Gaya Art Deco untuk Bangunan


Salah satu bangunan bergaya Art Deco di Miami.

astudioarchitect.com Art Deco adalah sebuah gaya arsitektur yang berkembang sekitar tahun 20an-30an, dimana gaya ini sangat memperhatikan detail ornamentasi bangunan. Art Deco banyak digunakan oleh arsitek Belanda di Indonesia pada masa penjajahan yang akhir disekitar tahun 30-40an tersebut dengan memasukkan banyak dekorasi dari seni Art Deco yang merupakan kumpulan dari berbagai seni ornamen dari seluruh dunia yang diadaptasi menjadi gaya arsitektur ornamentatif Art Deco. Beberapa pertanyaan tentang arsitektur Art Deco diberikan oleh wartawan koran Sindo beberapa waktu pada saya. Pertanyaan ini tentunya disesuaikan dengan konteks arsitektur untuk rumah tinggal sebagai bahan dari artikel di Koran Sindo.

Tema: Hunian Bergaya ART DECO
Pertanyaan:

1. apa itu bangunan/ rumah bergaya ART DECO?
Art Deco adalah sebuah gaya arsitektur yang berkembang sekitar tahun 20an-30an, dimana gaya ini sangat memperhatikan detail ornamentasi bangunan. Art Deco banyak digunakan oleh arsitek Belanda di Indonesia pada masa penjajahan yang akhir disekitar tahun 30-40an tersebut dengan memasukkan banyak dekorasi dari seni Art Deco yang merupakan kumpulan dari berbagai seni ornamen dari seluruh dunia yang diadaptasi menjadi gaya arsitektur ornamentatif Art Deco. Sebagai gaya yang mengedepankan ornamen, fasad bangunan menjadi sangat penting, dimana waktu itu berkembang arsitektur modern sebagai panduan sistem struktur yang didukung oleh elemen dekorasi dari Art Deco.

2. apa pula yang menjadi daya tarik dari konsep arsitektur ini?
Bangunan bergaya Art Deco banyak digunakan baik untuk bangunan umum, maupun rumah tinggal yang dibangun pada tahun-tahun tersebut. Daya tarik utamanya terletak pada penggunaan elemen dekorasi yang sangat beragam dari seluruh dunia, elemen dekorasi ini didapatkan dari berbagai kebudayaan seperti Aztec, Mesir, Afrika, serta kebudayaan lain dari seluruh dunia sebagai adaptasi elemen dekoratif.

3. Apakah konsep ini pantas jika diterapkan di Indonesia? Kalaupun ingin diterapkan di Indonesia apa yang menjadi pembeda dengan konsep ART DECO yang asli?
Penggunaan gaya Art Deco di Indonesia merupakan pengaruh yang meluas pada masa perang dunia 2 dimana saat itu gaya ini sangat populer digunakan bersanding dengan arsitektur modern lain yang berkembang saat itu, sehingga banyak digunakan oleh arsitek Hindia Belanda serta masih banyak bangunan yang menjadi saksi sejarah dari keberadaan seni desain Art Deco ini, seperti di kota-kota Besar Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, dan kota-kota lainnya. Apabila gaya arsitektur ini kita terapkan pada saat ini artinya kita mengembalikan kejayaan arsitektur ornamentatif ini untuk masa saat ini, merupakan hal yang sah-sah saja dan tidak ada yang melarangšŸ™‚

Tidak ada pembedanya. Hanya arsitek dan cara mendesainnya yang berbeda.

Villa Isola di Bandung menggunakan gaya Art Deco (Google search screenshot)

 4. Bagaimana aplikasi dekorasinya?
Dekorasi Art Deco adalah dekorasi bangunan yang cukup menarik sehubungan dengan berbagai kebudayaan yang melatar belakangi paduan tema gaya eklektik ini untuk diterapkan dalam bangunan. Berbagai elemen dekorasi diperhatikan dengan bentuk-bentuk yang khas seperti pengulangan bentuk geometris seperti dalam arsitektur bangunan tua Aztec Inca, Mesir, maupun dari Afrika lainnya dipadukan dengan kesukaan akan perulangan dekorasi seperti desain arsitektur klasik. Bentukan dari unsur dekoratif bisa kotak, segitiga, lingkaran, zig-zag, dan sebagainya.

5. Penggunaan warna apa yang paling dominan untuk hunian bergaya ART DECO?
Warna tidak berperan penting, tapi dekorasi lebih berperan. Bangunan Art Deco banyak menggunakan material yang biasa digunakan, terutama tembok bata dengan ornamentasi dari beton dan semen. Cat biasa digunakan dalam warna netral maupun warna asli bahan seperti batuan, ampyang, kayu, dan besi.

6. Untuk aksesoris, biasanya gaya ART DECO banyak menggunakan aksesorisse jenis apa?
Logam bisa digunakan, biasanya dibentuk dalam dekorasi dengan komposisi yang sesuai dengan dekorasi lainnya seperti dekorasi dinding.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
Ā© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s