Monthly Archives: November 2011

Renovasi Rumah menjadi Rumah Usaha [buku]

astudioarchitect.com Dalam berumah tangga, kadang kita memerlukan tambahan penghasilan karena berbagai keperluan yang semakin banyak dan tak terhindarkan, seperti anak yang membutuhkan biaya sekolah, uang makan sehari-hari makin menipis karena beban kredit, dan sebagainya. Banyak orang kemudian merubah fungsi rumah tidak hanya sebagai rumah saja, tapi juga sebagai tempat usaha. Banyak faktor yang perlu kita pertimbangkan dalam merenovasi bangunan rumah menjadi tempat usaha. Buku yang ditulis oleh Gatut Susanta ini membahas tentang aspek-aspek mengapa dan bagaimana merenovasi rumah biasa menjadi tempat usaha, selain itu juga membahas tentang aspek teknis pembangunannya. 

Kutipan: Saat ini usaha di rumah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi waktu, sumber pendapatan, dan penopang keuangan sebuah keluarga. Selain itu, usaha di rumah membuat usahawan/profesional menjatuhkan pilihan menyulap sebagian ruang di rumah menjadi tempat usaha tanpa harus membangun bangunan baru. Ada beberapa alasan usahawan/profesional memilih usaha di rumah, yaitu sebagai berikut.

• Adanya peluang target pasar di lingkungan rumah.
• Karakter lingkungan sekitar sudah dikenal sehingga memberi pengaruh yang baik terhadap psikologi pengusaha, menambah semangat, dan percaya diri.

Merenovasi sebagian rumah menjadi tempat usaha adalah pilihan tepat tanpa harus membangun bangunan batu

• Ada banyak pilihan jenis usaha yang dapat dilakukan di rumah tanpa harus bermodal besar untuk membeli ruko atau kios di tempat lain.
• Sulitnya mendapatkan modal untuk menunjang usaha di wilayah lain.
• Waktu merenovasi lebih hemat dibanding dengan membangun baru sehingga usaha dapat segera berjalan.
• Anggota keluarga dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari usaha sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk karyawan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan tempat usaha di rumah? Caranya adalah memperbaiki, mengembangkan, atau merenovasi, misalnya merenovasi ruang tamu menjadi butik, merenovasi garasi menjadi wartel, merenovasi ruang tidur menjadi ruang praktik dokter, atau membangun baru jika ada lahan sisa di rumah. Jadi, yang dimaksud dengan renovasi di sini adalah mengubah ruang, baik secara struktur atau arsitektur, untuk dijadikan tempat usaha dan masih menjadi bagian rumah tinggal.

Persiapan Renovasi 
Ketika memutuskan untuk membuka usaha di rumah tentu telah diketahui jenis usaha yang akan dilakukan, bisa berkaitan dengan usaha perdagangan atau jasa. Dengan ditentukannya jenis usaha yang dilakukan maka proses renovasi akan lebih mudah dilakukan. Misalnya, usaha butik diperlukan ruang yang dapat memajang berbagai macam pakaian, sepatu, aksesoris, dan ruang pas. Sementara usaha dokter diperlukan ruang tunggu, ruang dokter, dan ruang resep. 
Selanjutnya adalah menentukan ruang yang akan direnovasi menjadi tempat usaha dan ruang pengganti fungsi sebelumnya. Agar pelaksanaan renovasi sesuai dengan biaya, hemat, dan cepat maka perlu beberapa strategi di antaranya sebagai berikut. 
• Hitung kemampuan keuangan dan tentukan anggaran biaya renovasi dengan penentuan kebutuhan renovasi sesuai prioritas. 
• Tentukan skala renovasi yang akan dilakukan, yaitu bertahap atau sekaligus. 
• Rancang jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk mengantisipasi terhambatnya proses renovasi. 
• Lakukan proses pembangunan pada waktu yang tepat sehingga pemilik rumah dapat mengontrol, terkecuali jika pembangunan diserahkan kepada kontraktor. 
• Rencanakan renovasi pada saat kondisi cuaca tidak hujan terutama jika renovasi dilakukan untuk meningkat rumah. 
• Tentukan bahan atau material yang diperlukan, yaitu KW 1, KW 2, atau KW 3. 
• Tentukan sistem kerja tenaga pelaksana pekerjaan, yaitu dikerjakan oleh tukang dengan upah harian, sistem kontrak tenaga kerja borongan, atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus termasuk bahan dan upah tenaga kerja. 

http://books.google.com/books?id=Oo74gXf6FFAC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Renovasi Rumah menjadi Rumah Usaha [buku]

astudioarchitect.com Dalam berumah tangga, kadang kita memerlukan tambahan penghasilan karena berbagai keperluan yang semakin banyak dan tak terhindarkan, seperti anak yang membutuhkan biaya sekolah, uang makan sehari-hari makin menipis karena beban kredit, dan sebagainya. Banyak orang kemudian merubah fungsi rumah tidak hanya sebagai rumah saja, tapi juga sebagai tempat usaha. Banyak faktor yang perlu kita pertimbangkan dalam merenovasi bangunan rumah menjadi tempat usaha. Buku yang ditulis oleh Gatut Susanta ini membahas tentang aspek-aspek mengapa dan bagaimana merenovasi rumah biasa menjadi tempat usaha, selain itu juga membahas tentang aspek teknis pembangunannya. 

Kutipan: Saat ini usaha di rumah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi waktu, sumber pendapatan, dan penopang keuangan sebuah keluarga. Selain itu, usaha di rumah membuat usahawan/profesional menjatuhkan pilihan menyulap sebagian ruang di rumah menjadi tempat usaha tanpa harus membangun bangunan baru. Ada beberapa alasan usahawan/profesional memilih usaha di rumah, yaitu sebagai berikut.

• Adanya peluang target pasar di lingkungan rumah.
• Karakter lingkungan sekitar sudah dikenal sehingga memberi pengaruh yang baik terhadap psikologi pengusaha, menambah semangat, dan percaya diri.

Merenovasi sebagian rumah menjadi tempat usaha adalah pilihan tepat tanpa harus membangun bangunan batu

• Ada banyak pilihan jenis usaha yang dapat dilakukan di rumah tanpa harus bermodal besar untuk membeli ruko atau kios di tempat lain.
• Sulitnya mendapatkan modal untuk menunjang usaha di wilayah lain.
• Waktu merenovasi lebih hemat dibanding dengan membangun baru sehingga usaha dapat segera berjalan.
• Anggota keluarga dapat dimaksimalkan menjadi bagian dari usaha sehingga dapat menghemat pengeluaran untuk karyawan.

Lalu, bagaimana caranya untuk mewujudkan tempat usaha di rumah? Caranya adalah memperbaiki, mengembangkan, atau merenovasi, misalnya merenovasi ruang tamu menjadi butik, merenovasi garasi menjadi wartel, merenovasi ruang tidur menjadi ruang praktik dokter, atau membangun baru jika ada lahan sisa di rumah. Jadi, yang dimaksud dengan renovasi di sini adalah mengubah ruang, baik secara struktur atau arsitektur, untuk dijadikan tempat usaha dan masih menjadi bagian rumah tinggal.

Persiapan Renovasi 
Ketika memutuskan untuk membuka usaha di rumah tentu telah diketahui jenis usaha yang akan dilakukan, bisa berkaitan dengan usaha perdagangan atau jasa. Dengan ditentukannya jenis usaha yang dilakukan maka proses renovasi akan lebih mudah dilakukan. Misalnya, usaha butik diperlukan ruang yang dapat memajang berbagai macam pakaian, sepatu, aksesoris, dan ruang pas. Sementara usaha dokter diperlukan ruang tunggu, ruang dokter, dan ruang resep. 
Selanjutnya adalah menentukan ruang yang akan direnovasi menjadi tempat usaha dan ruang pengganti fungsi sebelumnya. Agar pelaksanaan renovasi sesuai dengan biaya, hemat, dan cepat maka perlu beberapa strategi di antaranya sebagai berikut. 
• Hitung kemampuan keuangan dan tentukan anggaran biaya renovasi dengan penentuan kebutuhan renovasi sesuai prioritas. 
• Tentukan skala renovasi yang akan dilakukan, yaitu bertahap atau sekaligus. 
• Rancang jadwal pelaksanaan pekerjaan untuk mengantisipasi terhambatnya proses renovasi. 
• Lakukan proses pembangunan pada waktu yang tepat sehingga pemilik rumah dapat mengontrol, terkecuali jika pembangunan diserahkan kepada kontraktor. 
• Rencanakan renovasi pada saat kondisi cuaca tidak hujan terutama jika renovasi dilakukan untuk meningkat rumah. 
• Tentukan bahan atau material yang diperlukan, yaitu KW 1, KW 2, atau KW 3. 
• Tentukan sistem kerja tenaga pelaksana pekerjaan, yaitu dikerjakan oleh tukang dengan upah harian, sistem kontrak tenaga kerja borongan, atau sistem kerja dengan pembayaran sekaligus termasuk bahan dan upah tenaga kerja. 

http://books.google.com/books?id=Oo74gXf6FFAC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[desain gratis] Memperbaiki desain rumah yang sudah terbangun

astudioarchitect.com Bapak Anas dari Jakarta mengirimkan pertanyaan tentang rumah yang sudah terbangun, namun terlihat kurang estetis karena mengandalkan jasa kontraktor saja. Beliau meminta bantuan desain tampilan. Berikut ini email pertanyaan:

Dear Bapak Probo Hindarto,
Saya baru saja selesai membuat rumah tinggal, dilahan 11 x 22 meter di Jakarta Timur.
Rumah tersebut saya design sendiri tata ruang didalamnya, tetapi saya tidak mendesign tampak mukanya.
Setelah jadi (saudara saya pemborongnya) rumah tersebut tampak luar sangat mengecewakan.
Seperti dalam gambar, bahkan boleh dikatakan tidak berbentuk rumah, seperti ruko.
Istri saya ingin konsep rumah yang berlantai dua tetapi tidak Nampak dari depan, jadi voidnya saya buat di atas ruang tamu bagian depan, sehingga dinding depan jadi tinggi dan atapnya juga tinggi.
Mohon bantuan saran dan designnya apabila kita ingin membuat teras depan, agar tampak bagus. Dengan harapan point of view nya adalah teras tersebut dan atapnya dapat terkamuflase.

Terimakasih,
Anas Eko Setyo Nugroho,
Jakarta Timur

SEBELUM

Perkiraan tampilan baru:

Jawaban:

Dear Bapak Anas,
Terimakasih atas pertanyaan Bapak.

Untuk membuat tampilan baru dari rumah yang sudah dibangun tersebut, diperlukan suatu cara untuk membuat desain yang bisa menjadi pusat perhatian, karena saya lihat pada bangunan yang sudah ada, belum terdapat ‘sesuatu’ yang terlihat menarik. Sementara yang ada merupakan desain yang sangat fungsional namun belum terlalu memperhatikan tentang estetika. Desain yang baru saya buat memiliki portal untuk teras sehingga bisa menjadi semacam pusat perhatian saat berada didepan bangunan tersebut.

Untuk pagar juga saya desain dengan bentuk baru yang saya contohkan pada gambar desain baru, dengan harapan bisa menjadi penunjang untuk tampilan keseluruhan dan tidak terlihat berdiri sendiri seperti saat ini. Sepertinya memang untuk mencapai keharmonisan, desain pagar tersebut perlu dirubah.

Untuk struktur dan bangunan yang sudah ada, tidak perlu dirubah sama sekali, hanya membuat tambahan saja agar terlihat lebih estetis. Demikian jawaban saya, semoga desain ini bisa menjadi inspirasi untuk proses renovasi rumah Bapak.

Demikian, terimakasih.
Salam
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[desain gratis] Memperbaiki desain rumah yang sudah terbangun

astudioarchitect.com Bapak Anas dari Jakarta mengirimkan pertanyaan tentang rumah yang sudah terbangun, namun terlihat kurang estetis karena mengandalkan jasa kontraktor saja. Beliau meminta bantuan desain tampilan. Berikut ini email pertanyaan:

Dear Bapak Probo Hindarto,
Saya baru saja selesai membuat rumah tinggal, dilahan 11 x 22 meter di Jakarta Timur.
Rumah tersebut saya design sendiri tata ruang didalamnya, tetapi saya tidak mendesign tampak mukanya.
Setelah jadi (saudara saya pemborongnya) rumah tersebut tampak luar sangat mengecewakan.
Seperti dalam gambar, bahkan boleh dikatakan tidak berbentuk rumah, seperti ruko.
Istri saya ingin konsep rumah yang berlantai dua tetapi tidak Nampak dari depan, jadi voidnya saya buat di atas ruang tamu bagian depan, sehingga dinding depan jadi tinggi dan atapnya juga tinggi.
Mohon bantuan saran dan designnya apabila kita ingin membuat teras depan, agar tampak bagus. Dengan harapan point of view nya adalah teras tersebut dan atapnya dapat terkamuflase.

Terimakasih,
Anas Eko Setyo Nugroho,
Jakarta Timur

SEBELUM

Perkiraan tampilan baru:

Jawaban:

Dear Bapak Anas,
Terimakasih atas pertanyaan Bapak.

Untuk membuat tampilan baru dari rumah yang sudah dibangun tersebut, diperlukan suatu cara untuk membuat desain yang bisa menjadi pusat perhatian, karena saya lihat pada bangunan yang sudah ada, belum terdapat ‘sesuatu’ yang terlihat menarik. Sementara yang ada merupakan desain yang sangat fungsional namun belum terlalu memperhatikan tentang estetika. Desain yang baru saya buat memiliki portal untuk teras sehingga bisa menjadi semacam pusat perhatian saat berada didepan bangunan tersebut.

Untuk pagar juga saya desain dengan bentuk baru yang saya contohkan pada gambar desain baru, dengan harapan bisa menjadi penunjang untuk tampilan keseluruhan dan tidak terlihat berdiri sendiri seperti saat ini. Sepertinya memang untuk mencapai keharmonisan, desain pagar tersebut perlu dirubah.

Untuk struktur dan bangunan yang sudah ada, tidak perlu dirubah sama sekali, hanya membuat tambahan saja agar terlihat lebih estetis. Demikian jawaban saya, semoga desain ini bisa menjadi inspirasi untuk proses renovasi rumah Bapak.

Demikian, terimakasih.
Salam
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Make Over Ruang Tamu [buku]

astudioarchitect.com [pustaka interior] Merencanakan ruang tamu mungkin merupakan bagian kecil dari berumah-tinggal, namun kadangkala ruang yang biasanya terletak didepan ini memang menjadi pertimbangan khusus agar tampil menarik, membuat betah dalam rangka menjamu tamu. Tidak ada salahnya bagi kita untuk menengok buku yang ditulis oleh Randy Permata Dahlan dan Yogie Candra Bhumi ini, yang bisa memberi inspirasi pada kita tentang bagaimana menata ruang tamu. Ruang tamu memiliki banyak elemen yang terutama untuk mencapai tujuan agar ruang tersebut nyaman. 

Kutipan: Rumah yang baik akan memiliki elemen yang sesuai dengan kebutuhan dan perilaku penghuninya. Pada kondisi ideal, sebuah tumah akan memikirkan elemen ruang yang terdiri atas kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga atau dikenal sebagai ruang tengah, kamar mandi, ruang kerja, dapur, gudang, dan garasi. Masing-masing elemen tadi akhirnya menjadi penting akibat pengaruh budaya serta tata nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat. Di samping itu, manusia sebagai makhluk sosial dan budaya pastilah memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi, berbincang, serta menjalin hubungan dengan manusia lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut. Kegiatan bertamu menjadi hal yang umurn dilakukan. Ruang tamu kemudian menjadi elemen rumah yang sangat penting untuk mewujudkan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial dan budaya.

Seberapa pentingkah arti dan fungsi sebuah ruang tamu? Sejak zaman dahulu, peran penting budaya bemosialisasi dan bertamu dalam kehidupan bermasyarakat telah ditunjukkan oleh berbagai arsitektur vernakular Indonesta. Sebagai contoh, dapat dilahat bagaimana rumah panggung adat Aceh yang menempatkan sebuah ruang khusus setelah tangga masuk rumah mereka untuk menerima tamu. Juga pembagian struktur pada rumah jaglo adat Jawa yang idealnya memiliki area pendapa atau pendopo di bagian depan rumah untuk menerima tamu dan aktivitas publik lainnya. Demikian halnya dengan tawalo pada rumah adat Nias Selatan yang juga berfungsi untuk menerima tamu. Sernua tipe rumah tersebut menunjukkan bahwa tamu memang amat penting dalam budaya masyarakat Indonesia.

http://books.google.com/books?id=75Ieb07lqxoC&lpg=PA14&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Make Over Ruang Tamu [buku]

astudioarchitect.com [pustaka interior] Merencanakan ruang tamu mungkin merupakan bagian kecil dari berumah-tinggal, namun kadangkala ruang yang biasanya terletak didepan ini memang menjadi pertimbangan khusus agar tampil menarik, membuat betah dalam rangka menjamu tamu. Tidak ada salahnya bagi kita untuk menengok buku yang ditulis oleh Randy Permata Dahlan dan Yogie Candra Bhumi ini, yang bisa memberi inspirasi pada kita tentang bagaimana menata ruang tamu. Ruang tamu memiliki banyak elemen yang terutama untuk mencapai tujuan agar ruang tersebut nyaman. 

Kutipan: Rumah yang baik akan memiliki elemen yang sesuai dengan kebutuhan dan perilaku penghuninya. Pada kondisi ideal, sebuah tumah akan memikirkan elemen ruang yang terdiri atas kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga atau dikenal sebagai ruang tengah, kamar mandi, ruang kerja, dapur, gudang, dan garasi. Masing-masing elemen tadi akhirnya menjadi penting akibat pengaruh budaya serta tata nilai yang berlaku di lingkungan masyarakat. Di samping itu, manusia sebagai makhluk sosial dan budaya pastilah memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi, berbincang, serta menjalin hubungan dengan manusia lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut. Kegiatan bertamu menjadi hal yang umurn dilakukan. Ruang tamu kemudian menjadi elemen rumah yang sangat penting untuk mewujudkan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial dan budaya.

Seberapa pentingkah arti dan fungsi sebuah ruang tamu? Sejak zaman dahulu, peran penting budaya bemosialisasi dan bertamu dalam kehidupan bermasyarakat telah ditunjukkan oleh berbagai arsitektur vernakular Indonesta. Sebagai contoh, dapat dilahat bagaimana rumah panggung adat Aceh yang menempatkan sebuah ruang khusus setelah tangga masuk rumah mereka untuk menerima tamu. Juga pembagian struktur pada rumah jaglo adat Jawa yang idealnya memiliki area pendapa atau pendopo di bagian depan rumah untuk menerima tamu dan aktivitas publik lainnya. Demikian halnya dengan tawalo pada rumah adat Nias Selatan yang juga berfungsi untuk menerima tamu. Sernua tipe rumah tersebut menunjukkan bahwa tamu memang amat penting dalam budaya masyarakat Indonesia.

http://books.google.com/books?id=75Ieb07lqxoC&lpg=PA14&dq=arsitektur%20rumah&pg=PP1&output=embed________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[video presentasi] Rumah View Gunung

astudioarchitect.com Video ini adalah presentasi untuk desain sebuah rumah yang berada dikaki bukit di sebuah lokasi di Batu, Malang. Sebuah rumah yang didesain untuk memaksimalkan view ke arah belakang yaitu ke arah pemandangan gunung dengan membuka visual bagian belakang rumah. Desain sederhana dan menggunakan model bangunan yang tinggi dan ekspos material bangunan. Hal yang menarik dari desain ini antara lain ruang tamu yang berada dibelakang (lantai 2), pagar pergola tanaman, dsb.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.