iklim banyak faktor yang berkaitan dengan kegunaan ruang, bagaimana memasukan pemandangan yang terbaik ke dalam ruang ruang rumah anda. Selain itu penataan orientasi juga harus memperhatikan tingkat privasi bagi masing masing ruang dan bagaimana cahaya masuk ke dalam ruangan dengan baik. Ini semua membutuhkan perencanaan dari awal menyangkut desain interior dari sebuah rumah.

Beberapa ruangan khusus membutuhkan pemandangan yang terbaik misalnya ruang keluarga atau ruang tamu. Beberapa ruangan seperti kamar tidur dan dapur juga sangat bagus untuk mendapatkan sinar matahari pagi melalui jendela. Gambar kamar tidur membutuhkan privasi yang lebih banyak demikian juga dengan kamar mandi untuk dipikirkan akses cahayanya serta tingkat privasinya. Airport dan garasi harus diletakkan pada bagian yang paling mudah diakses dari jalan.

Hal hal tersebut di atas merupakan kualitas yang dapat disebut sebagai ideologi meskipun tidak semua rumah memilikinya. Hal ini karena banyak rumah di desain oleh pengembang atau bahkan tidak memiliki desain sama sekali saat dibangun. Rumah rumah yang semacam ini biasanya terasa sumpek dan gelap, kadang kadang harus ada lampu yang menyala pada siang hari terus menerus sehingga memboroskan listrik.

Bagaimanakah desain yang paling ekonomis untuk pengembangan atau renovasi?

Perencanaan desain renovasi sangatlah penting berkaitan dengan berapa biaya yang akan dikeluarkan lewat proses renovasi tersebut. Desain yang baru bisa jadi meneruskan rumah yang lama untuk dibangun lebih luas dan kadang kadang bahkan mengganti seluruh rumah dengan bagian yang baru. Jenis renovasi sangat ditentukan oleh berapa dana yang kita miliki. Apabila dana yang dimiliki pas pasan maka kita harus memperhatikan bahwa desain yang baru sebaiknya dibangun atas dasar rumah yang sudah ada. Hal ini akan memperkecil banyaknya konstruksi yang harus dibuat. Namun apabila pendanaan adalah cukup atau lebih dari cukup maka proses renovasi bisa dipikirkan dengan mengeliminasi bagian bagian yang tidak perlu atau dapat ditingkatkan.

Pada saat mendesain arsitek akan melihat bagaimana rumah yang sudah ada. Untuk rumah rumah yang dibangun di bawah tahun 80 kadang kadang memiliki permasalahan khusus seputar konstruksi antara lain dinding yang lembab dan konstruksi yang sudah tidak layak. Untuk rumah rumah tahun 80 ke atas seringkali masih bisa ditingkatkan konstruksinya.

Untuk membangun 2 lantai biasanya diperlukan penambahan pada konstruksi satu lantai yang sudah ada. Terkecuali bila kita ingin membangun ulang seluruh rumah maka hal tersebut dinamakan sebagai membangun ulang atau merobohkan rumah lama.

Apakah perubahan setelah renovasi diyakini akan lebih baik dari sebelumnya?

Adalah tidak mungkin untuk mengetahui segala sesuatu di masa depan tetapi bahwa hidup dan perubahan adalah sebuah hal yang pasti maka renovasi seharusnya menjadi sebuah perubahan yang positif dan menawarkan fleksibilitas. Keluarga berubah seiring dengan anak anak yang makin berkembang dan juga meninggalkan rumah, atau ada juga anggota keluarga yang pindah ke dalam rumah. Perubahan yang baik haruslah direncanakan dengan baik pula karena itu anda dapat menggunakan jasa arsitek untuk mencapai hal tersebut.
___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s