Monthly Archives: Agustus 2010

Lampu dan aplikasinya dalam desain interior / Interior lamps and their application

astudioarchitect.com Fungsi lampu selain sebagai penerang ruangan adalah juga sebagai elemen estetika karena bentuk lampu atau tiang penyangga lampu biasanya bisa diolah menjadi elemen estetika yang menarik. Fungsi lampu secara estetika; Lampu yang memiliki cahaya dari bohlam atau TL sebenarnya sudah menarik karena secara alami sudah memancarkan cahaya sehingga menarik perhatian. Nilai lebih dari lampu agar lebih dari sekedar tempat bohlam adalah wadah atau penyangganya yang dibuat estetis agar menunjang estetika keseluruhan ruangan. Estetika dari bentuk kap lampu misalnya, bisa ditunjang baik oleh bentuk maupun motif dari kap lampu tersebut. Dari sisi bentuk penyangga, cover atau kaki lampu, karena bisa dibuat dari kayu, besi, kaca, kertas dan material lain, maka keberadaannya bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan lampu yang estetis. Perpaduannya dengan elemen lain dari ruangan menghasilkan kesan estetis yang lebih tinggi.

Desain interior ruang kerja dengan cahaya kuning yang hangat
AttributionNoncommercialNo Derivative Works Some rights reserved by jinkazamah on Flickr.

The function of lights in a room can be an aesthetic element because of the shape. It can usually be designed into an interesting aesthetic element. The lamp has a bulb or fluorescent light from which is actually interesting because it emits light that has been attracting attention. Values over a lamp to be more than just a place or container of light bulb which is made aesthetic to support the overall aesthetics of the room. Aesthetics shape of lampshade for example, can be supported both by the shapes and motifs of the lampshade. From the side of the buffer, the cover or the lamp leg, because it can be made from wood, metal, glass, paper and other materials, its presence can be established to produce an aesthetic shape of lights. The combination with other elements inside the room may produce a higher aesthetic impression.

http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js

Apa yang harus diperhatikan dalam memilih lampu pada ruangan?
Lampu itu sendiri bisa menjadi pusat perhatian karena cahayanya, bila cahayanya paling terang diantara lainnya maka lampu tersebut akan menjadi pusat perhatian, terutama bila diekspos dengan bentuk maupun letak yang mudah tertangkap oleh mata. Lampu juga bisa menjadi penunjang untuk obyek lain agar menjadi pusat perhatian, dalam hal ini pada lampu sorot, misalnya untuk menyorot benda seni agar terlihat lebih menonjol. Lampu bisa menjadi pusat perhatian bila bentuknya unik dan menarik, atau karena ukurannya (biasanya chandelier berukuran lebih besar dan lebih mewah daripada lampu lainnya), atau karena letak dan hubungannya dengan benda lainnya dalam sebuah ruangan, yaitu bila lampu diletakkan ditengah atau pada pusat sebuah ruangan, misalnya di tengah dinding, atau ditengah ruangan dengan digantung.

Terdapat jenis lampu putih yang biasanya menggunakan lampu TL. Efek apa yang ditimbulkan?
Jenis lampu putih mengandung banyak spektrum warna biru, yang menyebabkan warnanya lebih ‘dingin’ daripada warna yang keluar dari bohlam. Jadi ruangan tersebut bisa terasa lebih ‘dingin’ secara psikologis meskipun lebih terang. Luas ruangan tidak mempengaruhi jenis lampu, tetapi daya lampu yang digunakan biasanya tergantung dari luasan ruang agar cukup dan tidak terasa gelap.

Bagaimana lampu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh desain ruangan?
Untuk desain kap lampu atau pegangan atau tiang penyangga lampunya bisa disesuaikan dengan gaya arsitektur yang digunakan. Bentuk boks atau kotak sederhana untuk lampu hias biasa digunakan untuk hunian gaya modern minimalis. Sedangkan gaya mediterania dan klasik sering menggunakan unsur dekorasi klasik pada elemen penunjang lampu tersebut. Demikian pula dengan ornamen bergaya etnik.

Apa jenis lampu dengan warna yang cocok?
Warna ruangan yang hangat seperti merah, orange, kuning, krem bisa terlihat lebih baik menggunakan lampu yang cahayanya cenderung kuning, karena warna dari dinding ruangan atau benda lainnya akan terlihat lebih menonjol. Demikian pula dengan warna putih, biru, atau hijau bisa menggunakan cahaya lampu putih agar warnanya lebih terlihat menonjol. Hal ini karena warna hangat seperti merah, orange, kuning dan krem akan berinteraksi dengan spektrum warna merah pada lampu kuning. Sedangkan warna dingin seperti hijau, biru, violet, putih dan abu abu akan berinteraksi dengan spektrum warna biru dari lampu putih.

What should be considered when selecting lights shape?
Lamp itself can be the center of attention because of its light, when the light is brightest among others, the lamp will become the center of attention, especially when exposed to the shape and location of the easily caught by the eye. Lighting can also be a support to other objects in order to become the center of attention, in this case in the spotlight, for example to highlight the artwork to make it look more prominent. Lamp could be the center of attention of its unique and interesting shape, or because of its size (usually larger-sized chandeliers is more luxurious than the other lights), or because the location and its relationship to other objects in a room, when the lamp is placed in the middle or at the center of a room, for example in the middle of the wall, or the middle of the room by hanging.

There are typically white light lamps. What effect can be posed?
White lights contain many kinds of white light blue color spectrum, which causes the color looks more ‘cool’ than the color that comes out of a bulb. So the room may seem ‘cooler’ even psychologically more brightly. The Size does not affect the type of lights the room, but lights power are used usually depends on the extent of space so it does not seem to be quite dark.

How light affects and is affected by interior design?
To design lampshade or the handle or light poles can be adjusted with the architectural style used. Form of a simple box or boxes used for decorative lighting for residential modern style. While the style of classic Mediterranean and often use elements can be well combined with classical decoration on the lamp supporting element. Similarly, with the ethnic-style ornaments.

What is the suitable lights?
The room a warm color like red, orange, yellow, beige can look better using the lights that light tends to yellow, because the color of the walls or other objects will appear more prominent. Similarly, with white, blue, or green may be using a white light so that colors look more prominent. This is because warm colors like red, orange, yellow and cream color spectrum will interact with the red on a yellow light. While cool colors like green, blue, violet, white and gray will interact with the blue color spectrum from white light.

Apakah lampu yang ‘warm’ atau hangat memiliki efek tertentu?
Lampu yang ‘warm’ biasa diasosiasikan dengan warna hangat yang keluar dari lampu yaitu spektrum merah, orange dan kuning. Bila dipertemukan dengan dinding berwarna hangat pula, akan memberikan nuansa psikologis berupa rasa hangat. Nuansa ini yang sering diasosiasikan dengan rasa nyaman dan tidak ‘dingin’.

Lantas bagaimana dengan jenis lampu putih? 
Lampu putih cenderung memiliki lebih banyak spektrum warna biru sehingga warna yang paling dipantulkan ke mata kita setelah terkena cahayanya adalah spektrum warna biru yang sering diasosiasikan dengan ‘dingin’ atau es. Warna ini adakalanya bagus untuk dinding dengan keinginan menampilkan warna dinginnya, misalnya dinding batu alam, dinding putih, abu-abu. Jenis lampu putih biasanya sesuai untuk penerangan general.

Tips mengolah dan menempatkan lampu yang benar dan tepat?
Lampu ‘general’ biasanya ditempatkan menjadi lampu general lighting untuk menerangi seluruh ruangan. Lampu ini biasanya berdaya kuat dan bisa menerangi seluruh ruangan dengan baik dan diletakkan ditengah. lampu spotlight biasanya ditempatkan di plafon sebagai penerangan tambahan atau primer dengan jumlah lebih dari satu dan memiliki cahaya yang diarahkan dan cenderung terpusat sehingga tepat untuk digunakan sebagai lampu penerangan untuk benda pajangan, lukisan, benda galeri dan sebagainya. Cahaya tak langsung biasanya diperoleh dari lampu yang disembunyikan, misalnya dalam plafon atau dinding dan cahaya yang dikeluarkan merupakan pantulan dari dinding atau plafon tersebut sehingga menimbulkan cahaya temaram. Biasanya digunakan untuk ruang kamar tidur dan lobi.

Is the ‘warm’ light having a certain effect?
A ‘warm’ light is associated with the warm colors of the spectrum out of light red, orange and yellow. When met with a warm colored wall, will give a warm feeling of psychological nuance. These nuances are often associated with feeling comfortable and not ‘cold’.

Then about white light?
White lights tend to have more blue spectrum so that the color most reflected to our eyes after exposure to blue light spectrum that is often associated with ‘cold’ or ice. This color is sometimes good for the walls with cold desire, such as natural stone walls, white walls, gray. Type of white light is usually suitable for general lighting.

How to make the best of light?
General Lights is usually placed into the general lighting lamps to illuminate the whole room. This lamp is usually strong and powerful which can illuminate the whole room very well and was placed in the middle. Spotlight is usually placed in the ceiling as additional lighting with a total of more than one and have a light that is directed and tend to be centralized so that appropriate for use as lighting for objects like ornaments, paintings, objects, etc. Indirect light from the lamp is usually hidden, such as in ceilings or walls and issued a reflection of light from a wall or ceiling is giving rise to light. Usually used for bedroom and lobby space.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Lampu dan aplikasinya dalam desain interior / Interior lamps and their application

astudioarchitect.com Fungsi lampu selain sebagai penerang ruangan adalah juga sebagai elemen estetika karena bentuk lampu atau tiang penyangga lampu biasanya bisa diolah menjadi elemen estetika yang menarik. Fungsi lampu secara estetika; Lampu yang memiliki cahaya dari bohlam atau TL sebenarnya sudah menarik karena secara alami sudah memancarkan cahaya sehingga menarik perhatian. Nilai lebih dari lampu agar lebih dari sekedar tempat bohlam adalah wadah atau penyangganya yang dibuat estetis agar menunjang estetika keseluruhan ruangan. Estetika dari bentuk kap lampu misalnya, bisa ditunjang baik oleh bentuk maupun motif dari kap lampu tersebut. Dari sisi bentuk penyangga, cover atau kaki lampu, karena bisa dibuat dari kayu, besi, kaca, kertas dan material lain, maka keberadaannya bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan lampu yang estetis. Perpaduannya dengan elemen lain dari ruangan menghasilkan kesan estetis yang lebih tinggi.

Desain interior ruang kerja dengan cahaya kuning yang hangat
AttributionNoncommercialNo Derivative Works Some rights reserved by jinkazamah on Flickr.

The function of lights in a room can be an aesthetic element because of the shape. It can usually be designed into an interesting aesthetic element. The lamp has a bulb or fluorescent light from which is actually interesting because it emits light that has been attracting attention. Values over a lamp to be more than just a place or container of light bulb which is made aesthetic to support the overall aesthetics of the room. Aesthetics shape of lampshade for example, can be supported both by the shapes and motifs of the lampshade. From the side of the buffer, the cover or the lamp leg, because it can be made from wood, metal, glass, paper and other materials, its presence can be established to produce an aesthetic shape of lights. The combination with other elements inside the room may produce a higher aesthetic impression.

Apa yang harus diperhatikan dalam memilih lampu pada ruangan?
Lampu itu sendiri bisa menjadi pusat perhatian karena cahayanya, bila cahayanya paling terang diantara lainnya maka lampu tersebut akan menjadi pusat perhatian, terutama bila diekspos dengan bentuk maupun letak yang mudah tertangkap oleh mata. Lampu juga bisa menjadi penunjang untuk obyek lain agar menjadi pusat perhatian, dalam hal ini pada lampu sorot, misalnya untuk menyorot benda seni agar terlihat lebih menonjol. Lampu bisa menjadi pusat perhatian bila bentuknya unik dan menarik, atau karena ukurannya (biasanya chandelier berukuran lebih besar dan lebih mewah daripada lampu lainnya), atau karena letak dan hubungannya dengan benda lainnya dalam sebuah ruangan, yaitu bila lampu diletakkan ditengah atau pada pusat sebuah ruangan, misalnya di tengah dinding, atau ditengah ruangan dengan digantung.

Terdapat jenis lampu putih yang biasanya menggunakan lampu TL. Efek apa yang ditimbulkan?
Jenis lampu putih mengandung banyak spektrum warna biru, yang menyebabkan warnanya lebih ‘dingin’ daripada warna yang keluar dari bohlam. Jadi ruangan tersebut bisa terasa lebih ‘dingin’ secara psikologis meskipun lebih terang. Luas ruangan tidak mempengaruhi jenis lampu, tetapi daya lampu yang digunakan biasanya tergantung dari luasan ruang agar cukup dan tidak terasa gelap.

Bagaimana lampu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh desain ruangan?
Untuk desain kap lampu atau pegangan atau tiang penyangga lampunya bisa disesuaikan dengan gaya arsitektur yang digunakan. Bentuk boks atau kotak sederhana untuk lampu hias biasa digunakan untuk hunian gaya modern minimalis. Sedangkan gaya mediterania dan klasik sering menggunakan unsur dekorasi klasik pada elemen penunjang lampu tersebut. Demikian pula dengan ornamen bergaya etnik.

Apa jenis lampu dengan warna yang cocok?
Warna ruangan yang hangat seperti merah, orange, kuning, krem bisa terlihat lebih baik menggunakan lampu yang cahayanya cenderung kuning, karena warna dari dinding ruangan atau benda lainnya akan terlihat lebih menonjol. Demikian pula dengan warna putih, biru, atau hijau bisa menggunakan cahaya lampu putih agar warnanya lebih terlihat menonjol. Hal ini karena warna hangat seperti merah, orange, kuning dan krem akan berinteraksi dengan spektrum warna merah pada lampu kuning. Sedangkan warna dingin seperti hijau, biru, violet, putih dan abu abu akan berinteraksi dengan spektrum warna biru dari lampu putih.

What should be considered when selecting lights shape?
Lamp itself can be the center of attention because of its light, when the light is brightest among others, the lamp will become the center of attention, especially when exposed to the shape and location of the easily caught by the eye. Lighting can also be a support to other objects in order to become the center of attention, in this case in the spotlight, for example to highlight the artwork to make it look more prominent. Lamp could be the center of attention of its unique and interesting shape, or because of its size (usually larger-sized chandeliers is more luxurious than the other lights), or because the location and its relationship to other objects in a room, when the lamp is placed in the middle or at the center of a room, for example in the middle of the wall, or the middle of the room by hanging.

There are typically white light lamps. What effect can be posed?
White lights contain many kinds of white light blue color spectrum, which causes the color looks more ‘cool’ than the color that comes out of a bulb. So the room may seem ‘cooler’ even psychologically more brightly. The Size does not affect the type of lights the room, but lights power are used usually depends on the extent of space so it does not seem to be quite dark.

How light affects and is affected by interior design?
To design lampshade or the handle or light poles can be adjusted with the architectural style used. Form of a simple box or boxes used for decorative lighting for residential modern style. While the style of classic Mediterranean and often use elements can be well combined with classical decoration on the lamp supporting element. Similarly, with the ethnic-style ornaments.

What is the suitable lights?
The room a warm color like red, orange, yellow, beige can look better using the lights that light tends to yellow, because the color of the walls or other objects will appear more prominent. Similarly, with white, blue, or green may be using a white light so that colors look more prominent. This is because warm colors like red, orange, yellow and cream color spectrum will interact with the red on a yellow light. While cool colors like green, blue, violet, white and gray will interact with the blue color spectrum from white light.

Apakah lampu yang ‘warm’ atau hangat memiliki efek tertentu?
Lampu yang ‘warm’ biasa diasosiasikan dengan warna hangat yang keluar dari lampu yaitu spektrum merah, orange dan kuning. Bila dipertemukan dengan dinding berwarna hangat pula, akan memberikan nuansa psikologis berupa rasa hangat. Nuansa ini yang sering diasosiasikan dengan rasa nyaman dan tidak ‘dingin’.

Lantas bagaimana dengan jenis lampu putih? 
Lampu putih cenderung memiliki lebih banyak spektrum warna biru sehingga warna yang paling dipantulkan ke mata kita setelah terkena cahayanya adalah spektrum warna biru yang sering diasosiasikan dengan ‘dingin’ atau es. Warna ini adakalanya bagus untuk dinding dengan keinginan menampilkan warna dinginnya, misalnya dinding batu alam, dinding putih, abu-abu. Jenis lampu putih biasanya sesuai untuk penerangan general.

Tips mengolah dan menempatkan lampu yang benar dan tepat?
Lampu ‘general’ biasanya ditempatkan menjadi lampu general lighting untuk menerangi seluruh ruangan. Lampu ini biasanya berdaya kuat dan bisa menerangi seluruh ruangan dengan baik dan diletakkan ditengah. lampu spotlight biasanya ditempatkan di plafon sebagai penerangan tambahan atau primer dengan jumlah lebih dari satu dan memiliki cahaya yang diarahkan dan cenderung terpusat sehingga tepat untuk digunakan sebagai lampu penerangan untuk benda pajangan, lukisan, benda galeri dan sebagainya. Cahaya tak langsung biasanya diperoleh dari lampu yang disembunyikan, misalnya dalam plafon atau dinding dan cahaya yang dikeluarkan merupakan pantulan dari dinding atau plafon tersebut sehingga menimbulkan cahaya temaram. Biasanya digunakan untuk ruang kamar tidur dan lobi.

Is the ‘warm’ light having a certain effect?
A ‘warm’ light is associated with the warm colors of the spectrum out of light red, orange and yellow. When met with a warm colored wall, will give a warm feeling of psychological nuance. These nuances are often associated with feeling comfortable and not ‘cold’.

Then about white light?
White lights tend to have more blue spectrum so that the color most reflected to our eyes after exposure to blue light spectrum that is often associated with ‘cold’ or ice. This color is sometimes good for the walls with cold desire, such as natural stone walls, white walls, gray. Type of white light is usually suitable for general lighting.

How to make the best of light?
General Lights is usually placed into the general lighting lamps to illuminate the whole room. This lamp is usually strong and powerful which can illuminate the whole room very well and was placed in the middle. Spotlight is usually placed in the ceiling as additional lighting with a total of more than one and have a light that is directed and tend to be centralized so that appropriate for use as lighting for objects like ornaments, paintings, objects, etc. Indirect light from the lamp is usually hidden, such as in ceilings or walls and issued a reflection of light from a wall or ceiling is giving rise to light. Usually used for bedroom and lobby space.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Banjir dan sampah. Bagaimana menanganinya? / Flood and garbage waste

astudioarchitect.com Banjir, banjir, banjir…. terutama di kota besar seperti Jakarta, banjir selalu mengintai. Kegiatan terganggu, sampah meluap bersama air, penyakit mewabah dan menunjukkan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Mungkin sebelum bencana membawa banyak korban jiwa, perhatian pada masalah satu ini kurang diberikan. Luangkan waktu untuk tahu dan berpikir: Apa yang bisa kita lakukan?

Google search: banjir

Flood, floods, floods …. especially in big cities like Jakarta, flooding is always lurking. Activity is interrupted, trash overflowing with water, disease outbreaks and showed unhealthy environmental conditions. Maybe before the disaster took heavy casualties, attention to this problems this one is less given. Take time to know and think: What can we do?

Permasalahan sampah penyebab banjir.
Banjir merupakan akibat dari tidak seimbangnya pembuangan air sungai ke laut serta berbagai faktor lainnya. Makin hilangnya hutan akibat pembangunan dan peruntukan lahan hijau yang dijual untuk permukiman, mall, dan sebagainya tidak terkendali di negara kita. Air hujan tidak bisa meresap ke tanah karena tidak ada tanah yang bisa meresapkan air, menggerus tanah daratan dan masuk ke sungai, menjadikan pendangkalan sungai. Bila pemerintah daerah terus membiarkan lahan hijau dibeli oleh investor agar dirubah menjadi mall dan perumahan, maka area resapan air makin berkurang. Ini bukan tanpa motif ekonomi karena oknum pemerintah daerah mendapatkan ‘tambahan penghasilan’ atau ‘dana kampanye’ bila meluluskan proyek mall, perumahan atau area komersial diatas lahan hijau. Terlebih karena lahan makin mahal dan lahan hijau serta taman kota adalah satu-satunya lahan kosong yang masih ada di kota.

Sungai yang makin dangkal ditambah dengan banyaknya orang membuang sampah di sungai adalah pemandangan sehari-hari yang memprihatinkan, tapi selalu berulang karena kesadaran agar tidak membuang sampah pada tempatnya juga rendah. Bila sampah menumpuk di aliran sungai bisa menyumbat saluran air yang mengakibatkan banjir. Tidak hanya itu, sistem pengelolaan sampah di negara kita masih carut marut, sehingga sampah tidak dikelola dengan sistem daur ulang yang baik. Padahal daur ulang sampah bisa menghasilkan pendapatan daerah bila dikelola dengan baik. Entrepreneur yang berorientasi modern tidak perlu malu membuat sistem bisnis pengelolaan sampah daur ulang jika itu menghasilkan. Mungkin pemerintah perlu dibantu oleh pengelola sampah swasta.

Pengolahan sampah dengan memisahkan jenis sampah dimulai dari skala rumah tangga

Bayangkan bila botol bekas misalnya, bisa didaur ulang menjadi bahan gelas yang bisa dibuat produksi benda-benda seperti pajangan, kerajinan, dan sebagainya. Sampah kertas bisa didaur ulang menjadi produk kerajinan yang bisa menghasilkan mata pencaharian baru, dan dijual menghasilkan devisa. Mengelola sampah secara terintegrasi bisa menjadi ‘bisnis’ yang menarik bagi para entrepreneur.

Anak sekolah diajari bagaimana mengolah sampah dalam proses daur ulang kreatif.

Kesadaran akan mengelola sampah dan limbah adalah kesadaran umum yang perlu ditanamkan sejak masih sekolah, karena itu perlu adanya pendidikan khusus tentang lingkungan dan sampah dalam sistem pendidikan kita, tidak hanya teori, tapi juga praktek bagaimana mengelola sampah dalam skala diri sendiri dan rumah tangga. Kesadaran ini akan dibawa oleh anak sekolah hingga mereka dewasa dan hidup di masyarakat.

Dalam skala rumah tangga, kita perlu memikirkan bagaimana sampah dibuang, bila perlu, kita membantu untuk membuat sistem daur ulang sampah dan limbah yang terintegrasi dalam area rumah.

Garbage problem cause flooding.
Floods are the result of unbalanced water drainage rivers to the sea as well as various other factors. The more loss of forest due to development on reserved city forest that were sold for housing, malls, and others so out of control in our country. Rainwater can not soak into the ground because there is no land that can absorb water, land and soil eroded into the river, making the river silting. If local governments continue to let city forest land to be purchased by investors in order to be converted into malls and housing, then it will diminish the water catchment area. This is not without economic motive because unscrupulous local governments get ‘extra income’ or ‘campaign fund’ when they pass the lisence for mall project, residential or commercial area on green land or city forests. Especially because the more expensive land and city forest and city parks are the only vacant land that is still in town.

Decreasing depth of the river plus the number of people throw garbage in the river is a daily sight of concern, but always repeated because of the awareness in order not to dispose of waste in place is also low. When garbage piled up in the flow of the river can clog waterways that lead to flooding. Not only that, the waste management system in our country is still tangled, so that the waste is not managed with a good recycling system. Though recycling can generate local income if managed properly. Modern-oriented entrepreneur who is not to be ashamed to make the waste management business system if it produces recycled. Maybe the government should be assisted by a private waste management.

Imagine when the used bottles for example, can be recycled into materials that could be made production of glass objects such as ornaments, handicrafts, and so forth. Paper waste can be recycled to produce handicrafts that can generate new livelihoods, and sold to produce income. Integrated waste management can be a ‘business’ of interest to entrepreneurs.

Awareness of waste management and waste is a perlu umum awareness inculcated since the school was, why it needs khusus education about the environment and waste in our educational system, not just theory, but also practice how to manage waste in the scale of self and household. This awareness will be carried by school children until they are adults and live in the community.

In a household scale, we need to think about how rubbish discarded, if necessary, we help to create a system of waste recycling and integrated waste in the home area.

Mengelola sampah dan limbah rumah tangga
Bila kita membuang sampah sembarangan, atau tidak berpikir mulai sekarang bagaimana mengelola sampah dari dalam rumah kita, mungkin dampaknya tidak terlalu cepat kita rasakan, tapi kita akan menambah beban kota dengan sampah yang kita hasilkan. Untuk mengelola sampah yang baik dalam rumah adalah sebagai berikut:

1. Kelola sampah plastik, kertas dan rumah tangga
Sebelum membuang sampah dalam kantong-kantong plastik secara tidak jelas, kita bisa membantu dengan memisahkan sampah terlebih dahulu sesuai dengan jenis sampah, apakah sampah plastik, kertas, metal, atau lainnya. Pisahkan dalam kantong plastik yang berbeda, karena tukang sampah Anda akan lebih senang bila Anda memisahkan seperti itu, artinya sampah tidak akan bercampur dengan sisa makanan dan sampah lainnya dan lebih mudah dilempar ke tempat daur ulang. Saya ingatkan, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan secara langsung baik secara ekonomis (uang) ataupun apapun, tapi ini membantu memisahkan dalam tahap awal. Ini karena pengelolaan sampah di negeri kita belum mengenal pemisahan sampah sejak dibuang dari rumah tangga.

2. Kelola sampah organik dan sisa makanan.

Orang jaman dahulu dan orang-orang desa (bahkan di rumah ibu saya masih ada cara ini) menggali lubang disekitar area rumah mereka untuk membuang sampah organik dan sisa makanan. Sampah ini dibuang dalam lubang tanah ini untuk diurug lagi dengan tanah bila dirasa sudah penuh. Setelah beberapa lama sampah organik ini akan terurai. Saya ingatkan lagi, tentunya ini bukan hal mudah terutama bagi Anda yang tidak suka melihat sampah atau bau dan karena itu ini adalah sebuah pengorbanan secara moral, terutama bila lahan rumah Anda tidak banyak sisanya. Tempatkan lubang ini di pojok halaman rumah Anda.

Sampah organik dan sisa makanan juga bisa diolah menjadi pupuk dan makanan ternak, karena ada kemungkinan dikembangkan pengolahan limbah dan sampah organik untuk menghasilkan bakteri pengurai makanan untuk membantu pencernaan ternak. Limbah organik seperti air bekas cucian piring dan makanan sebaiknya diolah/ ditampung dalam bak penangkap lemak dan memakai sabun ramah lingkungan.

Sampah organik seperti rontokan daun, buah dan bunga bisa digunakan sebagai pupuk kompos dengan cara ditampung dalam takakura atau dimasukkan dalam kotak-kotak agar proses pengkomposan berjalan baik. Pupuk kompos bisa juga menjadi pengganti pupuk kimia dan menjadi alternatif bisnis rumahan yang menjanjikan.

3. Gunakan sampah dan sisa barang yang masih dapat digunakan. 
Beberapa jenis barang masih bisa dipakai dan digunakan kembali, seperti benda-benda dibawah ini

  • Kertas bekas untuk digunakan sebagai pembungkus atau bahan kerajinan
  • Plastik bekas pembungkus untuk digunakan kembali
  • Kaleng bekas cat, makanan dan sebagainya bisa digunakan sebagai pengganti pot tanaman. 
  • Keramik pecah dari bekas bongkaran rumah bisa dimanfaatkan untuk mozaik keramik pecah
  • botol dan gelas yang berbentuk bagus tapi sudah retak bisa digunakan untuk wadah alat tulis atau benda lainnya
  • kayu bekas bisa dipakai untuk keperluan lain, misalnya membuat kerajinan.
  • Ada pula orang-orang kreatif yang membuat tas, aksesoris, pelapis sandal, dan sebagainya dengan bahan plastik pembungkus seperti plastik Rin*o, SoK*in, kotak susu, pembungkus makanan ringan, dan lain-lain.

4. Di setiap rumah, dengan kelengkapan kamar mandi dan kloset, harus dilengkapi dengan septic tank, yaitu tangki penampung limbah cair dari kloset. Limbah ini disebut ‘black water’ dalam dunia arsitektur dimana harus diolah dahulu agar lebih ramah lingkungan sebelum dialirkan kedalam sumur resapan. Di beberapa kota kebijakan pemerintah daerah tentang peresapan air berbeda, ada yang semua air dari limbah rumah harus masuk ke sumur resapan air, ada pula yang hanya dari septic tank saja. Intinya, limbah cair harus dikelola agar tidak membebani lingkungan, yaitu dengan menyediakan sumur resapan agar air limbah yang sudah diolah atau air hujan bisa diresapkan kembali ke tanah dan tidak masuk ke saluran kota.

Barangkali masih banyak lagi yang bisa kita lakukan dan belum tercantum dalam artikel diatas. Berminat untuk menambahkan?

Managing garbage and household waste
When we dispose of litter, or do not think from now on how to manage waste from inside our house, maybe the impact is not too soon we feel, but we will add to burden the city with the trash we generate. To manage waste in both houses are as follows:

1. Management of plastic waste, paper and household
Before taking out the trash in plastic bags are not clear, we can help by separating the first solid waste in accordance with the type of waste, whether plastic, paper, metal, or other. Separate the plastic bags that are different, because the garbage man you’d be happier if you split up like that, it means garbage will not be mixed with food scraps and other garbage and thrown into a place more easily recycled. Let me remind, you will not directly benefit both economically (money) or anything, but it helps to separate in the early stages. This is because the waste management in our country do not know about the separation of waste from discarded from households.

2. Manage organic waste and food scraps.
People and the antiquity of the village people (even in my mother’s house there is still this way) to dig holes around their home areas to dispose of organic waste and food scraps. Garbage is disposed in the hole to land again with soil covering, if thats full. After a while it will decompose organic waste. I remind you again, this certainly was not easy, especially for those who do not like to see or smell of garbage and therefore this is a moral sacrifice, especially if the land your home is not much rest. Place this hole in the corner of your yard.

Organic waste and food scraps can also be processed into fertilizer and animal feed, due to possible development of wastewater treatment and organic waste to produce bacterial decomposition of food to help digestion of cattle. Organic waste such as excess water washing dishes and food should be processed / stored in the fat catcher vessel and environmentally friendly soap.

Rontokan organic waste such as leaves, fruits and flowers can be used as compost in a way is collected in Takakura or put in boxes so that the composting process going well. Compost can also be a substitute for chemical fertilizers and become a promising alternative to home-based business.

3. Use of waste and waste products can still be used.
Some types of goods can still be used and reused, such as the following items

  • Waste paper for use as wrapping or craft materials
  • Plastic wrappers for reuse
  • Paint cans, food and so forth can be used instead of potted plants.
  • Ceramics broke away from his former house demolition can be used for mosaic tiles broken
  • bottles and well-shaped glass cracked but can be used for stationary containers or other objects
  • former wood can be used for other purposes, such as making handicrafts.
  • There are also creative people who make handbags, accessories, linings, slippers, etc. with plastic materials such as plastic wrap Rin * o, Sok * ins, milk boxes, snack wrappers, and others.

4. In each house, with complete bathroom and toilet, must be equipped with a septic tank, ie tank liquid waste from the toilet. This waste is called ‘black water’ in the world of architecture which must first be processed to make it more environmentally friendly before then flowed into the well recharge area. In some cities local government policy regarding water infiltration is different, there is all the water from the municipal waste must be signed in to recharge well water, some are just from septic tanks only. In essence, wastewater must be managed so as not to burden the environment, namely by providing recharge to wells treated waste water or rain water can be absorbed back into the ground and not into the city canal.

Perhaps there are still many more we can do and not listed in the article above. Interested to add?
________________________________________________
written by Probo Hindarto
sumber gambar:
– Google
– KSM 3R Belajar Mengelola Sampah, oleh Departemen PU

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Banjir dan sampah. Bagaimana menanganinya? / Flood and garbage waste

astudioarchitect.com Banjir, banjir, banjir…. terutama di kota besar seperti Jakarta, banjir selalu mengintai. Kegiatan terganggu, sampah meluap bersama air, penyakit mewabah dan menunjukkan kondisi lingkungan yang tidak sehat. Mungkin sebelum bencana membawa banyak korban jiwa, perhatian pada masalah satu ini kurang diberikan. Luangkan waktu untuk tahu dan berpikir: Apa yang bisa kita lakukan?

Google search: banjir

Flood, floods, floods …. especially in big cities like Jakarta, flooding is always lurking. Activity is interrupted, trash overflowing with water, disease outbreaks and showed unhealthy environmental conditions. Maybe before the disaster took heavy casualties, attention to this problems this one is less given. Take time to know and think: What can we do?

Permasalahan sampah penyebab banjir.
Banjir merupakan akibat dari tidak seimbangnya pembuangan air sungai ke laut serta berbagai faktor lainnya. Makin hilangnya hutan akibat pembangunan dan peruntukan lahan hijau yang dijual untuk permukiman, mall, dan sebagainya tidak terkendali di negara kita. Air hujan tidak bisa meresap ke tanah karena tidak ada tanah yang bisa meresapkan air, menggerus tanah daratan dan masuk ke sungai, menjadikan pendangkalan sungai. Bila pemerintah daerah terus membiarkan lahan hijau dibeli oleh investor agar dirubah menjadi mall dan perumahan, maka area resapan air makin berkurang. Ini bukan tanpa motif ekonomi karena oknum pemerintah daerah mendapatkan ‘tambahan penghasilan’ atau ‘dana kampanye’ bila meluluskan proyek mall, perumahan atau area komersial diatas lahan hijau. Terlebih karena lahan makin mahal dan lahan hijau serta taman kota adalah satu-satunya lahan kosong yang masih ada di kota.

Sungai yang makin dangkal ditambah dengan banyaknya orang membuang sampah di sungai adalah pemandangan sehari-hari yang memprihatinkan, tapi selalu berulang karena kesadaran agar tidak membuang sampah pada tempatnya juga rendah. Bila sampah menumpuk di aliran sungai bisa menyumbat saluran air yang mengakibatkan banjir. Tidak hanya itu, sistem pengelolaan sampah di negara kita masih carut marut, sehingga sampah tidak dikelola dengan sistem daur ulang yang baik. Padahal daur ulang sampah bisa menghasilkan pendapatan daerah bila dikelola dengan baik. Entrepreneur yang berorientasi modern tidak perlu malu membuat sistem bisnis pengelolaan sampah daur ulang jika itu menghasilkan. Mungkin pemerintah perlu dibantu oleh pengelola sampah swasta.

Pengolahan sampah dengan memisahkan jenis sampah dimulai dari skala rumah tangga

Bayangkan bila botol bekas misalnya, bisa didaur ulang menjadi bahan gelas yang bisa dibuat produksi benda-benda seperti pajangan, kerajinan, dan sebagainya. Sampah kertas bisa didaur ulang menjadi produk kerajinan yang bisa menghasilkan mata pencaharian baru, dan dijual menghasilkan devisa. Mengelola sampah secara terintegrasi bisa menjadi ‘bisnis’ yang menarik bagi para entrepreneur.

Anak sekolah diajari bagaimana mengolah sampah dalam proses daur ulang kreatif.

Kesadaran akan mengelola sampah dan limbah adalah kesadaran umum yang perlu ditanamkan sejak masih sekolah, karena itu perlu adanya pendidikan khusus tentang lingkungan dan sampah dalam sistem pendidikan kita, tidak hanya teori, tapi juga praktek bagaimana mengelola sampah dalam skala diri sendiri dan rumah tangga. Kesadaran ini akan dibawa oleh anak sekolah hingga mereka dewasa dan hidup di masyarakat.

Dalam skala rumah tangga, kita perlu memikirkan bagaimana sampah dibuang, bila perlu, kita membantu untuk membuat sistem daur ulang sampah dan limbah yang terintegrasi dalam area rumah.

Garbage problem cause flooding.
Floods are the result of unbalanced water drainage rivers to the sea as well as various other factors. The more loss of forest due to development on reserved city forest that were sold for housing, malls, and others so out of control in our country. Rainwater can not soak into the ground because there is no land that can absorb water, land and soil eroded into the river, making the river silting. If local governments continue to let city forest land to be purchased by investors in order to be converted into malls and housing, then it will diminish the water catchment area. This is not without economic motive because unscrupulous local governments get ‘extra income’ or ‘campaign fund’ when they pass the lisence for mall project, residential or commercial area on green land or city forests. Especially because the more expensive land and city forest and city parks are the only vacant land that is still in town.

Decreasing depth of the river plus the number of people throw garbage in the river is a daily sight of concern, but always repeated because of the awareness in order not to dispose of waste in place is also low. When garbage piled up in the flow of the river can clog waterways that lead to flooding. Not only that, the waste management system in our country is still tangled, so that the waste is not managed with a good recycling system. Though recycling can generate local income if managed properly. Modern-oriented entrepreneur who is not to be ashamed to make the waste management business system if it produces recycled. Maybe the government should be assisted by a private waste management.

Imagine when the used bottles for example, can be recycled into materials that could be made production of glass objects such as ornaments, handicrafts, and so forth. Paper waste can be recycled to produce handicrafts that can generate new livelihoods, and sold to produce income. Integrated waste management can be a ‘business’ of interest to entrepreneurs.

Awareness of waste management and waste is a perlu umum awareness inculcated since the school was, why it needs khusus education about the environment and waste in our educational system, not just theory, but also practice how to manage waste in the scale of self and household. This awareness will be carried by school children until they are adults and live in the community.

In a household scale, we need to think about how rubbish discarded, if necessary, we help to create a system of waste recycling and integrated waste in the home area.

Mengelola sampah dan limbah rumah tangga
Bila kita membuang sampah sembarangan, atau tidak berpikir mulai sekarang bagaimana mengelola sampah dari dalam rumah kita, mungkin dampaknya tidak terlalu cepat kita rasakan, tapi kita akan menambah beban kota dengan sampah yang kita hasilkan. Untuk mengelola sampah yang baik dalam rumah adalah sebagai berikut:

1. Kelola sampah plastik, kertas dan rumah tangga
Sebelum membuang sampah dalam kantong-kantong plastik secara tidak jelas, kita bisa membantu dengan memisahkan sampah terlebih dahulu sesuai dengan jenis sampah, apakah sampah plastik, kertas, metal, atau lainnya. Pisahkan dalam kantong plastik yang berbeda, karena tukang sampah Anda akan lebih senang bila Anda memisahkan seperti itu, artinya sampah tidak akan bercampur dengan sisa makanan dan sampah lainnya dan lebih mudah dilempar ke tempat daur ulang. Saya ingatkan, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan secara langsung baik secara ekonomis (uang) ataupun apapun, tapi ini membantu memisahkan dalam tahap awal. Ini karena pengelolaan sampah di negeri kita belum mengenal pemisahan sampah sejak dibuang dari rumah tangga.

2. Kelola sampah organik dan sisa makanan.

Orang jaman dahulu dan orang-orang desa (bahkan di rumah ibu saya masih ada cara ini) menggali lubang disekitar area rumah mereka untuk membuang sampah organik dan sisa makanan. Sampah ini dibuang dalam lubang tanah ini untuk diurug lagi dengan tanah bila dirasa sudah penuh. Setelah beberapa lama sampah organik ini akan terurai. Saya ingatkan lagi, tentunya ini bukan hal mudah terutama bagi Anda yang tidak suka melihat sampah atau bau dan karena itu ini adalah sebuah pengorbanan secara moral, terutama bila lahan rumah Anda tidak banyak sisanya. Tempatkan lubang ini di pojok halaman rumah Anda.

Sampah organik dan sisa makanan juga bisa diolah menjadi pupuk dan makanan ternak, karena ada kemungkinan dikembangkan pengolahan limbah dan sampah organik untuk menghasilkan bakteri pengurai makanan untuk membantu pencernaan ternak. Limbah organik seperti air bekas cucian piring dan makanan sebaiknya diolah/ ditampung dalam bak penangkap lemak dan memakai sabun ramah lingkungan.

Sampah organik seperti rontokan daun, buah dan bunga bisa digunakan sebagai pupuk kompos dengan cara ditampung dalam takakura atau dimasukkan dalam kotak-kotak agar proses pengkomposan berjalan baik. Pupuk kompos bisa juga menjadi pengganti pupuk kimia dan menjadi alternatif bisnis rumahan yang menjanjikan.

3. Gunakan sampah dan sisa barang yang masih dapat digunakan. 
Beberapa jenis barang masih bisa dipakai dan digunakan kembali, seperti benda-benda dibawah ini

  • Kertas bekas untuk digunakan sebagai pembungkus atau bahan kerajinan
  • Plastik bekas pembungkus untuk digunakan kembali
  • Kaleng bekas cat, makanan dan sebagainya bisa digunakan sebagai pengganti pot tanaman. 
  • Keramik pecah dari bekas bongkaran rumah bisa dimanfaatkan untuk mozaik keramik pecah
  • botol dan gelas yang berbentuk bagus tapi sudah retak bisa digunakan untuk wadah alat tulis atau benda lainnya
  • kayu bekas bisa dipakai untuk keperluan lain, misalnya membuat kerajinan.
  • Ada pula orang-orang kreatif yang membuat tas, aksesoris, pelapis sandal, dan sebagainya dengan bahan plastik pembungkus seperti plastik Rin*o, SoK*in, kotak susu, pembungkus makanan ringan, dan lain-lain.

4. Di setiap rumah, dengan kelengkapan kamar mandi dan kloset, harus dilengkapi dengan septic tank, yaitu tangki penampung limbah cair dari kloset. Limbah ini disebut ‘black water’ dalam dunia arsitektur dimana harus diolah dahulu agar lebih ramah lingkungan sebelum dialirkan kedalam sumur resapan. Di beberapa kota kebijakan pemerintah daerah tentang peresapan air berbeda, ada yang semua air dari limbah rumah harus masuk ke sumur resapan air, ada pula yang hanya dari septic tank saja. Intinya, limbah cair harus dikelola agar tidak membebani lingkungan, yaitu dengan menyediakan sumur resapan agar air limbah yang sudah diolah atau air hujan bisa diresapkan kembali ke tanah dan tidak masuk ke saluran kota.

Barangkali masih banyak lagi yang bisa kita lakukan dan belum tercantum dalam artikel diatas. Berminat untuk menambahkan?

Managing garbage and household waste
When we dispose of litter, or do not think from now on how to manage waste from inside our house, maybe the impact is not too soon we feel, but we will add to burden the city with the trash we generate. To manage waste in both houses are as follows:

1. Management of plastic waste, paper and household
Before taking out the trash in plastic bags are not clear, we can help by separating the first solid waste in accordance with the type of waste, whether plastic, paper, metal, or other. Separate the plastic bags that are different, because the garbage man you’d be happier if you split up like that, it means garbage will not be mixed with food scraps and other garbage and thrown into a place more easily recycled. Let me remind, you will not directly benefit both economically (money) or anything, but it helps to separate in the early stages. This is because the waste management in our country do not know about the separation of waste from discarded from households.

2. Manage organic waste and food scraps.
People and the antiquity of the village people (even in my mother’s house there is still this way) to dig holes around their home areas to dispose of organic waste and food scraps. Garbage is disposed in the hole to land again with soil covering, if thats full. After a while it will decompose organic waste. I remind you again, this certainly was not easy, especially for those who do not like to see or smell of garbage and therefore this is a moral sacrifice, especially if the land your home is not much rest. Place this hole in the corner of your yard.

Organic waste and food scraps can also be processed into fertilizer and animal feed, due to possible development of wastewater treatment and organic waste to produce bacterial decomposition of food to help digestion of cattle. Organic waste such as excess water washing dishes and food should be processed / stored in the fat catcher vessel and environmentally friendly soap.

Rontokan organic waste such as leaves, fruits and flowers can be used as compost in a way is collected in Takakura or put in boxes so that the composting process going well. Compost can also be a substitute for chemical fertilizers and become a promising alternative to home-based business.

3. Use of waste and waste products can still be used.
Some types of goods can still be used and reused, such as the following items

  • Waste paper for use as wrapping or craft materials
  • Plastic wrappers for reuse
  • Paint cans, food and so forth can be used instead of potted plants.
  • Ceramics broke away from his former house demolition can be used for mosaic tiles broken
  • bottles and well-shaped glass cracked but can be used for stationary containers or other objects
  • former wood can be used for other purposes, such as making handicrafts.
  • There are also creative people who make handbags, accessories, linings, slippers, etc. with plastic materials such as plastic wrap Rin * o, Sok * ins, milk boxes, snack wrappers, and others.

4. In each house, with complete bathroom and toilet, must be equipped with a septic tank, ie tank liquid waste from the toilet. This waste is called ‘black water’ in the world of architecture which must first be processed to make it more environmentally friendly before then flowed into the well recharge area. In some cities local government policy regarding water infiltration is different, there is all the water from the municipal waste must be signed in to recharge well water, some are just from septic tanks only. In essence, wastewater must be managed so as not to burden the environment, namely by providing recharge to wells treated waste water or rain water can be absorbed back into the ground and not into the city canal.

Perhaps there are still many more we can do and not listed in the article above. Interested to add?
________________________________________________
written by Probo Hindarto
sumber gambar:
– Google
– KSM 3R Belajar Mengelola Sampah, oleh Departemen PU

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Desain TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) konsultasi gratis di Sindo

astudioarchitect.com Assalamualaikum, rubrik konsultasi gratis Seputar Indonesia kemarin memuat desain ini. Pada konsultasi desain arsitektur kali ini saya tidak membahas desain rumah seperti biasanya, tapi membahas tentang desain TPQ (Taman Pendidikan Qur’an). Desain ini saya buat berdasarkan permintaan dari seseorang yang tidak mau disebut nama maupun tempat pendirian TPQ ini, yang merupakan lahan seluas 3×20 meter disamping sebuah rumah yang cukup besar, yang diwaqafkan (diberikan untuk tempat ibadah). Bila Anda memiliki lahan serupa dan ingin mewaqafkan untuk kepentingan bersama di lingkungan Anda, insya Allah desain ini bisa memberikan inspirasi.

desain TPQ
desain TPQ

denah lantai 1

denah lantai 2

Untuk desain bangunan, saya membuat sebuah gapura di bagian depan dengan ciri khas Islami yaitu unsur lengkung dan miniatur minaret yang tentunya sudah memberikan informasi dari depan bahwa bangunan ini merupakan bangunan islami. Sementara itu, beberapa bagian dari bangunan seperti garis profil diberi warna hijau yang merupakan warna yang sering diasosiasikan dengan warna Islami.

Semoga pembangunan berjalan lancar dan memberikan inspirasi bagi Anda di bulan puasa ini.
Wassalamualaikum
 ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Desain TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) konsultasi gratis di Sindo

astudioarchitect.com Assalamualaikum, rubrik konsultasi gratis Seputar Indonesia kemarin memuat desain ini. Pada konsultasi desain arsitektur kali ini saya tidak membahas desain rumah seperti biasanya, tapi membahas tentang desain TPQ (Taman Pendidikan Qur’an). Desain ini saya buat berdasarkan permintaan dari seseorang yang tidak mau disebut nama maupun tempat pendirian TPQ ini, yang merupakan lahan seluas 3×20 meter disamping sebuah rumah yang cukup besar, yang diwaqafkan (diberikan untuk tempat ibadah). Bila Anda memiliki lahan serupa dan ingin mewaqafkan untuk kepentingan bersama di lingkungan Anda, insya Allah desain ini bisa memberikan inspirasi.

desain TPQ
desain TPQ

denah lantai 1

denah lantai 2

Untuk desain bangunan, saya membuat sebuah gapura di bagian depan dengan ciri khas Islami yaitu unsur lengkung dan miniatur minaret yang tentunya sudah memberikan informasi dari depan bahwa bangunan ini merupakan bangunan islami. Sementara itu, beberapa bagian dari bangunan seperti garis profil diberi warna hijau yang merupakan warna yang sering diasosiasikan dengan warna Islami.

Semoga pembangunan berjalan lancar dan memberikan inspirasi bagi Anda di bulan puasa ini.
Wassalamualaikum
 ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah Jadul tapi menawan :) / interesting old houses

astudioarchitect.com Biasanya bila sesorang sudah menyukai gaya arsitektur tempo dulu, dia akan menjadi cukup fanatik terhadap jenis arsitektur yang satu ini. Karena itu desain rumah yang dibangun juga akan dipengaruhi oleh kesukaan tersebut. Konsep bangunan gaya Belanda merupakan jenis arsitektur ‘modern’ pada jamannya yang mengetengahkan bentuk khas Eropa terutama Belanda yang terpengaruh misalnya oleh arsitektur Art Deco. Jenis arsitekturnya banyak menggunakan lis profil sebagai permainan dekorasi pada dinding. Bentuk jendela besar-besar dan seragam serta bangunan yang terasa ‘dingin’ karena plafon dan atapnya yang tinggi.

Rumah Kolonial Belanda jaman dahoeloe masih menarik dan sangat elegan.
Rumah seperti ini bercitarasa sangat tinggi dan bisa digunakan untuk
alih fungsi menjadi restoran atau resto kualitas tinggi.

Usually if a user has liked the architectural style of the past, he will become quite fanatical about this one type of architecture. Because of that the design of houses built by the person will also be influenced by such preferences. The concept of the Dutch-style building is a type of architecture ‘modern’ era, describing the typical forms of Europeans, especially the Dutch who are affected for example by Art Deco architecture. The use many types of architecture as a profile decorations on the walls can be a strong sign of this style. Form of large windows and the uniformity as well as buildings that seem ‘cool’ because of the high ceiling and roof.

Kelebihan dan kekurangan dari rumah berciri khas tempo doeloe.
Kelebihannya: rumah berciri khas tempo doeloe sangat otentik dan tidak bisa disamakan dengan rumah-rumah model sekarang, karena memiliki nilai sejarah. Gaya arsitekturnya merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu yang bisa diasosiasikan juga dengan simbol kemewahan pada jaman sekarang. Disamping itu para Meneer Belanda memang punya perhatian pada iklim tropis sehingga lambat laun mengadaptasi arsitektur tropis pada bangunan. Biasanya bangunan-bangunan ini temperatur didalamnya sangat sejuk meskipun tanpa AC, hal ini adalah hasil dari memperhatikan potensi iklim tropis. Kekurangannya: bangunan gaya kolonial tidak selalu bisa diterima oleh semua kalangan.

Konstruksi jaman belanda untuk atap masih digunakan pada sebagian besar
rumah tinggal terutama di daerah Jawa. 

Ciri bangunannya biasanya tinggi proporsinya, luas dan memperhatikan jarak yang baik untuk hidup dengan nyaman. Dewasa ini banyak orang tidak lagi memperhatikan kenyamanan dari segi penataan ruang karena lahan yang terbatas, karena itu kita bisa belajar dari rumah-rumah tempo dulu tersebut. Bentuk atap biasanya tinggi menjulang, lebih dari 35 derajat, bahkan hingga 45 derajat kemiringannya. Ada pula yang lebih dari itu. Semua itu membuat proporsi atap yang tinggi dan ruangan dibawah atap yang lebih dingin. Bentuk bangunannya biasanya denahnya kotak, ada pula yang heksagonal dan oktagonal. Contohnya bangunan2 kolonial di Bandung.

Desain Interiornya.
Di bagian interiornya, sangat konsisten. Belanda biasa menggunakan tegel yang dibuat pengrajin dengan motif yang menarik. Hal ini sudah jarang lagi ditemui. Model desain interior bisa dipadukan dengan mengadaptasi bentuk jendelanya, atapnya, atau lis profilnya. Pada dasarnya rumah jaman sekarang juga menggunakan banyak teknologi bangunan hasil pendinggalan Belanda. Malahan bangunan Belanda banyak yang bertahan hingga saat ini karena konstruksinya bagus sekali. Agar pas tentunya harus melalui proses desain yang baik. Contohnya, biasanya bentuk jendela seragam di semua bagian rumah.

Interior Jadoel tapi menawan 🙂

Some aspects of old style houses.
The advantages: of old style houses is distinctively that it is very authentic and can not be equated with nowadays models of houses, because it has historical value. The architectural style is a symbol of luxury on the antiquity of which can be associated also with a symbol of luxury in our own times. Furthermore, the Dutch Meneer did have attention on tropical climate so slowly adapting tropical architecture in buildings. Usually these buildings is very cool inside temperature even without AC, this is the result of attention to the potential for a tropical climate. The downside: the colonial-style buildings can not always be accepted by all circles.

Features of the building is usually a high proportion, nice designed area and with a good distance from the street to live comfortably. Today many people no longer pay attention to comfort in terms of spatial planning because land is limited, therefore we can learn from the houses. Roof forms are usually high-rises, more than 35 degrees, even up to 45 degrees slope. There are also more than that. All that makes a high proportion of the roof and the room under the roof of the cooler. Form of the building is usually the schematics of the box, some are hexagonal and octagonal. Examples of colonial bangunan2 in Bandung.

The interior design.
In the interior, very consistent. Dutch tiles made regular use craftsmen with an interesting motif. This has been rarely seen anymore. The model can be combined with interior design to adapt the form of windows, roof, or profile lines. Basically, today’s house building technology also uses many Dutch construction system. In fact the Dutch buildings may stood until now because the construction are excellent. To fit the course should be through a process of good design. For example, usually forms the windows uniform in all parts of the house.

Dekorasi khas bangunan Belanda tempoe doeloe

jenis arsitektur Mediterania dan klasik juga
mirip-mirip dalam beberapa segi seperti
penggunaan lis profil untuk dekorasi dinding.

Unsur-unsur dekorasi dari bangunan tempo dulu masih relevan diterapkan di jaman sekarang misalnya lis dekorasi profil dinding, lapisan dinding batu ekspos pada bagian bawah dinding, dan sebagainya. Furniture yang ada waktu jadul juga dipengaruhi oleh arsitektur yang berkembang saat itu yaitu de stijl, art noveau, art deco, dan sebagainya. Masing-masing punya ciri khas desain misalnya de stijl mirip gaya arsitektur modern minimalis saat ini. Art Noveau menggunakan hiasan gaya sulur. Sedangkan Art Deco banyak menggunakan unsur garis-garis sebagai dekorasi.

Warna yang digunakan biasanya standar putih, abu-abu dan hitam. Tapi saat ini banyak juga yang dicat dengan warna ‘ngejreng’. Saat ini banyak desain tempo dulu berdampingan dengan gaya arsitektur saat ini. Karena banyaknya jenis arsitektur dan dekorasi interior, banyak mix and match yang dilakukan pemilik rumah. Biasanya jenis furniture yang sesuai untuk rumah gaya jadul adalah jenis furniture modern era tahun 70an-80an. Pada era ini biasanya arsitektur jenis Jengki yang berkembang. Tapi bisa juga menggunakan furniture dengan gaya sebelum itu seperti gaya DeStijl atau Art Deco.

Decorating typical Dutch building from “tempoe doeloe”
Decorative elements of buildings long ago is still relevant today applied in profile for example wall decor, exposed stone wall layer at the bottom of the wall, and so forth. Existing furniture of the old time is also influenced by the architecture that developed when it is de Stijl, noveau art, art deco, and so forth. Each has distinctive design features such as de Stijl-like style of minimalist modern architecture today. Art Noveau use of spiral decoration style. While many uses elements of Art Deco lines as decoration.

The standard colors used are usually white, gray and black. But now many are painted with vivid colors. Today many former design side by side with the current architectural style. Because of the wide variety of architecture and interior decoration, many mix and match occured by the home owner. Usually the type of furniture that is suitable for home ‘jadul’ style is the kind of modern furniture of 70s-80s era. But it could also use the furniture in the style before it was like DeStijl or Art Deco style.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.