Category Archives: pustaka buku rumah

Kreatif dan Dinamis dengan Batu Alam [buku]

astudioarchitect.com Pustaka Buku Google play books adalah sarana untuk mendapatkan buku yang bisa dibuka melalui tab atau bahkan smartphone dengan layar yang cukup besar. Anda bisa membuka Google Play Books lewat aplikasi Google Play di Android. Dewasa ini membeli buku secara online untuk dibaca melalui tab jadi lebih mudah karena Google memberikan kemudahan untuk membeli buku dengan pulsa. Caranya adalah dengan membeli melalui paket pulsa Telkomsel. Nah, disini saya ingin mengulas tentang salah satu buku yang dijual di Google Play Books. Kreatif & Dinamis dengan Batu Alam, judulnya. Ditulis oleh Tim Penulis Griya Kreasi. Buku ini mengulas banyak batu alam dari mulai proses mendapatkannya, hingga ke pemasangannya. Desain rumah-rumah di Indonesia banyak menggunakan elemen batu alam sebagai penghias, karena unsur batu alam memiliki estetika yang tidak tergantikan, dan juga ketahanannya terhadap cuaca.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

KUTIPAN:

Datanglah ke showroom-showroom yang memamerkan beragam jenis batu alam. Disana banyak pilihan, ada yang berpenampilan unik, menarik, dan lain-lain. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatiikan antara lain jenis batu, keserasian dengan rumah, anggaran biaya, bahan pendukung, dan kreativitas.

A. Perhatikan sifat batu
Batu yang dipajang di showroom showroom terdiri dari berbagai jenis, ukuran,d an harga. Penampilan unik dengan warna alam yang memesona, lebih menarik minat pemilik bangunan sebagai elemen bangunan. Rumah, ruko, rukan, hotel, vila, hingga gedung gedung bertingkat seolah berlomba lomba mempercantik diri dengan barisan dan tempelan batu alam. Akan tetapi, masih pemilik bangunan yang salah kaprah mengaplikasikan batu alam. Sehingga terkesan sembrono. Itu tidak berarti salah. Namun, jika dicermati akan timbul masalah akibat ketidakpahaman tentang batu alam.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Secara kasat mata memang sangat menarik memasang batu alam sesuai keinginan, tetapi pikirkan lagi beberapa hal yang mungkin terjadi kedepannya. Yang perlu diperhatikan antara lain daya tahan, biaya perawatan, dan lain-lain. Jangan hanya karena batu berwarna ngejreng menarik atau hanya mengikuti tren yang ada.

Dalam memilih batu alam yang perlu diperhatikan pertama kali adalah sifat batu tersebut, Solid atau non solid. Batu yang bersifat solid umumnya untuk elemen eksterior maupun interior. Batu jenis itu sifat fisiknya padat, kuat, keras, dan tidak mudah patah. Batuan itu juga tidak menyerap air karena tidak mempunyai pori-pori, atau bersifat porositas. Keunggulan lainnya batu solid tidak mudah berlumut karena tidak ada ruang untuk air dari udara masuk, sehingga sesuai untuk elemen eksterior. Contoh dari batu Solid yaitu batuan beku dan batuan malihan (metamorf). Yang termasuk di dalam jenisnya yaitu andesit, pacitoroso dan lain-lain.

Batu non Solid lebih cocok sebagai elemen interior dan elemen yang tidak terkena matahari secara langsung. Sifatnya yang porositas lembut dan mudah patah membuat batuan yang sulit mudah dibentuk. Bahkan ada yang menjadikan ornamen atau relief seperti batu Candi dan paras Jogja. Sifat porositas menyebabkan air mudah terserap dan udara masuk. Itu sebabnya gampang berlumut.

Umumnya batu nonsolid cerah dan menarik sehingga penghuni rumah kerap condong memasang sebagai elemen eksterior. Hal tersebut sah-sah saja asalperlu perlakuan khusus seperti dicoating. Sebab batu non solid tidak tahan terhadap kondisi cuaca yang ekstrim. Contoh batu non solid adalah batuan sedimen, antara lain Batu Paras Jogja, Kebumen, Palimanan, paras Taro dan lain-lain.

B. Serasikan dengan gaya rumah 
Pemilihan batu alam harus disesuaikan dengan tema atau gaya rumah. Bangunan bergaya minimalis sebaiknya menggunakan batu alam berwarna kalem tekstur polos, sehingga terlihat menyatu dengan gaya bangunan, misalnya batu andesit, Purwakarta dan salagedang. Pola pemasangan yang terkesan rapi dan simple seperti susun sirih, bujursangkar, kombinasi dan lurus sangat cocok untuk rumah bergaya minimalis.

Bangunan bergaya Eropa klasik atau Mediterania sebaiknya menggunakan batu alam yang bersifat semi formal dan terkesan elegan tapi kokoh, misalnya Batu pacitoroso, Bali Palimanan dan paras Jogja.
Bangunan bergaya tropis sebaiknya menggunakan batu alam dengan pola pemasangan yang terlihat fleksibel dan tidak kaku seperti pola koboi Bandung dan pola acak. Untuk batu alam nya di pilih warna yang kalem atau gelap seperti batu andesit Purwakarta, salagedang dan lain-lain.

Bangunan bergaya tradisional modern sebaiknya menggunakan bahan batu alam yang mempunyai sifat lebih alami seperti batu kali belah, candi belah, salagedang, Purwakarta dan bronjol pelabuhan. Batu-batu tersebut dapat disusun secara acak agar terlihat alami.

C. Sesuaikan dengan anggaran yang tersedia 
Harga batu alam bervariasi. Semakin Solid batu alam harga kian tinggi berkisar antara Rp55.000 sampai dengan rp170.000 per m2. Ini belum termasuk upah pemasangan dan transportasi. Namun banyak showroom batu alam yang menawarkan paket harga. Biasanya paket tersebut sudah termasuk batu alam, biaya pemasangan dan ongkos kirim. Harga bervariasi mulai dari Rp300.000 sampai dengan Rp800.000. Jenis batu dan pola pemasangan menentukan tinggi rendahnya harga yang ditawarkan. Untuk itu jika hendak membeli batu alam terlebih dahulu jika dana terbatas, kombinasikan batu alam yang mahal dan yang ekonomis.

D. Cermati bahan-bahan yang digunakan. 
Bahan-bahan yang dimaksud adalah bahan selain batu alam seperti adonan atau spesi, Coating dan ornamen. Pemilihan adonan atau spesi menentukan kualitas pemasangan batu alam. Saat ini banyak dijumpai semen khusus untuk adonan atau spesi. Memang harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan menggunakan semen biasa dan pasir pada perbandingan 1 banding 3. Namun dengan semen khusus hasil akan lebih. Batu tidak mudah terlepas dari bidang. Di samping itu ada yang perlu diperhatikan, yaitu Seberapa luas bidang yang akan dipasangi batu alam. Jika bidangnya dianggap terlalu luas sebaiknya semen dan pasir 1 banding 3. Jika bidangnya sempit, bisa menggunakan semen khusus. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat harga semen khusus lebih mahal.

Penggunaan Coating bertujuan sebagai aksesori dan pelindung batu alam dari cuaca tidak menentu. Untuk elemen interior sebaiknya tidak perlu di coating. Sedangkan untuk elemen eksterior perlu dicoating. Saat ini tersedia berbagai macam merk coating di pasaran. Peminat batu alam tinggal memilih glossy atau doff.

Ornamen relief tidak mesti digunakan namun bagi seseorang yang memiliki jiwa seni tinggi aplikasi ornamen pada batu alam menjadi penting. Biasanya ornamen dipasang pada bidang yang luas sehingga tidak terkesan monoton. Bentuk ornamen bermacam-macam seperti flora fauna, pemandangan, relief dan abstrak. Ornamen dengan berbagai macam bentuk itu biasanya terbuat dari batu paras Jogja.

KLIK DISINI untuk preview buku
dalam Google Books

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

7 Arsitek Indonesia

astudioarchitect.com Secara umum buku ini memuat karya dari tujuh arsitek yang dianggap mewakili suatu generasi arsitek baru yang dimaksud oleh penulis, tampaknya ‘baru’ merupakan suatu pembeda untuk paradigma ber-arsitektur yang sudah ada sebelumnya, dimaksudkan oleh Peter dan Murni. Apakah yang berbeda? Jawabannya terlintas pada prakata Murni “Apa sebabnya arsitektur sebagai komponen kebudayaan material sesudah Indonesia merdeka tidak dengan sengaja dibangun atas pengertian dan pengalaman arsitektur tradisional?” Pertanyaan ini sendiri merupakan pertanyaan ‘abadi’ Heinz Frick tentang arsitektur DI Indonesia. Buku ini merupakan buku yang diperuntukkan arsitek dan kalangan akademisi. Meskipun demikian kalangan awam akan dengan mudah menikmati buku ini karena koleksi foto fotonya yang ekstensif dan estetis. Terimakasih pada Peter yang sudah mengirimkan buku ini sehingga bisa saya review.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Buku ini dalam rangka konteks gerakan pencarian arsitektur Indonesia atau arsitektur nusantara (CMIIW), yang belakangan ini cukup santer menjadi perbincangan arsitek Indonesia. Cukup banyak gerakan gerakan yang sama seperti misalnya di Jepang dan di negara lain dimana arsitek arsitek yang pernah mengalami masa masa pencarian jati diri arsitektur yang paling sesuai untuk diterapkan di negaranya. Entah Apakah hal tersebut cukup untuk menggambarkan keinginan pencarian jati diri yang tampaknya benar benar menjadi sebuah topik yang menggelembung di era diskusi yang ekstensif dari era Arsitek Muda Indonesia.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Jawaban pasti tentunya bila dijelaskan oleh penulisnya sendiri. Peter menyebutkan bahwa arsitektur Nusantara tidak perlu dirumuskan dengan tergesa gesa, kesempatan menakar masih terbuka untuk dibicarakan. Murni memilih untuk mengangkat pertanyaan abadi Heinz Frick, sambil berusaha menginspirasi pembacanya.

Lantas, apakah ada generasi yang ‘baru’, ataukah judul merupakan suatu keinginan berbeda dari publikasi yang lain? Karya-karya dalam buku ini bahkan sudah sering beredar didunia arsitektur Indonesia, dalam publikasi maupun media sosial. Jujur sebagian pembaca mungkin sudah pernah melihat sosok sebagian rumah-rumah itu. Membukukannya juga sudah dilakukan penulis-penulis lain dalam fragmen-fragmen pemikiran buku yang lain. Aha, yang berbeda adalah: buku ini ‘memaku dengan kuat’ kata ‘generasi arsitek baru’ itu dengan lebih kuat. Nailed it, kata orang yang berbahasa Inggris.

Kata pengantar dari Prof. Ir. Triatno Yudo Harjoko, M. Sc, Phd, tampaknya ingin membuat penalaran tertentu tentang tanda dan signum berdasarkan pandangan akan kata ‘desain’ yang dianggap lebih metafisik. Beliau mengambil sudut pandang linguistik yang selalu membuat kita senantiasa wow karena begitu dijelaskan, arsitek ‘biasa’ mungkin hanya bisa diam bingung sambil berusaha mengerti teori linguistik yang notabene rumit itu. Sedikit lega Profesor disengaja atau tidak, kemudian menuju ‘bahasa awam’. Profesor banyak menggunakan kata ‘tektonik’ yang berarti lebih dalam dari sekedar ‘bangunan’, ia adalah suatu konsep manifestasi arsitektur yang memiliki lebih banyak muatan hasil pemikiran atau seni.

Membalik satu per satu halaman di dalam buku ini seperti diajak memahami secara langsung apa yang ingin dikatakan dan latar belakang dari pembangunan sebuah rumah. Saya lebih memandang bahwa penulisan dalam buku ini lebih merupakan ‘jembatan’ daripada ‘hadiah baru yang terbungkus rapi’ untuk -seandainya ada- arsitektur Indonesia. Barangkali yang mengagetkan atau dianggap mewakili generasi ‘baru’ adalah bagaimana 7 arsitek tersebut memakai paradigma-paradigma baru hasil pemikiran kritis mereka, contohnya materialitas untuk dieksplorasi sebagai bahan dalam mendesain, dimana kuantitas pemikiran ini hadir dalam skala berbeda-beda. Generasi sebelum arsitek-arsitek dengan paradigma baru ini, bisa jadi terkaget-kaget; singgasana ‘gaya-gaya’ mereka dihanyutkan oleh ‘arus’ atau stream yang nampaknya cukup kuat, lebih mendasar dan beralasan. Meskipun demikian ‘hadiah-hadiah’ itu sudah dibuka perlahan-lahan dalam kurun satu atau lima tahun terakhir. Demikian juga pasar mungkin masih hati-hati untuk mengadopsi paradigma baru ini, kali-kali ini hanya sepenggal epoch yang akan segera tertiup angin.

Hanya ada satu yang bisa mengalahkan mainstream, dia adalah small-stream yang mirip-mirip seperti ini. Secara umum desain-desain dalam buku 7 adalah modern, ada yang sangat modern, dan ada juga yang merepresentasikan jejak tradisi. Bahkan unsur gaya baru seperti gaya industrial juga tampak laksana eklektisism yang ‘biasanya’, the casual eclecticism. Meskipun demikian, ada ‘substance-x‘ yang memang diekstrak dari kekayaan arsitektur dari masa lalu. Sebuah kearifan yang mengalun dinikmati sebagai mellifluous architecture. Buku ini, memang unik, lugas, dan tidak mendayu-dayu. Tidak ada prosa yang terlalu puitis, bahkan penulisnya menunjukkan dengan baik kemampuan deskriptif dan teknis yang mumpuni, khas bahasa insinyur.

Selasa, 18 Agustus 2015.
(to be concluded, saya coba menutupi angka 7 yang tertera di cover buku ini. Saya merasa lebih tercerahkan. Cobalah)

___

Membahas sebuah buku memerlukan pemikiran dan juga biaya untuk mendapatkan buku tersebut. Saya akan sangat berterima kasih apabila anda berkenan untuk menyumbangkan buku atau mengirim buku ke alamat studio agar dapat dibahas sebagai informasi kita bersama. Atau anda juga bisa membelikan saya segelas kopi atau makan siang dengan cara memberikan donasi. Silahkan email atau whatsapp:

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

168 Eksterior rumah pilihan

astudioarchitect.com [pustaka buku] Bagi Anda yang sedang proses untuk merencanakan sebuah rumah, ada baiknya untuk menengok buku pilihan kali ini, yaitu 168 Eksterior rumah pilihan, yang ditulis oleh tim penulis Griya Kreasi. Buku ini menampilkan banyak contoh eksterior rumah yang termasuk pagar, gapura, taman, kolam, carport, fasad, pintu utama, dan jendela.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kutipan:
Sebuah rumah akan sempurna jika terlihat menarik dari luar maupun dari dalam bangunan. Diantara keduanya, tampilan menarik dari luar menjadi yang utama dan dianggap lebih penting. Pemilik rumah seringkali mendahulukan untuk mengolah tampilan luar bangunan dan area disekitarnya daripada mempercantik ruang-ruang dalam. Ini terjadi karena tampilan luar bangunan merupakan bagian pertama rumah yang akan dilihat orang lain, sekalipun orang yang melihat tidak mengenal pemilik rumah. Impresi tersebut setidaknya akan meningkatkan gengsi, kebanggaan, dan harga diri si pemilik rumah.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Segala sesuatu yang termasuk bagian luar bangunan rumah dan area disekitarnya, dikategorikan sebagai eksterior. Adapun kebalikan dari eksterior ada interior, yaitu bagian bagian yang berada didalam rumah. Lalu, apa sajakah yang termasuk dalam kategori eksterior rumah? Jika diamati dari bagian paling depan atau zona pertama maka akan dijumpai pagar, gerbang, dan gapura sebagai elemen eksterior rumah yang pertama. Pada zona kedua akan dijumpai taman, kolam hias, dan carport. Sementara zona ketiga merupakan bagian terluar bangunan yang berupa fasad, atau tampilan muka bangunan.

Zona Pertama, Pemberi Rasa Aman
Pagar, gerbang, dan gapura membentuk kesatuan sebagai elemen pengaman rumah. Selain itu, ketiganya juga berfungsi sebagai pemberi batas yang jelas antara area kaveling rumah dengan area luar kaveling rumah. Meskipun secara fungsi hampir sama, ketiganya ternyata memiliki karakter tersendiri. Pagar berperan sebagai pengaman dan pembatas yang berkarakter masif dan statis. Gerbang memiliki karakter masif dan dinamis sehingga dapat digunakan sebagai entrance (jalan masuk). Sementara gapura cenderung berkarakter estetis karena keberadaannya lebih sebagai penegas posisi gerbang.

Sebagai bagian paling depan dari eksterior rumah, pagar, gerbang, dan gapura harus didesain semenarik mungkin. Kombinasi material bisa menjadi alternatif. Tembok, besi, kayu, hingga batu alam merupakan beberapa material pagar populer yang bisa dijadikan pilihan. Kreativitas mutlak diberikan agar mampu mengombinasikan material material tersebut dengan pas sehingga enak dipandang. Jika memiliki keterbatasan biaya, pagar tembok tampa kombinasi bisa menjadi pilihan, tentunya dengan kreasi detail yang dibuat menarik. Alternatif lain juga bisa menggunakan tanaman sebagai pagar. Aplikasi pagar tanaman akan membuat rumah berkarakter alami. Untuk gerbang, material besi dan kayu menjadi pilihan populer dengan sistem bukaan swing (ayun) maupun sliding (geser). Sementara itu, gapura sebaiknya didesain sedemikian rupa sehingga berkesan agung. Namun, keberadaan gapura pada sebuah rumah bersifat opsional, bukan sesuatu yang harus ada.

https://books.google.co.id/books?id=JfK-CQAAQBAJ&lpg=PA189&dq=eksterior%20rumah%20pilihan&pg=PP1&output=embed

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

50 Indonesian Houses + villas

astudioarchitect.com [pustaka buku] Bagi anda para pemerhati arsitektur dan tentunya bagi para arsitek akan sangat membantu apabila memiliki referensi untuk memperhatikan trend terkini desain rumah. Tidak banyak buku yang berkualitas toko buku yang bisa Anda dapatkan, dimana terdapat profil para arsitek dan karyanya yang termasuk dalam jajaran papan atas arsitek di indonesia. Buku ini dimulai dengan ulasan pengantar oleh imelda akmal tentang mencari kembali rumah Indonesia kini. Tampaknya tidak ada yang lebih mewakili sebuah buku yang bercerita tentang arsitek dan karyanya selain kata pengantar yang menunjukkan mengapa buku ini dibuat. Dalam penghantar tersebut Imelda Akmal mencoba untuk menyoroti tentang sejarah singkat arsitektur modern di indonesia arsitektur rumah indonesia pasca krisis sehingga membentuk jenis jenis arsitektur yang berkembang di Indonesia saat ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Buku ini dibagi menjadi 6 bagian besar yang menunjukkan rumah rumah dengan ukuran atau fasilitas yang berbeda. Jenis jenis rumah tersebut antara lain extra small houses, small houses, medium houses, large houses, extra large houses, serta villa.

Sebagaimana buku buku imelda akmal dance imelda akmal architecture writer yang lain, buku ini juga dihiasi oleh foto foto rumah tinggal dari exterior maupun interiornya sony sanjaya. Dimulai dengan koleksi foto foto karya bangunan rumah yang extra mungil memberikan wawasan kepada kita bagaimana mendesain rumah rumah mungil dengan pendekatan arsitektural yang cukup menarik misalnya linear house yang dirancang oleh arsitek andri feri dimana lokasi rumahnya hanya 70 m2 dengan luas lahan 180 m2 dimana arsitek yang bersangkutan menerapkan konsep arsitektur yang brutal dengan material yang sangat ditonjolkan.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pada bagian medium house misalnya seperti Kunti House merupakan contoh yang menarik untuk tipe bangunan rumah medium dengan arsitektur modern yang memiliki nuansa vernakular. Kebanyakan rumah yang diambil sebagai sample dari buku ini akan rumah rumah dengan gaya arsitektur modern, dimana kunti house merupakan salah satu yang memiliki nuansa vernacular yang cukup kuat. Dibagian lain anda juga bisa menyimak rumah unik karya Agus Samsudin yang merupakan rumah sekaligus kandang kuda yang mungkin bisa membuka mata bahwa rumah pun bisa berfungsi sebagai kandang kuda.

Beberapa contoh karya kategori khusus mungkin bisa menjadi inspirasi bagi anda yang ingin mendesain rumah dengan luas rumah yang besar. Salah satu contoh yang menarik adalah karya denny gondo architect yang mendesign longhouse dengan fasad yang merupakan kisi kisi berfungsi sebagai secondary skin untuk bangunan. Karya karya lain yang merupakan koleksi rumah besar mungkin juga bisa diambil sebagai suatu masukan bagi rumah rumah yang kecil untuk mengambil contoh elemen elemennya.

Pada bagian akhir terdapat desain rumah type villa dimana seluruhnya merupakan proyek yang sudah terbangun jadi dapat dilihat melalui koleksi foto fotonya. Gaya penulisan table book yang sarat dengan foto foto dengan sedikit pengantar konsep desain rumah dibuat oleh arsiteknya sehingga apabila anda menikmati buku ini maka anda akan mendapatkan referensi yang luar biasa banyaknya untuk konsep konsep desain rumah masa kini oleh arsitek indonesia masa kini.

Secara umum apabila anda membeli buku ini kemungkinan besar anda tidak akan merasa kecewa meskipun harga buku yang ditawarkan jauh di atas rata rata buku yang diterbitkan oleh penerbit biasanya. Hal ini tentunya tak lepas dari bahwa untuk penerbitan buku ini saja diperlukan suatu usaha biasa untuk mengumpulkan karya dari banyak arsitek dimana terdapat foto foto yang paling menarik yang dapat diambil untuk sebuah rumah.

Buku ini mungkin masih banyak beredar di toko buku, sehingga mungkin tidak akan kesulitan untuk mendapatkannya karena buku ini sudah agak lama terbitnya. Apabila Anda menginginkannya maka sebaiknya segera mencarinya.
___

Membahas sebuah buku memerlukan pemikiran dan juga biaya untuk mendapatkan buku tersebut. Saya akan sangat berterima kasih apabila anda berkenan untuk menyumbangkan buku atau mengirim buku ke alamat studio agar dapat dibahas sebagai informasi kita bersama. Atau anda juga bisa membelikan saya segelas kopi atau makan siang dengan cara memberikan donasi. Silahkan email atau whatsapp:

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
astudioarchitect.com@gmail.com

© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bali Living; Innovative Tropical Design

astudioarchitect.com Buku yang berjudul bali living innovative tropical design ini mengetengahkan cover yang merupakan karya andra matin dengan kolom kolom luar yang terlihat seperti pohon kamboja. Bali sudah disebut dengan banyak sebutan misalnya surga tropis, pulau dewa, namun belum pernah disebut dalam kata kata seperti urban. Konflik organisasi pulau dengan lalu lintas yang sibuk yang saat ini makin relevan. Banyak penulis yang menuliskan tentang bagaimana Bali merepresentasikan pedesaan dengan landscape sawahnya dan juga kesannya yang jauh dari kesan perkotaan. Mereka mendiskusikan bagaimana budaya sudah meresap di dalam masyarakatnya, praktek agama dan semua yang membuatnya terasa kontras dengan kondisi dunia saat ini. Namun jarang Bali disebut dalam terminologi seperti pembangunan pesat, urbanisasi dan polusi serta komersialisasi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Saat ini semua sudah berubah, banyak pohon mangrove dan sawah sudah hilang dari Denpasar, Sanur dan Seminyak digantikan oleh jalan raya dan bangunan. Ubud tidak lagi menjadi koloni seniman karena sudah menyebar kesemua daerah. Spot spot bali yang keramat saat ini sudah dikepung oleh pembangunan komersial yang besar akhir akhir ini. Sebelum semua itu terasa depresif harus juga dicatat bahwa banyak ruang di pulau Bali yang masih mengikuti ritme yang hening dari semua kesibukan sebagaimana dikenal Bali dahulu, jurang jurang di Kintamani masih dingin, pohon pohon pinus masih terlihat manis dan gunung gunungnya juga banyak yang belum tersentuh. Banyak dari bagian pulau ini yang masih sangat indah dengan teras sawah di bagian utara, timur dan barat.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rumah rumah di Bali yang di desain oleh arsitek biasanya di desain dengan kehidupan tropis yang makin modern dan berkurang kesan Balinya, dimana arsitek biasanya terpengaruh oleh kesan mediteranian dengan hiasan kayu atau batu yang dipahat. Namun Bali tetap memberikan sesuatu penawaran bagi pengalaman arsitektural yang internasional dalam banyak hal. Buku ini melanjutkan perjalanan itu. Semua struktur yang sudah dibangun setelah milenium semuanya merepresentasikan sebuah tren yang makin modern, apakah itu adalah sebuah restoran, villa yang private, hotel mini, sebuah klub atau rumah tinggal

Yang dahulu merupakan rumah rumah primitif sekarang banyak yang digantikan dengan hotel hotel besar, resort villa pribadi dan juga rumah rumah yang canggih, yang di banyak kasus merupakan representasi dari pengaruh urban. Rumah rumah itu menyiratkan teknik bangunan dan material yang canggih serta interior yang kosmopolitan dengan desainer yang autentik. Ini adalah salah satu dari atraksi yang makin digemari mengingat para turis biasanya mencari villa dengan nuansa tropis.

Bali mengarah kepada sebuah pasar tropis dengan rental villa yang eksklusif, namun ada juga sebuah pasar yang berkembang dengan cukup pesat yaitu desa desa yang lebih kecil dimana banyak villa villa yang disewakan dengan mengambil lokasi sebuah tanah yang lumayan sempit. Secara arsitektural ini harus diselesaikan melalui desain yang urban dimana villa villa ini akhirnya akan menarik bagi turis dari Indonesia maupun dari asia seperti touris Singapore, Malaysia, Korea, china, Taiwan dan bagian Asia lainnya.

segmen pasar ini dalam banyak bagian merepresentasikan sejumlah unit yang stereotip dan standar dimana terasa kurang tropis daripada vila vila sebelumnya turis barangkali tertarik pada ide untuk merasakan weekend yang rileks atau sebuah liburan 1 minggu yang nyaman di bali namun mereka tidak ingin meninggalkan kenyamanan mereka akhirnya muncul banyak villa atau perumahan yang secara arsitektural kurang kreatif dan lebih kepada fungsi daripada budaya apapun yang sekarang terpikirkan tentang tren ini tipe arsitektural yang diproduksi pulau ini masih berlanjut untuk mengundang para investor membangun bangunan bangunan yang secara arsitektur inovatif memandang jauh ke depan dan juga indah dalam banyak bagian buku ini mencoba menunjukkan banyak seleksi dari rumah rumah pribadi namun banyak juga tempat tempat publik yang merepresentasikan hal diatas semuanya dengan gaya yang berbeda beberapa banyak mempertahankan hubungan dengan bentuk bentuk yang tropis dari kesan tradisional sedangkan banyak yang lain ingin menjadi lebih jernih lebih minimalis ada juga yang terlihat retro ataupun dengan metropolitan style dengan kesan kaca dan baja yang banyak

___
by

Arsitek Probo Hindarto
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

25 Tropical Houses in Indonesia

astudioarchitect.com Kutipan: Bagi banyak orang, kata ‘tropis’ dan ‘arsitektur tropis’ berhubungan dengan gambaran tentang landscape yang diterangi oleh sinar matahari dan dihiasi oleh bangunan-bangunan eksotis. Sementara pandangan ini masih banyak dipopulerkan oleh industri turisme di regional ini, didalam tropis Indonesia sendiri arsitektur masih selalu dipengaruhi oleh fenomena yang selalu berubah, khususnya masyarakatnya yang majemuk, dengan sejarah yang kompleks hingga masa modern, dipengaruhi oleh pendudukan kolonial, dan perkembangan ekonomi yang dinamis yang dipicu oleh pergerakan dan mobilitas masyarakatnya menjauh dari lingkungan tradisi dan komunitas-komunitasnya. Buku ini bercerita tentang banyak karya arsitek ternama di Indonesia.

dari buku: 25 Tropical Houses in Indonesia. Halaman ini lebih nyaman dilihat via komputer.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hidup di daerah tropis adalah lebih dari sekedar hidup di daerah panas, lembab dan basah, atau lingkungan yang hijau. Ini menyangkut negosiasi terus menerus antara tradisi, kekuatan alam, dan perkembangan modernisasi, termasuk tren gaya internasional yang mutakhir. Di Indonesia, negosiasi ini ditandai dengan seperangkat kontradiksi; yang ideal alami berhadapan dengan area permukiman yang padat; temperatur yang nyaman berhadapan dengan kombinasi tak tertahankan dari kelembaban, hujan lebat, dan polusi; rumah-rumah indigenous (vernakular) dan peninggalan arsitektur kolonial berhadapan dengan blok-blok apartemen gaya Amerika yang menjulang tinggi; dan tertutupnya perumahan berpagar berhadapan dengan area slum yang termarginalkan. Hal ini ditambah dengan lingkungan politik yang sering tidak stabil, perkembangan ekonomi yang tidak bisa diperkirakan, sebuah masyarakat yang secara sosial dan ekonomi terpolarisasi, dan tentunya urbanisasi yang tidak terkontrol dan tidak terencana.

source from the book 25 Tropical Houses in Indonesia

Bersamaan dengan kondisi-kondisi tersebut terdapat perkembangan golongan menengah dan atas yang cepat didalam budaya urban yang dinamis dan plural. Rumah-rumah yang disajikan dalam buku ini mengetengahkan sekilas pada aspirasi kedua grup yang paling berpengaruh tersebut – aspirasi yang merangkul gaya hidup baru, kebiasaan aktivitas dan pola keluarga yang berubah, networking yang multi kultural, dan banyak variasi dalam praktek berarsitektur – yang kesemuanya menuntut solusi arsitektur yang inovatif dan inspiratif. Ini adalah sebuah perkembangan yang menggembirakan, sesuatu yang selama ini selalu dibayangi oleh sistem tradisi dan tata nilai sosial yang dikemas melalui sejarah periode identitas kultural dan modern yang dibawa sejarah kolonial. Dalam sebuah perjalanan yang selalu berubah dan penuh tantangan, negeri ‘arsitektur tropis’ ini perlu untuk dilihat lebih dari sekedar sebuah nostalgia, gambaran imaji dari tropis yang eksotis atau sebenarnya sebuah solusi untuk mengontrol iklim.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Nostalgia dan gambaran imaji tentang arsitektur tropis di Indonesia memang sudah, dan sedang, dipengaruhi oleh banyak imajinasi mereka yang berada diluar Indonesia. Dipengaruhi oleh pandangan orientalis tentang tropis Asia yang selalu damai, harmoni, dan eksotis, dan dengan aspirasi turis saat ini untuk mendapatkan pengalaman kehidupan yang lain dari kehidupan barat dan kehidupan yang berakar masa lalu di Indonesia yang diromantiskan sebagai bentuk-bentuk bangunan yang berpadu harmonis dengan landscape yang hijau – sebuah simbol dari surga yang menawan atau pelarian eksotis dari rat race kehidupan urban modern. Lebih jauh lagi, sebagai kontras dari perkembangan arsitektur di dunia barat, gaya arsitektur di tropis Indonesia banyak dipersepsikan sebagai ideal dan sempurna daripada kompleks dan berevolusi, sebuah amalgam dari tradisi berabad-abad dan pengaruhnya.

https://books.google.co.id/books?id=MjrRAgAAQBAJ&lpg=PP1&dq=indonesian%20architect&pg=PP1&output=embed

___
by

Arsitek Probo Hindarto
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

"Desain Hunian Dinamis" [Buku baru Probo Hindarto]


astudioarchitect.com Buku ini merupakan buku Probo Hindarto yang ke 9 (kalau tidak salah), dimana buku ini mengulas tentang arsitektur rumah tinggal dengan contoh-contoh desain dilengkapi ukuran (pada sebagian desainnya). Buku arsitektur rumah ini merupakan buku dengan kualitas yang cukup memadai untuk dapat memberikan gambaran tentang desain rumah yang dinamis. Dilengkapi dengan foto-foto hunian inspiratif dan juga gambar-gambar yang elok, akan melengkapi coffee table Anda dan perpustakaan pribadi dirumah. Buku ini mengandung karya dari beberapa arsitek dan interior designer sebagai berikut:

  • Haris Wibisono
  • Probo Hindarto
  • Aditya Lantip Sasmita
  • Sanny Chai
  • Bagus Setiawan
  • Dwi Hadianto
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Halaman daftar isi memuat isi buku. 

Kata pengantar oleh Probo Hindarto

Desain karya Probo Hindarto yaitu kafe bergaya kolonial. 

Desain dapur mungil untuk inspirasi rumah tinggal mungil. 

Karya arsitektur Haris Wibisono dan Aditya Lantip Sasmita yang sangat menarik. Terdapat kisi-kisi meliuk hasil karyanya yang belum pernah dimuat di media manapun. 

Karya desainer interior Sanny Chai yang menawan, dilengkapi dengan keterangan elemen interior yang memperjelasnya. 

Banyak karya desain Probo Hindarto sebagai referensi membangun atau merenovasi rumah, lengkap dengan ukurannya. 

Desain interior karya Bagus Setiawan, seorang desainer interior muda yang berbakat. 

karya terbangun apartemen yang dirancang oleh Dwi Hadianto turut mewarnai buku ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Untuk mendapatkan buku ini, silahkan datang ke toko buku Gramedia atau toko buku lain terdekat dikota Anda. Atau bisa mendapatkan lewat:

Gramedia (buka link ini)
Bukabuku.com (buka link ini)
Penebar Swadaya (buka link ini)

___
by

Arsitek Probo Hindarto
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.