Category Archives: review lokal

Lihat bagaimana arsitek Jepang mendesain rumah selebar 1,8m!

astudioarchitect.com Belakangan ini rumah rumah sempit sangat populer di Jepang karena lahan yang semakin sedikit sehingga memaksa orang untuk menggunakan lahan yang sempit sebagai rumah tinggal.  inilah yang dilakukan oleh arsitek YUUA Architects & Associates yang mendesain sebuah rumah dengan lebar 1,8 meter. Rumah seperti ini terkadang hanya memungkinkan penghuni nya untuk merasakan ruang yang memanjang karena lebarnya yang sempit. Bagaimanapun juga arsiteknya bisa mendesain rumah dengan 4 lantai dan dengan cara yang sangat hati-hati mereka mendesain interiornya sehingga optimal.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Selain menggunakan dinding arsitek menggunakan perbedaan lantai atau split level untuk membuat perbedaan antar ruang. Hal ini yang menjadikan rumah ini tetap memiliki akses cahaya alami yang berlimpah dari satu sisi jendela yang berada di depan. Dengan cara memiliki jendela yang tinggi diharapkan dapat memasukkan cahaya hingga ke bagian belakang bangunan yang memberikan kesan seolah olah rumah ini lebih luas daripada sesungguhnya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Unsur cahaya memang diketahui sebagai unsur psikologis yang dapat menjadikan rumah terasa lebih lebar dari sesungguhnya. Meskipun demikian yang unik dari interior rumah ini adalah menggunakan banyak warna hitam untuk dindingnya karena arsitek berpendapat bahwa warna hitam dapat memberikan kesan kedalaman untuk sebuah ruangan. Hal ini sudah pasti berbeda dengan pendapat Kebanyakan orang yang mengatakan bahwa dinding berwarna putih dapat menjadikan ruangan terasa lebih luas secara psikologis.

Denah rumah

Potongan memanjang rumah. 

 Desain tampak depan.

Penggunaan split level dan meniadakan penggunaan dinding. 

Cahaya dari jendela selebar lahan yang vertikal dapat menerangi sebagian besar interior rumah. 

Sink, meja makan dan diakhiri dengan tangga menuju ke atas. Unik bukan?

Bagian ujung meja makan yang memiliki akses tangga. 

Area dinding yang dicat hitam untuk memberikan kesan ‘kedalaman’, sekaligus menjadi tempat untuk rak-rak dinding; sesuatu yang sangat mewah. 

kamar mandi dengan bathtub. 

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tags generated:
Desain rumah, desain rumah minimalis, desain rumah dijual, beli desain rumah, arsitek, arsitek Indonesia, Arsitek Muda Indonesia, Arsitek Jakarta, Arsitek Bandung, Arsitek Bogor, Arsitek Malang, Arsitek Surabaya, Arsitek Bali, rumah dinding bambu, lanskap mengunakan kayu pallet, pondasi rumah, arsitektur modern indonesia, bangunan baja, bentuk rumah di lahan 6×12 m, buat motorhome indonesia, cara membuat kitchen set sendiri berbahan papan kayu, denah rumah 9×8, lampu halogen putih, arsitek, rumah minimalis, lounge room living room, furniture cafe, retail shop, hospital, restaurant, apartemen, hotel, room office, studio, insulation, stand pameran, kontraktor interior design, rumah rumah minimalis, jasa desain interior : bedroom kitchen set, desain rumah, denah rumah, rumah denah, desain denah rumah, denah desain rumah, gambar rumah, design rumah, rumah model, model rumah, design gambar rumah, gambar design rumah, desain rumah minimalis, denah rumah minimalis, arsitektur rumah, rumah arsitektur, foto design rumah, interior design, green architecture, arsitektur nusantara, arsitektur modern, arsitektur hijau, budi pradono, rumah kindah, r house, indonesia, andra matin, arsitektur, design, desain, house, architecture, jakarta, wishnutama, menarik, unik, tips, revolusi media, dsign, furniture, handcraft, netmediatama, netmedia, net media, net tv, net, trip, eskursi, mini, indonesian, gunadarma, universitas, interior, architect, rumah, home, yu sing, paulus mintarga, popo danes, ary indra, mamo, budi faisal, ridwan kamil, eko prawoto, galih widjil pangarsa, desain, rumah minimalis, rumah, arsitektur, indonesia, interior, rumah 2015, ide, dekorasi rumah, ide rumah, rumah minimalis modern, mendesain rumah, desain interior, desain interior rumah mungil, desain interior rumah idaman, desain interior rumah minimalis modern, desain interior rumah minimalis 2 lantai, desain interior rumah minimalis type 36, desain interior rumah sederhana, desain interior rumah, desain interior rumah minimalis, desain rumah kecil, minimalis, home design, ide desain, disain rumah minimalis, desain minimalis, rumah modern, rumah mewah, rumah sederhana, properti, real estate, ide minimalis, desain rumah, astudio, etnik, tropis, klasik, furniture, handcraft, rumah minimalis, desain rumah minimalis, interior rumah minimalis, denah rumah minimalis, gambar rumah minimalis, rumah idaman, design rumah minimalis, model rumah minimalis, desain rumah, wajar, seperti, modern, minimalis, konsep, dengan, mungkin, senyaman, rumahnya, menghadirkan, lidya, yeyen, artis, jika, apa, maka, beraktivitas, seharian, setelah, lelah, dan, penat, melepaskan, untuk, persinggahan, tempat, merupakan, rumah, desain ruang tamu, desain kamar mandi, desain teras rumah

Ide rak buku yang jarang dan amazing

astudioarchitect.com Menggabungkan tangga dan rak buku adalah hal yang memungkinkan. Inilah yang dibuktikan arsitek Tammir Addadi, yang mendesain tangga menuju kamar tidur di sebuah loft di London. Desain ini menggabungkan rak buku dan tangga dengan budget yang minimal.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Addadi mengatakan bahwa desain ini untuk menjadikan rak dan tangga dalam satu elemen yang menyatu.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Bagian diantara rak buku atas dan bawahnya ditopang oleh besi yang dicat. Ini akan memberikan kesan saat tanpa buku, cahaya masih dengan baik mengalir diantaranya. 

Rak buku teramat besar ini dapat memuat perpustakaan keluarga. 

Versi kayu solid juga bisa digunakan.

via
___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

House in Shri Lanka, WA 17 Award winner

astudioarchitect.com Rumah ini berada di Shri Lanka, didesain oleh Ranjan Wettesinghe. Merupakan sebuah desain yang mengedepankan kesederhanaan dalam olah bentuknya dan didukung oleh detailing yang dinamis. Bentuk bangunan rumah ini menggunakan kolom dan balok dari beton yang memberikan kesan keterbukaan karena banyak dinding yang terkesan dibuka. Arsiteknya cukup paham untuk mengolah bagian atap yang utama dengan bentuk pelana sederhana, sedangkan beberapa bagian atap yang lebih kecil menggunakan atap transparan yang memberikan kesan tropis lebih kuat pada bagian interiornya.

This house is in Shri Lanka, designed by Ranjan Wettesinghe. Is a design that emphasizes simplicity in shape and supported by a dynamic detailing. The form of the house building is using concrete columns and beams of which give the impression of openness as many walls are opened. The architect created parts of the main roof with a simple saddle shape, while some smaller parts of the roof uses transparent roofs that gives the impression of stronger tropical interior.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Bagian depan rumah saat siang hari

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan iklim yang hampir sama dengan Indonesia, tampaknya menarik untuk mempelajari bagaimana rumah didesain dengan hati-hati menggunakan unsur cahaya sebagai kekuatan utama dalam bangunan. Saat didalam rumah, terdapat bagian-bagian yang disinari matahari secara tersaring. Meskipun demikian, arsiteknya sengaja juga membuat bukaan yang lebar untuk lebih memaksimalkan penghawaan alami.

With a climate similar to Indonesia, it seems interesting to learn how the house was designed with careful use of light elements as a major force in the building design. Inside the house, there are parts that are exposed to the filtered sun. Nonetheless, the architect purposely also make a wide opening to further maximize natural air conditioning.

source:
WorldArchitecture.org
___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah yang Compact: Rapi dan Rapat

astudioarchitect.com Saya sering menyebutkan di blog astudio ini bahwa rumah-rumah makin mengecil dan harus didesain dengan makin pintar, dimana salah satu istilah yang bisa dipakai adalah ‘compact’. Istilah compact berasal dari bahasa Inggris yang artinya ‘closely and neatly packed together, dense’ atau kurang lebih artinya rumah yang semuanya ‘dekat’ satu sama lain dan diatur dengan rapi meskipun cukup rapat, yang artinya banyak benda harus didesain dengan memperhatikan kebutuhan ruang dan juga ketersediaan ruang untuk masing-masing benda. Bagaimana konsep dan cara mengatur rumah agar compact? Simak pertanyaan dan jawaban berikut ini;

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Apakah Rumah Compact itu? Dan mengapa ada fenomena rumah compact?
Rumah compact adalah tipikal desain rumah yang mengedepankan desain sederhana, tepat guna serta dapat memenuhi kebutuhan mendasar, seperti beristirahat, memasak, makan, bersosialisasi dan berkumpul, serta memiliki fitur rekreatif meskipun dalam skala terbatas.

Rumah compact diakibatkan oleh kebutuhan ruang yang mendasar bagi seluruh keluarga, yaitu jumlah kamar tidur, adanya ruang keluarga, dapur dan ruang makan, serta ruang tamu. Bahkan adanya carport pun turut menentukan besaran ruang yang lainnya dalam rumah compact. Desain rumah seperti ini juga berorientasi kedalam, karena banyak permasalahan yang terjadi diluar rumah seperti tingkat kriminalitas yang tinggi yang menyarankan mereka yang tinggal dikota untuk membangun rumah dengan orientasi ‘kedalam’ area rumah, yaitu memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan, serta unsur taman mungil serta tanaman yang memungkinkan.

Dewasa ini banyak arsitek juga sadar bahwa fenomena ini yang mengadopsi konsep rumah compact ini dengan cara cerdas, diantaranya dengan membuat ruang-ruang yang terasa ‘kosong’ dan ‘terbuka’ untuk memaksimalkan perasaan lapang dalam rumah. Memang rumah tidak benar-benar lapang, namun persepsi penghuni dapat dimaksimalkan antara lain dengan cara:

  • membuat bukaan-bukaan ke arah taman mungil atau taman samping memanjang yang lebar, misalnya dengan jendela lebar-lebar
  • taman mungil atau samping bisa dibuat ditengah rumah atau memanjang, dan seluruh ruangan mendapatkan manfaat maksimal dari adanya taman ini. Pendapat lama bahwa taman ditengah rumah atau disamping yang terkesan tidak ada gunanya atau membuang area rumah tidak relevan lagi. 
  • mengecat rumah dan area dinding dengan warna putih namun tidak menutup kemungkinan muncul warna lain yang menjadi aksen. 
  • desain yang sederhana cenderung menghilangkan kemungkinan pemborosan ruang maupun kesan ruang yang ribet. Contoh nyata; taman buatan dengan model gua-gua atau bukit dengan tanaman menjuntai sepertinya tidak relevan lagi. 
  • meniadakan sekat permanen dan menggantinya dengan sekat yang dapat dilipat atau dipindahkan. Bahkan dengan cara ini ruangan dapat diatur dan dimodifikasi dengan cara mendekorasi ulang sebuah ruangan. 
  • memilih dan membuat perabot yang memiliki beberapa fungsi. Sebuah meja dapat berfungsi sebagai kabinet dan lemari penyimpan pada saat bersamaan, serta juga berfungsi sebagai tempat menaruh buku dan pajangan, semua memungkinkan dengan desain interior yang tepat. 
  • mengelompokkan ruang-ruang dalam area yang tepat, dalam hal ini kamar-kamar tidur bisa ditempatkan di lantai dua (kadangkala tidak diperlukan ruang keluarga di lantai atas), sedangkan ruang keluarga, ruang makan dan dapur diletakkan dibawah dalam satu area. Ada pula yang menaikkan level rumah setinggi misalnya 2,5m agar bagian bawah dapat difungsikan sebagai garasi, kamar asisten atau ruang servis lain. 


Ukuran rumah yang compact
Ukuran rumah biasanya mengikuti kebutuhan dasar dari penghuni. Berapa banyak kamar tidur yang dibutuhkan, karenanya ukuran luas mengikuti kebutuhan ruangan. Apabila lahan tidak memungkinkan untuk dibuat satu lantai karena banyaknya ruangan yang dibutuhkan, maka solusinya tentunya didesain untuk pengembangan vertikal.

Dalam menentukan luar bangunan kita memperhatikan standar nasional yang menyarankan sekitar 9m2 untuk setiap kamar dihuni satu orang, sehingga bila satu kamar lebih dari 1 atau 2, maka harus memperhatikan juga luasannya. Namun memang SNI hanya memperhatikan kebutuhan yang sifatnya lebih ke arah fisik, bukan kebutuhan secara psikologis. Dalam hal ini intuisi perancang yaitu arsitek dan interior desainer harus bekerja memanfaatkan ruang yang ada secara maksimal.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kriteria rumah yang compact dan cara mengaturnya.
Rumah compact biasanya memiliki keterbatasan, terutama dari segi lahan, yang memang tidak besar. Karena itu bila lahannya besar biasanya tidak dikategorikan sebagai rumah compact karena berarti tidak memiliki keterbatasan tersebut. Namun bila lahan yang mungil diselesaikan desainnya menggunakan prinsip desain rumah berlahan luas, tidak akan sesuai bahkan akan terasa sumpek. Karena itu rumah yang compact memiliki jenis desain khusus.

Bila mengacu pada besaran yang disebut rumah compact pada berbagai media blog dan literatur dalam dan luar negeri, kita dapat menggambarkan rumah compact selain dipengaruhi oleh ukuran lahan yang mungil, juga oleh pengaturan ruangan yang rapat dan terorganisir. Karenanya lahan 4x6meter persegi, atau lahan 8x13meter persegi bisa jadi keduanya didesain dengan prinsip rumah compact. Namun lahan 8x13meter persegi tidak bisa didesain dengan cara seperti mendesain diatas lahan 15x25meter persegi, karena akan beda kasusnya dan tidak akan cocok.

Adapun cara mengatur, merupakan topik yang dapat diselesaikan oleh arsitek Anda, tentunya dengan masukan dari Anda sebagai owner dari rumah yang akan didesain tersebut. Cara mengatur rumah compact biasanya unik. Kadangkala dapur benar-benar diletakkan didepan, dan menyusul ruang keluarga merangkap ruang tamu, dan mengutamakan kesan luas dari ruang yang ada ketimbang membuat sekat-sekat. Karena itu rumah compact mungkin membutuhkan kesiapan mental, dalam arti kemungkinan beberapa ruangan yang selama ini dianggap tabu untuk disatukan, misalnya ruang tamu dan ruang keluarga, atau ruang keluarga dan ruang makan, akan disatukan dengan harapan menimbulkan kesan luas tersebut.

Kamar-kamar tidur seringkali diletakkan dalam lantai yang sama, yaitu lantai atas. Mengapa? Karena hal ini akan menyatukannya dalam satu zona. Di lantai 2 tidak perlu memiliki ruang keluarga, mungkin hanya perlu ruang untuk menonton televisi saja. Aktivitas keluarga seperti berkumpul dan makan akan dilakukan di lantai 1.

Yang harus diperhatikan dan dihindari
Yang harus diperhatikan adalah menyatukan ruang-ruang dengan hanya memisahkannya melalui kelompok-kelompok furniture. Sedapat mungkin jangan menggunakan sekat masif seperti dinding bata. Sebuah taman memanjang bisa jadi menjadi sumber cahaya dan hawa yang berlimpah. Meskipun memanjang, misalnya 1 meter memanjang ke belakang, tapi karena tetap difungsikan sebagai taman, maka akan sangat berpengaruh dan memberi dampak positif untuk seluruh ruangan. Jangan menyepelekan fungsi taman meskipun mungil, karena itu bisa menyelamatkan seluruh desain rumah Anda, dan mungkin juga menyelamatkan anggota keluarga dari kemungkinan penyakit pernafasan karena kurangnya cahaya dan hawa alami.

Hindari berpikir denah dengan cara lama. Ingatlah bahwa arsitek Anda mungkin memiliki visi yang tidak bisa Anda lihat sebelumnya.

images via Dezeen
______________________________
by

Arsitek Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

10 Bangunan berbahan bambu paling menarik

astudioarchitect.com Bambu, adalah material yang murah dan mudah didapatkan dinegeri kita, meskipun demikian bambu kurang diminati sebagai material bangunan karena kesannya yang murah dan merupakan material bangunan yang tidak tahan lama. Namun apa yang dilakukan oleh para arsitek ternama ini barangkali bisa menjadi referensi bangunan bambu paling menarik saat ini, versi Dezeen.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1 Courtyard Teahouse

Bangunan bambu ini memberikan kesan seolah bambu adalah material yang tidak kalah bergengsi dengan material lainnya seperti beton atau baja. Karya ini merupakan rumah teh terapung di Yangzhou, oleh arsitek HWCD Associates. Permainan garis horizontal dan vertikal oleh susunan bambu membentuk perspektif yang halusinatif karena membentuk dinding-dinding yang seakan transparan.

2 Kontum Indochine Cafe

Bangunan bambu ini didesain oleh Vo Throng Nghia dari Vietnam, merupakan bangunan restoran dengan bentuk kolom bambu yang membentuk payung, makin besar dari bawah keatas. Bentuk ini terinspirasi dari bentuk keranjang memancing tradisional yang digunakan di Vietnam.

3 Low Cost House

Vo Throng Nghia mendesain rumah dengan konstruksi besi untuk strukturnya, serta menggunakan bambu dan polycarbonate untuk menutupi dinding dan atapnya. Material tersebut sepertinya berpadu dengan manis menghasilkan rumah murah untuk kelas ekonomi bawah di Vietnam, karena kondisi perumahan di Vietnam yang cukup serius untuk dipikirkan. Rumah bambu ini menjadi rumah yang modular, murah dan mudah untuk dirakit. 


4 Salon di Bangkok

Terinspirasi dari bentukan batu didalam gua, arsitek Nattapon Klinsuwan mendesain interior dengan bahan bambu yang terlihat seperti stalagtit dan stalagmit gua. Bambu yang seakan menjulur kebawah dari langit-langit juga menjadi partisi untuk ruang-ruang dalam area salon ini.

5 Wind and Water Bar

Bambu dilengkungkan untuk membentuk struktur yang menyerupai dome, dengan bambu yang melengkung didalam untuk membentuk strukturnya. Arsitek Vo Throng Nghia mendesain bangunan kafe dan ruang pertemuan ini. Vo Throng Nghia beranggapan bahwa bambu akan menjadi material pengganti baja di abad 21 ini.

6 Blooming Bamboo Home

Arsitek dari Vietnam yaitu studio H&P Architects juga tidak kalah, mendesain bangunan rumah yang tahan banjir hingga 3 meter. Bilah bambu digunakan untuk semua bagian bangunan mulai dari struktur, atap, dinding hingga lantainya. Dimaksudkan sebagai bangunan untuk kondisi bencana, bangunan ini diharapkan dapat berkontribusi menjadi rumah pengungsi saat dibutuhkan.

7 Konstruksi Bambu untuk Haiti

Meskipun masih berupa konsep, desain John Naylor ini memenangkan sayembara Foster + Partners Prize dengan bangunan bambu untuk Haiti, yang berjuang untuk memulihkan diri pasca gempa bumi tahun 2010.

8 Instalasi Bambu Kengo Kuma

Instalasi bambu ini cukup menarik, dari arsitek Kengo Kuma dari Jepang, mengetengahkan lengkungan-lengkungan bambu yang memperlihatkan fleksibilitas dan juga kekuatannya. Terlihat pada foto bahwa material bambu kuat untuk dipakai sebagai lantai berpijak.

9 Bioskop bambu West Kowloon

Bangunan ini besar, namun murah berkat material bambu yang mudah didapatkan, merupakan sebuah bioskop tradisional yang banyak dibangun sejak 1950 (seperti layar tancap di Indonesia). Berdiri di distrik kultural West Kowloon di Hongkong, bioskop non permanen ini menyajikan banyak film untuk menyambut tahun baru 2013 lalu, didesain oleh William Lim.

10 Rumah di Filipina

Rumah ini dibungkus oleh cladding bambu diseluruh bagiannya, yang membungkus bagian dalam dimana terdapat courtyard. Arsiteknya yaitu Atelier Sacha Cotture mendesain rumah bambu ini dengan struktur beton bertulang dan bambu serta kaca, dengan alasan material bambu cukup murah dan dapat ditanam dengan mudah. Bambu juga menjadi material yang menjadi karakter orang asia dan material yang sangat berguna dari akar hingga daunnya.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah di masa depan tidak dibangun tukang, tetapi di print!!

astudioarchitect.com Hampir semua barang bisa dibuat di Cina, dan teknologi terbaru pembangunan rumah barangkali akan menuju pada sesuatu yang mengejutkan: bangunan dan rumah akan diprint, bukan lagi dibangun dengan tukang dan cara manual. Sebuah perusahaan di Cina yaitu Yingchuang New Materials menghabiskan dana sangat besar dan 12 tahun penelitian untuk menemukan mesin printer 3D yang bisa membuat satu bangunan rumah dalam satu hari. Bahkan dalam demonstrasi teknologi mereka, tidak hanya satu bangunan rumah saja, tetapi 10 rumah dibangun dalam satu hari dengan menggunakan teknologi printer 3D untuk rumah tinggal. 10 rumah tersebut saat ini dibangun di taman industri di Shanghai dan digunakan sebagai demo untuk kantor.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jadi kita bisa membayangkan suatu saat nanti desain rancangan Anda tidak akan dibangun tukang, tetapi di print dengan printer besar dan muncul sebagai unit-unit rumah yang bisa Anda miliki dalam hitungan jam.

Satu-satunya bagian rumah yang tidak diprint adalah bagian atap, menunggu sehingga teknologi ini lebih tinggi lagi untuk bisa melakukan print atap. Bangunan kantornya sendiri yang seluas 10.000m2 juga dibangun dengan teknologi print 3D tersebut. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Bagaimana cara kerja teknologi ini? Sebenarnya teknologi ini berwawasan lingkungan, yaitu dengan mendaur ulang bahan bangunan dan mencampurnya dengan zat aditif dan semen untuk membuat material print yang bisa kuat sebagai dinding, lantai dan bagian lainnya. Bila ada material bangunan yang tidak terpakai, bisa digunakan sebagai bahan untuk print 3D bangunan baru. Sebagaimana diketahui, material bangunan memiliki umur sehingga suatu saat bisa hancur. Material ini nantinya bisa menjadi bahan untuk membuat ulang bangunan dengan printer 3D. Bahan lainnya yang bisa dipakai adalah sampah industri dan juga sampah domestik (rumah tangga).

via Dezeen

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[Ide] Rumah dengan pohon didalam courtyardnya

astudioarchitect.com Pintu yang setinggi 7 meter, dimana sebuah pohon sudah menunggu disebuah ‘ruangan’ seperti courtyard. Benar, rumah ini memiliki pohon ditengah ruangan yang dapat dilihat dari semua sisinya, dengan sebuah atap kaca diatasnya. Karya TACHA Design dari Thailand ini memberikan sebuah ide meletakkan pohon didalam rumah.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pohon ini menjulang hingga ke lantai 2 yang dapat dinikmati bila melalui area lantai 2. 
Inilah area lantai 2 itu yang merupakan ruang duduk. 
Pohon juga bisa dinikmati dari ruang keluarga, seperti dalam foto ini, selain itu juga bisa dinikmati dari ruang tidur dan area lain disekelilingnya. 
Inilah foto ruang keluarga itu, yang memiliki set sofa dan juga sebuah ‘amben’, semacam tempat tidur yang digunakan untuk bersantai ria. Suasana santai ini didesain untuk keluarga dari tiga generasi yang tinggal dirumah ini. 
Foto ruang keluarga yang bisa dibuka juga kearah taman depan, lengkap dengan teras memanjang dan kursi tamannya. Sangat sesuai untuk hari libur berkumpul bersama keluarga. 
Area ruang makan, juga didesain untuk membuat penghuni merasa nyaman dan tetap terhubung dengan alam dan udara luar.  
Ide untuk penataan dapur, dengan meja tambahan untuk breakfast seperti ini. 
Denah lantai 1
Denah lantai 2
Potongan menunjukkan lokasi pohon didalam rumah.

Potongan menunjukkan lokasi pohon didalam rumah.
Arsitektur rumah difoto dari luar. 
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Via  Dezeen

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.