Category Archives: house design

Bree

This house design is one of our project with many stages. We did it because the owner has a lot of time, and because we also do. So this design we made in quite a long time. We made some alternatives at the beginning. Below are some of early sketches:

Rumah ini termasuk project dengan tahapan desain yang cukup banyak di astudio. Kami melakukannya karena sang pemilik punya banyak waktu, dan kami juga. Jadi desain ini berlangsung cukup lama. Kami membuat beberapa alternatif desain pada awalnya. Berikut ini beberapa sketsa awal desain;

and finally we reach final stages of design.
dan akhirnya mencapai tahap akhir desain.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Bree

This house design is one of our project with many stages. We did it because the owner has a lot of time, and because we also do. So this design we made in quite a long time. We made some alternatives at the beginning. Below are some of early sketches:

Rumah ini termasuk project dengan tahapan desain yang cukup banyak di astudio. Kami melakukannya karena sang pemilik punya banyak waktu, dan kami juga. Jadi desain ini berlangsung cukup lama. Kami membuat beberapa alternatif desain pada awalnya. Berikut ini beberapa sketsa awal desain;

and finally we reach final stages of design.
dan akhirnya mencapai tahap akhir desain.
http://www.geocities.com/designastudio5/bree.swf

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah Deli

Home Design by astudio.
On duty: Nasrul Amin, Probo Hindarto, Rosi Rahadi

This house seems to be one of the house we design with strong local tradition influence. Before we made this design, we have ourselves seeing many types of house in Melayu, around Sumatra and Kalimantan, because it will be built there. The owner is working in Europe, but even so, he wants the house to have ‘local character’, and this design was meant to be so. In this design, we adapt the shape of house, ornamentation, etc.

Rumah ini menjadi salah satu desain rumah yang kami desain dengan pengaruh kuat dari tradisi lokal. Sebelum kami membuat desain ini, kami banyak melihat tipe-tipe rumah di Melayu, sekitar Sumatera dan Kalimantan, karena rumah ini akan dibangun disana. Tampaknya, meskipun berada di luar negeri, Keinginan untuk memiliki rumah yang ‘berciri lokal’ tetap ada, sehingga desain dimaksudkan mengadaptasi khasanah arsitektur setempat. Desain berciri lokal mengadaptasi bentuk atap, hiasan/ornamentasi, dan sebagainya.

Rumah Aceh

Above is one example “Melayu house” that we found in Flickr recently. It wasn’t the reference we use when we design this house, but this is the type of the house in there.
Diatas adalah contoh ‘Rumah Melayu’ yang kami dapatkan di Flickr. Ini bukan referensi kami saat mendesain, tapi merupakan contoh tipe rumah yang ada disana.

We made some sketches regarding how the house will be designed. The important things we discussed were; most of the house are build as ‘rumah panggung’, which is a deck house, where there are supporters for the first floor. There will be a lot of wood used in construction, because wood is considered cheap in the area. The roof will be covered by zinc roof or other metal material. There should be special ornaments derrived from traditional houses.

The owner told us to use brick wall for the ground level, and use wood construction for the first level. So it won’t be a deck house. But we tried to make it best suit the type of traditional houses. Fortunately that time one crew, Nasrul Amin, is from Palembang, Sumatera, and he lived in North Sumatera before he moved to Java, so he knew the way people in Sumatera build houses.

Kami membuat beberapa sketsa tentang bagaimana rumah ini akan didesain. Hal penting yang kami diskusikan adalah; sebagian besar rumah dibangun sebagai rumah panggung. Akan ada banyak konstruksi kayu, karena kayu murah disana. Atap akan ditutup dengan atap seng atau metal yang lain. Harus ada ornamen spesial yang diangkat dari rumah-rumah tradisional.

Pemiliknya mengatakan akan menggunakan tembok bata untuk lantai bawah, dan menggunakan konstruksi kayu untuk lantai atas. Jadi ini bukan rumah panggung. Tapi kami mencoba membuatnya tampil seperti rumah tradisional. Untungnya salah satu kru kami waktu itu, Nasrul Amin, berasal dari Palembang, Sumatera, dan dia hidup di Sumatera Utara sebelum pindah ke Jawa, jadi dia mengerti bagaimana orang Sumatera membangun rumah.

The above sketch is the final design we made for this house.

Sketsa diatas adalah desain final yang kami buat untuk rumah ini.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah Deli

Home Design by astudio.
On duty: Nasrul Amin, Probo Hindarto, Rosi Rahadi

This house seems to be one of the house we design with strong local tradition influence. Before we made this design, we have ourselves seeing many types of house in Melayu, around Sumatra and Kalimantan, because it will be built there. The owner is working in Europe, but even so, he wants the house to have ‘local character’, and this design was meant to be so. In this design, we adapt the shape of house, ornamentation, etc.

Rumah ini menjadi salah satu desain rumah yang kami desain dengan pengaruh kuat dari tradisi lokal. Sebelum kami membuat desain ini, kami banyak melihat tipe-tipe rumah di Melayu, sekitar Sumatera dan Kalimantan, karena rumah ini akan dibangun disana. Tampaknya, meskipun berada di luar negeri, Keinginan untuk memiliki rumah yang ‘berciri lokal’ tetap ada, sehingga desain dimaksudkan mengadaptasi khasanah arsitektur setempat. Desain berciri lokal mengadaptasi bentuk atap, hiasan/ornamentasi, dan sebagainya.

Rumah Aceh

Above is one example “Melayu house” that we found in Flickr recently. It wasn’t the reference we use when we design this house, but this is the type of the house in there.
Diatas adalah contoh ‘Rumah Melayu’ yang kami dapatkan di Flickr. Ini bukan referensi kami saat mendesain, tapi merupakan contoh tipe rumah yang ada disana.

We made some sketches regarding how the house will be designed. The important things we discussed were; most of the house are build as ‘rumah panggung’, which is a deck house, where there are supporters for the first floor. There will be a lot of wood used in construction, because wood is considered cheap in the area. The roof will be covered by zinc roof or other metal material. There should be special ornaments derrived from traditional houses.

The owner told us to use brick wall for the ground level, and use wood construction for the first level. So it won’t be a deck house. But we tried to make it best suit the type of traditional houses. Fortunately that time one crew, Nasrul Amin, is from Palembang, Sumatera, and he lived in North Sumatera before he moved to Java, so he knew the way people in Sumatera build houses.

Kami membuat beberapa sketsa tentang bagaimana rumah ini akan didesain. Hal penting yang kami diskusikan adalah; sebagian besar rumah dibangun sebagai rumah panggung. Akan ada banyak konstruksi kayu, karena kayu murah disana. Atap akan ditutup dengan atap seng atau metal yang lain. Harus ada ornamen spesial yang diangkat dari rumah-rumah tradisional.

Pemiliknya mengatakan akan menggunakan tembok bata untuk lantai bawah, dan menggunakan konstruksi kayu untuk lantai atas. Jadi ini bukan rumah panggung. Tapi kami mencoba membuatnya tampil seperti rumah tradisional. Untungnya salah satu kru kami waktu itu, Nasrul Amin, berasal dari Palembang, Sumatera, dan dia hidup di Sumatera Utara sebelum pindah ke Jawa, jadi dia mengerti bagaimana orang Sumatera membangun rumah.

The above sketch is the final design we made for this house.

Sketsa diatas adalah desain final yang kami buat untuk rumah ini.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah Pontianak

Rumah di Pontianak, design for Mr. Idrus

Home Design by
astudio.
On duty: Probo Hindarto

This house design we made with influence of colonial architecture design. It is a simple warm house with warm color. Rumah ini didesain dengan pengaruh arsitektur kolonial, dengan kesan hangat yang berasal dari warna-warna hangat yang digunakan.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah Pontianak

Rumah di Pontianak, design for Mr. Idrus

Home Design by
astudio.
On duty: Probo Hindarto

This house design we made with influence of colonial architecture design. It is a simple warm house with warm color. Rumah ini didesain dengan pengaruh arsitektur kolonial, dengan kesan hangat yang berasal dari warna-warna hangat yang digunakan.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Treasure, house at Riverside, Malang

Home Design by astudio.
On duty: Probo Hindarto

We name the house; Treasure. In this design, we consider much about what people feel when CLOSE to the building, so being close to this building, we will feel certain perception that we thought it would be nice. We told the owner that a building that is too ’empty’ (building with no ornament), might make us bored in just 2-3 months living in the house. The owner responsed that he and his wife like detailed building, and because they are capable of building such house with so many details, and have no objection of the concept we told them. We made the house have as much home garden as possible, and making detail based on our perception of vernacular architecture around us.In here we use wood louvers, and unique round window. The architectural vocabulary we use is familiar with what is found in daily life.

Kami menamai rumah ini; Treasure. Pada desain ini, lebih diutamakan bagaimana kesan yang didapat pada saat DEKAT dengan bangunan, sehingga saat berada dalam bangunan, kita merasakan kesan yang mendalam dari bangunannya. Kami berkata pada sang pemilik bahwa bangunan yang terlalu ‘kosong’ (tanpa ornamen), mungkin dapat membuat kita bosan dalam 2-3 bulan hidup dalam rumah tsb. Sang pemilik merespon bahwa dia dan istrinya suka bangunan yang detail, dan karena mereka bisa membuat bangunan dengan banyak detail, dan tidak keberatan dengan konsep kami. Kami membuat rumah itu memiliki sebanyak mungkin taman, dan membuat banyak detail berdasarkan persepsi kami pada arsitektur vernakular disekitar kita. Disini digunakan kisi-kisi kayu, serta bentuk jendela kamar tidur yang unik dengan bentuk bulat. Bentuk-bentuk arsitektur yang digunakan kebanyakan familiar dengan apa yang sehari-hari ditemukan.

First stages

At the first stages, we design a simple house based on geometrical shapes, while thinking about the plan to be more effective. This is the stage when we got inspired by lines of bamboo. The story is when we visit a humble local food store (warung) that was made of bamboo construction. We saw the vertical lines of bamboo is so aesthetic and we tried to implement it in the first stages of design.

Dalam tahap-tahap pertama, kami mendesain rumah dengan bentuk sederhana berdasarkan bentukan geometri, sambil berpikir tentang denah agar lebih efisien. Dalam tahap desain ini kami mendapatkan inspirasi dari garis-garis bambu. Ceritanya pada saat kami makan di warung lokal (warteg) yang dibuat dari konstruksi bambu. Kami melihat garis-garis vertikal bambu sangat estetik dan kami mencoba untuk mengimplementasikan dalam tahap pertama desain.

FINAL STAGES



We then finally come to this house design stage, that contains so much detail, because we were at that time we concern much about detail in building, inspired by aesthetic values of local vernacular architecture.

Kami akhirnya sampai pada tahap akhir desain, yang sangat penuh dengan detail, karena kami pada saat itu sangat memperhatikan detail bangunan, terinspirasi nilai estetis dari arsitektur lokal vernakular.

THE INTERIOR DESIGN

One of the interior design in the house
Salah satu desain interior di rumah tsb.


________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.