Category Archives: general article

5 Pertanyaan dan Jawaban untuk Ruang Kerja di Rumah

astudioarchitect.com Beberapa pertanyaan dan jawaan berikut ini adalah hasil wawancara dengan narasumber Probo Hindarto dari astudio, untuk tabloid Bisnis Indonesia kolom property. 1. Hal seperti apa saja yang sekiranya perlu diperhatikan saat mendesain ruang kerja yang nyaman di rumah? Ruang kerja biasanya membutuhkan kondisi khusus terkait dengan kegiatan didalamnya. Biasanya ruang kerja dirumah harus dipisahkan dari ruang-ruang untuk keluarga, dan bila bisa sekalian dipisahkan dari rumah induk atau rumah utama. Tingkat kenyamanan bisa dipengaruhi beberapa hal, seperti ruangan yang nyaman dalam arti suhu, kelembaban, pemandangan, akses masuk keluarnya, dan sebagainya. Nyaman juga dalam arti penataan ruangnya cukup enak untuk bekerja, sesuai dengan alur aktivitas kerja, dan furniture yang digunakan tidak membuat cepat lelah atau kurang nyaman.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

2. Posisi yang baik untuk dijadikan ruang kerja, saat di rumah, sebaiknya di sebelah mana/ posisi yang bagus bagaimana?

Posisi ruang kerja yang baik sebaiknya dipisahkan dari ruang-ruang untuk peruntukan keluarga, baik dengan tembok, partisi, atau jarak. Posisi yang baik untuk ruang kerja biasanya ditentukan oleh hubungan ruang kerja dengan kebutuhan untuk menerima tamu. Bila harus menerima tamu atau customer, sebaiknya diposisikan ditempat yang mudah dijangkau dari luar. Akses khusus biasanya diperlukan menuju ke ruang kerja dari luar rumah, terutama apabila ruang kerja dikunjungi oleh orang-orang lain yang bukan keluarga, misalnya pekerja atau orang yang ingin menggunakan jasa atau membeli barang. Hal ini untuk menghindari ruang kerja bercampur kegiatannya dengan kegiatan keluarga sekaligus tetap menjaga privasi dari pemilik rumah dan keluarganya.

3. Perlu Ada kamar tersendiri atau tidak? Kenapa?

Sebaiknya menggunakan ruang tersendiri, karena ini penting untuk menjaga kegiatan bekerja menjadi terpisah dari kegiatan keluarga. Biasanya apabila bercampur akan mengakibatkan kondisi kerja kurang terfokus. Dalam hal ini dibutuhkan pengertian dari anggota keluarga lainnya bahwa pekerjaan membutuhkan konsentrasi dan fokus sehingga bila bekerja dirumah adakalanya perlu dibatasi pula dari kegiatan keluarga, baik secara ruangan maupun secara waktu bekerja.

Bila ada karyawan, maka kebutuhan untuk membuatkan tempat atau ruang tersendiri menjadi sangat penting, dengan demikian privasi keluarga menjadi lebih terjaga. namun bila tidak memerlukan karyawan, misalnya untuk bekerja secara freelance dari rumah, cukup menggunakan ruangan tersendiri.

Lokasi yang baik untuk ruang kerja dirumah misalnya; ruang di bagian depan atau samping rumah, atau lantai atas, atau semi basement.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
4. Biar terkesan rapi dan tidak berantakan, apakah ada material tertentu yang sebaiknya digunakan atau tidak?

Yang paling penting dalam penataan ruang kerja adalah organisasi barang dan bagaimana cara bekerja dalam ruangan tersebut. Ini tidak sama antara satu jenis pekerjaan dengan pekerjaan lainnya. Seorang penulis lepas mungkin hanya memerlukan satu meja dengan komputer, sedangkan seorang pengrajin misalnya, memerlukan ruang yang luas untuk berkreasi. Seorang arsitek membutuhkan meja gambar dan meja kerja, serta ruang untuk menerima tamu atau klien. Seorang dokter membutuhkan ruang tunggu dan ruang periksa.

Cara bekerja akan menentukan besar ruang yang dibutuhkan, benda apa saja yang dibutuhkan, seperti meja kursi, lemari dan sebagainya. Pekerjaan yang menggunakan kertas-kertas sering membutuhkan tempat untuk menyimpan dan mengorganisasikan file. Hal ini bisa diselesaikan dengan menggunakan kabinet dan penyimpan yang sesuai. Beberapa jenis pekerjaan memerlukan perkakas yang lengkap sehingga membutuhkan penyimpanan yang teliti, seperti bekerja dengan mesin-mesin.

Cara terbaik untuk menghindari ruang kerja berantakan adalah mendesain bagaimana mewadahi kebutuhan bekerja baik aktivitas maupun peralatannya, kemudian mendesain perabot yang baik. Hal ini dicapai dengan membuat dafta kegiatan dalam bekerja, peralatan yang digunakan dan cara menyimpannya. Jangan lupa bahwa aktivitas tersebut harus juga didukung oleh bukaan atau pencahayaan dan penghawaan alami yang baik, bila tidak menggunakan AC.

5. Soal pencahayaan bagaimana? Apakah ada yg perlu diperhatikan juga?

Pencahayaan dalam ruangan sangat penting apalagi untuk ruang bekerja. Biasanya ruang bekerja yang baik memiliki pencahayaan yang baik pula, dalam arti yang pertama adalah cukup penerangannya. Penerangan bisa penerangan dari sinar matahari yang memantul atau menyebar, dan dari penerangan buatan. Khusus untuk penerangan buatan sebaiknya dirancang untuk terintegrasi dengan desain interior yang baik furniturenya.

Yang sangat penting adalah cukup terang untuk bekerja. Jenis pekerjaan tertentu membutuhkan penerangan yang lebih banyak seperti bekerja dengan mesin atau detail yang kecil. Adapun pencahayaan yang sifatnya dekoratif bisa juga diaplikasikan untuk ruang kerja yang membutuhkan hal ini, misalnya kantor arsitek. Kantor arsitek yang representatif dapat ditunjang juga dengan pencahayaan buatan yang baik.

Berhubungan dengan poin-poin diatas, ruang kerja harus dibuat agar representatif bagi penggunanya, serta mendukung penggunanya untuk bisa bekerja secara maksimal. Cara mencapainya bisa bermacam-macam, diantaranya yang terpenting adalah memperhatikan bagaimana karakter pekerjaan yang bersangkutan, dimana ada jenis pekerjaan yang membutuhkan bertemu atau bekerja dengan banyak orang, dan lainnya bekerja sendiri. Ada pula pekerjaan yang membutuhkan peralatan lumayan banyak, dan ada pula yang hanya sedikit.

Untuk ruang bekerja yang baik, usahakan untuk memiliki semacam fasilitas rekreatif, seperti kolam ikan didekat ruang kerja untuk dinikmati saat beristirahat. Penunjang lainnya seperti taman, kondisi bangunan atau ruangan yang baik, serta tentunya berfungsi sesuai dengan jenis pekerjaan yang bersangkutan.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Sistem dinding styrofoam + wiremesh kawat pengganti dinding konvensional

astudioarchitect.com Setelah memuat artikel tentang struktur dinding styrofoam dengan penguat wiremesh kawat besi dalam artikel ini, pada kesempatan berkunjung ke Indobuildtech tempo bulan saya mendapati penyedia panel konstruksi styrofoam ini. Booth M-Panel ini cukup menyita perhatian dan pertanyaan-pertanyaan dari pengunjung. Sistem yang tergolong baru ini merupakan sistem yang tidak baru, namun masih jarang yang menyediakan panel styrofoam pengganti dinding konvensional ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Teknik pemasangan M Panel dijelaskan lebih cepat dibandingkan dengan material konvensional dan secara struktural dapat menahan beban dan memiliki insulasi suhu dan suara yang baik. Dari informasi website MPanel menyebutkan bahwa material ini aman untuk kesehatan dan dapat mencegah tumbuhnya jamur dan mikroorganisme. 

Pada dasarnya sistem ini menggunakan styrofoam khusus sebagai bahan pengisi yang diklaim tidak dapat meneruskan api dan lebih kuat daripada styrofoam biasa, serta menggunakan wiremesh (rangkaian kawat) untuk dicor dengan beton. Wiremesh tersebut merupakan galvanized steel yang merupakan material tahan karat sehingga bila dicor tidak akan berkarat didalam. Pengecoran dilakukan di bagian luar dinding yang akan membuat komposit beton bertulang.  

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Inilah penampakan bagian dalam berupa styrofoam ditambahkan sistem wiremesh yang akan disemprot dengan mortar. Dari pondasi hingga ke atap bisa dibuat dengan sistem ini. Sistem ini sudah terbukti kuat sebagai sistem pengganti tembok bata konvensional. Sayangnya pada saat kami mendatangi booth ini kami belum mendapatkan informasi kontak untuk sistem yang menarik ini.

informasi yang dari website MPanel:

Sistem konstruksi MPANEL adalah berdasarkan serangkaian panel-panel EPS (Expanded Polystryene) dan jaring kawat baja yang di galvanized (agar tidak berkarat). Bentuknya telah didesain khusus untuk digunakan dengan plaster tradisional atau struktural (spritz beton) yang dilakukan setalah pemasangan panel di lokasi proyek.
MPANEL menyediakan sistem panel-panel modular siap pakai untuk pemasangan yang lebih cepat dibandingkan dengan sistem konvensional. Sistem MPANEL memenuhi fungsi struktural dan fungsi daya tahan beban, menawarkan daya tahan yang tinggi terhadap suhu dan kebisingan serta menyediakan beragam jenis bentuk dan model untuk memberikan fleksibilitas dalam penentuan desain.

Komponen dasar MPANEL :Polyfoam di bagian tengah. Bahan tersebut tidak beracun, tidak berbahaya, tidak mudah terbakar, dan tidak memiliki bahan kimia aktif. Bahan tersebut dapat didesain dengan kepadatan dan ketebalan yang berbeda tergantung daripada jenis panel yang akan digunakan. Density bervariasi mulai dari 15-35 kgf/m3, dengan ketebalan 40-320mm.
Jaring/net kawat baja yang telah di welding, terbuat dari kawat baja yang telah di galvanis yang diletakkan di kedua sisi panel polyfoam dan saling terhubung satu dengan yang lain nya. Diameter kawat yang digunakan bervariasi mulai dari 2,5 – 5mm, dengan kekuatan tarik >600MPa. 

Bahan bangunan ramah lingkungan saat ini sangat dibutuhkan untuk menjaga generasi masa depan yang menjadi tujuan mengurangi konsumsi energi agar terciptanya bumi yang nyaman. Penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dalam menempatkan pasokan energi membuat polusi udara, emisi gas rumah hijau semakin meningkat dan juga kualitas hidup menjadi beresiko.

Teknologi EPS : Bahan bangunan ramah lingkungan

Expanded Polystyrene System (juga dikenal sebagai EPS), pada kenyataannya adalah produk yang ramah lingkungan :
  • SAFE : tidak melepaskan zat-zat beracun dan berbahaya serta benar-benar tanpa efek samping. Tanpa bahan chlorofluorocarbons (CFC) atau hydrochlorocarbons (HCFC). Selanjutnya, karena tidak mengandung bahan organik, menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan jamur. Memiliki karakteristik mekanik dan termal untuk bangunan. Tidak mengalami kerusakan permanen jika terkena uap atau kelembaban.
  • Recycleable: tidak ada bahan limbah yang dihasilkan selama produksi dan proses produksi untuk MPANEL bertujuan untuk mengoptimalkan potongan, dan meminimalisir limbah. Setiap sisa EPS sisa daur ulang secara langsung di Pabrik Produksi.
  • NON-Toxic: Tidak menciptakan efek alergi dan tidak merusak kesehatan untuk mereka yang memproduksi atau mengerjakannya.
  • SELF-Extinguishing: EPS yang digunakan sebagai bahan MPANEL dapat meredam kebakaran, materialtidak menghasilkan api, juga tidak merambatkan kebakaran.

Biaya lingkungan dari hasil produksi Expanded Polystyrene sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah energi yang disimpan sebuah bangunan yang menggunakan produk MPANEL.

  • Energi bersih adalah energi yang tidak dikonsumsi.
  • Dengan teknologi dari MPANEL memberikan jaminan :
  • Struktur dengan isolasi suhu mulai dari fondasi dasar.
  • Dinding yang tersambung satu sama lain tanpa terputus dalam suatu konstruksi.
  • Penghapusan total penghantar panas.
  • Insulasi keseluruhan pada lantai dan atap pada intrados.
  • Dinding struktur, juga dengan lapisan isolasi ganda.
  • Saluran yang terisolasi didalam dinding panel.

Pencapaian yang diberikan dari sistem MPANEL:

  • Mengurangi pertukaran panas dengan bagian luar.
  • Hemat energi.
  • Pengurangan emisi CO2 dan lingkungan serta polusi atmosfer.
  • Manfaat bagi lingkungan
  • Penghematan dari segi ekonomi.

Sebuah isolasi suhu yang baik memungkinkan untuk membagi penggunaan energi dan emisi polusi yang dihasilkan dari sistem pemanas dan / atau AC.

Info Marketing 

Apartment Modern Golf Red Tower
Blok SR No.23 – Kota Modern
Tangerang 15117
Telp : 021-7071-7378 / 021-5578-0589
email : info@mpanelindonesia.com

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[Wawancara Bisnis Indonesia] Dapur Mungil, apa saja yang perlu diperhatikan?

astudioarchitect.com Artikel ini adalah wawancara dengan reporter dari Bisnis Indonesia beberapa hari lalu, yang mengulas tentang penataan dapur. Kebetulan saya sering diwawancara tentang berbagai segi dan aspek rumah, dan dapur sudah menjadi bahasan yang banyak ditanyakan para reporter. Dalam wawancara ini kita makin bisa memahami fungsi dan bagaimana mengatur dapur di ruangan yang mungil. Simak wawancaranya berikut ini:

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Artikel di Bisnis Indonesia. Klik untuk memperbesar. 
1. Kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan dapur yang baik diruang mungil itu?

Pandangan awal bahwa kita bisa membuat rancangan yang tepat guna, artinya adalah menggunakan ruang yang terbatas sebaik-baiknya dengan desain yang bisa menghemat ruangan. Hal ini berarti memilih kelengkapan yang membutuhkan ruang lebih sedikit dan mengatur furniture dengan beberapa fungsi dalam satu area. Yang sering saya lakukan apabila mendesain dapur menyatu ruang makan untuk ruangan dapur yang mungil adalah dengan menyatukan fungsi-fungsi yang berhubungan. Hal ini misalnya membuat kabinet-kabinet dapur yang
kompak (hemat ruang) dan menyatukannya dengan meja makan atau meja bar untuk sarapan.

2. Desain yang tepat itu yang seperti apakah?
Ada kebutuhan utama yang musti dipenuhi, diantaranya kebutuhan:

– Menyimpan bahan makanan dan alat dapur
– Menyiapkan bahan makanan sebelum dimasak
– Memasak baik dengan kompor, oven, microwave dan sebagainya
– Menghidangkan
– Membersihkan barang dan makanan
– Membuang sampah bahan makanan

Untuk memenuhi kebutuhan yang standar namun lengkap, usahakan untuk membuat daftar awal dari proses memasak yang biasa dilakukan, dan kita bisa memilih peralatan memasak seperti kompor, oven, microwave yang hemat ruang juga. Tidak perlu memaksakan kompor dengan 5 tungku apabila dirasa 2 tungku sudah cukup, dan tidak perlu kompor tungku yang besar karena akan bingung meletakkannya. Kompor pun ada pilihan apakah kompor tanam atau kompor unit. Kompor tanam yaitu kompor yang ditanam dalam kabinet, dengan tabung gas yang berada didalam kabinet juga, biasanya terkesan lebih bersih dan rapi.

Semua kebutuhan dan fasilitas memasak menghidangkan sebaiknya dapat diwadahi dalam dapur, dan bisa dibersihkan begitu selesai memasak. Biasanya karena keterbatasan, dapur menjadi dapur bersih yang sekali
masak sudah harus dibersihkan lagi agar terlihat selalu rapi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
3. Penggunaan material yang tepat juga yang seperti bagaimana?
Material untuk dapur biasanya sudah terstandar, banyak orang menggunakan material utama yang dibuat dari dak beton yang dilapis keramik untuk kebersihan. Banyak juga yang menggunakan material kayu lapis atau multipleks yang dilapis material HPL. Khusus di bagian atas biasanya menggunakan granit atau material HPL yang mudah dibersihkan dan tahan air.

4. Apa yang sebaiknya dihindarkan dalam menyiapkan dapur diruangan terbatas itu?
Desain yang tepat untuk ruang dapur mungil adalah tidak memaksakan semuanya untuk dimasukkan dalam area dapur. Tentunya kita tidak bisa membuat dapur dirumah mungil yang seperti dapur dirumah besar karena dari sisi ruangan kurang lega. Dapur besar bisa memiliki fasilitas yang lebih lega untuk masing-masing fungsi yang disebutkan dalam poin 2. Dapur diruangan terbatas bisa menggunakan penghematan ruang seperti menyatukan antara dapur dan ruang makan, mengorganisasikan kabinet-kabinet dalam kelompok yang tepat, dan menyimpan barang-barang agar tidak terkesan berserakan.

5. Tips dan trik apa agar dapur tersebut tetap terasa nyaman dan membuat semangat penghuninya?
Misalnya apakah penggunaan warna ruangan juga berpengaruh?

Dapur yang baik adalah dapur dimana sistem kerja, yaitu alur kerjanya:
menyimpan, menyiapkan, memasak, menghidangkan, dan membersihkan, ada dalam alur yang enak dipakai, jadi penghuni atau ibu yang memasak menjadi mudah karena fasilitas atau area kerjanya berurutan. Selain
itu dapur yang nyaman biasanya selalu bersih (apabila memang disetting sebagai dapur bersih), yang membutuhkan kedisiplinan untuk selalu membersihkan setelah usai memasak. Apabila dilengkapi dengan ruang dapur kotor biasanya lebih baik karena kebiasaan memasak yang suka heboh.

Warna ruangan yang nyaman secara visual biasanya menggunakan background warna yang lembut atau terang agar ruangan lebih terang. Sedangkan untuk kabinet dapur sendiri bisa menggunakan warna cerah
juga, dengan harapan agar membuat ruangan terlihat luas. Namun yang sering saya rasakan, pencahayaan yang baik bisa membantu kita menjadi bersemangat saat bekerja di dapur. Pencahayaan itu misalnya seperti
pencahayaan setempat saat memasak atau mencuci piring, bila terangnya cukup enak, maka suasana memasak menjadi menggembirakan.

Memasak dan makan pada saat ini sering menjadi aktivitas yang menyenangkan apabila diatur sedemikian rupa agar nyaman. Berbeda dengan jaman dahulu dimana area memasak sering berada ditempat yang
gelap dan kotor, area memasak dan makan saat ini sudah bergeser menjadi area paling menyenangkan dimana keluarga atau kerabat suka duduk di dapur sambil mengobrol.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tips agar Rumah dan Lingkungan Aman


astudioarchitect.com Rumah yang aman barangkali sudah menjadi isu yang purba, sejak dahulu dikalangan manusia sudah ada kecenderungan untuk melakukan tindakan kriminal. Terlebih didunia modern ini, kita masih banyak melihat orang mengambil hak orang lain, yang terjadi dalam skala besar maupun kecil. Dalam skala rumah tinggal, kita sering menyebutnya sebagai pencuri. Dalam sebuah hunian atau bangunan komersial, arsitektur bangunannya biasanya memiliki pagar. Tidak hanya pagar, ada beberapa sarana lain untuk meningkatkan keamanan pada rumah tinggal kita.

Foto: rumah dengan pagar tinggi, makin banyak ditemukan. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pagar
Pagar merupakan batas teritorial yang merupakan suatu cara untuk mencegah tindakan kriminalitas berupa pencurian atau penjarahan. Pada beberapa kasus seperti perumahan dengan tingkat keamanan yang tingi dengan satpam, kita mungkin bisa mengandalkan tingkat keamanan yang tinggi itu. Perumahan yang baik dengan penjagaan ketat biasanya tidak memerlukan pagar. Perumahan yang urang dari segi pengamanannya lebih memerlukan pagar untuk masing-masing rumah.

Pagar biasanya dibuat dengan segi estetika yang tinggi dengan harapan pagar dapat mengukuhkan keamanan lingkungan rumah atau bangunan, dan juga memberikan kontribusi berupa pemandangan yang nyaman dan apik dilihat. Kadangkala rumah-rumah yang sudah pernah didatangi pencuri dibuatkan pagar dengan kesan yang sangat tertutup dengan pagar kawat berduri, penutup , duri-duri dan sebagainya yang terkesan tertutup dan sangat melindungi diri. Apabila dilihat dengan bijak memang pada akhirnya ini perlu, namun perlu diingat juga bahwa ini juga bisa merusak pemandangan. Sebaiknya kita mendesain pagar juga dengan menyesuaikan terhadap bangunan agar bisa terlihat estetik. Cobalah untuk melihat-lihat dahulu mereka yang sudah sukses membuat pagar yang cukup aman dengan tingkat keindahan yang tinggi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pandangan dari dalam bangunan
Apabila memungkinkan, kita sebaiknya merancang bangunan dengan jendela atau pengawasan yang baik; misalnya dengan jendela dimana kita bisa melihat keseluruhan jalan depan rumah, misalnya. Ini penting untuk melakukan pengawasan Apabila pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri, biasanya untuk mereka yang mampu bisa menyewa tenaga security untuk pengamanan.

Teralis
Teralis biasanya dipasang pada jendela-jendela, dan bisa juga dipaang pada area terbuka semacam bagian atas taman belakang. Ini cukup membantu agar pelaku kriminal dipersulit untuk masuk dalam rumah atau bangunan. Kita bisa merancang teralis yang indah dengan gubahan geometris.

Foto teralis di bagian atas untuk mengamankan, jadi tidak hanya teralis untuk jendela saja. 

Tambahan duri atau pagar dibagian belakang dan samping
Klien saya yang pernah kecurian rumahnya, membuat banyak pagar dan duri-duri untuk rumah yang saya rancang, sehingga memang rumah jadi terasa lebih ‘ramai’ dengan adanya duri-duri dan pagar dimana-mana. Rumah yang didesain dengan indah biasanya juga mengundang orang-orang yang berniat kurang baik. Dalam hal ini, klien saya dan saya merancang jenis pagar dan penutup yang lumayan estetik. Bagian seperti void atau taman belakang juga tidak luput dari pengamanan pagar dan teralis. Satu hal yang harus diingat; jangan membuat pagar dan teralis yang bisa memenjarakan Andda sendiri saat terjadi sesuatu; misalnya kebakaran.  Sering terjadi kasus keluarga yang terkurung saat kebakaran terjadi. Jangan sampai ini terjadi pula pada Anda dan keluarga.


Trik untuk membuat pagar yang tidak terkesan angkuh atau menutup diri: gunakan material yang berkesan alami dan tanaman. 

Gunakan pencahayaan
Area yang terang sulit untuk dijadikan persembunyian bagi pelaku kriminal. Pojok halaman, bagian bawah jendela dan bukaan, adalah tempat yang biasanya digunakan untuk menyelinap. Terangi bagian-bagian ini untuk meminimalkan hal tersebut. Hindari membuat taman yang sangat rapat yang bisa menjadi tempat persembunyian. Taman-taman sebaiknya menggerombol ditengah dengan pencahayaan yang baik, yang juga berguna untuk keindahan.

Pengamanan bersama masyarakat
Kita bisa bekerjasama dengan tetangga dan orang-orang dikompleks untuk menciptakan keamanan bersama. Perumahan yang baik biasanya memiliki sistem pengamanan baik satpam atau hansip. Pengamanan lingkungan seperti Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) juga bisa dilakukan sebagai swadaya untuk menciptakan keamanan. Jadikan kompleks menjadi lingkungan dengan rasa sosial yang tinggi dimana setiap orang merasa memiliki. Perasaan memiliki bersama akan menimbulkan penjagaan bersama pula.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah gaya ‘Mediterania dan Klasik’ kurang sesuai di Indonesia


astudioarchitect.com Dulu sekali, saya pernah menulis buku pada tahun 2006-2007, yang isinya tentang gaya arsitektur mediterania. Jenis gaya ini banyak dipakai di rumah-rumah mewah yang biasanya ada pembantu untuk membersihkannya, kalau tidak penghuninya biasanya kewalahan untuk urusan bersih-bersih. Pada waktu itu buku-buku tentang rumah tinggal dan majalah seperti Asri, Laras dan Idea masih banyak dihiasi oleh gaya arsitektur Mediterania dan klasik ini. Ini tidak mengherankan, dan saya menangkap pada waktu itu bahwa ini merupakan tren yang sepertinya patut untuk dibahas dalam buku. Hingga kini kita masih banyak menemukan rumah dengan gaya mediterania atau klasik yang kental. Belakangan dan setelah itu saya sadar bahwa gaya ini kurang pas di Indonesia. Tapi untungnya buku saya waktu itu lebih ke deskripsi gaya saja bukan mengantarkan saya jadi salah satu arsitek dengan style yang sudah ketinggalan jaman ini. Banyak klien bahkan sering yang mereferensikan gaya mediterania yang asli dari ‘sono’nya kepada saya via contoh-contoh foto ketika akan mendesain, semuanya saya tampung dan saya pikirkan lagi ketika akan mendesain, paling tidak kaidahnya terhadap hujan dan panas harus sesuai.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tidak ada yang salah dengan mendesain rumah dengan model mediterania dan klasik ini, sepanjang kita tahu konsekuensinya. Mediterania adalah kawasan di Timur Tengah dengan iklim yang tropis kering, sedangkan wilayah negeri kita adalah tropis basah. Perbedaannya adalah pada basah dan kering. Iklim kita yang basah cenderung berbeda dari iklim mediterania yang kering. Gaya atau style tersebut makin lama makin disadari bahwa kurang bisa menjadi gaya yang adaptif untuk lingkungan yang basah dan banyak hujan. Seringkali dan memang pernah saya mendesain bangunan dengan gaya klasik dan mediterania. Problem utamanya ada pada banyaknya ornamentasi yang digunakan.


Ornamentasi yang sangat banyak ini indah dipandang mata, namun menyediakan celah-celah untuk debu dan kotor yang diperparah oleh hujan. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ornamentasi tersebut seringkali berupa garis-garis dan bentuk kecil-kecil yang dibuat di tempat beton cetak atau gypsum, bahkan hingga dipinggir-pinggir jalan dan dipelosok desa kita sering menemukan orang berjualan ornamentasi untuk rumah mediterania atau klasik. Akibatnya ini menjadi budaya yang lazim orang membangun dengan gaya mediterania dan klasik itu, tanpa menyadari problem utamanya. Kalau istilahnya dalam bidang arsitektur; gaya ini sudah menjadi bagian dari arsitektur vernakular.

Problem utamanya tentunya karena faktor basah hujan yang sering dinegeri kita, ornamentasi itu tidak didesain untuk wilayah tropis basah. Seringkali kita mendapati lis profil luar bangunan yang cepat kotor karena air hujan yang menimbulkan bekas garis-garis pada lis profil ornamentasinya. Demikian pula ornamentasi yang punya ceruk-ceruk kecil berpotensi untuk menyimpan debu dan menjadi kotor.

Kita tidak bisa menampik problem suka kotor yang sering terjadi itu, dan karenanya mungkin saja, orang sudah makin tahu bahwa gaya ini meskipun ‘manis dan menarik hati’ serta sesuai bagi mereka yang memiliki kepribadian suka kemewahan, ini akan sesuai. Namun bagi orang modern yang hidup ‘streamline’ yang suka cepat dan praktis, ini suka kurang praktis. Barangkali saja, barangkali, gaya arsitektur ‘tropis modern’ yang sering diucapkan akhir-akhir ini, merupakan jawaban bagi gaya mediterania. 

‘Kecurigaan’ saya makin beralasan, karena gaya tropis biasanya diterjemahkan sebagai gaya rumah dengan unsur batu tempel yang banyak. Batu tempel tidak terlalu minta dibersihkan dan bisa menyamarkan kesan kotor, bagi jenis-jenis batu tertentu. Kesan yang memang bertekstur dan kasar ini bisa mengurangi kebutuhan untuk bersih-bersih yang terlalu banyak. Meskipun bukan berarti gaya ini tanpa masalah juga. Masalah dari gaya tropis modern adalah biasanya materialnya lebih boros dan mahal, karena batu musti disusun, dibaguskan, ditata sedemikian. Biaya menata batu di dinding yang cukup mahal bisa berharga ratusan juta per meternya. Dengan tidak terlalu banyaknya bagian lipatan dinding licin seperti gaya arsitektur mediterania dan klasik, gaya ini cenderung campin digunakan.

Ini lho, asal dari arsitektur Mediterania itu, memang megah dan indah. Tapi kurang sesuai dengan kepribadian dan juga iklim kita. 

Pendeknya melalui artikel singkat ini saya ingin mengajak pembaca budiman untuk menyadari efek samping dari keindahan arsitektural ini, memang sudah lama gaya ini berlalu dan tidak banyak lagi orang menggunakannya. Saya cuma menulis ini sebagai semacam warning saja; pengetahuan yang mungkin berguna.

Salam,

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tangga rangka besi kayu berfungsi ganda sebagai furniture

astudioarchitect.com Unik bagaimana tangga ini didesain dengan memasukkan unsur furniture menjadi satu kesatuan. Hasil karya studio desain di Belanda Mieke Meijer ini memiliki rangka besi yang dipadukan dengan papan-papan kayu untuk mencapai lantai atas.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Detail kayu dan besi hollow sebagai framenya. 

Warna kayu dengan tone yang ringan memiliki kontras dengan frame besi berwarna hitam. 

Salah satu detail pertemuan kayu dan besi. 

Foto diatas menunjukkan bagaimana tangga digunakan, dimana terdapat bagian yang digantung diatas, dan ada bagian yang diletakkan dibawah. 

Berbagai benda bisa diletakkan untuk menunjang fungsi-fungsinya, karena bagian bawah berfungsi selain sebagai lemari juga sebagai meja kerja. Sementara itu bagian atas juga memiliki rak untuk barang. 

Wujud kosong tangga besi dan kayu. Belum diisi barang. 
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Konstruksi tangga seperti ini membutuhkan dua jenis pekerjaan yaitu jenis pekerjaan besi sebagai penopang dan pekerjaan kayu.

via Dezeen

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pengaruh lingkungan terhadap bangunan rumah

Desain bangunan rumah, seperti villa ini merupakan hasil dari pemikiran awal terhadap potensi lingkungan yang ada disekitarnya, dalam hal ini pemandangan pegunungan yang cukup menakjubkan.

astudioarchitect.com Terdapat faktor yang sangat mempengaruhi bagaimana kita merancang bangunan yang sering dilupakan baik oleh arsitek maupun owner. Faktor tersebut adalah faktor lingkungan, yaitu bagaimana lingkungan disekitar lahan bisa mempengaruhi perancangan desain arsitektur. Tidak hanya desain denah, namun juga tampilan bangunan dipengaruhi juga oleh bagaimana lingkungan dan interaksinya dengan bangunan. Rumah dibangun berdasarkan kondisi lapangan yang kadang sesuai dan kadang tidak sesuai dengan keinginan. Diantara faktor lingkungan yang perlu diperhatikan, terdapat beberapa faktor yang paling kuat.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Lingkungan alam

Contoh pencarian faktor lingkungan yang berpengaruh pada rancangan, pada salah satu proyek desain astudio. 

Ini merupakan faktor terkuat yang mempengaruhi apakah sebuah rumah akan didesain dengan orientasi ‘kedalam’ atau ‘keluar’. Yang dimaksud dengan orientasi kedalam, adalah sebuah rumah dimaksudkan untuk tidak memasukkan banyak pemandangan dari luar, dan lebih menekankan pada pemandangan ‘didalam’ yang didapatkan dari mendesain taman dan ruang dalam rumah yang indah. Hal ini karena bila lingkungan luar kurang menyenangkan untuk ‘dibawa masuk’ atau menjadi bagian dari pemandangan dalam rumah. Contohnya misalnya disekitar rumah terdapat kuburan, pemandangan hiruk pikuk pasar atau tempat yang kotor. Disamping itu, banyaknya orang berlalu lalang didepan rumah seperti jalan raya atau jalan yang banyak dilalui orang, bisa menjadi faktor yang dirasa kurang menarik.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berbeda halnya dengan lingkungan alam yang menarik, lingkungan seperti ini misalnya pegunungan atau area wisata, pantai dan sebagainya. Banyak rumah tidak didesain agar bisa menikmati lingkungan luar yang indah meskipun berada dilingkungan indah seperti itu. Karena banyak mendesain rumah villa dengan pemandangan alam yang bagus, saya seringkali mendapati lokasi dibangunnya rumah dengan pemandangan gunung yang menarik. Dalam hal ini kita sebaiknya menentukan arah pemandangan dari dalam lahan, dan kemudian membuka bukaan seperti jendela-jendela kearah pemandangan yang indah ini. Kadangkala, pemandangan indah juga bisa didapatkan dengan meletakkan balkon untuk menikmati pemandangan sembari duduk menikmati kopi atau teh di sore hari bersama keluarga.

Lingkungan kota yang padat, kompetitif dan cenderung terlalu banyak kepentingan yang berserabutan (photo by AK37)

Lingkungan binaan

Lingkungan binaan atau ‘built environment’ merupakan lingkungan buatan manusia seperti jalan, bangunan, dan sebagainya. Lingkungan binaan ini berpengaruh pada desain rumah dalam hal menyediakan faktor lingkungan yang baik. Biasanya lingkungan perumahan yang tertata rapi lebih nyaman ditinggali dalam hal menyediakan hal seperti pembuangan air dan jalan yang baik. Lingkungan binaan biasanya mempengaruhi kita dalam menentukan lokasi pembangunan rumah, pada saat memilih lahan atau membeli rumah jadi.

Lingkungan sosial

Ini merupakan jenis lingkungan yang perlu juga kita perhatikan, yaitu bagaimana cara hidup sosial disekitar lahan yang akan kita bangun. Kondisi sosial dipengaruhi juga oleh lokasi geografis, biasanya sebuah kota dan lebih khususnya daerah tertentu disebuah kota memiliki karakter lingkungan sosialnya sendiri. Kota besar cenderung memiliki lingkungan sosial yang kurang ramah dengan tingkat kompetisi yang tinggi. Lingkungan kota juga memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi. Sebagai dampak dari lingkungan sosial yang seperti ini, banyak rumah di perkotaan didesain dengan pagar tertutup untuk meminimalkan kriminalitas. Rumah dengan pagar di perkotaan sudah sangat lazim, namun dengan adanya lingkungan yang lebih terjaga dan teratur seperti lingkungan perumahan dengan keamanan yang lebih bisa dijaga, banyak rumah dan perumahan di kota besar lebih aman dan nyaman tanpa pagar.

Seluruh aspek lingkungan ini perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah rumah, karena juga menentukan bagaimana rumah yang dibangun pada akhirnya bisa responsif terhadap lingkungan.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.