Category Archives: green architecture

Contoh-contoh permukaan lantai luar dengan batu alam ekspos

astudioarchitect.com Lantai diluar rumah bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk kita nikmati dengan menjadikan ‘luar’ yang nyaman bagi kaki dan pandangan mata. Ini adalah contoh penyelesaian lantai outdoor yang nyaman dan menarik dengan biaya yang relatif terjangkau. Untuk membuat lantai outdoor dengan batu alam yang terpenting adalah memilih batu yang tepat dan tukang yang terampil memasangnya (tukang yang kurang terampil bisa menyebabkan kurang bagus hasilnya). Pada foto diatas terlihat contoh lantai dengan batu alam seperti batu candi, dipadukan dengan apik bersama tangga outdoor menggunakan finishing batu kali tempel.

Contoh diatas juga merupakan batu tempel pada area tangga outdoor yang bentuknya tidak lazim yaitu tidak lurus seperti tangga pada umumnya. 
Paduan batu yang lebih besar dengan batu kecil-kecil menciptakan nuansa jalan setapak yang unik, setiap kali pejalan kaki hendak melangkah, sambil menikmati ‘uniknya’ mencari permukaan yang tepat.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bambu, material bangunan masa depan

astudioarchitect.com Bambu, material murah yang makin muncul kembali akibat kelangkaan kayu dan harga besi yang semakin tinggi. Apa yang menyebabkan kita perlu beralih kembali ke bambu? Dewasa ini desain bangunan dengan material bambu sangat booming dan menarik untuk diimplementasikan dalam arsitektur bangunan.

[Pada hari ini kami di astudio mengikuti workshop tentang konstruksi bangunan Bambu oleh Budi Faisal, praktisi arsitek dan pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bertempat di Universitas Brawijaya. Berikut ini merupakan sedikit catatan dari apa yang kami dapat dalam workshop tersebut, ditulis oleh Probo Hindarto. Terdapat juga opini tentang bambu dari A. Farid Nazaruddin]

  • Bambu termasuk spesies rumput dan kuat tariknya lebih baik daripada baja. 
  • Terdapat juga sejenis bambu yang dinamakan Budha bambu yang tumbuh 1,2m per hari. 
  • Bambu juga 7 kali kali lebih banyak dibandingkan pohon dan tanaman lain. 
  • Tumbuhnya bambu adalah 10-30% lebih cepat dibandingkan pohon lain yang hanya mencapai 2-5% per tahun. 
  • Bambu dapat tumbuh dengan produksi 50-100 ton per Ha (tergantung dari spesies , tanah dan iklimnya).
  • bambu terdiri dari 60-70%batang, 10-15% dahan dan 15-20% daun.
  • Bambu lebih baik untuk renovasi air bahkan lebih baik 240% daripada hutan pinus
  • Bambu juga menaikkan level air setinggi 6,3 meter di India dalam waktu 4 tahun.
  • Bambu lebih baik untuk konservasi tanah dan memiliki tingkat erosi yang lebih rendah karena akarnya lebih baik menahan erosi. 
  • Bambu menyerap CO2 lebih banyak daripada hutan lain yaitu 62ton/Ha/tahun dibandingkan hutan lain yang hanya menyerap 15ton/Ha/tahun (4 kali lipatnya).
  • Bambu melepaskan O2 selama fotosintesis yaitu 35% lebih dibandingkan jenis hutan lainnya. (J.A. Janssen)

Penggunaan bambu sangat beragam mulai dari sebagai material bangunan, jembatan, perahu, lantai bambu (parkit bambu), perancah, furniture, alat dapur, alat musik, pembungkus, bahan bakar, makanan, bahan baku minuman, obat, kertas, tekstil, kompos, pipa dan filamen lampu pijar. (David Farelly)

Penggunaan Energi
Energi yang dibutuhkan untuk memproduksi material bangunan bambu terbilang sedikit, dan karena itu hanya memiliki sedikit carbon footprint. Berikut ini perbandingan penggunaan energi untuk memproduksi material bangunan dalam (Nmm2):

Besi = 1500
Beton = 240
Kayu = 80
Bambu = 30

Standarisasi penggunaan bambu agak jarang, bahkan masih jarang sekali namun sudah ada yang merumuskan standar penggunaan bambu, antara lain:

– International Code Bamboo for Housing (INBAR)
– Laboratory Manual on Testing Method for Determination of Physical and Mechanical Properties of Bamboo (INBAR)
–  Bamboo in Construction (Strada, England)
– Manual de Construction con Bambu – Universidad Nacional de Colombia. Centro de investigacion de bamboo. Hidalgo (Colombia)

Contoh penggunaan di negara tropis, dengan hanya 20×20 meter persegi area lahan, kita dapat membangun dua rumah (@ 8x8m2) hanya dalam 3 tahun. Di Costarica, terdapat 1000 rumah yang dibangun tiap tahun dengan hanya menggunakan hutan bambu seluas 60Hektar.

Kelemahan material bambu
1. jamur
2. bubuk
3. serangga

batasan material bambu:
1. tidak cepat kering
2. mudah sekali patah bila dipanen terlalu dini
3. jika tidak diawetkan dengan baik, hanya akan bertahan 5 tahun, jika terkena matahari dan air hujan terus menerus (namun Budi Faisal sendiri menyatakan bahwa teori ini batal mengingat ada bangunan di Bali yang atapnya dari bambu bertumpuk lima dan kuat hingga 15 tahun, apalagi untuk atap dapur dapat bertahan hingga 20 tahun karena sering terasapi dengan bakaran kayu untuk memasak)

Sistem bangunan bambu plaster (anyaman bambu yang diplaster seperti tembok) sudah digunakan di abad 13-14.

Kubah geodesi yang dirancang Buckminster Fuller bisa diterapkan dengan material konstruksi bambu.
Rumah murah pasca bencana dapat dibuat dengan material murah bambu.
Bambu dalam konteks bangunan kontemporer / modern
Saat ini makin banyak arsitek yang menggunakan material bambu dalam karya mereka, dan sambungan bambu tidak lagi hanya menggunakan tali ijuk, namun juga menggunakan sambungan dari baja. 

Satu hal yang membedakan konstruksi bambu yang lama dengan yang baru adalah dari sisi joint atau penyambungnya. Bila joint menggunakan material modern seperti besi baja, maka konstruksi bambu biasanya juga meningkat pamornya.
Madrid Airport, didesain oleh arsitek Richard Rogers, lengkung plafon merupakan susunan bambu yang memperlihatkan kelenturan konstruksi bambunya. 
Vietnam Cafe, bangunan dari bambu yang dari luar terutup atap rumbia dengan bentuk yang mengesankan. 

Karya bangunan dengan bambu modern oleh Eko Prawoto
karya arsitek Kengo Kuma mengetengahkan bambu yang rapi dan sedap dipandang.

Material bambu seringkali diasosiasikan dengan material murah, namun saat ini bambu akan dan telah menjadi material bangunan masa depan. bambu yang akan membawa arsitek di negara berkembang untuk sejajar dengan partner mereka dari negara maju. Meskipun keberadaan bambu sudah populer dalam berabad-abad, kemampuannya untuk digunakan dalam bangunan modern seringkali masih dipertanyakan.

Dalam konteks Indonesia, hutan kita berkurang 51 km2 per hari, dalam tahun 2000-2005 saja, 1,8juta hektar hutan lenyap per tahun. Saat ini Indonesia merupakan negara yang paling tinggi (nomor 1) dalam kerusakan alam dan hutannya.

Indonesia adalah negeri dimana bisa ditanami tumbuhan setahun penuh tanpa henti tidak terjadi perubahan iklim yang sangat drastis seperti di negeri 4 musim. Total lahan yang bisa ditanami sepanjang tahun di seluruh dunia adalah 27% dari seluruh daratan, dan 11% nya berada di Indonesia. Hal ini ebrarti 40,7% dari area tropis yang bisa ditanami setahun penuh adalah di Indonesia, sayang sekali bila masih banyak orang kelaparan.

Dari 1300 spesies bambu di Indonesia, 12% nya berasal dari Indonesia.

Selama masa Kolonial Belanda di Indonesia, pernah dibuat replika menara Eiffel yang dibuat dari bambu. 
Untuk dinding bambu murah yang diplaster sebagai pengganti dinding bata biasa, bisa dibuka artikel ‘Dinding Bambu Plaster, Pengganti dinding Bata biasa”. 
Green School Bali. 
Bambu dapat dieksplorasi fleksibilitasnya untuk mengetahui sejauh mana bambu dapat menjadi material yang lebih ‘baru’. 

Kunci utama konstruksi bambu yang lebih awet adalah pada treatment atau pengawetannya. Tanpa itu maka bambu akan kehilangan semua kelebihannya begitu terdapat kekurangan yaitu bambu kurang awet. Pengawetan bambu perlu dilakukan, dan kadangkala memerlukan banyak eksperimen. PeBahan yang dapat mengawetkan bambu adalah resin, namun ini pengawetan yang sangat mahal.

_

————————————————————–

Selanjutnya adalah tulisan dari A. Farid Nazaruddin:

Bambu sudah saatnya di budidayakan!

Perjalanan bambu
Bambu, siapa yang tidak mengenal jenis tanaman yang satu ini. Bambu dahulu adalah material merakyat yang murah dan benar-benar dekat dengan kehidupan masyarakat indonesia. Dahulu ia digunakan pada rumah-rumah orang-orang jelata bersanding dengan kayu.

Bambu merupakan material yang sangat mudah  di aplikasikan pada saat itu, lebih mudah dari kayu. Tetapi memang bambu tidak seawet kayu. Sehingga dahulu budaya penanaman bambu telah lama dipakai para nenek moyang bangsa Indonesia. Mereka bahkan menanam bambu dipekarangan rumah mereka. Tidak lain adalah untuk penggantian material. jika bambu yang terpakai telah menunjukkan tanda-tanda perlu diganti, maka mereka tinggal potong bambu yang mereka tanam. Bambu tanpa pengawetan biasanya tahan 2-3 tahun. Sedangkan bambu bayi sampai usia potong yang tepat adalah 3 tahun keatas. Sebuah siklus yang tepat berpasangan.

Budaya mereka dalam hidup berdampingan dengan bambu telah melekat dengan dalam dan menjadi pola ritual yang umum. Tetapi sejak Belanda memberi pengetahuan tentang penggunaan batu bata, besi dan semen, maka lambat laun bambu semakin dipandang sebelah mata. Rakyat semakin meninggalkan bambu dan menganggap bambu adalah material yang kelas kelas tiga setelah kayu. Mereka kemudian menganggap bahwa bahan material baru tersebut lah yang lebih baik.

Pada saat jaman kemerdekaan indonesia material bambu sebenarnya masih dipakai tetapi hanya orang-orang yang “tidak mampu” lah yang memakainya. Bambu memang dapat dikatakan gratis. Tinggal ambil di hutan, mudah bawanya, dan mudah pakainya. Tetapi rumah-rumah “gedongan” telah merambah benak masyarakat sebagai rumah yang baik. Sehingga umumnya pemilik rumah bambu akan merasa “tidak mampu” karena rumahnya bukan “gedongan”.

Saya pribadi tinggal di rumah yang menggunakan bambu pada beberapa unsur bangunannya. Rumah saya adalah rumah yang tua, mungkin berusia 70 tahun an. Konstruksi atap menggunakan kayu jati. Tetapi usuk dan reng seluruhnya menggunakan bambu. Selama 70 tahun itu baru sekali konstruksi bambu tersebut diganti dengan bambu yang baru.

Tetapi dengan adanya material baru, seperti atap light steel frame, maka bambu semakin tidak dipergunakan. Dimulailah tren baru dimana banyak perumahan modern yang lebih banyak menggunakan atap baja ringan tersebut. Kadang jika tidak terlalu mampu hanya kuda-kuda dan gording yang menggunakan baja ringan, sedang reng dan kasau menggunakan kayu. Sedang jika mampu menggunakan konstruksi atap baja ringan secara keseluruhan.

Beberapa tahun yang lalu, saya pergi ke pameran bahan bangunan. Di benak saya kelas atap baja ringan adalah kelas tinggi (korban iklan). Saya melihat di pameran tersebut tidak hanya terdapat stand yang menjual rangka atap baja ringan, tetapi juga ada yang menjual mesin pembuat rangka baja ringan tersebut (!!) yang ternyata pembuatanya mudah dan mesinnya pun cukup terjangkau. Hanya perlu menjual sebuah rumah tipe 200.

Sekarang, persaingan perusahaan rangka atap baja ringan semakin banyak. Banyak perusahaan perusahaan kecil bermunculan dengan modal mesin pembuat atap baja ringan yang murah tersebut. Hal ini menjadikan rangka atap baja ringan menjadi pilihann umum bahkan sampai perumahan tipe kecil. Posisi bambu semakin dipinggirkan. Bahkan hanya sebagai penyangga begisting kemudian kayu bakar untuk membakar batu bata.

Tetapi, ternyata bambu tidaklah mati. Ia ternyata mundur dan mengambil ancang-ancang untuk melompat lebih jauh daripada yang lain. Bambu saat ini menjadi material yang paling berpotensi untuk maju dan menjadi paling berkelas dan paling laris terjual dan paling banyak diolah. Bambu menjadi semakin indah dan menarik. Bambu berpotensi menjadi raja dari material bangunan dan interior.

Mengapa demikian?

Pertama, dunia semakin tidak bersahabat dengan perusaknya, yaitu manusia. Sehingga dia marah dan menghasilkan panas yang berlebih (Saya suka melihatnya seperti ini). Timbullah “global warming”. Dan ternyata alat terbesar perusak bumi adalah arsitektur dan turunannya. Kemudian untuk mengatasi tersebut, beberapa gelintir kelompok masyarakat menyerukan “sustainable life”. Hidup yang berkelanjutan. Maksudnya adalah supaya hidup terus berkanjut sampai terus menerus, anak cucu cicit cecet dst dengan tetap baik seperti sekarang. Bahkan seharusnya lebih baik. Polusi menghilang, bumi menjadi ramah kembali.
Sustainable tentu juga menyentuh arsitektur.

Kedua. Bambu adalah material sustainable. Bahkan paling sustainable. Pertumbuhan bambu sangat mudah dan mudah pula ditanam. Dia sebenarnya adalah jenis rumput. Rata-rata pertumbuhan dihitung per hari dan hanya butuh waktu 3-5 tahun untuk dapat dipergunakan. Bandingkan dengan material lain. Batu misalnya butuh 3000 juta tahun untuk menjadi keras (perkiraan). Kapur juga demikian. Baja butuh waktu singkat sebenarnya, tetapi harus menuggu hujan meteor terlebih dahulu. Karena baja bukanlah material yang dapat tumbuh di bumi. Bata misalnya membutuhkan pengendapan air sungai dan aliran udara yang menggeser bebatuan muda selama ribuan tahun untuk kemudian menjadi tanah. Pasir pun demikian, butuh ribuan tahun untuk batu pecah terkikis menjadi pasir.

Pengambilan dan pengolahan material juga menjadi pertimbangan yang cukup besar. Bayangkan bagaimana cara mengambil batu kapur di gunung kapur. Bagaimana pula penambangan baja di gunung baja. Pembakaran bata di lembah tanah liat. Atau penambangan pasir di sungai berpasir.
Oke, memang bahan-bahan itu butuh ribuan tahun lagi untuk mereka menjadi langka, tetapi intinya bahan-bahan tersebut tidak berkelanjutan.

Bagaimana dengan kayu?
Dia memang material yang juga sustainable, karena dapat tumbuh secara alami dan tidak membutuhkan waktu ribuan tahun untuk dapat dipakai lagi. Kayu juga banyak jenisnya, tetapi untuk bahan bangunan yang terbaik dan reliable adalah kayu yang berusia lebih tua (Lebih tua lebih baik) dan berpori padat dan kuat.
Beberapa ratus tahun lalu, penduduk bumi yang menggunakan kayu mungkin sedikit, sehingga pada saat satu kayu ditebang dan pada saat yang sama menanam bibit kayu baru, masih masuk dalam ritual penggunaan kayu. Karena manusia pada saat itu butuh ratusan tahun untuk menggunakan kayu lagi. Sehingga pada saat butuh mereka dapat menebang kayu yang telah dewasa dari bibit tadi.

Tetapi saat ini penduduk pengguna kayu sudah buanyak, sehingga kayu ditebang dengan kayu yang sedang tumbuh, lebih cepat kayu yang ditebang. Meskipun seluruh industri kayu menanam kayu sejumlah kayu yang ditebang, tetapi sebelum kayu yang baru tumbuh, hutan sudah gundul duluan. Timbullah kelangkaan kayu dan kemudian timbullah peningkatan harga kayu. Kayu jati sekarang menjadi “emas kuning” karena langka dan lamanya kebutuhan dia untuk menjadi dewasa. Dan usia dewsa kayu jati adalah 100 tahun. Itu dua generasi hidup manusia.  Lain halnya dengan bambu.

Bambu yang paling kuat dan cocok untuk konstruksi adalah bambu petung. Bambu yang sangat kuat di indonesia. Banyak bambu yang lain yang lebih kuat, tetapi harus impor. Yah, paling tidak impor bibit dulu, kemudian ditumbuhkan di sini. Apa sih yang tidak dapat tumbuh di indonesia?

Untuk bambu petung, 5 tahun adalah usia panen. Dengan tinggi panen 6 meteran dapat digunakan banyak hal.  Pada saat bambu dipanen, bambu tersebut masuh hidup dan dapat tumbuh lagi disebelahnya bambu yang baru. Tanpa manusia pemanen tadi menanam bibit baru. Wah, sebuah ide yang sangat fenomenal dari Sang Maha Ide.

Ketiga, sejak tahun 2000 banyak bermunculan media arsitektur baru yang dimonopoli oleh para arsitek idealis untuk semakin memperkenalkan arsitektur di indonesia. Dahulu para tukang dan rakyat tidak mengetahui apa itu arsitek. Tetapi sekarang, dalam waktu 10 tahun arsiektur dan arsitek menjadi profesi yang dikenal seluruh masyarakat. Hampir semua media telah menyinggung arsitek dan kualitas rancangannya.
Getaran-getaran energi para arsitek muda pada saat itu menjadi getaran-getaran baru dalam semangat berarsitektur masyarakat indonesia. Arsitek menjadi populer dan selebritis. Banyak dari mahasiswa arsitek berfoto bersama idola arsitek dan meminta tanda tangannya.

Tahun 2000 an telah menandakan kebangkitan arsitektur (modern) di media. Kemudian beberapa tahun kemudian “rumah minimalis” menjadi jargon populer klien-klien para arsitek. Pada saat rumah minimalis semakin dibosani para arsitek beralih ke yang lain. Dengan menggunakan material-material alam. Salah satunya bambu.

Sekarang, media telah dipenuhi dengan pemberitaan tentang bambu. Kemudian pendidikan arsitektur yang sebenarnya telah meneliti bambu semakin pede dengan apa yang mreka lakukan. Sungguh ajaib apa yang dapat dilakukan oleh orang yang pede. Memang ada beberapa karya fenomenal terlebih dahulu dari para arsitek dengan menggunakan bambu. Tetapi yang juga berjasa adalah media. Majalah dan televisi yang membahas arsitektur bambu dengan kelas yang lebih tinggi, menjdaikan bambu naik kelas. Bahkan apabila diolah dengan benar, bambu menjadi material kelas wahid.

Keempat, saat ini banyak teknologi pengolahan bahan bambu yang membuat bambu menjadi material yang dapat digunakan dalam banyak aspek bangunan. Mulai struktur sampai lampu. Mulai pintu sampai lantai. Semua dengan bentuk yang indah dan menarik. Bahkan mahal. Sayangnya teknologi tersebut masih dimonopoli beberapa gelintir orang dan perusahaan. sedangkan permintaan akan penggunaan bambu dalam bangunan semakin meningkat tajam. Sekarang para lulusan arsitek banyak yang menganggap bambu adalah material pilihan mereka untuk estetika bahkan struktural. Pada beberapa kota di Indonesia bambu petung semakin langka. intinya bambu pun semakin diburu masuarakat.

Potensi kedepan bambu dalam bisnis
Masalah banyaknya permintaan sedang minimnya penyedia, menjadikan banyaknya konsumen tetapi minimnya produsen. Seperti saat BBM langka. Mobil-mobil antri di SPBU yang menunjukkan banyaknya permintaan tetapi minimnya penyedia. Dapat dibayangkan bila saat permintaan banyak penjual BBM eceran tentu akan berpanen keuntungan lebih banyak. Harga BBM eceran naik berkali-kali lipat.
Sama halnya dengan inustri seputar bambu. Potensi bisnis dengan keuntungan besar ada dari hulu ke hilir. Sangat banyak potensi bisnis tersebut.

Investasi dapat dilakukan dari penyediaan lahan untuk penanaman bambu dengan jenis yang sesuai permintaan pasar. Pasar adalah masyarakat umum yang membutuhkan bambu dan inustri yang akan mengolah bambu menjadi produk yang lebih bernilai jual. Potensi ekonomi dapat pula pada penjualan bibit-bibit bambu berkualitas yang dapat ditanam di belakang rumah atau di lahan yang emmang akan ditanami bambu untuk tujuan ekonomi. Kemudian potensi bisnis pada perusahaan pengawetan bambu. Industri pengawetan dengan berbagai metode menjadi lahan subur mengambil keuntungan dari para pencari bambu awetan. Seperti untuk struktur atau untuk lainyya.

Potensi besar juga pada penjualan produk pengawet bambu. Penciptaan produk khusus yang dapat mengawetkan bambu dan dijual secara luas dapat menjadi pilihan yang menarik dalam berbisnis. Inovasi sehingga masyarakat awam tidak perlu repot dengan bambu yang akan mereka olah dengan pengawetan.
Potensi besar juga terdapat pada pengolahan bahan bambu menjadi High presure laminate bamboo. Yang menjadikan bambu dapat diolah menjadi bentuk lantai parket sampai kusen. HPL bambu ini dapat dihasilkan dengan bentuk multiplek yang dapat dijual secara umum. Potensi kemudian pada industri pengolah multiplek HPL bambu menjadi produk interior atau daun pintu. Dengan hanya mengoleskan plitur, maka tekstur bambu menjadi menonjol, terlihat mewah dan unik.

Apakah ada lagi?
Intinya adalah…
Pemerintah dan rakyat harus melihat potensi bambu ini kedepannya. Ia adalah material masa depan yang indah dan murah dan mudah bahkan berkelanjutan. Sudah saatnya bambu mulai dibudidayakan dan menjadi prospek material wajib masa depan pengganti kayu atau baja. Pada saat sudah terbudi daya, maka mambu dan inovasi disekitarnya akan semakin cepat berkembang dan revolusioner. Saya yakin itu.

(A. Farid Nazaruddin)

External links:
[1] Berbagai sambungan bambu yang modern http://bambus.rwth-aachen.de/eng/PDF-Files/Bamboo%20Connections.pdf
_______________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Atap bertanaman ekologis dan fungsional

astudioarchitect.com Taman diatas atap adalah jenis atap yang baru-baru ini berkembang dengan pesat, digunakan baik untuk rumah tinggal maupun bangunan komersial. Tujuannya adalah agar bisa memiliki taman meskipun berada diatas bangunan. Dalam merencanakan konstruksi taman diatas atap, kita harus memperhatikan dahulu faktor keamanan berupa beban yang harus dipikul oleh keseluruhan struktur yaitu dak beton itu sendiri, beban tanah dan lapisan taman, tanaman dan juga manusia. Dalam artikel ini saya pilihkan buku yang ditulis Heinz Frick berjudul  ‘Atap bertanaman ekologis dan fungsional’.

sumber gambar: http://www.thaigardendesign.com 

Kutipan: Beban tambahan yang perlu diperhitungkan dalam tahap desain meliputi:

  • beban mati yang meliputi berat dari kotak tanaman atau dinding pembatas taman lainnya. Untuk bahan beton bertulang, berat lazimnya mencapai 24 kN/m2. Berat ini tentunya dapat bervariasi tergantung apakah struktur beton ini dalam keadaan basah atau kering. 
  • Beban hidup dapat terdiri atas berat kering dan bash dari media tanam (tanah), pepohonan, air, dan juga orang yang menggunakan atap bertanaman ini.
  • Beban hidup yang diperhitungkan untuk penggunaan (untuk atap datar yang dapat dipergunakan tidak hanya untuk pemeliharan taman) adalah sekitar 1.5 kN/m2 denah.
  • Berat dari tanah yang basah mencapai sekitar 22 kN/m3. Tanah pada atap bertanaman ini beratnya tentu bervariasi tergantung pada ketebalan lapisan tanah yang dipakai. Sebagai gambaran umum, kedalaman lapisan tanah ini berkisar antara 0.3-0.5 m untuk jenis taman yang ditanami oleh rumput dan perdu dan berkisar antara 1-1.5m untuk pohon pelindung yang berukuran kecil dan sedang. 
  • Beban angin harus dipertimbangkan dengan matang dalam desain atap bertanaman dengan jalan memasukkan angka yang sesuai untuk beban tekanan yang disebabkan oleh angin. Beban tekanan (tiupan) angin ini tergantung pada ketinggian tempat, bentuk pohon (rimbun tidaknya) dan tipe struktur bangunan yang menopang atap bertaman tersebut. 
  • Posisi dari beban terpusat di suatu lokasi atap bangunan yang ditimbulkan oleh pohon dan beban tambahan struktural lainnya sangat penting untuk dipikirkan sejak awal sehingga pekerjaan kedap air (waterproofing) telah dipersiapkan sebelumnya dan pelat atap mempunyai kekuatan yang memadai untuk diberi beban tekanan akibat dari tambahan berat ini. 
  • Sangat penting bagi para pemilik, pengguna, dan pihak manajemen gedung untuk memperhatikan kterbatasan beban atap yang diizinkan dengan cara tidak membuat taman di sembarang lokasi pada atap. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keamanan struktur bangunan akibat diletakkannya taman dan pepohonan yang berat pada atap yang seharusnya tidak boleh dibebani. 
  • Secara alamiah, setiap pohon dan tanaman akan tumbuh dan bertambah berat sejalan dengan perkembangannya. Hal ini juga harus diperhatikan dalam perhitungan struktur sebagai beban tambahan yang akan terkumpul seiring dengan bertambahnya usia bangunan. 

Aspek Konstruksi dan Susunannya

  • Atap bertanaman pada dasarnya disusun sebagai berikut:
  • Atap pelat beton bertulang dengan plesteran finishing semen; atau
  • atap konstruksi kayu dengan lapisan papan atau multipleks;
  • lapisan kedap air yang tahan terhadap akar tanaman;
  • lapisan pelindung lapisan kedap air terhadap kerusakan mekanis;
  • lapisan drainase (pengaliran air);
  • lapisan penyaring;
  • lapisan media tanam (tanah dan sebagainya); serta
  • vegetasi (tanaman/pepohonan)

Ketebalan dari konstruksi taman diatas atap akan bervariasi tergantung pada tanaman yang akan ditanam, rancangan sistem, dan fungsi tambahan lainnya disekitar taman.

http://books.google.co.id/books?id=q5VK8df79_cC&lpg=PA45&dq=atap%20bertanaman%20ekologis&pg=PP1&output=embed
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Atap bertanaman ekologis dan fungsional

astudioarchitect.com Taman diatas atap adalah jenis atap yang baru-baru ini berkembang dengan pesat, digunakan baik untuk rumah tinggal maupun bangunan komersial. Tujuannya adalah agar bisa memiliki taman meskipun berada diatas bangunan. Dalam merencanakan konstruksi taman diatas atap, kita harus memperhatikan dahulu faktor keamanan berupa beban yang harus dipikul oleh keseluruhan struktur yaitu dak beton itu sendiri, beban tanah dan lapisan taman, tanaman dan juga manusia. Dalam artikel ini saya pilihkan buku yang ditulis Heinz Frick berjudul  ‘Atap bertanaman ekologis dan fungsional’.

Kutipan: Beban tambahan yang perlu diperhitungkan dalam tahap desain meliputi:

  • beban mati yang meliputi berat dari kotak tanaman atau dinding pembatas taman lainnya. Untuk bahan beton bertulang, berat lazimnya mencapai 24 kN/m2. Berat ini tentunya dapat bervariasi tergantung apakah struktur beton ini dalam keadaan basah atau kering. 
  • Beban hidup dapat terdiri atas berat kering dan bash dari media tanam (tanah), pepohonan, air, dan juga orang yang menggunakan atap bertanaman ini.
  • Beban hidup yang diperhitungkan untuk penggunaan (untuk atap datar yang dapat dipergunakan tidak hanya untuk pemeliharan taman) adalah sekitar 1.5 kN/m2 denah.
  • Berat dari tanah yang basah mencapai sekitar 22 kN/m3. Tanah pada atap bertanaman ini beratnya tentu bervariasi tergantung pada ketebalan lapisan tanah yang dipakai. Sebagai gambaran umum, kedalaman lapisan tanah ini berkisar antara 0.3-0.5 m untuk jenis taman yang ditanami oleh rumput dan perdu dan berkisar antara 1-1.5m untuk pohon pelindung yang berukuran kecil dan sedang. 
  • Beban angin harus dipertimbangkan dengan matang dalam desain atap bertanaman dengan jalan memasukkan angka yang sesuai untuk beban tekanan yang disebabkan oleh angin. Beban tekanan (tiupan) angin ini tergantung pada ketinggian tempat, bentuk pohon (rimbun tidaknya) dan tipe struktur bangunan yang menopang atap bertaman tersebut. 
  • Posisi dari beban terpusat di suatu lokasi atap bangunan yang ditimbulkan oleh pohon dan beban tambahan struktural lainnya sangat penting untuk dipikirkan sejak awal sehingga pekerjaan kedap air (waterproofing) telah dipersiapkan sebelumnya dan pelat atap mempunyai kekuatan yang memadai untuk diberi beban tekanan akibat dari tambahan berat ini. 
  • Sangat penting bagi para pemilik, pengguna, dan pihak manajemen gedung untuk memperhatikan kterbatasan beban atap yang diizinkan dengan cara tidak membuat taman di sembarang lokasi pada atap. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang dapat membahayakan keamanan struktur bangunan akibat diletakkannya taman dan pepohonan yang berat pada atap yang seharusnya tidak boleh dibebani. 
  • Secara alamiah, setiap pohon dan tanaman akan tumbuh dan bertambah berat sejalan dengan perkembangannya. Hal ini juga harus diperhatikan dalam perhitungan struktur sebagai beban tambahan yang akan terkumpul seiring dengan bertambahnya usia bangunan. 

Aspek Konstruksi dan Susunannya

  • Atap bertanaman pada dasarnya disusun sebagai berikut:
  • Atap pelat beton bertulang dengan plesteran finishing semen; atau
  • atap konstruksi kayu dengan lapisan papan atau multipleks;
  • lapisan kedap air yang tahan terhadap akar tanaman;
  • lapisan pelindung lapisan kedap air terhadap kerusakan mekanis;
  • lapisan drainase (pengaliran air);
  • lapisan penyaring;
  • lapisan media tanam (tanah dan sebagainya); serta
  • vegetasi (tanaman/pepohonan)

Ketebalan dari konstruksi taman diatas atap akan bervariasi tergantung pada tanaman yang akan ditanam, rancangan sistem, dan fungsi tambahan lainnya disekitar taman.

http://books.google.co.id/books?id=q5VK8df79_cC&lpg=PA45&dq=atap%20bertanaman%20ekologis&pg=PP1&output=embed
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Tanya Jawab tentang Pergola untuk Rumah Tinggal

astudioarchitect.com Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Artikel ini merupakan hasil wawancara reporter tabloid NOVA dengan Probo Hindarto, astudio, dimuat di tabloid NOVA edisi 16 Januari 2012.

1. Apa yang dimaksud dengan pergola? Apa bedanya dengan kanopi?
Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Pergola seringkali merupakan pelindung dari panas matahari namun tidak dari hujan, karena tidak memiliki penutup atap. Kanopi merupakan bagian bangunan yang menempel atau berdiri sendiri, biasanya tanpa lantai, dan berfungsi untuk melindungi dari panas dan hujan. Kanopi selalu merupakan pelindung dari panas dan hujan. Namun saat ini, pergola seringkali dipakai untuk menyebut salah satu jenis kanopi, biasanya merupakan atap dengan kisi-kisi kayu atau besi dan tanaman rambat, tak jarang juga memakai atap polycarbonate.

2. Apa fungsi utama pergola? Seberapa penting fungsi pergola mendukungbangunan rumah secara keseluruhan?
Fungsi utama pergola adalah memberikan bayangan yang teduh di area rumah atau bangunan, tujuannya adalah untuk meneduhkan area berjalan atau area duduk outdoor. Pergola memberikan kesan alami karena material yang digunakan biasanya dari kayu, meskipun dibuat dari metal atau beton, pergola tetap memberikan kesan alami berkat tanaman rambat dan setidaknya kisi-kisi pembayangan yang menahan sinar matahari. Pergola bukan merupakan bagian penting dari rumah, namun merupakan bagian tambahan yang bisa menambah estetika dan kekayaan suasana ruang disekitar rumah.

3. Bagaimana dengan pemilihan desain, dihubungkan dengan konsep rumah?
Pergola sangat sesuai digunakan di Indonesia karena iklim negeri kita yang tropis dengan musim kemaraunya yang panas, sehingga sangat mehyenangkan bila memiliki pergola sebagai bagian dari rumah. Desain pergola terutama adalah merupakan struktur yang dibuat dari kayu, logam atau beton dengan bagian yang bisa dirambati tanaman rambat. Pergola sesuai untuk area rumah yang berhubungan dengan ruang luar seperti perpanjangan teras depan, samping dan belakang, maupun pergola yang berdiri sendiri memayungi area duduk luar. Desain dari material kayu biasanya digemari karena bisa disesuaikan dengan kayu kayu kusen pintu jendela rumah. Pergola bisa melengkapi rumah dengan elemen estetis yang memperkuat kesan rumah tropis yang sejuk dan rindang.

4. Material apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pergola? Apakelebihan dan kekurangan masing-masing matrial tersebut?
Pergola bisa dibuat dari struktur kayu, logam atau beton. Bila dibuat dari kayu biasanya merupakan pergola model tropis yang terlihat lebih alami daripada dibuat dari logam atau beton. Pada dasarnya material baik kayu, logam atau beton dibentuk sedemikian rupa untuk memebrikan perlindungan transparan semacam atap, namun tidak tertutup dengan harapan sinar matahari masih bisa menembus disela selanya. Pergola bisa dibuat juga dengan kombinasi berbagai bahan, misalnya untuk kolom-kolom menggunakan beton, rangka kisi kisi bagian atasnya menggunakan kayu, serta ditambahkan kawat ram untuk rambatan tanaman. Material kayu memiliki kelebihan terlihat alami, namun kekurangannya adlaah harus memilih jenis kayu yang tahan cuaca seperti jati, merbau, ulin dan sebagainya sehingga tidak cepat lapuk mengingat pergola berada diluar ruangan dan terkena panas dan hujan. Material logam seperti besi hollow, stainless steel memiliki kekuatan berupa kesan ramping sehingga tidak perlu terlihat terlalu besar, namun material logam harus dipilih dari yang tahan cuaca, setidaknya diberi finishing cat dan pelapis yang tahan cuaca. Material beton biasanya dipakai sebagai kolom-kolom yang bisa memberi kesan kokoh serta kesan ruang yang lebih kuat, namun kadang terlihat lebih membosankan dan biasa saja. Material lain seperti batu tempel, palimanan, batu candi bisa ditambahkan untuk kesan estetika yang lebih kuat pada dinding beton atau tembok pergola.

5. Umumnya, dimana sih posisi pergola? Apakah selalu ada di bagian depanrumah?
Pergola bisa berada disemua bagian rumah yang berupa taman, baik didepan, disamping, ata dibelakang. Pergola juga bisa berada di lantai atas, misalnya sebagai perpanjangan teras/balkon atas, sebagai tempat duduk duduk di dak atas.

6. Aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola?Apakah tanaman rambat termasuk salah satunya?
 Elemen yang banyak ditambahkan adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Demikian juga dengan batu tempel bila disebut elemen hias, adanya kolam ikan disekitar pergola bisa memperkuat kesan asrinya. Tanaman rambat pada dasarnya bukan merupakan aksesori, namun menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama dimana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman, jadi tanaman rambat seyogyanya harus selalu ada di pergola.

Dalam Artikel versi web NOVA oleh Hasto Prianggoro:

 Tanaman rambat pada dasarnya adalah elemen utama dari sebuah pergola. Ia bukan merupakan aksesori, karena menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama di mana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman. Jadi, tanaman rambat “harus” selalu ada di pergola.Selain tanaman rambat sebagai elemen utama, aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola? Menurut Probo, ada beberapa elemen yang banyak ditambahkan pada pergola. Beberapa di antaranya adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Elemen atau aksesori lain misalnya batu tempel (disebut elemen hias), atau kolam ikan di sekitar pergola yang bisa memperkuat kesan asri pergola tersebut.

 Rambat Lebih Tepat


Tanaman apa yang pas sebagai elemen pergola? Sebaiknya pilih tanaman tahunan yang rajin berbunga dan berbuah tanpa harus mengganti dengan tanaman baru. Sifat tanaman sebaiknya selalu hijau (evergreen), yakni daun tidak rontok pada waktu-waktu tertentu. Tanaman juga harus memiliki nilai estetika tinggi. Itulah sebabnya, dipilih tanaman dari jenis perdu dengan bantuan perambatan, seperti bugenvil dan alamanda, atau tanaman merambat sendiri, seperti passiflora, anggur, stefanot dan sebagainya.

Setelah memilih jenis tanaman, sediakan pot-pot ukuran besar untuk menanamnya. Pot biasanya diletakkan di bagian belakang, dan posisinya berada di luar pergola. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Jika pertumbuhan tanaman perdu makin subur, sebaiknya dibantu dengan mengikatkan tanaman ke tiang. Usai menanam, jangan lupa untuk melakukan perawatan sebaik-baiknya.Pemupukan sekurang-kurangnya dilakukan tiga bulan sekali. Bisa memakai pupuk NPK maupun pupuk daun. Pemangkasan juga perlu. Tujuannya, di samping mengurangi beban pergola, juga menambah estetika. Tak ketinggalan, rajin-rajinlah memberantas hama, bila perlu semprot dengan pestisida.

NOVA edisi 16 Januari 2012

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Tanya Jawab tentang Pergola untuk Rumah Tinggal

astudioarchitect.com Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Artikel ini merupakan hasil wawancara reporter tabloid NOVA dengan Probo Hindarto, astudio, dimuat di tabloid NOVA edisi 16 Januari 2012.

1. Apa yang dimaksud dengan pergola? Apa bedanya dengan kanopi?
Pergola merupakan bagian rumah atau berdiri sendiri, yang biasanya berfungsi sebagai peneduh dengan ditumbuhi tanaman rambatan. Pergola biasa dibuat sebagai pelengkap dan pelindung dari panas matahari dengan menggunakan tanaman rambat untuk mengurangi panas. Perbedaan dengan kanopi terletak pada ide dasarnya bahwa pergola merupakan atap tanaman rambat yang saat ini sudah agak bergeser pengertiannya menjadi semacam pelindung dari sinar matahari baik dengan tanaman rambat ataupun tidak. Pergola seringkali merupakan pelindung dari panas matahari namun tidak dari hujan, karena tidak memiliki penutup atap. Kanopi merupakan bagian bangunan yang menempel atau berdiri sendiri, biasanya tanpa lantai, dan berfungsi untuk melindungi dari panas dan hujan. Kanopi selalu merupakan pelindung dari panas dan hujan. Namun saat ini, pergola seringkali dipakai untuk menyebut salah satu jenis kanopi, biasanya merupakan atap dengan kisi-kisi kayu atau besi dan tanaman rambat, tak jarang juga memakai atap polycarbonate.

2. Apa fungsi utama pergola? Seberapa penting fungsi pergola mendukung bangunan rumah secara keseluruhan?
Fungsi utama pergola adalah memberikan bayangan yang teduh di area rumah atau bangunan, tujuannya adalah untuk meneduhkan area berjalan atau area duduk outdoor. Pergola memberikan kesan alami karena material yang digunakan biasanya dari kayu, meskipun dibuat dari metal atau beton, pergola tetap memberikan kesan alami berkat tanaman rambat dan setidaknya kisi-kisi pembayangan yang menahan sinar matahari. Pergola bukan merupakan bagian penting dari rumah, namun merupakan bagian tambahan yang bisa menambah estetika dan kekayaan suasana ruang disekitar rumah.

3. Bagaimana dengan pemilihan desain, dihubungkan dengan konsep rumah?
Pergola sangat sesuai digunakan di Indonesia karena iklim negeri kita yang tropis dengan musim kemaraunya yang panas, sehingga sangat mehyenangkan bila memiliki pergola sebagai bagian dari rumah. Desain pergola terutama adalah merupakan struktur yang dibuat dari kayu, logam atau beton dengan bagian yang bisa dirambati tanaman rambat. Pergola sesuai untuk area rumah yang berhubungan dengan ruang luar seperti perpanjangan teras depan, samping dan belakang, maupun pergola yang berdiri sendiri memayungi area duduk luar. Desain dari material kayu biasanya digemari karena bisa disesuaikan dengan kayu kayu kusen pintu jendela rumah. Pergola bisa melengkapi rumah dengan elemen estetis yang memperkuat kesan rumah tropis yang sejuk dan rindang.

4. Material apa saja yang bisa digunakan untuk membuat pergola? Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing matrial tersebut?
Pergola bisa dibuat dari struktur kayu, logam atau beton. Bila dibuat dari kayu biasanya merupakan pergola model tropis yang terlihat lebih alami daripada dibuat dari logam atau beton. Pada dasarnya material baik kayu, logam atau beton dibentuk sedemikian rupa untuk memebrikan perlindungan transparan semacam atap, namun tidak tertutup dengan harapan sinar matahari masih bisa menembus disela selanya. Pergola bisa dibuat juga dengan kombinasi berbagai bahan, misalnya untuk kolom-kolom menggunakan beton, rangka kisi kisi bagian atasnya menggunakan kayu, serta ditambahkan kawat ram untuk rambatan tanaman. Material kayu memiliki kelebihan terlihat alami, namun kekurangannya adlaah harus memilih jenis kayu yang tahan cuaca seperti jati, merbau, ulin dan sebagainya sehingga tidak cepat lapuk mengingat pergola berada diluar ruangan dan terkena panas dan hujan. Material logam seperti besi hollow, stainless steel memiliki kekuatan berupa kesan ramping sehingga tidak perlu terlihat terlalu besar, namun material logam harus dipilih dari yang tahan cuaca, setidaknya diberi finishing cat dan pelapis yang tahan cuaca. Material beton biasanya dipakai sebagai kolom-kolom yang bisa memberi kesan kokoh serta kesan ruang yang lebih kuat, namun kadang terlihat lebih membosankan dan biasa saja. Material lain seperti batu tempel, palimanan, batu candi bisa ditambahkan untuk kesan estetika yang lebih kuat pada dinding beton atau tembok pergola.

5. Umumnya, dimana sih posisi pergola? Apakah selalu ada di bagian depan rumah?
Pergola bisa berada disemua bagian rumah yang berupa taman, baik didepan, disamping, ata dibelakang. Pergola juga bisa berada di lantai atas, misalnya sebagai perpanjangan teras/balkon atas, sebagai tempat duduk duduk di dak atas.

6. Aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola? Apakah tanaman rambat termasuk salah satunya?
 Elemen yang banyak ditambahkan adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Demikian juga dengan batu tempel bila disebut elemen hias, adanya kolam ikan disekitar pergola bisa memperkuat kesan asrinya. Tanaman rambat pada dasarnya bukan merupakan aksesori, namun menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama dimana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman, jadi tanaman rambat seyogyanya harus selalu ada di pergola.

Dalam Artikel versi web NOVA oleh Hasto Prianggoro:

 Tanaman rambat pada dasarnya adalah elemen utama dari sebuah pergola. Ia bukan merupakan aksesori, karena menurut sejarahnya justru merupakan bagian utama di mana pergola sebenarnya hanya bangunan yang dipakai untuk rambatan tanaman. Jadi, tanaman rambat “harus” selalu ada di pergola. Selain tanaman rambat sebagai elemen utama, aksesori atau elemen apa yang kerap “ditempelkan” pada sebuah pergola? Menurut Probo, ada beberapa elemen yang banyak ditambahkan pada pergola. Beberapa di antaranya adalah lampu tempel yang menempel pada dinding kolom pergola. Elemen atau aksesori lain misalnya batu tempel (disebut elemen hias), atau kolam ikan di sekitar pergola yang bisa memperkuat kesan asri pergola tersebut.

 Rambat Lebih Tepat


Tanaman apa yang pas sebagai elemen pergola? Sebaiknya pilih tanaman tahunan yang rajin berbunga dan berbuah tanpa harus mengganti dengan tanaman baru. Sifat tanaman sebaiknya selalu hijau (evergreen), yakni daun tidak rontok pada waktu-waktu tertentu. Tanaman juga harus memiliki nilai estetika tinggi. Itulah sebabnya, dipilih tanaman dari jenis perdu dengan bantuan perambatan, seperti bugenvil dan alamanda, atau tanaman merambat sendiri, seperti passiflora, anggur, stefanot dan sebagainya.

Setelah memilih jenis tanaman, sediakan pot-pot ukuran besar untuk menanamnya. Pot biasanya diletakkan di bagian belakang, dan posisinya berada di luar pergola. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, pupuk kandang, dan pasir (1:1:1). Jika pertumbuhan tanaman perdu makin subur, sebaiknya dibantu dengan mengikatkan tanaman ke tiang. Usai menanam, jangan lupa untuk melakukan perawatan sebaik-baiknya. Pemupukan sekurang-kurangnya dilakukan tiga bulan sekali. Bisa memakai pupuk NPK maupun pupuk daun. Pemangkasan juga perlu. Tujuannya, di samping mengurangi beban pergola, juga menambah estetika. Tak ketinggalan, rajin-rajinlah memberantas hama, bila perlu semprot dengan pestisida.

NOVA edisi 16 Januari 2012

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Menahan lumpur masuk selokan dengan tanaman

astudioarchitect.com Pada waktu hujan, tanah disekitar rumah bisa tergerus oleh air hujan yang turun sehingga masuk ke selokan. Hal ini berakibat kurang baik karena selokan bisa terisi dengan tanah maupun sampah sehingga saat hujan akan terjadi banjir. Banyak orang memilih untuk menggunakan beton bertulang untuk membuat tanggul disekitar selokan agar tanah tidak tergerus oleh hujan. Tahukah Anda bahwa tanggul atau penahan lumpur bisa dibuat dengan cara menanam tanaman disekitar selokan untuk menahan lumpur?

Picture source: ehowcdn.co.uk/

Cara menahan lumpur atau tanah masuk dalam saluran air sebenarnya merupakan cara alami yang sudah digunakan oleh petani tradisional yang bisa kita adopsi untuk lingkungan disekitar kita. Terutama untuk daerah kota yang padat penghuni, bisa membantu warga untuk menanam lebih banyak tanaman didepan rumah yang memberikan penghijauan dan kesegaran. Dengan sedikit repot meluangkan waktu dan usaha, bisa menggantikan tanggul beton yang mahal.

Untuk membuat pencegah lumpur erosi lerengan yang sederhana, kita bisa membuat tanggul dengan skema seperti dibawah ini:

Berdasarkan diagram diatas, terdapat cara sederhana untuk mencegah erosi yaitu menanam tanaman perdu dengan mencangkok tanaman yang disisipkan dalam tanah dengan kemiringan akar minimal 10derajat. (sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Gambar diagram diatas menunjukkan cara menanam tanaman perdu penahan erosi yaitu membuat coakan/ lubang memanjang dan meletakkan tanaman dan akarnya, kemudian menimbun dengan tanah kembali. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Gambar diagram diatas menunjukkan pagar palisade, yaitu merupakan susunan kayu atau bambu yang disusun sedemikian rupa untuk turut menunjang tanah agar tidak longsor. Kayu atau bambu disusun menyerupai bantalan dimana disela-selanya masih bisa ditanam tumbuhan. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Selain itu, kita juga bisa menggunakan geotekstil, yaitu semacam lapisan dari plastik hitam (polimer) berlubang-lubang, dipilih dari yang diameter cukup besar yang bisa ditanami bagian lubang-lubangnya. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)

Diagram diatas menunjukkan cara lain yaitu menggunakan rooster atau grassblock, dari jenis terakota ataupun dari beton (concrete lawn blocks). Caranya adalah dengan menyusun rooster diatas tanah yang miring, dan menanam tanaman perdu di lubang-lubangnya. 
(sumber gambar: Frick, Heinz: Arsitektur Ekologis)
Gambar-gambar rooster beton dengan lubang-lubang yang bisa ditanami.

Beberapa tanaman yang baik untuk digunakan sebagai tanaman penahan erosi antara lain:

– Rumput rumputan (misalnya alang-alang), kekuatan daya tahan akar: 0.5-1N/cm2
– Semak belukar (misalnya mimosa), kekuatan daya tahan akar: 0.3-6N/cm2
– Perdu (misalnya Trembesi), kekuatan daya tahan akar: 1-7N/cm2
– Petai Cina
– Janti
– Yang Lioe
– Kembang Jepun
– Kersen
– Nangka
– Nimba
– dsb

External links:
– Jenis tanaman penutup tanah: http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/tanaman-penutup-tanah/
– konservasi tanah: http://id.wikipedia.org/wiki/Konservasi_tanah

 ________________________________________________
Artikel terinspirasi dari buku Heinz Frick: Arsitektur Ekologis.
Ditulis oleh Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.