Monthly Archives: Juni 2011

Berapa tahun umur material dan bagian bangunan

astudioarchitect.com Dalam memilih material bangunan, kita sebaiknya mengetahui umur material, yaitu masa pakai material agar masih bisa dipakai atau berfungsi dengan baik, dalam arti tidak berkurang kualitas dan menurun performanya. Penurunan kualitas material dan bagian bangunan bisa berpengaruh besar, terutama dari segi keselamatan, karena kayu bisa lapuk dan berubah bentuk, dak beton bisa keropos, dan sebagainya. Kadangkala sebuah material bangunan untuk struktur, yang bertahan paling lama adalah dinding batu alam (seperti yang kadang digunakan dalam bangunan tempoe doeloe hasil buah karya orang Belanda), sedangkan struktur konstruksi kayu hanya bisa bertahan sekitar 30 tahun untuk kemudian mengalami penurunan kualitas dan performa material. Dalam artikel ini ditunjukkan bagian bangunan dan masa pakainya.

gambar atas: printscreen search Google untuk material bangunan

Bagian bangunan Masa pakai (tahun)
Bagian
Struktural
Dinding batu alam lebih dari 90 tahun
Dinding batu bata antara 60-90 tahun
Dinding beton antara 60-90 tahun
Dinding konstruksi kayu antara 30-60 tahun
Lantai beton bertulang antara 60-90 tahun
Lantai konstruksi kayu antara 30-60 tahun
Tangga beton bertulang antara 60-90 tahun
Kolom beton bertulang antara 60-90 tahun
Kuda kuda atap kayu antara 30-60 tahun
Kuda kuda atap baja antara 30-60 tahun
Atap pelat beton antara 30-60 tahun
Bagian pengisi (sekunder)
Dinding papan kayu luar antara 10-30 tahun
Dinding papan kayu dalam antara 30-60 tahun
Dinding elternit board antara 10-30 tahun
Dinding Gypsum antara 10-30 tahun
Plesteran dinding luar antara 10-30 tahun
Plesteran dinding dalam antara 30-60 tahun
Lantai ubin semen antara 17-30 tahun
lantai ubin teraso antara 17-30 tahun
lantai keramik antara 17-30 tahun
Lantai papan kayu antara 17-30 tahun
Lantai Parket kayu antara 17-30 tahun
Lantai linolium antara 17-30 tahun
Lantai permadani antara 10-20 tahun
Kusen kayu jati antara 30-90 tahun
Kusen kayu Kalimantan antara 30-60 tahun
Krepyak kayu antara 15-75 tahun
Jendela bingkai kayu antara 15-75 tahun
Jendela nako antara 15-30 tahun
Pintu dalam daun tripleks antara 10-30 tahun
Pintu rumah kayu masif antara 15-30 tahun
Pintu lipat baja antara 15-30 tahun
Pintu kerai aluminium antara 10-20 tahun
Gording, usuk, reng antara 30-60 tahun
Atap rumbia, ijuk, dsb antara 10-20 tahun
Atap sirap kayu antara 17-30 tahun
Genting flam tanah liat antara 17-30 tahun
Genting pres tanah liat antara 17-30 tahun
Genteng beton antara 17-30 tahun
Pelat fiber cement (semen berserat) antara 17-30 tahun
Talang seng antara 10-20 tahun
Tangga konstruksi kayu antara 10-30 tahun
Tangga berlapis tegel antara 10-30 tahun
Bagian Finishing
Plafon fiber semen antara 10-20 tahun
Plafon tripleks antara 10-20 tahun
Plafon gypsum antara 7-15 tahun
Cat kayu luar antara 3-5 tahun
Cat kayu dalam antara 10-20 tahun
Cat besi antara 3-15 tahun
Cat tembok luar antara 3-5 tahun
Cat tembok dalam antara 10-20 tahun
Dinding tegel luar antara 10-30 tahun
Dinding tegel dalam antara 17-30 tahun
Wallpaper antara 5-15 tahun
Kawat nyamuk antara 3-5 tahun
Bagian teknikal
Pipa air minum PVC antara 10-20 tahun
Pipa air minum baja antara 10-30 tahun
Saluran air kotor PVC antara 10-30 tahun
Saluran air kotor tembikar antara 30-60 tahun
Kloset duduk antara 10-20 tahun
Kloset jongkok antara 10-30 tahun
wastafel antara 15-30 tahun
keran dan fixtures lain antara 7-15 tahun
Bak cuci piring teraso antara 15-30 tahun
Bak cuci piring nonkarat antara 15-30 tahun
Instalasi saluran listrik antara 15-30 tahun
Stopkontak, saklar, dsb antara 5-15 tahun
Perabot dan elektronik
Lemari es antara 5-15 tahun
Mesin cuci antara 5-15 tahun
AC dan peralatannya antara 5-10 tahun
Mebel dan furniture antara 10-30 tahun
Kasur antara 5-10 tahun

Material dan bagian bangunan memiliki umur, yaitu masa pakai setelah digunakan, dalam hal ini bervariasi antara satu material atau bagian bangunan dengan yang lain. Misalnya: Dinding batu bata bisa bertahan antara 30 – 60 tahun, merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui sehingga kita bisa memikirkan untuk menggunakan material bangunan yang mana. Tabel ini cukup penting untuk membantu Anda memutuskan memakai material yang mana, dari segi harga dan juga ketahanan umurnya.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Berapa tahun umur material dan bagian bangunan

astudioarchitect.com Dalam memilih material bangunan, kita sebaiknya mengetahui umur material, yaitu masa pakai material agar masih bisa dipakai atau berfungsi dengan baik, dalam arti tidak berkurang kualitas dan menurun performanya. Penurunan kualitas material dan bagian bangunan bisa berpengaruh besar, terutama dari segi keselamatan, karena kayu bisa lapuk dan berubah bentuk, dak beton bisa keropos, dan sebagainya. Kadangkala sebuah material bangunan untuk struktur, yang bertahan paling lama adalah dinding batu alam (seperti yang kadang digunakan dalam bangunan tempoe doeloe hasil buah karya orang Belanda), sedangkan struktur konstruksi kayu hanya bisa bertahan sekitar 30 tahun untuk kemudian mengalami penurunan kualitas dan performa material. Dalam artikel ini ditunjukkan bagian bangunan dan masa pakainya.

gambar atas: printscreen search Google untuk material bangunan

Bagian bangunan Masa pakai (tahun)
Bagian
Struktural
Dinding batu alam lebih dari 90 tahun
Dinding batu bata antara 60-90 tahun
Dinding beton antara 60-90 tahun
Dinding konstruksi kayu antara 30-60 tahun
Lantai beton bertulang antara 60-90 tahun
Lantai konstruksi kayu antara 30-60 tahun
Tangga beton bertulang antara 60-90 tahun
Kolom beton bertulang antara 60-90 tahun
Kuda kuda atap kayu antara 30-60 tahun
Kuda kuda atap baja antara 30-60 tahun
Atap pelat beton antara 30-60 tahun
Bagian pengisi (sekunder)
Dinding papan kayu luar antara 10-30 tahun
Dinding papan kayu dalam antara 30-60 tahun
Dinding elternit board antara 10-30 tahun
Dinding Gypsum antara 10-30 tahun
Plesteran dinding luar antara 10-30 tahun
Plesteran dinding dalam antara 30-60 tahun
Lantai ubin semen antara 17-30 tahun
lantai ubin teraso antara 17-30 tahun
lantai keramik antara 17-30 tahun
Lantai papan kayu antara 17-30 tahun
Lantai Parket kayu antara 17-30 tahun
Lantai linolium antara 17-30 tahun
Lantai permadani antara 10-20 tahun
Kusen kayu jati antara 30-90 tahun
Kusen kayu Kalimantan antara 30-60 tahun
Krepyak kayu antara 15-75 tahun
Jendela bingkai kayu antara 15-75 tahun
Jendela nako antara 15-30 tahun
Pintu dalam daun tripleks antara 10-30 tahun
Pintu rumah kayu masif antara 15-30 tahun
Pintu lipat baja antara 15-30 tahun
Pintu kerai aluminium antara 10-20 tahun
Gording, usuk, reng antara 30-60 tahun
Atap rumbia, ijuk, dsb antara 10-20 tahun
Atap sirap kayu antara 17-30 tahun
Genting flam tanah liat antara 17-30 tahun
Genting pres tanah liat antara 17-30 tahun
Genteng beton antara 17-30 tahun
Pelat fiber cement (semen berserat) antara 17-30 tahun
Talang seng antara 10-20 tahun
Tangga konstruksi kayu antara 10-30 tahun
Tangga berlapis tegel antara 10-30 tahun
Bagian Finishing
Plafon fiber semen antara 10-20 tahun
Plafon tripleks antara 10-20 tahun
Plafon gypsum antara 7-15 tahun
Cat kayu luar antara 3-5 tahun
Cat kayu dalam antara 10-20 tahun
Cat besi antara 3-15 tahun
Cat tembok luar antara 3-5 tahun
Cat tembok dalam antara 10-20 tahun
Dinding tegel luar antara 10-30 tahun
Dinding tegel dalam antara 17-30 tahun
Wallpaper antara 5-15 tahun
Kawat nyamuk antara 3-5 tahun
Bagian teknikal
Pipa air minum PVC antara 10-20 tahun
Pipa air minum baja antara 10-30 tahun
Saluran air kotor PVC antara 10-30 tahun
Saluran air kotor tembikar antara 30-60 tahun
Kloset duduk antara 10-20 tahun
Kloset jongkok antara 10-30 tahun
wastafel antara 15-30 tahun
keran dan fixtures lain antara 7-15 tahun
Bak cuci piring teraso antara 15-30 tahun
Bak cuci piring nonkarat antara 15-30 tahun
Instalasi saluran listrik antara 15-30 tahun
Stopkontak, saklar, dsb antara 5-15 tahun
Perabot dan elektronik
Lemari es antara 5-15 tahun
Mesin cuci antara 5-15 tahun
AC dan peralatannya antara 5-10 tahun
Mebel dan furniture antara 10-30 tahun
Kasur antara 5-10 tahun

Material dan bagian bangunan memiliki umur, yaitu masa pakai setelah digunakan, dalam hal ini bervariasi antara satu material atau bagian bangunan dengan yang lain. Misalnya: Dinding batu bata bisa bertahan antara 30 – 60 tahun, merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui sehingga kita bisa memikirkan untuk menggunakan material bangunan yang mana. Tabel ini cukup penting untuk membantu Anda memutuskan memakai material yang mana, dari segi harga dan juga ketahanan umurnya.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pemasangan Atap Konstruksi Baja Ringan untuk Rumah Tinggal

astudioarchitect.com Proses pembangunan yang berlanjut dari cor dak beton untuk rumah dua lantai dengan sistem konvensional, saat ini saya membahas tentang proses pembangunan yang sudah sampai ke pemasangan rangka atap baja ringan. Dimana rangka atap baja ringan ini bisa dipasang setelah proses pembuatan ring balok atas yaitu di bagian atas dinding lantai 2 sudah dibuat, beserta dengan gevel dinding (kuda-kuda dinding) bila ada. Pada pembangunan rumah oleh astudio ini, bagian bawah rumah sudah terpasang seluruh dinding dan kusennya, dan sudah memperlihatkan dimensi ruangan dan ‘rasa’ ruangan meskipun belum di finishing. Pengerjaan dilakukan hingga memasang konstruksi atap di lantai 2.

Foto bagian bawah rumah yang sudah dibuka bekisting dak cor untuk lantai 2nya, dan sudah dibuat tangga seperti pada gambar ini, sebelum proses finishing atau penyelesaian akhir dari material dinding, keramik dan sebagainya, tangga ini sudah dibuat konstruksinya dengan beton bertulang dan diatasnya ada pasangan bata untuk dudukan keramik. 
Pengerjaan konstruksi baja ringan biasanya dilakukan oleh sub-kontraktor baja ringan dimana merupakan perusahaan jasa penyedia konstruksi baja ringan, seperti contohnya SmartTruss. Biaya pembuatan konstruksi baja ringan bervariasi, dan tergantung pada mutu baja dan dimensi baja ringan yang digunakan. Bila memungkinkan, sebagai pemilik rumah Anda harus menanyakan kepada kontraktor atau sub-kontraktor yang membuatkan sistem konstruksi atap baja ringan ini, tentang spesifikasi dan dimensi serta kekuatan dari baja ringan yang digunakan. Jangan sampai terjadi seperti kasus-kasus atap yang runtuh karena konstruksi baja ringannya kurang kuat. 
Struktur atap baja ringan bila dilihat dari bawah akan seperti diatas. Struktur atap ini akan ditutup dengan genteng, misalnya genteng beton, sedangkan bagian bawahnya akan ditutup dengan plafon gypsum untuk menyembunyikan kerumitan struktur tersebut.  


Pada pengerjaan pembuatan rangka atap dengan konstruksi baja ringan ini, kadang dibutuhkan balok tambahan seperti pada balok melintang pada foto ini, untuk memperkuat dudukan rangka atap baja ringan, terutama untuk bentang yang cukup panjang.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pemasangan Atap Konstruksi Baja Ringan untuk Rumah Tinggal

astudioarchitect.com Proses pembangunan yang berlanjut dari cor dak beton untuk rumah dua lantai dengan sistem konvensional, saat ini saya membahas tentang proses pembangunan yang sudah sampai ke pemasangan rangka atap baja ringan. Dimana rangka atap baja ringan ini bisa dipasang setelah proses pembuatan ring balok atas yaitu di bagian atas dinding lantai 2 sudah dibuat, beserta dengan gevel dinding (kuda-kuda dinding) bila ada. Pada pembangunan rumah oleh astudio ini, bagian bawah rumah sudah terpasang seluruh dinding dan kusennya, dan sudah memperlihatkan dimensi ruangan dan ‘rasa’ ruangan meskipun belum di finishing. Pengerjaan dilakukan hingga memasang konstruksi atap di lantai 2.

Foto bagian bawah rumah yang sudah dibuka bekisting dak cor untuk lantai 2nya, dan sudah dibuat tangga seperti pada gambar ini, sebelum proses finishing atau penyelesaian akhir dari material dinding, keramik dan sebagainya, tangga ini sudah dibuat konstruksinya dengan beton bertulang dan diatasnya ada pasangan bata untuk dudukan keramik. 
Pengerjaan konstruksi baja ringan biasanya dilakukan oleh sub-kontraktor baja ringan dimana merupakan perusahaan jasa penyedia konstruksi baja ringan, seperti contohnya SmartTruss. Biaya pembuatan konstruksi baja ringan bervariasi, dan tergantung pada mutu baja dan dimensi baja ringan yang digunakan. Bila memungkinkan, sebagai pemilik rumah Anda harus menanyakan kepada kontraktor atau sub-kontraktor yang membuatkan sistem konstruksi atap baja ringan ini, tentang spesifikasi dan dimensi serta kekuatan dari baja ringan yang digunakan. Jangan sampai terjadi seperti kasus-kasus atap yang runtuh karena konstruksi baja ringannya kurang kuat. 
Struktur atap baja ringan bila dilihat dari bawah akan seperti diatas. Struktur atap ini akan ditutup dengan genteng, misalnya genteng beton, sedangkan bagian bawahnya akan ditutup dengan plafon gypsum untuk menyembunyikan kerumitan struktur tersebut.  


Pada pengerjaan pembuatan rangka atap dengan konstruksi baja ringan ini, kadang dibutuhkan balok tambahan seperti pada balok melintang pada foto ini, untuk memperkuat dudukan rangka atap baja ringan, terutama untuk bentang yang cukup panjang.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua untuk bangunan rumah


astudioarchitect.com Bayangkan rumah cerah di iklim tropis, yang nyaman dengan pembayangan dari sinar matahari. Shading device seperti kisi-kisi sering digunakan sebagai secondary skin. Konsep secondary skin atau ‘kulit kedua’ untuk rumah tropis menjadi cukup populer akhir-akhir ini. Konsep ini berpadu dengan konsep arsitektur modern dengan menyumbangkan solusi yang patut dipertimbangkan untuk iklim tropis, yang juga memiliki nilai estetika atau keindahan. 
Apa itu konsep ‘secondary skin’

Barangkali Anda pernah membaca atau tahu dari tayangan televisi tentang konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua bangunan. Konsep ini pada awalnya merupakan konsep yang mengibaratkan rumah sebagai ‘kulit’ manusia. Secara biologis, manusia memiliki kulit, dan kulit inilah yang melindungi manusia dari berbagai bahaya, virus, kuman dan ancaman dari luar. Kulit memiliki fungsi mengatur hubungan tubuh dan dunia luar tubuh manusia. Bila kondisi diluar tubuh panas, maka kulit manusia bereaksi dengan tetap menjaga suhu tubuh dalam batas normal, misalnya dengan mengeluarkan keringat. Manusia juga memiliki cara untuk menghadapi kondisi luar tubuhnya dengan memakai pakaian, misalnya pakaian untuk mengatasi udara panas, udara dingin, dan sebagainya. Pakaian dapat dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman dipakai.

Dalam dunia arsitektur, dikenal pula konsep bangunan sebagai ‘kulit’ manusia, dimana kulit ini bertugas pula membuat perlindungan bagi tubuh manusia. Karena itu bangunan dapat dirancang agar sesuai untuk udara tropis, dari panas dan hujan, serta dari hal-hal lain berkaitan dengan iklim. Konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua diambil dari gambaran kulit manusia dan pakaiannya, dan konsep ini dibuat manakala ‘kulit’ bangunan satu lapis saja tidak cukup untuk mengatasi dampak iklim.


Sketch by Probo Hindarto

Pada sketsa yang saya buat diatas, terlihat gambaran salah satu konsep secondary skin. Manusia yang berada didalam, dibatasi oleh dinding dan kaca dari luar bangunan rumah, dan lihat ‘secondary skin’ yang bisa berupa kisi-kisi untuk menahan panas dari luar.Jadi, dalam contoh ini; dinding kaca dirasa bisa menyebabkan kondisi didalam ruangan terasa lebih panas dan untuk mengurangi panas itu digunakan kisi-kisi penahan panas matahari.


Photo by Samoke (Eko Wahyu, SAMM). House design by Ridwan Kamil
The house is using thousands of bottles for secondary skin.

Untuk menerapkan secondary skin untuk rumah
Untuk menerapkan konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua untuk rumah tinggal, sebaiknya jangan keliru dengan membuat ‘hiasan’ untuk tampilan bangunan. Memang tampilan bangunan seringkali tampak lebih indah daripada menggunakan satu dinding saja. Tampilan bangunan memang seringkali menjadi lebih baik lebih indah daripada sebelumnya. Namun hal ini bukan alasan sebenarnya menggunakan secondary skin. Bila kita perhatikan,secondary skin banyak diaplikasikan untuk rumah tropis. Hal ini disebabkan karena rumah tropis memerlukan konsep lebih maju daripada single wall atau berdinding satu saja, khususnya di daerah tropis.

Untuk mengaplikasikan secondary skin untuk fasade (tampilan) rumah Anda, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan

Pada saat mendesain, lihatlah bangunan-bangunan diseki tar rumah yang akan dibangun, kemudian rasakan suasana didalam ruang rumah tersebut. Apakah rumah-rumah tersebut sudah memadai dari segi kenyamanan thermal, dalam arti, apakah rumar calon tetangga Anda itu cukup sejuk, nyaman dalam suhu, kelembaban udara dan sebagainya? Bila Anda rasa kondisi rumah tetangga Anda kurang sejuk, lihatlah barangkali ada kemurgkinan perlu digunakan secondary skin untuk rumah yang akan Anda bangun.

Bila rumah Anda sudah dibangun, lihatlah apakah ada kemungkinan kita dapat memperbaiki tingkat kenyamanan dalam ruang tempat ting gal kita dengan menambahkan secondary Skin.

Seringkali untuk daerah tropis, secondary skin yang paling sering digunakan adalah penggunaan kisi-kisi bangunan yang dibuat dari kayu, besi, atan bahan lain. Meskipun demikian, material lain dapat digunakan, misalnya botol bekas seperti yang digunakan pad a rumah tinggal karya arsitek Indonesia Rid wan Kamil. Bahan bahan lain Seperti bambu, anyaman bambu, kaca buram dan sebagainya adalah contoh material yang dapat digunakan. Variasi material pun da pat dikembangkan lebih jauh.

Tingkat kenyamanan manusia hidup di alam tropis memang spesifik. Kebanyakan orang menganggap ruangan yang agak gelap namun masih nyaman bagi mata adalah ruangan yang nyaman. Berapa banyak cahaya yang masuk termasuk pertimbangan utama. Dewasa ini, karena material kaca sering digunakan, dampak dari penggunaan kaca adalah level panas ruangan yang lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan perlunya secondary skin untuk diaplikasikan

Penggunaan secondary skin mungkin mirip seperti prinsip ‘berada dibawah bayangan pohon’ Barangkali Anda bisa membayangkan, bahwa berada dibawah bayang bayang pohon disaat udara panas dan matahari menyengat adalah sangat nyaman.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua untuk bangunan rumah


astudioarchitect.com Bayangkan rumah cerah di iklim tropis, yang nyaman dengan pembayangan dari sinar matahari. Shading device seperti kisi-kisi sering digunakan sebagai secondary skin. Konsep secondary skin atau ‘kulit kedua’ untuk rumah tropis menjadi cukup populer akhir-akhir ini. Konsep ini berpadu dengan konsep arsitektur modern dengan menyumbangkan solusi yang patut dipertimbangkan untuk iklim tropis, yang juga memiliki nilai estetika atau keindahan. 

Apa itu konsep ‘secondary skin’

Barangkali Anda pernah membaca atau tahu dari tayangan televisi tentang konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua bangunan. Konsep ini pada awalnya merupakan konsep yang mengibaratkan rumah sebagai ‘kulit’ manusia. Secara biologis, manusia memiliki kulit, dan kulit inilah yang melindungi manusia dari berbagai bahaya, virus, kuman dan ancaman dari luar. Kulit memiliki fungsi mengatur hubungan tubuh dan dunia luar tubuh manusia. Bila kondisi diluar tubuh panas, maka kulit manusia bereaksi dengan tetap menjaga suhu tubuh dalam batas normal, misalnya dengan mengeluarkan keringat. Manusia juga memiliki cara untuk menghadapi kondisi luar tubuhnya dengan memakai pakaian, misalnya pakaian untuk mengatasi udara panas, udara dingin, dan sebagainya. Pakaian dapat dibuat sedemikian rupa sehingga nyaman dipakai.

Dalam dunia arsitektur, dikenal pula konsep bangunan sebagai ‘kulit’ manusia, dimana kulit ini bertugas pula membuat perlindungan bagi tubuh manusia. Karena itu bangunan dapat dirancang agar sesuai untuk udara tropis, dari panas dan hujan, serta dari hal-hal lain berkaitan dengan iklim. Konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua diambil dari gambaran kulit manusia dan pakaiannya, dan konsep ini dibuat manakala ‘kulit’ bangunan satu lapis saja tidak cukup untuk mengatasi dampak iklim.


Sketch by Probo Hindarto

Pada sketsa yang saya buat diatas, terlihat gambaran salah satu konsep secondary skin. Manusia yang berada didalam, dibatasi oleh dinding dan kaca dari luar bangunan rumah, dan lihat ‘secondary skin’ yang bisa berupa kisi-kisi untuk menahan panas dari luar.Jadi, dalam contoh ini; dinding kaca dirasa bisa menyebabkan kondisi didalam ruangan terasa lebih panas dan untuk mengurangi panas itu digunakan kisi-kisi penahan panas matahari.


Photo by Samoke (Eko Wahyu, SAMM). House design by Ridwan Kamil
The house is using thousands of bottles for secondary skin.

Untuk menerapkan secondary skin untuk rumah
Untuk menerapkan konsep ‘secondary skin’ atau kulit kedua untuk rumah tinggal, sebaiknya jangan keliru dengan membuat ‘hiasan’ untuk tampilan bangunan. Memang tampilan bangunan seringkali tampak lebih indah daripada menggunakan satu dinding saja. Tampilan bangunan memang seringkali menjadi lebih baik lebih indah daripada sebelumnya. Namun hal ini bukan alasan sebenarnya menggunakan secondary skin. Bila kita perhatikan,secondary skin banyak diaplikasikan untuk rumah tropis. Hal ini disebabkan karena rumah tropis memerlukan konsep lebih maju daripada single wall atau berdinding satu saja, khususnya di daerah tropis.

Untuk mengaplikasikan secondary skin untuk fasade (tampilan) rumah Anda, berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan

Pada saat mendesain, lihatlah bangunan-bangunan diseki tar rumah yang akan dibangun, kemudian rasakan suasana didalam ruang rumah tersebut. Apakah rumah-rumah tersebut sudah memadai dari segi kenyamanan thermal, dalam arti, apakah rumar calon tetangga Anda itu cukup sejuk, nyaman dalam suhu, kelembaban udara dan sebagainya? Bila Anda rasa kondisi rumah tetangga Anda kurang sejuk, lihatlah barangkali ada kemurgkinan perlu digunakan secondary skin untuk rumah yang akan Anda bangun.

Bila rumah Anda sudah dibangun, lihatlah apakah ada kemungkinan kita dapat memperbaiki tingkat kenyamanan dalam ruang tempat ting gal kita dengan menambahkan secondary Skin.

Seringkali untuk daerah tropis, secondary skin yang paling sering digunakan adalah penggunaan kisi-kisi bangunan yang dibuat dari kayu, besi, atan bahan lain. Meskipun demikian, material lain dapat digunakan, misalnya botol bekas seperti yang digunakan pad a rumah tinggal karya arsitek Indonesia Rid wan Kamil. Bahan bahan lain Seperti bambu, anyaman bambu, kaca buram dan sebagainya adalah contoh material yang dapat digunakan. Variasi material pun da pat dikembangkan lebih jauh.

Tingkat kenyamanan manusia hidup di alam tropis memang spesifik. Kebanyakan orang menganggap ruangan yang agak gelap namun masih nyaman bagi mata adalah ruangan yang nyaman. Berapa banyak cahaya yang masuk termasuk pertimbangan utama. Dewasa ini, karena material kaca sering digunakan, dampak dari penggunaan kaca adalah level panas ruangan yang lebih tinggi. Hal ini mengakibatkan perlunya secondary skin untuk diaplikasikan

Penggunaan secondary skin mungkin mirip seperti prinsip ‘berada dibawah bayangan pohon’ Barangkali Anda bisa membayangkan, bahwa berada dibawah bayang bayang pohon disaat udara panas dan matahari menyengat adalah sangat nyaman.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Material KalsiPlank 8, material papan pengganti kayu dengan tekstur kayu

astudioarchitect.com Kayu yang biasa digunakan untuk bangunan rumah seperti untuk papan plang atap, papan penutup dinding, dan sebagainya. Kalsi adalah material papan bangunan bebas asbes yang diproduksi oleh Eternit Gresik. Papan bangunan ini bermacam-macam jenisnya, antara lain papan lantai, sliding plank (tekstur kayu), papan untuk dinding luar, partisi dan plafon. Untuk artikel kali ini, saya ingin membahas tentang Sliding Plank, kadang disebut juga sebagai Woodplank atau untuk produk Kalsi adalah Kalsiplank. Papan ini merupakan material komposit yang bebas asbes sehingga bisa digunakan secara aman untuk bangunan tempat tinggal. 
Sumber: eternitgresik.com

Khusus untuk KalsiPlank atau umumnya disebut Woodplank, merupakan material papan dengan tekstur kayu, merupakan material alternatif pengganti papan kayu yang semakin jarang.

Sumber: sgumart.com

Material ini memiliki berbagai keunggulan yaitu:
– tidak lapuk

– tidak dimakan rayap

– bila digunakan untuk dinding pengganti batu bata akan lebih ringan dengan konstruksi baja ringan.
– memiliki tekstur kayu jati


Sumber: eternitgresik.com

Kalsiplank ini bisa diaplikasikan untuk dinding sehingga menghasilkan dinding dengan tekstur kayu yang kuat. Bila dipasang pada bagian luar bangunan akan memberi kesan kayu yang sangat kuat. Material ini juga bisa dikombinasikan, dipotong, dan sebagainya seperti papan pada umumnya. Aplikasi yang sesuai misalnya:

– Dinding luar bangunan sebagai material cladding
– kisi-kisi bangunan untuk menahan panas (secondary skin)
– pengganti kayu untuk pergola
– dan sebagainya

Informasi dimensi untuk Kalsiplank jati:

– Kalsiplank 8 jati
  Ukuran standar 8.0 x 200 x 2400 mm3, berat 5,5 kg, harga Rp27rb
  Ukuran standar 8.0 x 200 x 3000 mm3, berat 7 kg, harga Rp 34rb
  Ukuran standar 8.0 x 300 x 3400 mm3, berat 8,5 kg, harga Rp 51rb

Ukuran lain terdapat kalsiplank 12mm dan kalsiplank 8mm tanpa tekstur kayu.

Informasi marketing:
http://www.eternitgresik.com

  ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.