168 Eksterior rumah pilihan


astudioarchitect.com [pustaka buku] Bagi Anda yang sedang proses untuk merencanakan sebuah rumah, ada baiknya untuk menengok buku pilihan kali ini, yaitu 168 Eksterior rumah pilihan, yang ditulis oleh tim penulis Griya Kreasi. Buku ini menampilkan banyak contoh eksterior rumah yang termasuk pagar, gapura, taman, kolam, carport, fasad, pintu utama, dan jendela.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kutipan:
Sebuah rumah akan sempurna jika terlihat menarik dari luar maupun dari dalam bangunan. Diantara keduanya, tampilan menarik dari luar menjadi yang utama dan dianggap lebih penting. Pemilik rumah seringkali mendahulukan untuk mengolah tampilan luar bangunan dan area disekitarnya daripada mempercantik ruang-ruang dalam. Ini terjadi karena tampilan luar bangunan merupakan bagian pertama rumah yang akan dilihat orang lain, sekalipun orang yang melihat tidak mengenal pemilik rumah. Impresi tersebut setidaknya akan meningkatkan gengsi, kebanggaan, dan harga diri si pemilik rumah.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Segala sesuatu yang termasuk bagian luar bangunan rumah dan area disekitarnya, dikategorikan sebagai eksterior. Adapun kebalikan dari eksterior ada interior, yaitu bagian bagian yang berada didalam rumah. Lalu, apa sajakah yang termasuk dalam kategori eksterior rumah? Jika diamati dari bagian paling depan atau zona pertama maka akan dijumpai pagar, gerbang, dan gapura sebagai elemen eksterior rumah yang pertama. Pada zona kedua akan dijumpai taman, kolam hias, dan carport. Sementara zona ketiga merupakan bagian terluar bangunan yang berupa fasad, atau tampilan muka bangunan.

Zona Pertama, Pemberi Rasa Aman
Pagar, gerbang, dan gapura membentuk kesatuan sebagai elemen pengaman rumah. Selain itu, ketiganya juga berfungsi sebagai pemberi batas yang jelas antara area kaveling rumah dengan area luar kaveling rumah. Meskipun secara fungsi hampir sama, ketiganya ternyata memiliki karakter tersendiri. Pagar berperan sebagai pengaman dan pembatas yang berkarakter masif dan statis. Gerbang memiliki karakter masif dan dinamis sehingga dapat digunakan sebagai entrance (jalan masuk). Sementara gapura cenderung berkarakter estetis karena keberadaannya lebih sebagai penegas posisi gerbang.

Sebagai bagian paling depan dari eksterior rumah, pagar, gerbang, dan gapura harus didesain semenarik mungkin. Kombinasi material bisa menjadi alternatif. Tembok, besi, kayu, hingga batu alam merupakan beberapa material pagar populer yang bisa dijadikan pilihan. Kreativitas mutlak diberikan agar mampu mengombinasikan material material tersebut dengan pas sehingga enak dipandang. Jika memiliki keterbatasan biaya, pagar tembok tampa kombinasi bisa menjadi pilihan, tentunya dengan kreasi detail yang dibuat menarik. Alternatif lain juga bisa menggunakan tanaman sebagai pagar. Aplikasi pagar tanaman akan membuat rumah berkarakter alami. Untuk gerbang, material besi dan kayu menjadi pilihan populer dengan sistem bukaan swing (ayun) maupun sliding (geser). Sementara itu, gapura sebaiknya didesain sedemikian rupa sehingga berkesan agung. Namun, keberadaan gapura pada sebuah rumah bersifat opsional, bukan sesuatu yang harus ada.

https://books.google.co.id/books?id=JfK-CQAAQBAJ&lpg=PA189&dq=eksterior%20rumah%20pilihan&pg=PP1&output=embed

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s