Beragam cara meminimalkan biaya operasional rumah tangga


astudioarchitect.com Biaya operasional dalam rumah tangga kadangkala menyedot cukup banyak porsi keuangan yang bisa bikin pusing, misalnya listrik maupun air yang boros. Bila didesain dan direncanakan dari awal, rumah tinggal juga bisa menjadi rumah yang tidak boros biaya operasional. Bagaimana caranya? Mari kita simak dalam artikel berikut ini.

Photo by Fitz Gerard Villafuerte on Flickr, creative commons lisence

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1
Beralihlah ke AC hemat energi

banyak produsen yang mengeluarkan jenis AC yang hemat energi yang memerlukan watt lebih kecil daripada jenis AC biasa. Gunakan jenis AC dengan kapasitas yang sesuai untuk luas ruangan anda, jangan sampai AC tersebut memiliki kapasitas yang lebih besar daripada volume ruang yang ada sehingga bisa memboroskan listrik. Memilih AC converter akan mengurangi beban pendinginan, karena bila udara sudah cukup maka AC kan menyesuaikan kerja mesin. Demikian juga terdapat produk AC yang menyala pada saat ada orang di dalam sebuah ruangan, serta bisa juga menggunakan timer (yang menyalakan dan mematikan AC secara otomatis), sehingga hanya beroperasi pada waktu waktu tertentu saja. Terakhir adalah bersihkan penyaring pada AC tersebut sehingga mesinnya dapat bekerja lebih baik

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
2
Daripada menggunakan pemanas air listrik, pertimbangkan untuk menggunakan pemanas air tenaga surya.

Apabila menggunakan pemanas air tenaga surya maka biaya untuk memanaskan air bisa dipotong atau hanya digunakan sebagian kecil saja. Hal ini karena pemanas air memerlukan sedikit sekali energi listrik atau bahkan tidak memerlukan sama sekali saat cuaca mendukung. Produk tertentu memiliki kombinasi antara AC dan waterheater dimana water heater memanfaatkan temperatur dari kompresor AC yang panas untuk menghangatkan air

3
Menggunakan tandon air untuk menyimpan air sebagai cadangan sehingga tidak menggunakan pompa air untuk memompa air keluar dari pipa ledeng.

Hal ini Mengingat bahwa banyak rumah tangga masih menggunakan pompa air secara langsung untuk menyedot air dari pipa ledeng PDAM atau sumur sehingga memboroskan listrik. Demikian juga untuk menghemat listrik, apabila tandon sudah penuh sebaiknya ada pelampung atau kontrol otomatis yang mematikan listrik mesin penyedot air pada saat tangki tandon sudah penuh.

4
Gunakan lampu hemat energi untuk lebih menghemat listrik. Anda bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang lampu yang lebih hemat energi di sini

5
Gunakan kloset yang hemat air.
Lain dengan jaman dahulu dimana kloset duduk biasanya hanya memiliki satu macam tombol air, pada saat ini closet biasanya memiliki dua macam tombol yaitu tombol kecil untuk aliran air sedikit dan tombol besar untuk aliran air banyak. Yang perlu dilakukan tentunya adalah meminta anggota keluarga untuk menggunakan tombol yang kecil pada saat buang air kecil. Sekarang ini juga banyak dijual kloset yang hemat air sehingga Debit air yang masuk pada saat menggelontorkan air dapat lebih efisien.

6
gunakan kran otomatis
pada saat ini sudah dijual keran dengan sensor otomatis yang bisa mendeteksi pada saat tangan mendekati keran tersebut, maka keran akan mengeluarkan air. Pada saat ini keran otomatis dengan sensor ini sangat sesuai untuk semacam rumah makan atau restoran yang padat pengunjung.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

N1uwvH45jhHuGXQCZkba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s