Category Archives: buku

Kreatif dan Dinamis dengan Batu Alam [buku]

astudioarchitect.com Pustaka Buku Google play books adalah sarana untuk mendapatkan buku yang bisa dibuka melalui tab atau bahkan smartphone dengan layar yang cukup besar. Anda bisa membuka Google Play Books lewat aplikasi Google Play di Android. Dewasa ini membeli buku secara online untuk dibaca melalui tab jadi lebih mudah karena Google memberikan kemudahan untuk membeli buku dengan pulsa. Caranya adalah dengan membeli melalui paket pulsa Telkomsel. Nah, disini saya ingin mengulas tentang salah satu buku yang dijual di Google Play Books. Kreatif & Dinamis dengan Batu Alam, judulnya. Ditulis oleh Tim Penulis Griya Kreasi. Buku ini mengulas banyak batu alam dari mulai proses mendapatkannya, hingga ke pemasangannya. Desain rumah-rumah di Indonesia banyak menggunakan elemen batu alam sebagai penghias, karena unsur batu alam memiliki estetika yang tidak tergantikan, dan juga ketahanannya terhadap cuaca.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

KUTIPAN:

Datanglah ke showroom-showroom yang memamerkan beragam jenis batu alam. Disana banyak pilihan, ada yang berpenampilan unik, menarik, dan lain-lain. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatiikan antara lain jenis batu, keserasian dengan rumah, anggaran biaya, bahan pendukung, dan kreativitas.

A. Perhatikan sifat batu
Batu yang dipajang di showroom showroom terdiri dari berbagai jenis, ukuran,d an harga. Penampilan unik dengan warna alam yang memesona, lebih menarik minat pemilik bangunan sebagai elemen bangunan. Rumah, ruko, rukan, hotel, vila, hingga gedung gedung bertingkat seolah berlomba lomba mempercantik diri dengan barisan dan tempelan batu alam. Akan tetapi, masih pemilik bangunan yang salah kaprah mengaplikasikan batu alam. Sehingga terkesan sembrono. Itu tidak berarti salah. Namun, jika dicermati akan timbul masalah akibat ketidakpahaman tentang batu alam.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Secara kasat mata memang sangat menarik memasang batu alam sesuai keinginan, tetapi pikirkan lagi beberapa hal yang mungkin terjadi kedepannya. Yang perlu diperhatikan antara lain daya tahan, biaya perawatan, dan lain-lain. Jangan hanya karena batu berwarna ngejreng menarik atau hanya mengikuti tren yang ada.

Dalam memilih batu alam yang perlu diperhatikan pertama kali adalah sifat batu tersebut, Solid atau non solid. Batu yang bersifat solid umumnya untuk elemen eksterior maupun interior. Batu jenis itu sifat fisiknya padat, kuat, keras, dan tidak mudah patah. Batuan itu juga tidak menyerap air karena tidak mempunyai pori-pori, atau bersifat porositas. Keunggulan lainnya batu solid tidak mudah berlumut karena tidak ada ruang untuk air dari udara masuk, sehingga sesuai untuk elemen eksterior. Contoh dari batu Solid yaitu batuan beku dan batuan malihan (metamorf). Yang termasuk di dalam jenisnya yaitu andesit, pacitoroso dan lain-lain.

Batu non Solid lebih cocok sebagai elemen interior dan elemen yang tidak terkena matahari secara langsung. Sifatnya yang porositas lembut dan mudah patah membuat batuan yang sulit mudah dibentuk. Bahkan ada yang menjadikan ornamen atau relief seperti batu Candi dan paras Jogja. Sifat porositas menyebabkan air mudah terserap dan udara masuk. Itu sebabnya gampang berlumut.

Umumnya batu nonsolid cerah dan menarik sehingga penghuni rumah kerap condong memasang sebagai elemen eksterior. Hal tersebut sah-sah saja asalperlu perlakuan khusus seperti dicoating. Sebab batu non solid tidak tahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrim. Contoh batu non solid adalah batuan sedimen, antara lain Batu Paras Jogja, Kebumen, Palimanan, paras Taro dan lain-lain.

B. Serasikan dengan gaya rumah 
Pemilihan batu alam harus disesuaikan dengan tema atau gaya rumah. Bangunan bergaya minimalis sebaiknya menggunakan batu alam berwarna kalem tekstur polos, sehingga terlihat menyatu dengan gaya bangunan, misalnya batu andesit, Purwakarta dan salagedang. Pola pemasangan yang terkesan rapi dan simple seperti susun sirih, bujursangkar, kombinasi dan lurus sangat cocok untuk rumah bergaya minimalis.

Bangunan bergaya Eropa klasik atau Mediterania sebaiknya menggunakan batu alam yang bersifat semi formal dan terkesan elegan tapi kokoh, misalnya Batu pacitoroso, Bali Palimanan dan paras Jogja.
Bangunan bergaya tropis sebaiknya menggunakan batu alam dengan pola pemasangan yang terlihat fleksibel dan tidak kaku seperti pola koboi Bandung dan pola acak. Untuk batu alam nya di pilih warna yang kalem atau gelap seperti batu andesit Purwakarta, salagedang dan lain-lain.

Bangunan bergaya tradisional modern sebaiknya menggunakan bahan batu alam yang mempunyai sifat lebih alami seperti batu kali belah, candi belah, salagedang, Purwakarta dan bronjol pelabuhan. Batu-batu tersebut dapat disusun secara acak agar terlihat alami.

C. Sesuaikan dengan anggaran yang tersedia 
Harga batu alam bervariasi. Semakin Solid batu alam harga kian tinggi berkisar antara Rp55.000 sampai dengan rp170.000 per m2. Ini belum termasuk upah pemasangan dan transportasi. Namun banyak showroom batu alam yang menawarkan paket harga. Biasanya paket tersebut sudah termasuk batu alam, biaya pemasangan dan ongkos kirim. Harga bervariasi mulai dari Rp300.000 sampai dengan Rp800.000. Jenis batu dan pola pemasangan menentukan tinggi rendahnya harga yang ditawarkan. Untuk itu jika hendak membeli batu alam terlebih dahulu jika dana terbatas, kombinasikan batu alam yang mahal dan yang ekonomis.

D. Cermati bahan-bahan yang digunakan. 
Bahan-bahan yang dimaksud adalah bahan selain batu alam seperti adonan atau spesi, Coating dan ornamen. Pemilihan adonan atau spesi menentukan kualitas pemasangan batu alam. Saat ini banyak dijumpai semen khusus untuk adonan atau spesi. Memang harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan menggunakan semen biasa dan pasir pada perbandingan 1 banding 3. Namun dengan semen khusus hasil akan lebih. Batu tidak mudah terlepas dari bidang. Di samping itu ada yang perlu diperhatikan, yaitu Seberapa luas bidang yang akan dipasangi batu alam. Jika bidangnya dianggap terlalu luas sebaiknya semen dan pasir 1 banding 3. Jika bidangnya sempit, bisa menggunakan semen khusus. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat harga semen khusus lebih mahal.

Penggunaan Coating bertujuan sebagai aksesori dan pelindung batu alam dari cuaca tidak menentu. Untuk elemen interior sebaiknya tidak perlu di coating. Sedangkan untuk elemen eksterior perlu dicoating. Saat ini tersedia berbagai macam merk coating di pasaran. Peminat batu alam tinggal memilih glossy atau doff.

Ornamen relief tidak mesti digunakan namun bagi seseorang yang memiliki jiwa seni tinggi aplikasi ornamen pada batu alam menjadi penting. Biasanya ornamen dipasang pada bidang yang luas sehingga tidak terkesan monoton. Bentuk ornamen bermacam-macam seperti flora fauna, pemandangan, relief dan abstrak. Ornamen dengan berbagai macam bentuk itu biasanya terbuat dari batu paras Jogja.

KLIK DISINI untuk preview buku
dalam Google Books

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

3 Dekade Karya Desain Arsitektur Inspiratif

astudioarchitect.com Buku tiga dekade karya desain arsitektur inspiratif ini saya tulis sebagai kumpulan desain seputar rumah tinggal dan bangunan komersial maupun bangunan publik. Tiga dekade merupakan judul dari buku yang diperuntukkan sebagai sebuah penanda dari karya arsitektur lulusan Universitas Brawijaya yang lulus selama kurun Dekade tahun 80-an 90-an dan tahun 2000an. Terdapat dua bagian utama dalam buku ini yaitu bagian yang mengulas desain rumah tinggal dan bagian yang mengulas bangunan komersial.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bagian buku yang mengulas desain rumah tinggal mengetengahkan desain desain rumah tinggal baik 1 maupun 2 lantai dengan berbagai variasi desain.  Anda dapat menemukan desain rumah tinggal yang mungil hingga desain rumah tinggal yang cukup besar.  Karya-karya ini memuat nilai arsitektural yang bervariasi pula mulai dari karya rumah modern tinggal serumah dengan sentuhan tradisional.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Salah satu desain rumah yang cukup menarik adalah karya Arta Adi Putra yang memperlihatkan desain rumah dengan gaya arsitektur modern dengan sentuhan tradisional dan vernakular. Desain rumah ini merupakan rumah kost dengan penampilan unik karena pemakaian bahan material terkesan alami yang ekstensif.

Rumah Rose Manggar yang didesain oleh Wahyu Jatmiko juga merupakan desain yang cukup menarik karena mengetengahkan desain rumah di lahan sempit dimana bagian depan digunakan sebagai rumah singgah sedangkan bagian belakang digunakan sebagai tempat bekerja.

Bagian kedua yang memuat desain bangunan komersial  memuat cukup banyak desain bangunan komersial berbagai tipe. Bangunan yang sangat menarik adalah Contertainer yaitu bangunan yang dibuat dari kontainer bekas dialihfungsikan sebagai perpustakaan.

Selain itu desain bangunan kurungan Karya Kamawardhana Heksa Putra juga cukup menarik untuk disimak karena bangunan ini merupakan bangunan dari bambu yang fungsinya sebagai shading.

Buku ini di pasaran dijual dengan harga Rp 92.000 tapi anda bisa mendapatkan harga lebih murah lewat website Penebar Swadaya.
___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tags generated:
Desain rumah, desain rumah minimalis, desain rumah dijual, beli desain rumah, arsitek, arsitek Indonesia, Arsitek Muda Indonesia, Arsitek Jakarta, Arsitek Bandung, Arsitek Bogor, Arsitek Malang, Arsitek Surabaya, Arsitek Bali, rumah dinding bambu, lanskap mengunakan kayu pallet, pondasi rumah, arsitektur modern indonesia, bangunan baja, bentuk rumah di lahan 6×12 m, buat motorhome indonesia, cara membuat kitchen set sendiri berbahan papan kayu, denah rumah 9×8, lampu halogen putih, arsitek, rumah minimalis, lounge room living room, furniture cafe, retail shop, hospital, restaurant, apartemen, hotel, room office, studio, insulation, stand pameran, kontraktor interior design, rumah rumah minimalis, jasa desain interior : bedroom kitchen set, desain rumah, denah rumah, rumah denah, desain denah rumah, denah desain rumah, gambar rumah, design rumah, rumah model, model rumah, design gambar rumah, gambar design rumah, desain rumah minimalis, denah rumah minimalis, arsitektur rumah, rumah arsitektur, foto design rumah, interior design, green architecture, arsitektur nusantara, arsitektur modern, arsitektur hijau, budi pradono, rumah kindah, r house, indonesia, andra matin, arsitektur, design, desain, house, architecture, jakarta, wishnutama, menarik, unik, tips, revolusi media, dsign, furniture, handcraft, netmediatama, netmedia, net media, net tv, net, trip, eskursi, mini, indonesian, gunadarma, universitas, interior, architect, rumah, home, yu sing, paulus mintarga, popo danes, ary indra, mamo, budi faisal, ridwan kamil, eko prawoto, galih widjil pangarsa, desain, rumah minimalis, rumah, arsitektur, indonesia, interior, rumah 2015, ide, dekorasi rumah, ide rumah, rumah minimalis modern, mendesain rumah, desain interior, desain interior rumah mungil, desain interior rumah idaman, desain interior rumah minimalis modern, desain interior rumah minimalis 2 lantai, desain interior rumah minimalis type 36, desain interior rumah sederhana, desain interior rumah, desain interior rumah minimalis, desain rumah kecil, minimalis, home design, ide desain, disain rumah minimalis, desain minimalis, rumah modern, rumah mewah, rumah sederhana, properti, real estate, ide minimalis, desain rumah, astudio, etnik, tropis, klasik, furniture, handcraft, rumah minimalis, desain rumah minimalis, interior rumah minimalis, denah rumah minimalis, gambar rumah minimalis, rumah idaman, design rumah minimalis, model rumah minimalis, desain rumah, wajar, seperti, modern, minimalis, konsep, dengan, mungkin, senyaman, rumahnya, menghadirkan, lidya, yeyen, artis, jika, apa, maka, beraktivitas, seharian, setelah, lelah, dan, penat, melepaskan, untuk, persinggahan, tempat, merupakan, rumah, desain ruang tamu, desain kamar mandi, desain teras rumah

7 Arsitek Indonesia

astudioarchitect.com Secara umum buku ini memuat karya dari tujuh arsitek yang dianggap mewakili suatu generasi arsitek baru yang dimaksud oleh penulis, tampaknya ‘baru’ merupakan suatu pembeda untuk paradigma ber-arsitektur yang sudah ada sebelumnya, dimaksudkan oleh Peter dan Murni. Apakah yang berbeda? Jawabannya terlintas pada prakata Murni “Apa sebabnya arsitektur sebagai komponen kebudayaan material sesudah Indonesia merdeka tidak dengan sengaja dibangun atas pengertian dan pengalaman arsitektur tradisional?” Pertanyaan ini sendiri merupakan pertanyaan ‘abadi’ Heinz Frick tentang arsitektur DI Indonesia. Buku ini merupakan buku yang diperuntukkan arsitek dan kalangan akademisi. Meskipun demikian kalangan awam akan dengan mudah menikmati buku ini karena koleksi foto fotonya yang ekstensif dan estetis. Terimakasih pada Peter yang sudah mengirimkan buku ini sehingga bisa saya review.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Buku ini dalam rangka konteks gerakan pencarian arsitektur Indonesia atau arsitektur nusantara (CMIIW), yang belakangan ini cukup santer menjadi perbincangan arsitek Indonesia. Cukup banyak gerakan gerakan yang sama seperti misalnya di Jepang dan di negara lain dimana arsitek arsitek yang pernah mengalami masa masa pencarian jati diri arsitektur yang paling sesuai untuk diterapkan di negaranya. Entah Apakah hal tersebut cukup untuk menggambarkan keinginan pencarian jati diri yang tampaknya benar benar menjadi sebuah topik yang menggelembung di era diskusi yang ekstensif dari era Arsitek Muda Indonesia.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Jawaban pasti tentunya bila dijelaskan oleh penulisnya sendiri. Peter menyebutkan bahwa arsitektur Nusantara tidak perlu dirumuskan dengan tergesa gesa, kesempatan menakar masih terbuka untuk dibicarakan. Murni memilih untuk mengangkat pertanyaan abadi Heinz Frick, sambil berusaha menginspirasi pembacanya.

Lantas, apakah ada generasi yang ‘baru’, ataukah judul merupakan suatu keinginan berbeda dari publikasi yang lain? Karya-karya dalam buku ini bahkan sudah sering beredar didunia arsitektur Indonesia, dalam publikasi maupun media sosial. Jujur sebagian pembaca mungkin sudah pernah melihat sosok sebagian rumah-rumah itu. Membukukannya juga sudah dilakukan penulis-penulis lain dalam fragmen-fragmen pemikiran buku yang lain. Aha, yang berbeda adalah: buku ini ‘memaku dengan kuat’ kata ‘generasi arsitek baru’ itu dengan lebih kuat. Nailed it, kata orang yang berbahasa Inggris.

Kata pengantar dari Prof. Ir. Triatno Yudo Harjoko, M. Sc, Phd, tampaknya ingin membuat penalaran tertentu tentang tanda dan signum berdasarkan pandangan akan kata ‘desain’ yang dianggap lebih metafisik. Beliau mengambil sudut pandang linguistik yang selalu membuat kita senantiasa wow karena begitu dijelaskan, arsitek ‘biasa’ mungkin hanya bisa diam bingung sambil berusaha mengerti teori linguistik yang notabene rumit itu. Sedikit lega Profesor disengaja atau tidak, kemudian menuju ‘bahasa awam’. Profesor banyak menggunakan kata ‘tektonik’ yang berarti lebih dalam dari sekedar ‘bangunan’, ia adalah suatu konsep manifestasi arsitektur yang memiliki lebih banyak muatan hasil pemikiran atau seni.

Membalik satu per satu halaman di dalam buku ini seperti diajak memahami secara langsung apa yang ingin dikatakan dan latar belakang dari pembangunan sebuah rumah. Saya lebih memandang bahwa penulisan dalam buku ini lebih merupakan ‘jembatan’ daripada ‘hadiah baru yang terbungkus rapi’ untuk -seandainya ada- arsitektur Indonesia. Barangkali yang mengagetkan atau dianggap mewakili generasi ‘baru’ adalah bagaimana 7 arsitek tersebut memakai paradigma-paradigma baru hasil pemikiran kritis mereka, contohnya materialitas untuk dieksplorasi sebagai bahan dalam mendesain, dimana kuantitas pemikiran ini hadir dalam skala berbeda-beda. Generasi sebelum arsitek-arsitek dengan paradigma baru ini, bisa jadi terkaget-kaget; singgasana ‘gaya-gaya’ mereka dihanyutkan oleh ‘arus’ atau stream yang nampaknya cukup kuat, lebih mendasar dan beralasan. Meskipun demikian ‘hadiah-hadiah’ itu sudah dibuka perlahan-lahan dalam kurun satu atau lima tahun terakhir. Demikian juga pasar mungkin masih hati-hati untuk mengadopsi paradigma baru ini, kali-kali ini hanya sepenggal epoch yang akan segera tertiup angin.

Hanya ada satu yang bisa mengalahkan mainstream, dia adalah small-stream yang mirip-mirip seperti ini. Secara umum desain-desain dalam buku 7 adalah modern, ada yang sangat modern, dan ada juga yang merepresentasikan jejak tradisi. Bahkan unsur gaya baru seperti gaya industrial juga tampak laksana eklektisism yang ‘biasanya’, the casual eclecticism. Meskipun demikian, ada ‘substance-x‘ yang memang diekstrak dari kekayaan arsitektur dari masa lalu. Sebuah kearifan yang mengalun dinikmati sebagai mellifluous architecture. Buku ini, memang unik, lugas, dan tidak mendayu-dayu. Tidak ada prosa yang terlalu puitis, bahkan penulisnya menunjukkan dengan baik kemampuan deskriptif dan teknis yang mumpuni, khas bahasa insinyur.

Selasa, 18 Agustus 2015.
(to be concluded, saya coba menutupi angka 7 yang tertera di cover buku ini. Saya merasa lebih tercerahkan. Cobalah)

___

Membahas sebuah buku memerlukan pemikiran dan juga biaya untuk mendapatkan buku tersebut. Saya akan sangat berterima kasih apabila anda berkenan untuk menyumbangkan buku atau mengirim buku ke alamat studio agar dapat dibahas sebagai informasi kita bersama. Atau anda juga bisa membelikan saya segelas kopi atau makan siang dengan cara memberikan donasi. Silahkan email atau whatsapp:

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

168 Eksterior rumah pilihan

astudioarchitect.com [pustaka buku] Bagi Anda yang sedang proses untuk merencanakan sebuah rumah, ada baiknya untuk menengok buku pilihan kali ini, yaitu 168 Eksterior rumah pilihan, yang ditulis oleh tim penulis Griya Kreasi. Buku ini menampilkan banyak contoh eksterior rumah yang termasuk pagar, gapura, taman, kolam, carport, fasad, pintu utama, dan jendela.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kutipan:
Sebuah rumah akan sempurna jika terlihat menarik dari luar maupun dari dalam bangunan. Diantara keduanya, tampilan menarik dari luar menjadi yang utama dan dianggap lebih penting. Pemilik rumah seringkali mendahulukan untuk mengolah tampilan luar bangunan dan area disekitarnya daripada mempercantik ruang-ruang dalam. Ini terjadi karena tampilan luar bangunan merupakan bagian pertama rumah yang akan dilihat orang lain, sekalipun orang yang melihat tidak mengenal pemilik rumah. Impresi tersebut setidaknya akan meningkatkan gengsi, kebanggaan, dan harga diri si pemilik rumah.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Segala sesuatu yang termasuk bagian luar bangunan rumah dan area disekitarnya, dikategorikan sebagai eksterior. Adapun kebalikan dari eksterior ada interior, yaitu bagian bagian yang berada didalam rumah. Lalu, apa sajakah yang termasuk dalam kategori eksterior rumah? Jika diamati dari bagian paling depan atau zona pertama maka akan dijumpai pagar, gerbang, dan gapura sebagai elemen eksterior rumah yang pertama. Pada zona kedua akan dijumpai taman, kolam hias, dan carport. Sementara zona ketiga merupakan bagian terluar bangunan yang berupa fasad, atau tampilan muka bangunan.

Zona Pertama, Pemberi Rasa Aman
Pagar, gerbang, dan gapura membentuk kesatuan sebagai elemen pengaman rumah. Selain itu, ketiganya juga berfungsi sebagai pemberi batas yang jelas antara area kaveling rumah dengan area luar kaveling rumah. Meskipun secara fungsi hampir sama, ketiganya ternyata memiliki karakter tersendiri. Pagar berperan sebagai pengaman dan pembatas yang berkarakter masif dan statis. Gerbang memiliki karakter masif dan dinamis sehingga dapat digunakan sebagai entrance (jalan masuk). Sementara gapura cenderung berkarakter estetis karena keberadaannya lebih sebagai penegas posisi gerbang.

Sebagai bagian paling depan dari eksterior rumah, pagar, gerbang, dan gapura harus didesain semenarik mungkin. Kombinasi material bisa menjadi alternatif. Tembok, besi, kayu, hingga batu alam merupakan beberapa material pagar populer yang bisa dijadikan pilihan. Kreativitas mutlak diberikan agar mampu mengombinasikan material material tersebut dengan pas sehingga enak dipandang. Jika memiliki keterbatasan biaya, pagar tembok tampa kombinasi bisa menjadi pilihan, tentunya dengan kreasi detail yang dibuat menarik. Alternatif lain juga bisa menggunakan tanaman sebagai pagar. Aplikasi pagar tanaman akan membuat rumah berkarakter alami. Untuk gerbang, material besi dan kayu menjadi pilihan populer dengan sistem bukaan swing (ayun) maupun sliding (geser). Sementara itu, gapura sebaiknya didesain sedemikian rupa sehingga berkesan agung. Namun, keberadaan gapura pada sebuah rumah bersifat opsional, bukan sesuatu yang harus ada.

https://books.google.co.id/books?id=JfK-CQAAQBAJ&lpg=PA189&dq=eksterior%20rumah%20pilihan&pg=PP1&output=embed

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Majalah Arcaka edisi Mei 2015

astudioarchitect.com Majalah arsitektur arcaka merupakan majalah yang sifatnya sedikit akademis tetapi memuat karya karya arsitektur yang tampaknya cukup bagus untuk disimak baik akademisi para arsitek maupun masyarakat awam. Tema yang diangkat pada isu bulan mei 2015 adalah tentang time traveller yang mengangkat kata “eureka” sebagai sebuah ungkapan gembira atas menemukan sebuah desain. Eureka berasal dari bahasa yunani yang artinya “aku menemukan” ketika Archimedes meneriakkannya ketika membenamkan dirinya dalam sebuah bak mandi dan menyaksikan sejumlah air tumpah bersamaan dengan tubuhnya yang masuk ke dalamnya. Ia menemukan sebuah formula.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hal ini yang ditampilkan oleh Realrich Syarief yang mengatakan bahwa eureka ada pada setiap desain. Karyanya yang ditampilkan adalah sebuah perpustakaan mungil dengan seluruh ruangan yang disusun oleh rak buku dengan langit langit berbentuk setengah lingkaran. Desain lainnya adalah sebuah rumah dengan penataan ruang ruang yang sifatnya open space menggabungkan antara ruang keluarga ruang makan dan dapur.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Karya Ben Saraswati diangkat merupakan sebuah karya villa di Bali yang dilengkapi dengan desain denah nya.

Selain itu di dalam majalah ini kita juga menemukan cerita tentang rumah Desa Sasak Sade yang bisa memberikan inspirasi bagi kita semua akan arsitektur yang bertemakan komunitas serta kesederhanaan dalam kehidupan desa. Karya Budi Pradono mengetengahkan desain rumah dengan bentuk atap gergaji dengan material yang sangat ditonjolkan berkesan alami tanpa polesan.

//e.issuu.com/embed.js

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

50 Indonesian Houses + villas

astudioarchitect.com [pustaka buku] Bagi anda para pemerhati arsitektur dan tentunya bagi para arsitek akan sangat membantu apabila memiliki referensi untuk memperhatikan trend terkini desain rumah. Tidak banyak buku yang berkualitas toko buku yang bisa Anda dapatkan, dimana terdapat profil para arsitek dan karyanya yang termasuk dalam jajaran papan atas arsitek di indonesia. Buku ini dimulai dengan ulasan pengantar oleh imelda akmal tentang mencari kembali rumah Indonesia kini. Tampaknya tidak ada yang lebih mewakili sebuah buku yang bercerita tentang arsitek dan karyanya selain kata pengantar yang menunjukkan mengapa buku ini dibuat. Dalam penghantar tersebut Imelda Akmal mencoba untuk menyoroti tentang sejarah singkat arsitektur modern di indonesia arsitektur rumah indonesia pasca krisis sehingga membentuk jenis jenis arsitektur yang berkembang di Indonesia saat ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Buku ini dibagi menjadi 6 bagian besar yang menunjukkan rumah rumah dengan ukuran atau fasilitas yang berbeda. Jenis jenis rumah tersebut antara lain extra small houses, small houses, medium houses, large houses, extra large houses, serta villa.

Sebagaimana buku buku imelda akmal dance imelda akmal architecture writer yang lain, buku ini juga dihiasi oleh foto foto rumah tinggal dari exterior maupun interiornya sony sanjaya. Dimulai dengan koleksi foto foto karya bangunan rumah yang extra mungil memberikan wawasan kepada kita bagaimana mendesain rumah rumah mungil dengan pendekatan arsitektural yang cukup menarik misalnya linear house yang dirancang oleh arsitek andri feri dimana lokasi rumahnya hanya 70 m2 dengan luas lahan 180 m2 dimana arsitek yang bersangkutan menerapkan konsep arsitektur yang brutal dengan material yang sangat ditonjolkan.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pada bagian medium house misalnya seperti Kunti House merupakan contoh yang menarik untuk tipe bangunan rumah medium dengan arsitektur modern yang memiliki nuansa vernakular. Kebanyakan rumah yang diambil sebagai sample dari buku ini akan rumah rumah dengan gaya arsitektur modern, dimana kunti house merupakan salah satu yang memiliki nuansa vernacular yang cukup kuat. Dibagian lain anda juga bisa menyimak rumah unik karya Agus Samsudin yang merupakan rumah sekaligus kandang kuda yang mungkin bisa membuka mata bahwa rumah pun bisa berfungsi sebagai kandang kuda.

Beberapa contoh karya kategori khusus mungkin bisa menjadi inspirasi bagi anda yang ingin mendesain rumah dengan luas rumah yang besar. Salah satu contoh yang menarik adalah karya denny gondo architect yang mendesign longhouse dengan fasad yang merupakan kisi kisi berfungsi sebagai secondary skin untuk bangunan. Karya karya lain yang merupakan koleksi rumah besar mungkin juga bisa diambil sebagai suatu masukan bagi rumah rumah yang kecil untuk mengambil contoh elemen elemennya.

Pada bagian akhir terdapat desain rumah type villa dimana seluruhnya merupakan proyek yang sudah terbangun jadi dapat dilihat melalui koleksi foto fotonya. Gaya penulisan table book yang sarat dengan foto foto dengan sedikit pengantar konsep desain rumah dibuat oleh arsiteknya sehingga apabila anda menikmati buku ini maka anda akan mendapatkan referensi yang luar biasa banyaknya untuk konsep konsep desain rumah masa kini oleh arsitek indonesia masa kini.

Secara umum apabila anda membeli buku ini kemungkinan besar anda tidak akan merasa kecewa meskipun harga buku yang ditawarkan jauh di atas rata rata buku yang diterbitkan oleh penerbit biasanya. Hal ini tentunya tak lepas dari bahwa untuk penerbitan buku ini saja diperlukan suatu usaha biasa untuk mengumpulkan karya dari banyak arsitek dimana terdapat foto foto yang paling menarik yang dapat diambil untuk sebuah rumah.

Buku ini mungkin masih banyak beredar di toko buku, sehingga mungkin tidak akan kesulitan untuk mendapatkannya karena buku ini sudah agak lama terbitnya. Apabila Anda menginginkannya maka sebaiknya segera mencarinya.
___

Membahas sebuah buku memerlukan pemikiran dan juga biaya untuk mendapatkan buku tersebut. Saya akan sangat berterima kasih apabila anda berkenan untuk menyumbangkan buku atau mengirim buku ke alamat studio agar dapat dibahas sebagai informasi kita bersama. Atau anda juga bisa membelikan saya segelas kopi atau makan siang dengan cara memberikan donasi. Silahkan email atau whatsapp:

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
astudioarchitect.com@gmail.com

© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Happy Vintage by Luthfi Hasan

astudioarchitect.com [buku] [pustaka buku interior] Happy Vintage adalah sebuah buku yang ditulis oleh Luthfi Hasan mengetengahkan banyak desain vintage yang sedang trend saat ini. saya secara pribadi sangat menyukai buku ini sejak pertama kali membukanya karena sepertinya buku ini dibuat dengan semacam kesan seperti hadiah dalam arti karena buku ini selain memuat foto fotointerior design vintage yang asik juga memberikan poster dan juga beberapa poscard.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Buku ini dimulai dengan membahas rumah milik Luthfi Hasan sendiri, yang menurutnya adalah desain yang sangat personal karena disini ia benar benar menuangkan ide idenya secara penuh. Luthfi Hasan sendiri mengakui bahwa ia adalah seorang maksimalis yang tercermin dalam pemilihan interior furniture nya. “Saya tidak bisa berada di dalam sebuah ruangan yang terlalu minimalis, saya merasa bahwa ruang itu terlalu dingin dan tidak menginspirasi.”

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam sebuah halaman luthfi hasan memberikan 5 tips yang dapat membuat sebuah ruangan menjadi terlihat vintage. Yang pertama adalah gunakan kayu karena kayu terlihat hangat baik itu pada furniture maupun pada flooring nya. Ada banyak contoh di dalam buku ini kayu pada furniture juga kadangkala dicat selain dibiarkan untuk menunjukkan teksturnya. Yang kedua adalah gunakan unsur seni untuk memperindah ruangan. Tips nya adalah gunakan barang seni yang menurut anda bagus dan anda sukai daripada yang mahal dan tidak anda sukai. Kadangkala barang seni juga merupakan unsur investasi yang bisa anda harapkan untuk naik di masa depan.

Yang ketiga adalah gunakan chandelier karena ia berpendapat bahwa sebuah chandelier adalah selalu elegan dan bergaya bahkan sebuah ruangan tidak akan lengkap tanpa adanya chandelier ini. Keempat adalah gunakan karpet yang menurut anda paling anda sukai. Sebuah karpet bisa menegaskan suatu area vokal di dalam sebuah ruangan atau sebuah set furniture. Bahkan karpet juga bisa menunjukkan karakter pemiliknya.

Yang kelima adalah gunakan lounge chair yang nyaman dan anda pilih berdasarkan kenyamanan dan anda menyukainya. Sebuah kursi seperti ini tidak hanya aksen dekoratif semata namun ia juga memiliki fungsi. Gunakan material yang tidak biasa dan juga motif yang khusus sehingga menjadikan sofa anda menjadi unik.

Tidak hanya terlihat vintage ternyata menggunakan gaya interior vintage juga mengingatkan kita pada gaya hidup tertentu seperti yang terlihat pada ruang ruang bergaya hippie ini. Berkali kali lutfi hasan menegaskan bahwa sebuah ruangan yang sempurna adalah ruangan di mana anda merasa dicintai. Inilah mengapa pada beberapa ruangan yang ada di foto terlihat memiliki benda benda tua yang mungkin saja bisa mengingatkan pemiliknya pada kasih sayang keluarga.

Saya pribadi sangat menyukai sebuah ruangan yang di foto di halaman 113 memperlihatkan sebuah ruangan dengan wallpaper dan furniture dari era 80an dan 70 an yang terlihat sangat sesuai. Jenis dekorasi interior seperti ini mengingatkan kita gaya hidup tahun tahun tersebut yang diilhami oleh keinginan untuk menikmati hidup dengan memperhatikan motif motif dan tingkat kenyamanan penggunanya.

Luthfi hasan dengan jakarta vintage memberikan banyak pilihan furniture dan dekorasi yang terinspirasi atau memang merupakan benda benda tua dari hasil hunting di seluruh pelosok indonesia dan juga luar negeri. Cara memajang benda benda koleksinya juga terbilang unik yaitu dengan meletakkan benda benda seperti kursi pada dinding.

Sebuah bar yang dinamai bohemian bar gaya vintage ini dengan cara yang sangat unik mencampurkan berbagai jenis warna dan bentuk furniture menjadi beberapa group furniture sehingga memberikan nuansa yang berbeda beda pada setiap clusternya. Demikian juga dengan sebuah cafe di hotel kosenda juga untuk kita simak sebagai inspirasi.

Di bagian akhir buku ini luthfi hasan memberikan beberapa tips dalam membeli benda benda alam diantaranya adalah anda harus benar benar memperhatikan tentang berapa budget yang anda ingin keluarkan. Jangan membawa terlalu banyak uang karena ada kemungkinan anda bisa terbawa untuk langsung membelinya.

Berfokuslah pada apa yang anda sukai dan gunakan waktu untuk benar benar memperhatikan benda apa yang anda sukai dari seluruh koleksi yang dimiliki oleh seorang penjual. Yang keempat adalah selalu tawar barang tersebut untuk mendapatkan harga yang murah karena anda mungkin tidak pernah menyadari berapa harga yang sebenarnya dari sebuah barang. Dan tips terakhir adalah gunakan baju yang casual jangan membawa tas yang besar dan dompet. Taruh saja uang anda di dalam saku mungkin maksudnya adalah untuk menghindari sebuah transaksi yang mungkin saja anda sesali.

Buku ini hadir dengan bonus poster dan beberapa postcard.
___

[review adalah untuk tujuan memberikan wawasan kepada masyarakat dan untuk membantu promosi buku yang bersangkutan]

by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.