Monthly Archives: Oktober 2013

[Video] Dsign Kamar Tidur

astudioarchitect.com Seakan tak ingin ketinggalan berita dan tips desain kamar tidur yang nyaman dan bercitra seni tinggi, kami hadirkan video Dsign dari NetMediatama. Video ini berisi tentang tips desain kamar tidur dengan berbagai karakter atau tema.

Foto foto: printscreen video Netmediatama

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Foto-foto: printscreen video Netmediatama
Video by Netmediatama
<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[review] Rumah dengan material besi, kayu, plastik dan kaca.

astudioarchitect.com Berbagai material bangunan untuk rumah sangat beragam akhir-akhir ini. Material-material sederhana dapat menjadi pilihan saat membangun dengan pendekatan yang berbeda dari biasanya. Untuk menambah wawasan kita, kami sajikan artikel tentang sebuah rumah yang didesain unik oleh arsitek jepang Meguni Matsubara dan Hiroi Ariyama.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Material yang digunakan cukup beragam yaitu besi, kayu, beton, kabel metal, plastik semacam polycarbonate, dan panel kaca. Tampaknya rumah ini merupakan rumah mungil yang diperuntukkan untuk pasangan yang cukup senior. 

Bangunan pada malam hari, tampak seperti berpendar karena menggunakan material yang tembus cahaya (tapi tidak tembus pandang) berupa lapisan plastik. Tampaknya terdapat sisa dari model rumah Jepang tradisional yang dindingnya terbuat dari kayu dan kertas sehingga terlihat tembus cahaya. 

Lantai dan sebagian konstruksi menggunakan kayu. 

Beragam material dapat menjadikan ruangan yang tercipta lebih ‘kaya’. 

Pemilik rumah ini memiliki memori tentang masa kecil di sebuah kuil tak jauh dari lokasi rumah ini dimana ia menghabiskan banyak waktunya di kuil tersebut. 

Perpaduan dari berbagai material menciptakan suatu harmonisasi dari garis massa dan bidang. 

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Sebuah rumah adalah sebuah tambatan hati, kita bergerak dan bekerja didalam sebuah rumah sembari menciptakan memori-memori yang akan kita kenang sepanjang hidup kita. Dinding-dinding rumah akan menyimpan kenangannya yang akan memberikan auranya saat kita berada didekatnya.

——————————————

images and story adapted via Dezeen

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Garis sempadan bangunan rumah, apakah itu?


Rumah yang memperhatikan garis sempadan bangunan terlihat rapi, berbudaya, memiliki taman dan tidak menimbulkan masalah dengan peraturan daerah.
Sumber foto; Dokumen astudio


Bila kita hendak mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), kita harus menyertakan gambar kerja dari bangunan rumah yang akan dibangun. Artinya, kita sudah merencanakan terlebih dahulu bagaimana dan batas-batas bangunan seperti apa yang nantinya akan ada dalam bangunan rumah. Garis sempadan adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi agar IMB bisa didapatkan.





Garis sempadan, pada dasarnya adalah batas dimana bangunan boleh dibangun dari batas lahan depan, atau batas sungai, atau batas alam lainnya. Garis sempadan atau biasanya dalam praktek langsung disebut ‘sempadan’ berguna agar setiap rumah dibangun dengan kepedulian terhadap lingkungan. Bila kita perhatikan, ini memang diperlukan, karena bangunan yang terlalu dekat ke jalan bisa mengganggu kepentingan umum, misalnya bila sempadan kurang diindahkan, hal-hal seperti parkir kendaraan bisa terganggu dan kendaraan terpaksa parkir di pinggir jalan.
Garis sempadan memungkinkan bangunan memiliki halaman depan atau area yang bisa digunakan untuk menanam tanaman, sehingga setiap rumah diharapkan dapat memiliki area taman yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan rumah. Dengan demikian garis sempadan bisa membantu kita merencanakan rumah yang sehat dengan ruang hijau (taman) dan udara yang lebih bersih dan sehat.
Untuk menjadikan area sempadan lebih efektif, kita bisa memaksimalkan penggunaannya untuk taman dan tidak menggunakan perkerasan (bahan seperti paving blok, dan sebagainya yang menutupi tanah), dengan demikian sempadan bisa berguna memproduksi udara bersih dan mengurangi udara kotor akibat polusi. Selain itu taman dapat ‘melunakkan’ penampilan rumah agar lebih ramah dengan kehijauan serta bisa digunakan untuk berkebun, bermain anak-anak, dan sebagainya.
Memiliki rumah yang mengikuti aturan batas garis sempadan juga menghindarkan kita dari masalah dengan pemerintah daerah setempat. Permasalahan akibat tidak terpenuhinya garis sempadan biasanya membuat pemilik bangunan rumah didenda dan ada kemungkinan bangunan harus dibongkar bila terjadi pelebaran jalan. Bila kita ingin membantu kota lebih baik di saat ini dan masa depan, sebaiknya kita memulai dari desain rumah yang bertanggung jawab. Konsultasikan hal ini dengan dinas perijinan setempat, dengan meminta informasi tentang IMB dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membangun rumah di lahan yang kita miliki.
Hal-hal yang diminta saat mengurus IMB antara lain;

  • Foto kopi KTP
  • Asli atau foto kopi Advice Planning (AP) yang dilegalisir
  • Foto kopi kepemilikan/ sertifikat tanah yang dilegalisir, atau surat kuasa dari pemilik tanah atau ahli waris kepada pemohon
  • Surat pernyataan jaminan konstruksi untuk konstruksi maksimal dua lantai
  • Perhitungan konstruksi atau struktur bangunan bagi yang lebih dari dua lantai
  • Gambar rencana bangunan (denah, tampak, potongan, rencana atap, rencana pondasi, sanitasi, dan sebagainya) dalam bentuk print, atau kopi gambar, dimana dicantumkan nama perencana bangunan. Bagi bangunan yang sudah terlanjur berdiri; gambar bangunan yang ada saat ini.
  • Surat pernyataan tidak keberatan dari pemilik tanah dan bangunan yang berada disekitar lahan kita, diketahui oleh RT, RW dan kelurahan.

IMB akan diproses dalam beberapa hari dan harapannya pemerintah akan memberikan pelayanan yang makin memuaskan bagi masyarakat yang beriktikad baik dengan mengurus surat IMB. Mari kita membangun dengan tanggung jawab, miliki IMB sebelum mendirikan bangunan.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tentang tukang yang bekerja di lapangan, arsitek dan kontraktor

astudioarchitect.com Tulisan uneg2 tentang tukang dan arsitek, uneg2 yang bila tidak dikeluarkan bisa meledak didalam, tapi bukan standar tertinggi sebuah kebenaran

—————————————————

Bekerja dengan otot, tidak sama dengan bekerja dengan otak. Bekerja dengan otot memerlukan keberadaan fisik dan kontak fisik dengan material. Bekerja dengan suatu keterampilan yang didapatkan dengan menyentuh, memperkirakan, mengukur, semua dengan fisika naluriah (perhitungan fisika yang diterapkan dalam gerakan, dan sebagainya). Untuk membelah batu, diperlukan sekian energi yang disalurkan melalui tangan, untuk menata bata diperlukan energi sekian untuk tepat.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Saat arsitek mendesain sebuah imajinasi beku yang disebut arsitektur, ia memperkirakan hasil akhir yang pada akhirnya harus diupayakan melalui pekerjaan fisik para tukang. Arsitek memotong jalur menuju realita melalui imajinasi dan kertas-kertas bergambar imajinasi yang membeku. Potongan gambaran realitas ini kemudian menjadi sebuah tuntunan, bahkan tuntutan, untuk dipenuhi dengan berbagai cara.

Para tukang memahami gambaran realitas yang disebut ‘gambar kerja’ ini seakan seperti sebuah dogma, yang harus diwujudkan melalui tangan tangan terampil mereka. Kadang gambar kerja hampir seperti sebuah kitab suci untuk proyek, semua bekerja berdasarkan kitab suci itu. Arsitek atau kontraktor yang datang ke proyek, menggunakan dogma itu untuk menata, membangun dan memperkirakan hasil jadi arsitektur.

Bekerja dengan tangan bagi para tukang adalah sebuah keniscayaan, bukan spekulasi, lebih banyak tukang beranggapan bahwa keterampilan cukup untuk membuat sesuatu yang terbangun, sesuatu yang bagi arsitek merupakan ‘tanpa perencanaan’. Namun bagi tukang sewaan di kampung-kampung, spekulasi adalah saat perencanaan bersama pemilik rumah atau bangunan saat akan menyewa tukang, maka arsitektur didefinisikan melalui keterampilan tangan yang setara dengan kerajinan tangan. “Seperti ini bagus, pak/bu”, kata tukang sambil berbicara dengan sesekali menggambar ala kadarnya, tidak dengan meja kerja, tidak dengan komputer.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Bagi tukang kampung, untuk mewujudkan arsitektur yang ‘baik’, atau ‘buruk’ kurang lebih seringkali adalah spekulasi. ‘Tahu benar’ akan material dan cara membangun adalah titik tolak para tukang ‘kampung’ untuk mendefinisikan sesuatu yang disebut ‘arsitektur’ entah bisa disebut demikian atau tidak — cara membangun adalah inti dari arsitektur kampung. Arsitektur yang muncul adalah konsekuensi material ditambah cara memperlakukan material tersebut, minimal untuk menyerupai anggapan-anggapan non akademis tentang bangunan yang baik. Tidak ada jargon-jargon seperti ‘estetika’, ‘proporsi’, ‘harmoni’ dan sebagainya. Bagus adalah bagus, jelek adalah jelek, semua didefinisikan melalui satuan terkecil yaitu pekerjaan tangan.

Semakin lama, semakin modern, semakin tukang kehilangan kemampuan berarsitektur dengan cara-cara vernakular, untuk kemudian menjadi semakin modern — artinya adalah semakin bekerja seperti mesin. Kolom kayu dengan ukiran dan detail sambungan yang langka tradisional digantikan oleh alumunium, besi dan beton buatan pabrik, untuk menjadi cara membangun berdasarkan presisi mesin, adalah konsekuensi dari industrialisme. Tukang kota berbeda dari tukang desa, dan tukang yang ikut sistem organisasi kontraktor modern berbeda dari tukang kampung. Tukang beradaptasi dengan kebutuhan, material dan cara membangun yang makin melicin. Tukang akan selalu berusaha memahami cara membangun dengan memahami cara memperlakukan material, mereka selalu ingin tahu dengan keberadaan material baru untuk memahami cara kerjanya.

Saat ada orang-orang yang merupakan jebolan perguruan tinggi dan disebut ‘perencana bangunan’, ‘kontraktor’ atau ‘arsitek’, para tukang cenderung merasa aman dari konsekuensi spekulasi mereka atas arsitektur apa yang mungkin timbul dari cara membangun. Sudah ada pihak yang disebut ‘arsitek’ atau ‘kontraktor’ untuk bertanggungjawab akan bagus atau jeleknya arsitektur. Anehnya arsitek juga merasa aman dari ketidaktahuan mereka dengan cara membangun. Bagi tukang-tukang, ungkapan yang tepat kurang lebih: Arsitek kebanyakan adalah seperti seorang dewa yang tiba-tiba jatuh dari entitas yang disebut ‘kuliahan’. Mereka bersayap dan hebat, dapat naik turun kahyangan untuk mendoktrinkan kitab suci mereka yaitu gambar kerja.

Arsitek disatu sisi keluar dari universitas untuk merasa mengetahui tentang desain, lalu untuk menyimpulkan bongkahan-bongkahan imajinasi dalam bentuk gambar. Tapi jarang mereka diajarkan di kampus untuk memegang pasir, menata bata, mencampur semen dan air. Mereka sibuk untuk merumuskan programatik, dan lebih parahnya sesuatu yang disebut bentuk. Facade, muka, topeng, depan, dalam, interior design, minimalis, klasik, mediterania, desain plafon, kursi malas, sofa, kabinet TV, perumahan, atap, dinding, lantai, kolam renang, pagar depan, pohon kamboja, rumput. Jargon-jargon yang akan mengantarkannya untuk ‘lebih mengetahui daripada sekedar tukang’, dengan cara menginjak pijakan yang lebih tinggi, namun tidak tahu cara berada dibawah, seperti memegang bata dengan serpihan debunya, kelilipan semen saat bekerja, atau memiliki baju yang kotor dengan debu bangunan.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Villa Design for Mr. Adam Rifandi

astudioarchitect.com Sebuah desain villa dengan pemandangan yang cukup menakjubkan di Garut, Jawa Barat ini kami desain dengan intuitif agar sesuai dengan lahan yang memiliki kemiringan dan bentuk denah yang kurang beraturan. Dalam hal ini desain villa dibuat selaras dengan lahan dan memaksimalkan pemandangan pegunungan tersebut dengan membuka banyak jendela pada fasade bangunan. 
A villa design with quite stunning mountainous view in Garut, West Java Indonesia, designed with intuitive design to fit with the sloped and irregular form of land. In this case the design of the villa is made in harmony with the land and to maximize views of the mountains by combining window openings on the building facade.
<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

There’s a video animation of this design:

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Anda bisa mendownload file model dan membukanya di Google Earth untuk merasakan desain secara 3Dimensional. Download the model and view in Google Earth:

Download kmz File

Architect Info:
Probo Hindarto
08125244753

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Desain rumah Bapak Rio – dari 45m2 menjadi 90m2

astudioarchitect.com Desain rumah untuk Bapak Rio, merupakan rumah tumbuh yang direncanakan untuk tumbuh dari luas bangunan 45m2 menjadi luas bangunan 90m2. Pengembangan ini ditujukan untuk mengadaptasi ketersediaan dana awal yang terbatas. Ruang-ruang awal yang dibutuhkan cukup standar, yaitu ruang tamu dan ruang tidur serta tambahan ruang keluarga yang sementara juga difungsikan dapur. Pengembangan selanjutnya menjadi rumah dengan luas 90m2 dengan penambahan dapur semi terbuka, kamar tidur utama dan memperbesar ruang keluarga. Desain pada saat ini masih dalam tahap proposal. 
<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Informasi arsitek:
Probo Hindarto
08125244753
atau kirim email ke kami.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bercocok tanam di lahan rumah terbatas

astudioarchitect.com Kebahagiaan seseorang bisa didapatkan dari apa saja, termasuk berkebun atau memanfaatkan sedikit lahan di rumah kita dengan menanam tanaman dan menghindarkan diri dari stres. Dengan melihat hijaunya daun-daun yang tumbuh di pekarangan akan membuat mata menjadi segar dan mengembalikan mood kita setelah menjalani rutinitas di dalam atau di luar rumah. Banyak jenis tanaman yang bisa kita tanam di lahan pekarangan kita, seperti tanaman sayur, tanaman buah, tanaman obat dan sebagainya.

photo by United Nations Photo

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Agar tanaman yang kita tanam bisa tumbuh dan berbuah yang baik sampai hasil akhirnya, maka banyak hal yang perlu diperhatikan sebagaimana berikut :

1. Memilih jenis tanaman sesuai dengan kapasitas lahan.


photo by its Gem

Bercocok tanam tidaklah haruslah memiliki lahan yang cukup luas, karena walaupun tidak memiliki lahan, kita bisa bercocok tanam di lahan sempit dengan cara memakai teknik vertikultur yaitu teknik cocok tanam di lahan bertingkat atau vertikal seperti di rak-rak pot, pot gantung, serta teknik Hydroponic yaitu teknik penanaman yang tidak memerlukan tanah sebagai media tanam melainkan air yang berfungsi sama seperti tanah.  Sebaliknya bila lahan rumah cukup luas, maka kita akan lebih leluasa untuk menanam serta mengatur tanaman-tanaman tersebut agar terlihat lebih rapi dan indah.

2. Lahan atau media tanam mendapatkan cukup sinar matahari.
Lahan yang akan ditanami hendaknya berada di area yang mendapatkan cukup sinar matahari, agar tanaman bisa berkembang dengan baik. Khususnya untuk tanaman yang memiliki klorofil atau zat hijau daun, peran sinar matahari cukup penting, karena tumbuhan perlu melakukan proses fotosintetis untuk menghasilkan makanan. Pengaruh dari proses fotosintesis inilah yang akan mempengaruhi perkembangan dari tanaman tersebut.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
3. Menyesuaikan jenis tanaman dengan keadaan daerah setempat.
Keadaan sekitar juga ikut mempengaruhi perkembangan tanaman yang kita tanam, seperti keadaan tanah, kelembaban udara, cuaca, dan sebagainya. Apabila berada di dataran rendah, maka sebaiknya disesuaikan dengan jenis tanaman yang dapat tumbuh di dataran rendah. Jika ingin menanam tanaman yang tumbuh baik di dataran tinggi lalu ditanam di daerah rendah, maka sebaiknya pilihlah jenis tanaman yang kuat bertahan dan ditanam saat musim hujan, mengingat jenis tanaman tersebut tidak tumbuh di daerah yang semestinya.
Demikian sebaliknya dengan tanaman-tanaman yang tumbuh di daerah tinggi.

4.Memperhatikan keadaan tanah.
Tanah yang kering dan gersang tidak mudah ditumbuhi suatu tanaman dengan maksimal. Tanah harus memiliki kadar air yang cukup. Sebelum ditanami, hendaklah tanah diolah dahulu dan diberi pupuk, supaya tanah tersebut cukup gembur dan memberikan hasil yang baik bagi produktifitas tanaman

5. Menanam jenis tanaman yang mudah perawatannya dan sering dikonsumsi.
Bagi pemula dalam hal bercocok tanam, pilihlah tanaman yang mudah ditanam dan dipelihara, dan juga tanamlah tanaman yang sering digunakan atau dikonsumsi, misalnya bumbu dapur, sawi, bayam, dan masih banyak lagi.

Menanam tanaman haruslah sabar dan telaten. Sebagaimana mahluk hidup, tanaman memerlukan perhatian dan pemeliharaan sehingga bisa tumbuh dan berbuah baik. Bisa kita bayangkan betapa bahagianya jika melihat tanaman berbuah ranum dan bisa dipanen dengan tangan sendiri, tanpa harus membeli. Maka itulah kepuasan dan kebahagiaan tersendiri bagi kita.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.