Monthly Archives: September 2011

Ergonomi [ergonomics] – kenyamanan tubuh saat menggunakan furniture dan ruangan

 
Some rights reserved by Jeda Villa Bali

astudioarchitect.com Bila kita duduk, menggunakan meja, menyentuh keyboard komputer, memegang gelas, menggunakan sendok, dan aktivitas tubuh lainnya, terkadang kita merasa nyaman menggunakan benda-benda tersebut, namun kadangkala tidak nyaman entah karena terasa tidak pas atau berukuran tidak tepat. Ergonomi [ergonomics] merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana interaksi tubuh manusia dengan benda-benda dan sistem, misalnya saat duduk, bersandar, menggunakan meja, dan sebagainya. Ergonomi sangat penting dalam arsitektur karena bisa membantu mendesain furniture, ruangan, bahkan arsitektur bangunan secara keseluruhan dengan memperhatikan bagaimana tubuh bekerja, disesuaikan dengan ukuran dan desain berbagai benda serta cara menggunakannya.

Gambar diatas menunjukkan ukuran tubuh manusia dengan berbagai gerakan bagian tubuh. Dari ukuran-ukuran yang didapatkan, akan diperoleh ukuran furniture dan ruangan yang paling sesuai untuk tubuh manusia, bisa merasa nyaman menggunakannya. Hal ini mempengaruhi tingkat kebahagiaan dalam menggunakan berbagai benda tersebut. 

Adalah cukup sulit untuk memperkirakan ukuran benda-benda, seperti furniture, kitchen set, kursi, meja dan sebagainya yang sesuai untuk setiap orang. Setiap orang memiliki ukuran tubuhnya sendiri yang berbeda, karena itu produk massal seperti furniture buatan pabrik tidak terlalu bisa diandalkan untuk memperoleh kenyamanan maksimal, apalagi produk furniture kelas bawah (kerajinan pasaran) yang biasanya tidak membuat furniture dengan pertimbangan kenyamanan atau hasil riset tentang kenyamanan tubuh. Industri furniture skala menengah kebawah perlu untuk memperhatikan faktor kenyamanan dalam pembuatan meja kursi dan furniture lainnya. Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu industri kecil pembuatan furniture untuk maju dengan menyediakan data ukuran tubuh manusia dan tingkat kenyamanan menggunakan furniture tersebut.

 
Some rights reserved by Jeremy Levine Design

Paling baik adalah mengukur tubuh sendiri dan membuat beberapa pertimbangan sesuai ukuran tubuh. Saya sendiri sebagai arsitek sering membawa dan menggunakan meteran, alat sederhana untuk mengukur tersebut agar bisa saya gunakan memperkirakan tinggi meja, kursi, furniture custom, dan sebagainya yang paling nyaman. Meteran juga bisa digunakan untuk ‘membayangkan’ ukuran yang paling tepat. Furniture yang paling baik juga merupakan furniture custom yang dirancang untuk tubuh sendiri, misalnya: kursi pribadi atau tempat tidur didalam kamar, tentunya dengan desain yang benar.

Dalam ilmu kedokteran, fisiologi, taksonomi dan sebagainya, ukuran tubuh manusia diteliti dan menghasilkan semacam ukuran ‘rata-rata’ yang bisa digunakan dalam proses perancangan furniture, bahkan merancang rumah yang paling sesuai. Ilmu ergonomi menggunakan juga data-data ukuran tubuh manusia baik laki-laki, wanita, anak-anak, lanjut usia dan juga penyandang cacat agar bisa memperoleh desain yang paling nyaman.

Ukuran rata-rata yang biasa digunakan untuk beberapa furniture antara lain:

– kursi: tinggi 40 – 50 cm
– meja makan: tinggi sekitar 70 – 80 cm
– counter top kitchen set: tinggi sekitar 80 – 95 cm
– dan sebagainya.

Perbedaan dimensi dari penggunaan peralatan, misalnya kitchen set di dapur atau bengkel kerja pribadi, juga ditentukan oleh gender. Pria biasanya memiliki jangkauan pergerakan yang lebih lebar daripada wanita, sehingga perlu pengukuran khusus. Jangan menyamakan antara jangkauan laki-laki dan perempuan. Cara terbaik saat memperkirakan desain adalah dengan mencoba, membayangkan, dan menggambar furniture Anda, sehingga nantinya bila selesai dibuat akan terasa nyaman. Demikian juga saat memilih furniture di toko, harus memiliki perkiraan ukuran sebelumnya, termasuk ukuran ruangan, agar nyaman dan sesuai dengan ukuran ruangannya. 
Misalnya, ruang tamu yang baik, atau ruang kafe yang baik, memerlukan perhitungan tentang perletakan dan furniture yang ergonomis, semua bisa didasarkan pada ukuran tubuh pengguna atau perkiraannya, serta faktor lain seperti ruang pergerakan, bagaimana gerak dibatasi oleh pengaturan furniture. Semua itu mempengaruhi tingkat kenyamanan pengguna. 

  ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ergonomi [ergonomics] – kenyamanan tubuh saat menggunakan furniture dan ruangan

 
Some rights reserved by Jeda Villa Bali

astudioarchitect.com Bila kita duduk, menggunakan meja, menyentuh keyboard komputer, memegang gelas, menggunakan sendok, dan aktivitas tubuh lainnya, terkadang kita merasa nyaman menggunakan benda-benda tersebut, namun kadangkala tidak nyaman entah karena terasa tidak pas atau berukuran tidak tepat. Ergonomi [ergonomics] merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana interaksi tubuh manusia dengan benda-benda dan sistem, misalnya saat duduk, bersandar, menggunakan meja, dan sebagainya. Ergonomi sangat penting dalam arsitektur karena bisa membantu mendesain furniture, ruangan, bahkan arsitektur bangunan secara keseluruhan dengan memperhatikan bagaimana tubuh bekerja, disesuaikan dengan ukuran dan desain berbagai benda serta cara menggunakannya.

Gambar diatas menunjukkan ukuran tubuh manusia dengan berbagai gerakan bagian tubuh. Dari ukuran-ukuran yang didapatkan, akan diperoleh ukuran furniture dan ruangan yang paling sesuai untuk tubuh manusia, bisa merasa nyaman menggunakannya. Hal ini mempengaruhi tingkat kebahagiaan dalam menggunakan berbagai benda tersebut. 

Adalah cukup sulit untuk memperkirakan ukuran benda-benda, seperti furniture, kitchen set, kursi, meja dan sebagainya yang sesuai untuk setiap orang. Setiap orang memiliki ukuran tubuhnya sendiri yang berbeda, karena itu produk massal seperti furniture buatan pabrik tidak terlalu bisa diandalkan untuk memperoleh kenyamanan maksimal, apalagi produk furniture kelas bawah (kerajinan pasaran) yang biasanya tidak membuat furniture dengan pertimbangan kenyamanan atau hasil riset tentang kenyamanan tubuh. Industri furniture skala menengah kebawah perlu untuk memperhatikan faktor kenyamanan dalam pembuatan meja kursi dan furniture lainnya. Dalam hal ini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu industri kecil pembuatan furniture untuk maju dengan menyediakan data ukuran tubuh manusia dan tingkat kenyamanan menggunakan furniture tersebut.

 
Some rights reserved by Jeremy Levine Design

Paling baik adalah mengukur tubuh sendiri dan membuat beberapa pertimbangan sesuai ukuran tubuh. Saya sendiri sebagai arsitek sering membawa dan menggunakan meteran, alat sederhana untuk mengukur tersebut agar bisa saya gunakan memperkirakan tinggi meja, kursi, furniture custom, dan sebagainya yang paling nyaman. Meteran juga bisa digunakan untuk ‘membayangkan’ ukuran yang paling tepat. Furniture yang paling baik juga merupakan furniture custom yang dirancang untuk tubuh sendiri, misalnya: kursi pribadi atau tempat tidur didalam kamar, tentunya dengan desain yang benar.

Dalam ilmu kedokteran, fisiologi, taksonomi dan sebagainya, ukuran tubuh manusia diteliti dan menghasilkan semacam ukuran ‘rata-rata’ yang bisa digunakan dalam proses perancangan furniture, bahkan merancang rumah yang paling sesuai. Ilmu ergonomi menggunakan juga data-data ukuran tubuh manusia baik laki-laki, wanita, anak-anak, lanjut usia dan juga penyandang cacat agar bisa memperoleh desain yang paling nyaman.

Ukuran rata-rata yang biasa digunakan untuk beberapa furniture antara lain:

– kursi: tinggi 40 – 50 cm
– meja makan: tinggi sekitar 70 – 80 cm
– counter top kitchen set: tinggi sekitar 80 – 95 cm
– dan sebagainya.

Perbedaan dimensi dari penggunaan peralatan, misalnya kitchen set di dapur atau bengkel kerja pribadi, juga ditentukan oleh gender. Pria biasanya memiliki jangkauan pergerakan yang lebih lebar daripada wanita, sehingga perlu pengukuran khusus. Jangan menyamakan antara jangkauan laki-laki dan perempuan. Cara terbaik saat memperkirakan desain adalah dengan mencoba, membayangkan, dan menggambar furniture Anda, sehingga nantinya bila selesai dibuat akan terasa nyaman. Demikian juga saat memilih furniture di toko, harus memiliki perkiraan ukuran sebelumnya, termasuk ukuran ruangan, agar nyaman dan sesuai dengan ukuran ruangannya. 
Misalnya, ruang tamu yang baik, atau ruang kafe yang baik, memerlukan perhitungan tentang perletakan dan furniture yang ergonomis, semua bisa didasarkan pada ukuran tubuh pengguna atau perkiraannya, serta faktor lain seperti ruang pergerakan, bagaimana gerak dibatasi oleh pengaturan furniture. Semua itu mempengaruhi tingkat kenyamanan pengguna. 

  ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bangunan Bambu Minimalis karya Kengo Kuma

astudioarchitect.com Arsitektur dengan bahan bambu ternyata sangat elegan dan eksklusif. Bambu sangat melimpah di negeri kita. Kengo Kuma, seorang arsitek Jepang yang cukup terkenal dengan karya arsitektur yang jernih dan minimalis, memakai bahan bambu untuk sebuah bangunan komunal di Great Wall China. Kesan ruang yang didapatkan dari bilah-bilah bambu yang disusun menjadi kekuatan utama dari desain tersebut.

Picture source:
http://kkaa.co.jp/works/great-bamboo-wall/
http://www.communebythegreatwall.com/commune.php?id=m_2&sid=m_2_11&lang=en
 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bangunan Bambu Minimalis karya Kengo Kuma

astudioarchitect.com Arsitektur dengan bahan bambu ternyata sangat elegan dan eksklusif. Bambu sangat melimpah di negeri kita. Kengo Kuma, seorang arsitek Jepang yang cukup terkenal dengan karya arsitektur yang jernih dan minimalis, memakai bahan bambu untuk sebuah bangunan komunal di Great Wall China. Kesan ruang yang didapatkan dari bilah-bilah bambu yang disusun menjadi kekuatan utama dari desain tersebut.

Picture source:
http://kkaa.co.jp/works/great-bamboo-wall/
http://www.communebythegreatwall.com/commune.php?id=m_2&sid=m_2_11&lang=en
 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[Desain Gratis] Rumah diatas lahan 10x20m

astudioarchitect.com Seorang pembaca blog http://www.astudioarchitect.com  yaitu Bapak Muhammad Fachri menuliskan sebuah email yang saya jawab sebagai desain gratis di Koran Seputar Indonesia.
Assalamualaikum wr. wb
Pak Probo yg baik hati,
Sesuai dengan saran Bapak yang sangat membantu buat saya untuk merancang denah rumah saya ukuran 10×20 m di http://www.floorplanner.com
Dan alhamdulillah desain rumah impian saya sudah jadi, tapi sebelumnya saya mohon kepada Bapak untuk melihatnya di http://www.floorplanner.com/projects/21775970-rumah-impian/edit#assets
agar bisa diberi saran tentang bagaimana harusnya desain yg ideal.  karena saya tidak tahu cara menyimpannya dalam format jpg
terima kasih

Berdasarkan email tersebut saya membuka desain denah yang dibuat oleh Bapak Muhammad Fachri, kemudian mencoba untuk memikirkan kembali tentang desain tersebut agar bisa memberikan saran.
 Desain denah awal yang dibuat sebenarnya sudah bagus, hanya memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut:
 – Terdapat ruang kamar tidur dan kamar mandi yang tidak mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami – Penataan ruang kurang teratur yang akibatnya nantinya pada saat menghuni akan merasakan kesan ruang yang kurang teratur pula.
 – Penataan ruang-ruang masih bisa dimaksimalkan, dan agar taman tidak menjadi ruang sisa atau ruang yang tidak terintegrasi dengan rumah.
 Karena itu saya mencoba memberikan saran dengan membuatkan desain denah baru. Pada desain tersebut denah disederhanakan, dan dibuat dengan memperhatikan kesan ruang yang akan timbul agar lapang dan tidak terkesan sumpek. Perbedaan hanya pada perletakan ruang namun tidak banyak menambah luasan ruang. Kesan lega akan diperoleh dengan ruang keluarga, ruang makan dan dapur yang terintegrasi.
 Dari segi tampilan, saya membuatkan desain yang sederhana dan mudah diikuti oleh tukang lokal. Inovasi dari segi tampilan adalah portal teras depan yang memiliki bentuk melengkung di bagian atas, mungkin merupakan sebuah pilihan desain bila diinginkan. Demikian jawaban saya, semoga bisa memberikan bantuan yang diharapkan. Terimakasih, Salam, Probo Hindarto http://www.astudioarchitect.com

Bila berminat, Anda bisa membeli desain rumah ini, lengkap dengan gambar kerja:
– denah
– tampak
– perspektif
– rencana pondasi
– rencana atap
– rencana peralatan listrik
– rencana plumbing
– rencana perletakan kusen
– detail kusen (hingga ukuran kusen)


Hubungi:
email astudioarchitect.com@gmail.com
HP: 08125244753

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[Desain Gratis] Rumah diatas lahan 10x20m

astudioarchitect.com Seorang pembaca blog http://www.astudioarchitect.com  yaitu Bapak Muhammad Fachri menuliskan sebuah email yang saya jawab sebagai desain gratis di Koran Seputar Indonesia.
Assalamualaikum wr. wb
Pak Probo yg baik hati,
Sesuai dengan saran Bapak yang sangat membantu buat saya untuk merancang denah rumah saya ukuran 10×20 m di http://www.floorplanner.com
Dan alhamdulillah desain rumah impian saya sudah jadi, tapi sebelumnya saya mohon kepada Bapak untuk melihatnya di http://www.floorplanner.com/projects/21775970-rumah-impian/edit#assets
agar bisa diberi saran tentang bagaimana harusnya desain yg ideal.  karena saya tidak tahu cara menyimpannya dalam format jpg
terima kasih

Berdasarkan email tersebut saya membuka desain denah yang dibuat oleh Bapak Muhammad Fachri, kemudian mencoba untuk memikirkan kembali tentang desain tersebut agar bisa memberikan saran.
 Desain denah awal yang dibuat sebenarnya sudah bagus, hanya memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut:
 – Terdapat ruang kamar tidur dan kamar mandi yang tidak mendapatkan pencahayaan dan penghawaan alami- Penataan ruang kurang teratur yang akibatnya nantinya pada saat menghuni akan merasakan kesan ruang yang kurang teratur pula.
 – Penataan ruang-ruang masih bisa dimaksimalkan, dan agar taman tidak menjadi ruang sisa atau ruang yang tidak terintegrasi dengan rumah.
 Karena itu saya mencoba memberikan saran dengan membuatkan desain denah baru. Pada desain tersebut denah disederhanakan, dan dibuat dengan memperhatikan kesan ruang yang akan timbul agar lapang dan tidak terkesan sumpek. Perbedaan hanya pada perletakan ruang namun tidak banyak menambah luasan ruang. Kesan lega akan diperoleh dengan ruang keluarga, ruang makan dan dapur yang terintegrasi.
 Dari segi tampilan, saya membuatkan desain yang sederhana dan mudah diikuti oleh tukang lokal. Inovasi dari segi tampilan adalah portal teras depan yang memiliki bentuk melengkung di bagian atas, mungkin merupakan sebuah pilihan desain bila diinginkan.Demikian jawaban saya, semoga bisa memberikan bantuan yang diharapkan.Terimakasih,Salam,Probo Hindartowww.astudioarchitect.com

Bila berminat, Anda bisa membeli desain rumah ini, lengkap dengan gambar kerja:
– denah
– tampak
– perspektif
– rencana pondasi
– rencana atap
– rencana peralatan listrik
– rencana plumbing
– rencana perletakan kusen
– detail kusen (hingga ukuran kusen)


Hubungi:
email astudioarchitect.com@gmail.com
HP: 08125244753

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Ilmu Konstruksi Bangunan Bambu [Buku]

astudioarchitect.com Baru-baru ini bambu muncul sebagai material bangunan yang murah dan tersedia melimpah. Disamping kekurangan material bambu yang tidak dapat terelakkan yaitu umur bambu yang pendek, yaitu sekitar 5 tahun, ternyata bambu lebih baik diaplikasikan sebagai material murah dan bukan material mahal, karena justru dengan harga bambu yang murah tersebut (1 lajurnya, pada saat ditulis harganya tidak lebih dari Rp 20rb), maka bambu memang lebih baik diaplikasikan sebagai material bangunan yang cepat diganti, dan sebagai alternatif bahan bangunan yang sangat murah.

Tidak banyak penulis yang menulis tentang bambu, karena membutuhkan pengetahuan yang mumpuni. Karena itu buku yang ditulis Heinz Frick ini bisa memberikan gambaran yang cukup lengkap untuk material bambu untuk bangunan.

Kutipan: Kesadaran terhadap pembangunan yang berkesinambungan dan ke-merosotan bahan sumber daya alam, dalam hal ini bambu, akan me-ningkatkan juga perhatian atas cara dan konstruksi pelindung gedung terhadap cuaca. Suatu konstruksi dinding harus memenuhi beberapa tuntutan yang ber-beda, misalnya menerima dan menyalurkan gaya konstruksi, menutup dan memisah ruang dalam dan ruang luar, memberi perlindungan ter-hadap cuaca (radiasi panas matahari, hujan, dan angin), menanggulangi suara/kebisingan, serta memberi keamanan terhadap kebakaran. Tun-tutan atas konstruksi dinding tersebut, terutama pada konstruksi bambu, sering dibagi dengan memilih penyelesaian berlapis-lapis.

Lapisan struktur menerima dan menyalurkan beban yang terjadi dalam konstruksi gedung (lihat halaman 35-41).

– Lapisan dinding luar pada konstruksi bambu menerima beberapa tugas sekaligus, seperti menstabilkan kerangka gedung (lapisan struktur), melindungi gedung terhadap cuaca, serta menanggulangi suara/kebisingan.
– Lapisan dinding dalam merupakan penyelesaian (finishing) di se-belah dalam gedung yang menutup lapisan struktur dan sering juga utilitas (instalasi listrik, dsb.). Lapisan dinding dalam biasanya ber-bentuk anyaman bambu.

Perlu diperhatikan bahwa pada konstruksi dinding bambu yang berlapis sering terjadi rongga yang, meskipun dimanfaatkan sebagai pengudara-an konstruksi (penahanan panas), dapat memberi sarang bagi rayap dan tikus. Cara menanggulangi suara/kebisingan pada lapisan dinding berhubung-an erat dengan kekedapannya terhadap udara (angin). Hal ini dapat di-buktikan dengan melapisi satu ruang dengan kertas sambung-menyam-bung yang dilem rapat. Maka, dapat terlihat pertentangan di antara tun-tutan menanggulangi kebisingan dan tuntutan menjamin pengudaraan alam.

http://books.google.com/books?id=L8c4eO0VHeMC&lpg=PA77&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.