Monthly Archives: Oktober 2010

Desain Hunian Berkonsep Art Deco

astudioarchitect.com Gaya Art Deco pernah saya ulas sebelumnya, adapun artikel ini saya muat di blog astudio karena merupakan artikel yang dibuat berdasarkan wawancara dengan saya. Berikut ini artikel selengkapnya:

Desain Hunian Berkonsep Art Deco

Foto oleh Probo Hindarto

PENGGUNAAN gaya art deco sebagai elemen dekorasi rumah dapat melengkapi hunian menjadi lebih semarak. Tidak ada salahnya jika Anda coba mengaplikasikan gaya desain ini ke dalam rumah. Di tengah maraknya gaya desain berkonsep minimalis modern, ternyata terselip desain art deco yang masih menjadi incaran dalam penataan rumah saat ini. Menurut arsitek Probo Hindarto, art deco adalah gaya arsitektur yang berkembang sekitar tahun 1920-1930. Gaya ini sangat memperhatikan detail ornamentasi bangunan.

Sebagai gaya yang mengedepankan ornamen, fasad bangunan pada desain arsitektur konsep ini menjadi sangat penting. Waktu itu berkembang arsitektur modern sebagai panduan sistem struktur yang didukung elemen dekorasi dari art deco.

Begitu pun saat gaya desain ini berkembang di Indonesia, penggunaan gaya art deco di Indonesia merupakan pengaruh yang meluas pada masa Perang Dunia II. Saat itu penggunaan gaya art deco sangat populer bersanding dengan arsitektur modern lain yang berkembang sehingga banyak digunakan oleh arsitek Belanda. Sampai saat ini masih banyak bangunan yang menjadi saksi sejarah dari keberadaan seni gaya desain ini. Misalnya, Probo menyebutkan, di sejumlah kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Malang.

Daya tarik utama gaya desain ini terletak pada penggunaan elemen dekorasi yang sangat beragam dari seluruh dunia. Elemen dekorasi ini didapatkan dari berbagai kebudayaan seperti Aztec, Mesir, Afrika, dan kebudayaan lain dari seluruh dunia sebagai adaptasi elemen dekoratif. Terbukti, konsep bangunan bergaya art deco cukup banyak digunakan untuk bangunan umum dan rumah tinggal.

“Apabila gaya arsitektur ini diterapkan pada saat ini, artinya kita mengembalikan kejayaan arsitektur ornamentatif ini untuk masa saat ini,” tambahnya.

Gaya desain art deco termasuk konsep yang memiliki dekorasi bangunan cukup menarik karena banyak dipengaruhi kebudayaan yang melatarbelakangi paduan tema gaya eklektik. Selanjutnya, Probo mengatakan, perhatikan berbagai elemen dekorasinya, seperti bentuk-bentuk yang khas seperti pengulangan bentuk geometris seperti dalam arsitektur bangunan tua Aztec Inca, Mesir, maupun dari Afrika. “Bentuk dari unsur dekoratif bisa kotak, segitiga, lingkaran, dan zig-zag,” sebut dia.

Sementara, untuk bahan materialnya, bangunan gaya art deco banyak menggunakan material yang biasa digunakan, terutama tembok bata dengan ornamentasi dari beton dan semen. Warna-warna cat yang khas diaplikasikan pada gaya bangunan ini biasanya dalam bentuk warna netral maupun warna asli bahan seperti batuan, ampyang, kayu, dan besi.

Anda yang ingin memadukannya dengan konsep desain lainnya, sebaiknya perhatikan kecocokannya. Walaupun art deco merupakan bangunan yang kaya elemen dekoratif, tak lantas bisa dengan mudah dipadukan dengan gaya lain. Kalaupun bisa, mungkin konsep arsitektur tropis lebih tepat seperti pergola dan terutama pencahayaan buatan yang memperkuat dekorasinya. Selebihnya, Anda dapat memadukannya juga dengan gaya desain yang masih berkaitan dengan konsep ini, seperti konsep hunian gaya Maroko.

(dicopy dari http://lifestyle.okezone.com/read/2010/10/02/30/378370/desain-hunian-berkonsep-art-deco)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Desain Hunian Berkonsep Art Deco

astudioarchitect.com Gaya Art Deco pernah saya ulas sebelumnya, adapun artikel ini saya muat di blog astudio karena merupakan artikel yang dibuat berdasarkan wawancara dengan saya. Berikut ini artikel selengkapnya:

Desain Hunian Berkonsep Art Deco

Foto oleh Probo Hindarto

PENGGUNAAN gaya art deco sebagai elemen dekorasi rumah dapat melengkapi hunian menjadi lebih semarak. Tidak ada salahnya jika Anda coba mengaplikasikan gaya desain ini ke dalam rumah. Di tengah maraknya gaya desain berkonsep minimalis modern, ternyata terselip desain art deco yang masih menjadi incaran dalam penataan rumah saat ini. Menurut arsitek Probo Hindarto, art deco adalah gaya arsitektur yang berkembang sekitar tahun 1920-1930. Gaya ini sangat memperhatikan detail ornamentasi bangunan.

Sebagai gaya yang mengedepankan ornamen, fasad bangunan pada desain arsitektur konsep ini menjadi sangat penting. Waktu itu berkembang arsitektur modern sebagai panduan sistem struktur yang didukung elemen dekorasi dari art deco.

Begitu pun saat gaya desain ini berkembang di Indonesia, penggunaan gaya art deco di Indonesia merupakan pengaruh yang meluas pada masa Perang Dunia II. Saat itu penggunaan gaya art deco sangat populer bersanding dengan arsitektur modern lain yang berkembang sehingga banyak digunakan oleh arsitek Belanda. Sampai saat ini masih banyak bangunan yang menjadi saksi sejarah dari keberadaan seni gaya desain ini. Misalnya, Probo menyebutkan, di sejumlah kota besar yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Malang.

Daya tarik utama gaya desain ini terletak pada penggunaan elemen dekorasi yang sangat beragam dari seluruh dunia. Elemen dekorasi ini didapatkan dari berbagai kebudayaan seperti Aztec, Mesir, Afrika, dan kebudayaan lain dari seluruh dunia sebagai adaptasi elemen dekoratif. Terbukti, konsep bangunan bergaya art deco cukup banyak digunakan untuk bangunan umum dan rumah tinggal.

“Apabila gaya arsitektur ini diterapkan pada saat ini, artinya kita mengembalikan kejayaan arsitektur ornamentatif ini untuk masa saat ini,” tambahnya.

Gaya desain art deco termasuk konsep yang memiliki dekorasi bangunan cukup menarik karena banyak dipengaruhi kebudayaan yang melatarbelakangi paduan tema gaya eklektik. Selanjutnya, Probo mengatakan, perhatikan berbagai elemen dekorasinya, seperti bentuk-bentuk yang khas seperti pengulangan bentuk geometris seperti dalam arsitektur bangunan tua Aztec Inca, Mesir, maupun dari Afrika. “Bentuk dari unsur dekoratif bisa kotak, segitiga, lingkaran, dan zig-zag,” sebut dia.

Sementara, untuk bahan materialnya, bangunan gaya art deco banyak menggunakan material yang biasa digunakan, terutama tembok bata dengan ornamentasi dari beton dan semen. Warna-warna cat yang khas diaplikasikan pada gaya bangunan ini biasanya dalam bentuk warna netral maupun warna asli bahan seperti batuan, ampyang, kayu, dan besi.

Anda yang ingin memadukannya dengan konsep desain lainnya, sebaiknya perhatikan kecocokannya. Walaupun art deco merupakan bangunan yang kaya elemen dekoratif, tak lantas bisa dengan mudah dipadukan dengan gaya lain. Kalaupun bisa, mungkin konsep arsitektur tropis lebih tepat seperti pergola dan terutama pencahayaan buatan yang memperkuat dekorasinya. Selebihnya, Anda dapat memadukannya juga dengan gaya desain yang masih berkaitan dengan konsep ini, seperti konsep hunian gaya Maroko.

(dicopy dari http://lifestyle.okezone.com/read/2010/10/02/30/378370/desain-hunian-berkonsep-art-deco)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Beberapa pertanyaan tentang Dapur

astudioarchitect.com 1. Apa fungsi dapur? Fungsi dapur adalah memberikan tempat bagi aktivitas menyiapkan dan menyediakan makanan. Tapi pada saat ini fungsi dapur sudah lebih banyak dan beragam, dalam arti sudah melebar fungsinya menjadi tempat untuk bersosialisasi atau bertemu dengan anggota keluarga lainnya bahkan tamu, karena itu dapur harus disetting menjadi lebih baik dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan tersebut.

foto atas oleh Telstar Logistics

2. Dimana sebaiknya meletakkan dapur? depan atau belakang rumah? Pada masa lalu, dapur seringkali diasosiasikan dengan tempat yang tidak bersih, kotor, bahkan harus disembunyikan dan karena itu biasanya diletakkan di belakang rumah. Tapi saat ini dapur dengan fungsi yang lebih banyak tersebut bisa diletakkan di tempat yang terlihat seperti di bagian depan rumah, di tengah dan sebagainya. Kadang-kadang karena rumah sempit maka dapur bisa diletakkan berdekatan atau menyatu dengan ruang makan, dan sedikit berada didekat atau bahkan juga menyatu dengan ruang keluarga.

3. Hal – hal apa saja yang harus diperhatikan untuk menciptakan dapur yg efisien? Dalam menata dapur harus memperhatikan bagaimana alur kerja/ aktivitas dalam dapur tersebut. Dalam dapur terdapat berbagai barang/ benda yang harus disimpan di tempat yang tepat sehingga penyimpanan termasuk dalam hal yang sangat penting untuk desain dapur yang efisien. Misalnya dimana kita meletakkan piring, sendok garpu, dan peralatan memasak. Disamping itu penting diperhatikan dimana letak kitchen sink-nya, letak kompor, penyedot asap, dan sebagainya.

http://sketchup.google.com/3dwarehouse/mini?mid=dd70197d65381eef4c62bee40dcdc539&etyp=sw&width=510&height=400
Anda bisa melihat model 3D dari gambar diatas, klik dan gerakkan mouse Anda.

4. Apa saja ciri-ciri dapur yang sehat? Dapur yang sehat harus memiliki pembuangan sampah dan limbah yang baik, dan bisa menangani polusi udara dari pembakaran kompor. Ini berarti kita harus menyediakan sistem sanitasi yang tepat dengan menyediakan kitchen sink, keran air, saluran pipa pembuangan air, penyedot asap, bak penangkap lemak dari sisa makanan/ sampah organik. Dengan demikian maka dapur akan menjadi bersih dan selalu sehat.

5. Bagaimana pencahayaan dan ventilasi yang baik pada dapur? Diruang dapur, perlu dipikirkan agar cahaya dari jendela bisa menerangi dengan baik agar proses memasak berjalan baik dan tidak perlu penerngan buatan pada siang hari. Ini berarti memperkecil penggunaan listrik. Ini bisa diselesaikan dengan desain yang baik dan memperhatikan arah jatuhnya sinar dari jendela. Kadangkala bila diperlukan dapur bisa direnovasi untuk mengubah letak jendelanya.

Untuk ventilasi yang paling baik adalah menggunakan ventilasi alami dengan membuat bukaan jendela dan ventilasi yang cukup untuk area dapur. Terutama untuk ventilasi bagian bawah agar bisa diperhatikan untuk keselamatan saat menggunakan kompor gas, karena kita tahu tabung gas dan saluran pipanya bisa bocor dan sangat berbahaya. Untuk keselamatan yang lebih, usahakan agar lantai dapur lebih tinggi dari ventilasi bawah, sehingga bila ada kebocoran gas bisa keluar dengan segera melalui ventilasi bawah di dapur. Ada pula yang lebih memilih menggunakan dapur dengan desain semi terbuka, yaitu dapur tanpa pintu dan menghadap langsung ke taman sehingga udara dengan bebas bisa masuk. Kekurangannya adalah kita harus memperhatikan agar kabinet tidak menjadi sarang tikus atau binatang lainnya.

6. Bgm cara menata dapur di ruang yang kecil/sempit? Dapur di ruangan sempit tetap harus memperhatikan kebutuhan utama dari dapur yaitu memasak, mencuci, menyiapkan makanan. Karena itu setidaknya harus ada sink, kabinet, dan bila dibutuhkan ada kompor. Dewasa ini dapur juga dibedakan menjadi dapur bersih dan dapur kotor. Di dapur bersih biasanya tidak ada kompor. Ada pula hunian yang tidak perlu dapur kotor, misalnya di apartemen yang luasannya terbatas.

7. Perbedaan dapur ukuran besar dan ukuran kecil? dari cara menata atau fungsi? Perbedaannya, selain dari ukuran, bisa juga dari banyaknya fasilitas yang disediakan oleh dapur tersebut. Cara menatanya juga berbeda, misalnya dapur sempit karena keterbatasan harus didesain dengan kompak dan memakan sedikit tempat. Untuk dapur yang besar bisa lebih lega menatanya.

8. Antara dapur besar dan kecil lebih multifungsi mana? Dapur besar ataupun kecil itu tidak masalah, karena yang penting adalah dapur bisa berfungsi dengan baik. Kebutuhan utama dari dapur adalah memasak, menyimpan, menyiapkan makanan. Karena itu kebutuhan utama adalah kitchen sink, kompor, kabinet penyimpan, dan tempat untuk menyiapkan atau memotong-motong bahan makanan. Bila ini sudah ada semua maka dapur yang kecil pun sudah baik.  Dari segi kepraktisan kadang dapur yang kecil juga bisa sangat praktis, karena didapur yang besar kadang malah tidak efisien, dalam arti pekerjaan memasak dan menyiapkan makanan jadi lebih ribet.

9. Keuntungan dan kerugian dapur kecil? Keuntungannya bisa lebih efisien dan praktis.
kerugiannya bila terlalu kecil bisa menyulitkan saat ingin menyimpan barang atau beraktivitas karena terlalu sempit.

10. Bgm cara memanfaatkan ruang sempit untuk menjadi dapur yang berguna dan efisien? Dapur yang baik sebagaimana disebutkan diatas harus memiliki fasilitas yang dibutuhkan, agar menjadi efisien dan tepat guna. Terutama untuk dapur dengan luasan yang sempit harus didesain sedemikian rupa agar bisa efisien, dalam arti tidak terlalu boros tempat tapi masih bisa memiliki fungsi yang dibutuhkan. Dapur juga bisa dilengkapi dengan semacam meja bar jika dibutuhkan, yaitu meja bar yang menyatu dengan desain kitchen setnya. Meja bar ini bisa digunakan pula sebagai meja makan atau meja sarapan.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Beberapa pertanyaan tentang Dapur

astudioarchitect.com 1. Apa fungsi dapur? Fungsi dapur adalah memberikan tempat bagi aktivitas menyiapkan dan menyediakan makanan. Tapi pada saat ini fungsi dapur sudah lebih banyak dan beragam, dalam arti sudah melebar fungsinya menjadi tempat untuk bersosialisasi atau bertemu dengan anggota keluarga lainnya bahkan tamu, karena itu dapur harus disetting menjadi lebih baik dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan tersebut.

foto atas oleh Telstar Logistics

2. Dimana sebaiknya meletakkan dapur? depan atau belakang rumah? Pada masa lalu, dapur seringkali diasosiasikan dengan tempat yang tidak bersih, kotor, bahkan harus disembunyikan dan karena itu biasanya diletakkan di belakang rumah. Tapi saat ini dapur dengan fungsi yang lebih banyak tersebut bisa diletakkan di tempat yang terlihat seperti di bagian depan rumah, di tengah dan sebagainya. Kadang-kadang karena rumah sempit maka dapur bisa diletakkan berdekatan atau menyatu dengan ruang makan, dan sedikit berada didekat atau bahkan juga menyatu dengan ruang keluarga.

3. Hal – hal apa saja yang harus diperhatikan untuk menciptakan dapur yg efisien? Dalam menata dapur harus memperhatikan bagaimana alur kerja/ aktivitas dalam dapur tersebut. Dalam dapur terdapat berbagai barang/ benda yang harus disimpan di tempat yang tepat sehingga penyimpanan termasuk dalam hal yang sangat penting untuk desain dapur yang efisien. Misalnya dimana kita meletakkan piring, sendok garpu, dan peralatan memasak. Disamping itu penting diperhatikan dimana letak kitchen sink-nya, letak kompor, penyedot asap, dan sebagainya.

http://sketchup.google.com/3dwarehouse/mini?mid=dd70197d65381eef4c62bee40dcdc539&etyp=sw&width=510&height=400
Anda bisa melihat model 3D dari gambar diatas, klik dan gerakkan mouse Anda.

4. Apa saja ciri-ciri dapur yang sehat? Dapur yang sehat harus memiliki pembuangan sampah dan limbah yang baik, dan bisa menangani polusi udara dari pembakaran kompor. Ini berarti kita harus menyediakan sistem sanitasi yang tepat dengan menyediakan kitchen sink, keran air, saluran pipa pembuangan air, penyedot asap, bak penangkap lemak dari sisa makanan/ sampah organik. Dengan demikian maka dapur akan menjadi bersih dan selalu sehat.

5. Bagaimana pencahayaan dan ventilasi yang baik pada dapur? Diruang dapur, perlu dipikirkan agar cahaya dari jendela bisa menerangi dengan baik agar proses memasak berjalan baik dan tidak perlu penerngan buatan pada siang hari. Ini berarti memperkecil penggunaan listrik. Ini bisa diselesaikan dengan desain yang baik dan memperhatikan arah jatuhnya sinar dari jendela. Kadangkala bila diperlukan dapur bisa direnovasi untuk mengubah letak jendelanya.

Untuk ventilasi yang paling baik adalah menggunakan ventilasi alami dengan membuat bukaan jendela dan ventilasi yang cukup untuk area dapur. Terutama untuk ventilasi bagian bawah agar bisa diperhatikan untuk keselamatan saat menggunakan kompor gas, karena kita tahu tabung gas dan saluran pipanya bisa bocor dan sangat berbahaya. Untuk keselamatan yang lebih, usahakan agar lantai dapur lebih tinggi dari ventilasi bawah, sehingga bila ada kebocoran gas bisa keluar dengan segera melalui ventilasi bawah di dapur. Ada pula yang lebih memilih menggunakan dapur dengan desain semi terbuka, yaitu dapur tanpa pintu dan menghadap langsung ke taman sehingga udara dengan bebas bisa masuk. Kekurangannya adalah kita harus memperhatikan agar kabinet tidak menjadi sarang tikus atau binatang lainnya.

6. Bgm cara menata dapur di ruang yang kecil/sempit? Dapur di ruangan sempit tetap harus memperhatikan kebutuhan utama dari dapur yaitu memasak, mencuci, menyiapkan makanan. Karena itu setidaknya harus ada sink, kabinet, dan bila dibutuhkan ada kompor. Dewasa ini dapur juga dibedakan menjadi dapur bersih dan dapur kotor. Di dapur bersih biasanya tidak ada kompor. Ada pula hunian yang tidak perlu dapur kotor, misalnya di apartemen yang luasannya terbatas.

7. Perbedaan dapur ukuran besar dan ukuran kecil? dari cara menata atau fungsi? Perbedaannya, selain dari ukuran, bisa juga dari banyaknya fasilitas yang disediakan oleh dapur tersebut. Cara menatanya juga berbeda, misalnya dapur sempit karena keterbatasan harus didesain dengan kompak dan memakan sedikit tempat. Untuk dapur yang besar bisa lebih lega menatanya.

8. Antara dapur besar dan kecil lebih multifungsi mana? Dapur besar ataupun kecil itu tidak masalah, karena yang penting adalah dapur bisa berfungsi dengan baik. Kebutuhan utama dari dapur adalah memasak, menyimpan, menyiapkan makanan. Karena itu kebutuhan utama adalah kitchen sink, kompor, kabinet penyimpan, dan tempat untuk menyiapkan atau memotong-motong bahan makanan. Bila ini sudah ada semua maka dapur yang kecil pun sudah baik.  Dari segi kepraktisan kadang dapur yang kecil juga bisa sangat praktis, karena didapur yang besar kadang malah tidak efisien, dalam arti pekerjaan memasak dan menyiapkan makanan jadi lebih ribet.

9. Keuntungan dan kerugian dapur kecil? Keuntungannya bisa lebih efisien dan praktis.
kerugiannya bila terlalu kecil bisa menyulitkan saat ingin menyimpan barang atau beraktivitas karena terlalu sempit.

10. Bgm cara memanfaatkan ruang sempit untuk menjadi dapur yang berguna dan efisien? Dapur yang baik sebagaimana disebutkan diatas harus memiliki fasilitas yang dibutuhkan, agar menjadi efisien dan tepat guna. Terutama untuk dapur dengan luasan yang sempit harus didesain sedemikian rupa agar bisa efisien, dalam arti tidak terlalu boros tempat tapi masih bisa memiliki fungsi yang dibutuhkan. Dapur juga bisa dilengkapi dengan semacam meja bar jika dibutuhkan, yaitu meja bar yang menyatu dengan desain kitchen setnya. Meja bar ini bisa digunakan pula sebagai meja makan atau meja sarapan.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Lampu sebagai penerang dan pusat perhatian dalam ruangan

astudioarchitect.com Fungsi lampu selain sebagai penerang, juga sebagai elemen estetika karena bentuk lampu atau tiang penyangga lampu biasanya bisa diolah menjadi elemen estetika yang menarik. Estetika dari bentuk kap lampu misalnya, bisa ditunjang baik oleh bentuk maupun motif dari kap lampu tersebut. Dari sisi bentuk penyangga, cover atau kaki lampu, karena bisa dibuat dari kayu, besi, kaca, kertas dan material lain, maka keberadaannya bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan lampu yang estetis.

foto kiri oleh hobvias sudoneighm

Lampu itu sendiri bisa menjadi pusat perhatian karena cahayanya, bila cahayanya paling terang diantara lainnya maka lampu tersebut akan menjadi pusat perhatian. Lampu juga bisa menjadi penunjang untuk obyek lain agar menjadi pusat perhatian, dalam hal ini pada lampu sorot, misalnya untuk menyorot benda seni agar terlihat lebih menonjol. Lampu bisa menjadi pusat perhatian bila bentuknya unik dan menarik, atau karena ukurannya (biasanya chandelier berukuran lebih besar dan lebih mewah daripada lampu lainnya), atau karena letak dan hubungannya dengan benda lainnya dalam sebuah ruangan, yaitu bila lampu diletakkan ditengah atau pada pusat sebuah ruangan, misalnya di tengah dinding, atau ditengah ruangan dengan digantung.

lampu hias lampion, foto oleh Kees de Vos

desain kap lampu atau pegangan atau tiang penyangga lampunya bisa disesuaikan dengan gaya arsitektur yang digunakan. Bentuk boks atau kotak sederhana untuk lampu hias biasa digunakan untuk hunian gaya modern. Sedangkan gaya mediterania dan klasik sering menggunakan unsur dekorasi klasik pada elemen penunjang lampu tersebut. Demikian pula dengan ornamen bergaya etnik. Warna ruangan yang hangat seperti merah, orange, kuning, krem bisa terlihat lebih baik menggunakan lampu yang cahayanya cenderung kuning, karena warna dari dinding ruangan atau benda lainnya akan terlihat lebih menonjol. Demikian pula dengan warna putih, biru, atau hijau bisa menggunakan cahaya lampu putih agar warnanya lebih terlihat menonjol. Hal ini karena warna hangat seperti merah, orange, kuning dan krem akan berinteraksi dengan spektrum warna merah pada lampu kuning. Sedangkan warna dingin seperti hijau, biru, violet, putih dan abu abu akan berinteraksi dengan spektrum warna biru dari lampu putih.

foto oleh Mark Chang

Lampu ‘general’ biasanya ditempatkan menjadi lampu general lighting untuk menerangi seluruh ruangan. Lampu ini biasanya berdaya kuat dan bisa menerangi seluruh ruangan dengan baik dan diletakkan ditengah.

lampu spotlight biasanya ditempatkan di plafon sebagai penerangan tambahan atau primer dengan jumlah lebih dari satu dan memiliki cahaya yang diarahkan dan cenderung terpusat sehingga tepat untuk digunakan sebagai lampu penerangan untuk benda pajangan, lukisan, benda galeri dan sebagainya.

Cahaya tak langsung biasanya diperoleh dari lampu yang disembunyikan, misalnya dalam plafon atau dinding dan cahaya yang dikeluarkan merupakan pantulan dari dinding atau plafon tersebut sehingga menimbulkan cahaya temaram. Biasanya digunakan untuk ruang kamar tidur dan lobi.
 ________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Lampu sebagai penerang dan pusat perhatian dalam ruangan

astudioarchitect.com Fungsi lampu selain sebagai penerang, juga sebagai elemen estetika karena bentuk lampu atau tiang penyangga lampu biasanya bisa diolah menjadi elemen estetika yang menarik. Estetika dari bentuk kap lampu misalnya, bisa ditunjang baik oleh bentuk maupun motif dari kap lampu tersebut. Dari sisi bentuk penyangga, cover atau kaki lampu, karena bisa dibuat dari kayu, besi, kaca, kertas dan material lain, maka keberadaannya bisa dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan lampu yang estetis.

foto kiri oleh hobvias sudoneighm

Lampu itu sendiri bisa menjadi pusat perhatian karena cahayanya, bila cahayanya paling terang diantara lainnya maka lampu tersebut akan menjadi pusat perhatian. Lampu juga bisa menjadi penunjang untuk obyek lain agar menjadi pusat perhatian, dalam hal ini pada lampu sorot, misalnya untuk menyorot benda seni agar terlihat lebih menonjol. Lampu bisa menjadi pusat perhatian bila bentuknya unik dan menarik, atau karena ukurannya (biasanya chandelier berukuran lebih besar dan lebih mewah daripada lampu lainnya), atau karena letak dan hubungannya dengan benda lainnya dalam sebuah ruangan, yaitu bila lampu diletakkan ditengah atau pada pusat sebuah ruangan, misalnya di tengah dinding, atau ditengah ruangan dengan digantung.

lampu hias lampion, foto oleh Kees de Vos

desain kap lampu atau pegangan atau tiang penyangga lampunya bisa disesuaikan dengan gaya arsitektur yang digunakan. Bentuk boks atau kotak sederhana untuk lampu hias biasa digunakan untuk hunian gaya modern. Sedangkan gaya mediterania dan klasik sering menggunakan unsur dekorasi klasik pada elemen penunjang lampu tersebut. Demikian pula dengan ornamen bergaya etnik. Warna ruangan yang hangat seperti merah, orange, kuning, krem bisa terlihat lebih baik menggunakan lampu yang cahayanya cenderung kuning, karena warna dari dinding ruangan atau benda lainnya akan terlihat lebih menonjol. Demikian pula dengan warna putih, biru, atau hijau bisa menggunakan cahaya lampu putih agar warnanya lebih terlihat menonjol. Hal ini karena warna hangat seperti merah, orange, kuning dan krem akan berinteraksi dengan spektrum warna merah pada lampu kuning. Sedangkan warna dingin seperti hijau, biru, violet, putih dan abu abu akan berinteraksi dengan spektrum warna biru dari lampu putih.

foto oleh Mark Chang

Lampu ‘general’ biasanya ditempatkan menjadi lampu general lighting untuk menerangi seluruh ruangan. Lampu ini biasanya berdaya kuat dan bisa menerangi seluruh ruangan dengan baik dan diletakkan ditengah.

lampu spotlight biasanya ditempatkan di plafon sebagai penerangan tambahan atau primer dengan jumlah lebih dari satu dan memiliki cahaya yang diarahkan dan cenderung terpusat sehingga tepat untuk digunakan sebagai lampu penerangan untuk benda pajangan, lukisan, benda galeri dan sebagainya.

Cahaya tak langsung biasanya diperoleh dari lampu yang disembunyikan, misalnya dalam plafon atau dinding dan cahaya yang dikeluarkan merupakan pantulan dari dinding atau plafon tersebut sehingga menimbulkan cahaya temaram. Biasanya digunakan untuk ruang kamar tidur dan lobi.
 ________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah Kampung Palembang / Kampong houses in Palembang

astudioarchitect.com Dari perjalanan Nasrul Amin di Palembang, Sumatera Selatan. Pada umumnya, rumah adat di Indonesia adalah rumah panggung. Yang kemudian tradisi tersebut masih terus dilakukan pada rumah tinggal yang berada diperkampungan. Dengan bahan yang sederhana yaitu kayu, rumah itu didirikan. Begitupun dari pengamatan rumah-rumah di Palembang, sebagian besar rumah disana adalah rumah panggung dan terbuat dari kayu. Kondisi tanah yang basah (rawa) maka desain rumah panggung merupakan suatu pemecahan yang tepat. Atau karena kondisi suhu lingkungan yang panas, bisa jadi desain rumah panggung memberi penghawaan ruang yang baik. Dan biasanya rumah-rumah tersebut memiliki bentuk dan desain yang sama.

Mostly, traditional houses in Indonesia are ‘stage houses’ (houses that are raised above ground level). The tradition kept to be used in dwellings in kampongs (the calling for group of houses). With simple material like woods, the house stood. And that what we saw in Palembang, mostly the houses are stage houses and made of woods. The condition of wetland made the people need a good solution. Or because of the hot climate, the stage houses give good airflow inside the rooms. Usually the houses have certain kind of shape and designs.

Area bawah dari rumah tersebut juga difungsikan oleh pemakainya, sebagai tempat penyimpanan, kandang dan lain sebagainya sesuai dengan aktivitas pemakainya. Dulunya area ini adalah area terbuka, namun saat ini sebagian besar rumah disana telah menjadikan area ini tertutup,dijadikan sebagai tempat usaha, ruang lain untuk ditinggali dan sebagainya. Kondisi lingkungan, kebutuhan, kemajuan zaman merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan bentuk dari rumah-rumah tersebut. Sulitnya bahan baku kayu, yang menjadikannya mahal. Kebutuhan dari pemakai yang semakin meningkat. Dan perkembang zaman yang mempengaruhi pola pikir manusia. Pemakaian bahan bangunan selain kayu seperti beton, kaca, besi dan sebagainya sudah banyak dilakukan disana. Perubahan-perubahan tersebut terus terjadi, yang pada akhirnya akan menghilangkan identitas permukiman tersebut dan juga identitas karya arsitekturnya. Terlepas dari benar dan salah, inilah fakta yang terjadi. 
Suasana ruang dalam dalam sebuah rumah yang menggunakan material kayu untuk bahan dinding dan konstruksi rumah panggung. Perhatikan bahwa ruangan tidak dilengkapi dengan berbagai furniture berat, namun hanya alas seadanya untuk meminimalkan beban hidup bangunan.

interior. The situation inside a house which uses wood material for the wall and the construction of the ‘stage house’. Notice that the room is not completed with heavy furniture, but a simple mat to minimize the live load of the building.

The wetland area of the house could also have a function, as a storey, animal storey and other function according to the user. Usually the area was opened area, but now these lower part of the houses are closed, made to be store, other room to live, or other purposes. The condition of the environment, the need and the changes of mindset are factors to influence the shape and functional transformations of the houses. The lack of timber, made it more expensive. The possible way is to use other material instead of wood, like concrete, glasses, iron and other. These changes are kept going on, that finally may loosen the local architectural identity. This is fact going on.

new monument.
masjid akulturasi arsitektur barat, cina, lokal (Sumatra), yang berpadu harmonis. 

________________________________________________
Written and photography:
by Nasrul Amin
© Copyright 2008 Nasrul Amin.
All rights reserved.