Monthly Archives: Februari 2012

Rumah unik dengan pergola tanaman

astudioarchitect.com [galeri desain] Rumah untuk Bapak Rudi Rahayu merupakan salah satu favorit kami di astudio, dibuat untuk proyek renovasi rumah di perumahan untuk menjadi dua lantai. Rumah yang merupakan renovasi dan ditaksir akan menelan dana sekitar Rp400juta rupiah pada tahun 2010 untuk lokasi di sekitar Tangerang.

Desain rumah sebelumnya.
Tujuan dari desain ini adalah agar pencahayaan dan penghawaan alami tetap ada disemua ruangan, dengan pengembangan yang memungkinkan untuk menjadi rumah tumbuh yang sehat. Salah satu hal yang unik adalah adanya pergola dengan tanaman rambat untuk carport yang sengaja didesain untuk tujuan memberi kesejukan lebih baik daripada carport yang konvensional, adapun akar tanaman rambat bisa dibuatkan tempat tersendiri di bagian pojok carport. Fitur menarik lainnya adalah saat naik tangga, penghuni bisa melihat kearah luar di jendela depan. 
Desain dibuat melalui [konsultasi profesional]

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Desain rumah mungil sederhana 5x7m

astudioarchitect.com Untuk terus memberikan kontribusi dan memberikan sumbangsih pemikiran kepada masyarakat bahwa arsitektur adalah untuk semua kami mencoba terus memberikan konsultasi gratis untuk tipe rumah tinggal yang sederhana seperti kasus desain ini. Desain rumah ini dibuat untuk salah satu tukang kami yang bekerja di proyek astudio, hendak membangun rumah diatas lahan yang relatif mungil yaitu 5x7m atau 35m2 untuk keluarga kecilnya. Dalam hal ini struktur rumah adalah sangat sederhana dengan atap asbes gelombang yang merupakan pilihan karena keterbatasan biaya. 

Desain denah merupakan desain sangat sederhana dengan dua kamar tidur. Dengan struktur sederhana berbentuk persegi empat ini bisa menghemat biaya pembangunan struktur.

Desain tampilan

Desain atap, terlihat bahwa atap asbes gelombang ditutup dengan permainan gewel di bagian depan rumah atau facadenya, bertujuan agar rumah terkesan ‘bagus’, menurut permintaan tukang tersebut.

Tukang hendak membangun sendiri rumahnya dan karena bisa membuat benangan sendiri, maka pekerjaan benangan yang agak rumit seperti ini memungkinkan bagi tukang tersebut. Rumah akan dibangun dengan struktur batako untuk dinding-dindingnya (kebetulan tukang bisa membuat batako sendiri), atap asbes dan material lainnya seperti tembok dengan acian untuk bagian depan. Desain alternatif tampilan yang banyak dipakai rumah-rumah di ‘kota’, sehubungan dengan letak rumah yang berada didesa. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[Konsultasi Gratis] Pengembangan rumah luas 37m2

astudioarchitect.com [konsultasi gratis] Desain rumah sederhana diatas lahan 6,5x20m ini kami desain untuk Bapak Heri Agus di Jombang, Jawa Timur melalui konsultasi gratis via media, yang merupakan konsultasi gratis khusus untuk rumah sederhana. Berikut ini email Bapak Heri Agus:

Nama: Heri Agus S.
alamat/kota: Jombang – Jawa Timur
Pekerjaan / usaha? PNS
Anda menghendaki: Konsultasi arsitek saja
Informasi budget membangun: 70.000.000
Kapan Anda berencana membangun?: Tahun 2013
Deskripsi: Saya mempunyai tanah seluas 6,5 x 20 m dan saya ingin membangun rumah tipe 36 sederhana dengan 2 kamar dan ruangan lain lengkap dengan taman. Mohon untuk konsultasinya, terima kasih

Jawaban
Yth Bapak Heri Agus,
Untuk desain rumah Bapak, saya membuat desain rumah dengan luas bangunan 37m2 untuk awalnya, yang bisa diperluas lagi dengan denah alternatif dengan menambahkan ruang-ruang selanjutnya. Berikut ini desain untuk tahap 1 (37m2). 
Desain denah tahap 1
Pada tahap satu ini adalah 37m2 dengan dua kamar tidur dan tata letak yang sekiranya bisa dikembangkan dan memiliki pencahayaan dan penghawaan udara yang baik. Dapur bisa ditambahkan selanjutnya secara bertahap seperti pada gambar berikut:
Desain denah tahap 2
Tahap dua merupakan denah dengan 3 kamar tidur dan masih memiliki kemungkinan bila diinginkan untuk ditambahkan lantai 2 dengan perkiraan dak beton lantai 2 diatas ruang makan dan kamar tidur utama. 

Adapun tampilan rumah, merupakan desain sederhana dengan atap yang juga sederhana untuk memperkecil biaya desain. Dengan asumsi biaya Rp70juta, maka saya perkirakan di daerah Jombang masih memungkinkan untuk membangun rumah dengan desain ini, minus pagar keliling, taman dsb. Dengan asumsi bahwa biaya pembangunan harus ditekan hingga Rp1,8juta/m2 maka kemungkinan rumah harus dibangun strukturnya dahulu, dan finishing seperti keramik di beberapa bagian, acian, cat dan sebagainya akan menyusul.

catatan: Desain ini merupakan desain rumah sederhana yang bisa dipakai untuk berkomunikasi dengan kontraktor atau tukang, namun harus dikonsultasikan dengan ahli struktur dalam pembangunannya. Anda juga bisa membeli gambar kerja desain ini dengan menghubungi 08125244753

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pesan dari Wae Rebo: kelahiran kembali arsitektur Nusantara sebuah pelajaran dari masa lalu untuk masa depan

astudioarchitect.com [pustaka arsitektur] Wae Robo adalah satu-satunya kampung adat tradisional yang masih tersisa di ketiga kabupaten Manggarai, yang keasliannya masih tertata rapi oleh warga setempat. Andaikata Wae Robo juga tidak terplihara, selesailah sudah sejarah rumah adat Manggarai. puji Tuhan, warga Wae Rebo masih hidup menurut adat dan budaya yang diwariskan oleh leluhur perdananya, Maro. – Kutipan buku “Pesan dari Wae Rebo: kelahiran kembali arsitektur Nusantara sebuah pelajaran dari masa lalu untuk masa depan”, yang dieditori oleh Yori Antar, Varani Kosasih dan Paskalis Khrisno Ayudiantoro. 

Kutipan: Untuk mencapai Wae Rebo, pengunjung harus melintasi kawasan hutan yang masih terawat dan belum pernah dinodai masyarakat setempat. Kicauan burung burung turut mengiringi langkah para pengunjung, seolah olah menyambut kedatangan mereka. Siulan burung Pachycephala yang amat merdu mampu memeprlambat langkah para pengunjung karena mereka terpesona oleh suara indah itu. Leluhur Wae Rebo mewariskan tujuh buah rumah adat. Tiga rumah diantaranya sudah punah dimakan usia dan kini tinggal empat rumah yang masih berdiri kukuh. Rumah rumah yang sudah hilang itu tidak dapat dibangun kembali karena terbentur masalah finansial. Keterbatasan ekonomi masyarakat sungguh menghambat pemugaran rumah adat yang sarat dengan ritual adat itu. Masyarakat Wae Rebo sangat membutuhkan campur tangan para donatur untuk emngeksiskan kembali tiga buah rumah adat Wae Rebo yang sudah lenyap.

Yayasan T**** U**** dari Jakarta telah memberikan contoh yang sangat baik dengan menyumbangkan dana untuk membangun sebuah rumah tradisional Wae Rebo, menggantikan salah satu rumah yang sudah rusak total. Pengerjaan rumah ini tetap dilaksanakan oleh warga Wae Rebo sendiri sehinga keasliannya terjamin dan mereka dapat melakukan ritual adat.

Rumah adat Wae Rebo lebih dikenal dengan sebutan mbaru niang (rumah bundar berbentuk kerucut). Mbaru naing terdiri atas lima tingkat, yang masing masing mempunyai fungsi sendiri. Tingkat pertama adalah lutur (tenda), yang akan ditempati masyarakat. Tingkat kedua adalah lobo (loteng), yang berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan barang barang lainnya. Tingkat ketiga adalah lentar, untuk menyimpan benih benih seperti jagung, padi dan kacang kacangan. Tingkat keempat adlah lempa rae, sebagai tempat stok makanan.

http://books.google.co.id/books?id=qQ93hiafnmUC&lpg=PA75&dq=arsitektur&pg=PP1&output=embed ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Konsep rumah tumbuh

04 Juni 2008
Catatan Probo Hindarto:
Rumah tumbuh, adalah sebuah konsep yang menarik, dimana saat membangun, kita tidak perlu membangun seluruh bangunan rumah, hanya sebagian saja. Well, barangkali kita belum butuh ruang-ruang sebanyak itu, atau memang dana belum cukup banyak. Yang pasti, bagi Anda yang sedang membangun, rumah tumbuh bisa jadi opsi menarik lho. Simak saja hasil wawancara saya dengan koran Kontan berikut.


Contoh Rumah Tumbuh
Agar lebih mudah membayangkan konsep rumah tumbuh, dibawah ini kami astudio membuat contoh rumah tumbuh dengan spesifikasi rumah tipe sederhana. Anda mungkin akan diminta mendownloead flash player untuk melihatnya. Contoh ini merupakan animasi desain rumah yang dibangun dari satu lantai, menuju dua lantai.



Contoh rumah tumbuh diatas menggunakan atap yang sederhana, sehingga biayanya cukup murah, dan atap lantai dua sama persis dengan atap sebelumnya, sehingga material atap dapat dipakai kembali untuk rumah dua lantainya.


1. bagaimana konsep dasar sebuah rumah tumbuh yang nyaman?
Konsep dasar rumah, baik itu bertumbuh atau tidak pada dasarnya sama, yaitu harus menjadi rumah yang nyaman dan fungsional. Untuk rumah tumbuh, memang agak berbeda dari rumah yang biasa dibangun. Rumah tumbuh harus memperhatikan berbagai faktor seperti kemungkinan perluasan bangunan, menambah lantai, dan faktor konstruksi yang mendukung. Dari awal, rencanakan rumah dengan denah lengkap, dan kira-kira sejauh mana rumah ini dapat dibangun dengan tetap memperhatikan kesehatan bangunan.


Biasanya konsep rumah tumbuh dibuat bila pemilik rumah merasa perlu mempersiapkan rumah untuk tahap pembangunan selanjutnya, misalnya karena diperkirakan anggota keluarga bertambah. Masalah yang sering terjadi adalah; kurangnya perencanaan sejak dini, sehingga rumah yang dibangun kemudian kurang memenuhi standar kesehatan, struktur dan sebagainya, karena langsung saja ditambah-tambah ruangannya, dengan menghilangkan fungsi taman. Masalah ini dapat kita atasi dengan membuat perencanaan matang sejak dini.
Rumah tumbuh dapat dibangun dengan semua denah ruang direncanakan dulu, namun baru sebagian luas rumah yang dibangun, ini artinya di masa depan, bisa ditambahkan ruang-ruang lain seperti ruang tidur, ruang keluarga, dan sebagainya. Bangunan dapat dibangun satu lantai dulu, baru setelah ada dana, dapat dibangun lagi dengan diperluas atau ditingkat. Prinsip utama dari rumah tumbuh adalah, setelah bertumbuh atau bertambah bagian-bagian bangunannya, tetap menjadi rumah yang sehat, dan secara struktural juga kuat.


2. apa yang perlu dimulai untuk membangun rumah demikian? bagaimana dengan fondasinya? apakah fondasinya tetap dibangun sesuai dengan ukuran total tanah, meskipun badan rumah yang dibangun setengah dari luas tanah, misalnya?


Pondasi rumah tumbuh, sama seperti pondasi rumah biasa, hanya perlu diperhatikan bahwa pondasi ini harus dapat menunjang, bila nantinya rumah dikembangkan, atau ditingkat. Dengan kata lain; strukturnya, tidak hanya pondasi saja, harus disiapkan agar dapat menerima beban dari keseluruhan bangunan yang rencananya akan dikembangkan. Misalnya, bila kita berencana membuat rumah dua lantai, tapi baru satu lantai dulu yang ditingkat, maka kita membuat pondasi, kolom dan balok-balok yang menunjang untuk dua lantai, sejak pertama kali kita membangun. Bekerjasamalah dengan arsitek/ perencana bangunan Anda untuk mendapatkan gambaran bagaimana struktur dibuat agar dapat menunjang dua atau tiga lantai rumah Anda.


3. ruang mana yang perlu diprioritaskan lebih dulu untuk dibangun? dan ruang mana yang paling terakhir untuk dibangun? bisa dibeberkan satu-persatu ruangan tersebut?
Biasanya, kebutuhan ruang-ruang utama sebuah rumah adalah ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur secukupnya, kamar mandi dan dapur. Ruang-ruang ini biasanya selalu ada dan dibutuhkan dalam kebanyakan rumah-rumah dewasa ini di Indonesia. Maka kita perlu memenuhi kebutuhan ruang-ruang primer ini dulu.


Penataan ruang juga perlu dibuat sedemikian rupa, misalnya perencanaan dimana letak tangga, letak toilet, letak taman, letak tandon, dan sebagainya. Memang dalam hal ini faktor desain awal sangat menentukan. Setelah rumah inti dibangun, maka selanjutnya pengembangan rumah dapat dilakukan.


4. bagaimana konsep interiornya? bisa dijelaskan secara lebih mendetail, interior ruang demi ruang?
Konsep interior bisa mengikuti konsep bertumbuh eksteriornya. Dalam arti; penataan interior ruangan lebih fleksibel, dan dapat diganti, dirubah dan ditata dengan mudah. Interior rumah tumbuh, sama seperti interior rumah biasa, dapat disesuaikan dengan fungsi ruang yang ada, misalnya ruang duduk, diisi dengan perabot untuk duduk, membaca, dan sebagainya.


5. bagaimana dengan konsep rumah bertingkat?
Konsep rumah bertingkat dalam konteks rumah bertumbuh termasuk konsep yang paling sering dibuat, karena seringnya keterbatasan lahan. Bila rumah tumbuh dibangun di lahan yang luasnya memadai, maka tidak perlu ditingkat. Bila dibangun diatas lahan yang luasnya terbatas, maka yang terbaik adalah membangun dengan konsep bertingkat. Dalam hal ini, seringkali rumah dibangun dengan atap datar (dak beton), yang dapat disambung dengan membangun tembok dan atap lantai atas. Saran untuk model bertingkat dan bertumbuh ini, usahakan agar tampilan rumah tidak terlihat canggung atau kurang menarik sebelum ditingkat lebih lanjut.


6. dalam konteks rumah tumbuh, bagaimana kita memanfaatkan ruang kosong secara baik? apakah ruang kosong itu bisa dibuat taman? atau garasi?
Betul, ruang-ruang kosong dapat dipakai sementara untuk taman, setidaknya gunakanlah dengan baik sehingga rumah terlihat indah dan tidak seperti rumah yang belum jadi. Pikirkanlah tentang penggunaan lahan dalam tahun-tahun kedepan, dengan menyesuaikan tanaman apa yang cocok untuk ditanam di lahan yang nantinya dibangun. Garasi sebaiknya dibuat secara terintegrasi dengan rumah induk dan rencana keseluruhan rumah tumbuh, jangan sampai nantinya garasi hanya akan menjadi semacam tempelan saat rumah selesai dibangun semuanya.



________________________________________________

Baca juga artikel dalam harian Kontan berikut berdasarkan wawancara dengan saya:

PEMANFAATAN LAHAN

Menyamarkan Lahan Kosong dengan Taman atau Garasi

Sandy Baskoro, Danang Pidekso

Dimuat di harian kontan pada tanggal 05/31/08
MEMBANGUN rumah secara bertahap tentu punya konsekuensi. Terutama bagi Anda yang menggunakan konsep mengembangkan rumah bertahap secara horisontal. Selama dana belum tersedia, tentu masih akan terlihat lahan yang kosong melompong.

Jangan sampai lahan kosong yang belum terbangun itu menjadikan rumah Anda seperti rumah yang baru saja dibongkar.?? Jika lahan dibiarkan tak terawat, bisa-bisa ia akan berubah menjadi tempat menumpuk barang tak berguna.

Jelas, Anda perlu juga merancang pemanfaatan lahan yang belum terpakai dalam desain pengembangan rumah. Sekarang, bagaimana Anda memanfaatkan lahan atau ruang kosong tersebut biar lebih produktif dan bermakna?

Banyak cara untuk menyiasati agar ruang yang belum terpakai tidak merusak penampilan rumah tumbuh yang sudah Anda rancang. Cara paling mudah adalah membangun taman di lahan yang masih kosong. “Lebih segar daripada lahannya nganggur,” ujar arsitek Probo Hindarto. Taman jelas bisa membawa suasana hijau yang menyegarkan untuk penghuni rumah. Taman juga bisa menjaga kesehatan para penghuni, karena taman bisa memperlancar sirkulasi udara.

Namun yang perlu diingat, lahan yang dipergunakan sebagai taman di rumah tumbuh merupakan lahan sementara. Karena taman tak berumur selamanya, maka sebaiknya model taman sederhana saja. Yang juga tak boleh dilupakan, tanaman yang mesti disediakan adalah jenis yang tidak menghambat perencanaan ke depan, misalnya tanaman yang sekaligus berfungsi sebagai pagar pembatas. Atau Anda membeli tanaman yang dikemas dalam polybag. Sebab, Anda juga perlu memikirkan tentang penggunaan lahan itu dalam tahun-tahun ke depan.

Upayakan dana untuk membikin taman yang sederhana seperti itu juga tidak terlalu banyak. Meski nantinya taman akan tergusur dengan rencana pembangunan ke depan, fungsi taman harus tetap optimal. Penghuni rumah juga harus bisa memindahkan tanaman-tanaman yang sudah dikemas semi permanen itu.

Untuk memperindah taman, bisa juga Anda bangun kolam ikan yang sesuai dengan kebutuhan. Tapi, lagi-lagi, perlu Anda perhatikan pula efektivitasnya, karena membuat kolam permanen juga bakalan percuma, apabila akhirnya harus dibongkar.
Selain taman, pilihan lainnya adalah membuat garasi. Tapi untuk merancang kandang kendaraan ini, sebaiknya Anda mengupayakan agar terintegrasi dengan rumah induk dan rencana keseluruhan rumah tumbuh.

Sistem integral dalam membangun garasi akan lebih baik ketimbang Anda harus membongkar pasang garasi. Selain ribet, juga tentunya menguras biaya. “Jangan sampai nantinya garasi hanya akan menjadi semacam tempelan saat rumah selesai dibangun semuanya,” kata Probo.

________________________________________________________

Mencicil Pembangunan Rumah Biar Cicilan Hemat
Menyiapkan rancangan rumah yang bisa meluas di masa mendatang
Sandy Baskoro, Danang Pidekso

Dimuat di harian kontan pada tanggal 05/31/08

EKONOMI saat ini tengah lelah lesu. Untuk mengerem inflasi yang melaju kencang, bank sentral sudah pasang ancang-ancang menaikkan lagi bunga acuan, BI rate, yang saat ini sebesar 8% di Juni mendatang.
Bagi Anda yang tengah berencana membangun hunian dengan modal pinjaman, ini merupakan kabar buruk. Jika BI rate naik Juni mendatang, bunga pinjaman bank pasti naik. Saat ini, beberapa bank besar sudah menyatakan akan menaikkan bunga kredit hingga 50 basis poin bila BI menaikkan BI rate di bulan Juni.

Jika bunga KPR naik, tentu utang Anda untuk membangun rumah akan membesar. Jika kebutuhan Anda tak mendesak, barangkali rencana membangun rumah dengan pinjaman bisa ditunda. Namun bagi mereka yang harus segera menghuni rumah baru, tak perlu kecil hati. Kenaikan bunga itu masih bisa disiasati.
Di saat bunga naik, Anda masih bisa menghemat ongkos pinjaman. Caranya? Anda bisa menekan luas bangunan hunian. Penyiasatan semacam ini memang berlaku apabila Anda bisa membeli tanah dan membangun rumah sendiri. Strategi semacam ini juga cocok para pasangan muda, yang belum berencana memiliki anak dalam waktu dekat.
Membangun rumah secara bertahap itu bisa dilakukan dengan mengikuti konsep rumah tumbuh. Jadi pembangunan rumah disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Membangun rumah tumbuh menjadi unik karena perlu proses perencanaan yang baik. Prinsip utama rumah tumbuh adalah bangunan yang ada kini ataupun yang ada di masa mendatang tetaplah harus memenuhi persyaratan rumah yang sehat dan memiliki struktur bangunan yang kuat.

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam merancang rumah tumbuh, yakni kemungkinan perluasan bangunan, penambahan lantai, dan dukungan konstruksi yang memadai. “Sejak awal, harus ada perkiraan hingga seluas mana rumah dapat dibangun. Supaya tida berubah menjadi rumah tambal sulam,” ujar arsitek Probo Hindarto.

Siapkan pondasi

Bagaimana rumah tumbuh berawal? Seperti rumah lainnya, tentu yang harus digarap pertama kali adalah pondasi. Namun perlu diingat, sedari awal pondasi rumah tumbuh harus sesuai dengan rencana pengembangan. Ambil contoh, jika ingin rumah dikembangkan menjadi bertingkat, maka perlu penyiapan pondasi untuk rumah bertingkat sejak pertama kali membuat pondasi.

Lalu, ruang-ruang mana saja yang perlu diprioritaskan pembangunannya? Yang harus digarap pertama-tama adalah ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur yang jumlahnya sesuai dengan kebutuhan, kamar mandi serta dapur. “Calon pemilik rumah bisa membuat daftar kebutuhan ruang, sesuai dengan keinginan dan kantong,” ujar arsitek independen Muty Linggawati.
Penataan ruang, seperti penempatan letak tangga, toilet ataupun taman, juga perlu. Jadi, bangunan boleh saja bertumbuh, tapi disain tak boleh berubah-ubah. Disain yang tunggal ini yang akan menjadi alur pengembangan desain rumah di masa mendatang.

Jika ingin mengembangkan bangunan rumah, Anda juga harus menyiapkan penataan interior yang terbuka. Jadi, interior di dalam rumah bisa berubah mengikuti perubahan bangunan. Arsitek independen Biyustiyasa menuturkan, ruang dalam rumah tumbuh sebaiknya tidak ribet, tetapi harus sederhana. Bentuk interior yang sederhana itu seperti penggunaan batu alam sebagai dinding bangunan. Untuk bahan akhir, Anda bisa menggunakan cat. Sah-sah saja jika dinding dibuat telanjang, tanpa lapisan semen.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Wawancara Radio DFM 103.4 Jakarta dengan Probo Hindarto

astudioarchitect.com Menata ulang kamar tidur sebuah wawancara radio DFM Jakarta dimana saya diberi pertanyaan-pertanyaan tentang seputar kamar tidur. Kita perlu memperhatikan yang menempati sebuah kamar tidur, terutama usia karena usia dewasa jelas berbeda dari anak-anak, serta dari gender. Menata ulang kamar tidur bisa disebabkan oleh ukuran perabot yang tidak sesuai, terlalu besar atau terlalu kecil. Dalam banyak kasus langkah terbaik adalah dengan mengganti dengan perabot yang baru, meskipun demikian langkah termudah adalah dengan menata ulang perabot. Kendala sering muncul saat perabot, dekorasi, wallpaper, atau cat kurang sesuai, namun perabot justru diinginkan untuk dipertahankan. Menata ulang bisa dilakukan bila kita merasa bosan atau saat merasa perlu, kadang-kadang beberapa orang karena terlalu lama berada disebuah kamar justru lupa untuk menata ulang kamar tersebut.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Candi Penataran Blitar

astudioarchitect.com (2007) Tidak jauh dari pusat kota Blitar, obyek masa lalu yang sangat penting bagi pemahaman terhadap peradaban berada. Sebuah kompleks candi Penataran. Kami melakukan analisa anatomi denah pada kompleks tersebut. Dapat dilihat pada gambar berikut;

Kami mendapati bahwa banyak sekali bagian dari kompleks candi yang tidak terjelaskan bagi kami, misalnya konsep supranaturalnya. Karena itu kami hanya melakukannya dengan kemampuan berdasarkan pemahaman modern yang kami miliki.

Candi Penataran 

Candi Sengkalan Penataran
Diatas Candi utama

Salah satu sudut salah satu candi yang menunjukkan atmosfer yang dingin, menenangkan.

Kolam pada akhir sequence perjalanan dalam kompleks candi.

Atmosfer pada tangga candi.

Salah satu sudut paling menarik dari candi utama. Tampaknya, candi utama telah kehilangan sebagian besar bangunannya dan ketinggiannya. Bila bangunan ini masih ada, kami yakin candi ini sangat besar dan tinggi.

————————————

Tidak jauh dari Candi Penataran, terdapat 
Kompleks makam Bung Karno 
sebelumnya merupakan satu kompleks dengan arsitektur khas Jawa yaitu bangunan joglo. Sejak 2004 telah ditambahkan bangunan baru yang menjadi satu kompleks dengan makam Bung Karno tersebut. Tim arsitek bangunan baru diketuai oleh Pak Pribadi Widodo dan Pak Baskoro Tedjo dari ITB. Sejak kami memasuki area makam ini, sebuah bangunan disamping makam menarik perhatian kami.

(sketsa Probo Hindarto, dibuat pada September 2007 di site, bukan merupakan konsep asli dari arsiteknya namun hanya berupa cara untuk menangkap pesan yang tertangkap melalui panca indera)

Gerbang kompleks lama, yang berbentuk seperti candi dengan ukuran besar. Tampaknya terdapat keinginan menarik masa lalu ke masa sekarang yang dimulai dari kompleks lama ini, dalam bentuk yang sangat mirip (atau dimiripkan) dengan bangunan candi masa lalu, demikian pula dengan bahan bangunannya menggunakan batuan. Sistem konstruksi massa, namun kami ingin mengetahui apakah bagian dalam bangunan ini diisi dengan sistem konstruksi beton, tampaknya demikian.

Bangunan yang memayungi makam Bung Karno. Bentuknya pendopo memayungi makam. Bangunan joglo lebih kekinian daripada bangunan candi.
Space penghubung antara kompleks lama dengan bangunan baru, bersifat menghubungkan, menyegarkan.
Bangunan modern dari kompleks baru. Kaidah desain fungsional dengan memasukkan unsur tradisi masa lalu dalam pemakaian batuan untuk dinding luarnya. Peniruan dan penerusan tradisi masa lampau dari bahan bangunan candi

Salah satu sudut bangunan baru, superimposing.

Salah satu sudut interior bangunan baru.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2007 astudio Indonesia.
All rights reserved.