Monthly Archives: Mei 2011

4 Material dinding dan kemampuannya menahan radiasi panas

astudioarchitect.com Menggunakan AC adalah termasuk pengeluaran bulanan terbesar untuk listrik rumah, seandainya kita tahu bahwa ada cara untuk mengurangi panas dalam rumah dengan cara alternatif, mungkin kita bisa mengaplikasikannya pada rumah tinggal. Salah satu cara untuk mengurangi panas yang masuk kedalam ruangan, adalah dengan menggunakan material bangunan yang tepat. Berbagai macam material bangunan ini memiliki daya serap terhadap panas, yaitu berapa lama material dinding tersebut terasa panas di bagian dalam bangunan. Misalnya, pada sore hari, berapa jam dinding bisa menahan panas maksimum hingga panas tersebut masuk dalam ruangan.

Tentunya dinding yang dimaksud adalah dinding dengan material yang digunakan sebagai dinding, bukan sebagai tempelan saja (ekspos). Material yang dijelaskan disini adalah material dinding batu alam, beton, batu bata dan dinding kayu.

Material Dinding Batu Alam

Dinding batu alam merupakan salah satu material yang paling banyak menyimpan radiasi panas, karena itu dinding yang dibuat dari batu dingin lebih lama, saat material lain sudah panas. Dinding batu alam paling disarankan untuk rumah agar lebih dingin dan mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan AC. Dinding batu alam setebal 30cm bisa menahan panas maksimum hingga 8 jam, artinya panas dari luar akan ditahan dalam dinding tersebut selama 8 jam sebelum benar-benar panas. Rumah-rumah buatan Belanda jaman dahulu banyak memakai dinding batu alam pada bagian bawah rumah, yang juga berfungsi menahan panas. Dinding batu alam bisa merupakan perpanjangan dari pondasi batu kali.
Pic by Sporkwrapper on Flickr

Material Beton


Dinding beton termasuk material kedua yang bisa menahan dan menyimpan radiasi panas dari luar. Karena itu dinding beton juga baik digunakan agar kita mengurangi atau menghilangkan penggunaan AC. Material dinding beton setebal 15cm (setebal dinding biasa) bisa menahan panas maksimum hingga 3,8 jam sebelum dinding dalam ruangan benar-benar panas.
Pic by Concrete Forms on Flickr

Material dinding Batu-bata

Dinding batu bata adalah dinding yang paling banyak digunakan untuk rumah tinggal di negeri kita. Dinding ini juga bisa menyimpan panas cukup lama, dimana dinding 10cm bisa menahan panas maksimum hingga 2,3 jam. Karena itu bila terkena sinar matahari langsung, dinding bata akan terasa paling panas hingga 2,3 jam. Meskipun material ini kurang bisa menyimpan panas bila dibandingkan dengan batu alam dan beton, tapi material ini paling mudah didapatkan dan termasuk paling ekonomis, karena itu paling banyak digunakan juga.
Pic by cynchang on Flickr

Material dinding kayu

Dinding kayu banyak digunakan di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Irian dan luar jawa lainnya. Material kayu mudah didapatkan dipulau yang masih banyak produksi kayunya, serta merupakan cara membangun turun temurun. Sayangnya material kayu ini tidak lama dalam menahan panas, karena dinding kayu 5cm hanya bisa menahan radiasi panas maksimum selama 1,3 jam saja. Karena itu rumah kayu harus memiliki banyak ventilasi agar lebih dingin. Demikian pula bila menggunakan AC, akan memerlukan lebih banyak daya listrik.

Pic by P1r on Flickr

Dari berbagai material untuk dinding tersebut, maka terbaik adalah menggunakan dinding batu alam, namun perlu kita perhatikan juga tentang ketinggian bangunan, banyaknya ventilasi, ketinggian dinding, dan sebagainya bila kita tidak berencana menggunakan AC. Namun mengingat dinding seperti batu alam bisa merusak lingkungan akibat mengambil batu alam dari sungai-sungai, maka tetap disarankan untuk menggunakan dinding bata.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>4 Material dinding dan kemampuannya menahan radiasi panas

>

astudioarchitect.com Menggunakan AC adalah termasuk pengeluaran bulanan terbesar untuk listrik rumah, seandainya kita tahu bahwa ada cara untuk mengurangi panas dalam rumah dengan cara alternatif, mungkin kita bisa mengaplikasikannya pada rumah tinggal. Salah satu cara untuk mengurangi panas yang masuk kedalam ruangan, adalah dengan menggunakan material bangunan yang tepat. Berbagai macam material bangunan ini memiliki daya serap terhadap panas, yaitu berapa lama material dinding tersebut terasa panas di bagian dalam bangunan. Misalnya, pada sore hari, berapa jam dinding bisa menahan panas maksimum hingga panas tersebut masuk dalam ruangan.

Tentunya dinding yang dimaksud adalah dinding dengan material yang digunakan sebagai dinding, bukan sebagai tempelan saja (ekspos). Material yang dijelaskan disini adalah material dinding batu alam, beton, batu bata dan dinding kayu.

Material Dinding Batu Alam

Dinding batu alam merupakan salah satu material yang paling banyak menyimpan radiasi panas, karena itu dinding yang dibuat dari batu dingin lebih lama, saat material lain sudah panas. Dinding batu alam paling disarankan untuk rumah agar lebih dingin dan mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan AC. Dinding batu alam setebal 30cm bisa menahan panas maksimum hingga 8 jam, artinya panas dari luar akan ditahan dalam dinding tersebut selama 8 jam sebelum benar-benar panas. Rumah-rumah buatan Belanda jaman dahulu banyak memakai dinding batu alam pada bagian bawah rumah, yang juga berfungsi menahan panas. Dinding batu alam bisa merupakan perpanjangan dari pondasi batu kali.
Pic by Sporkwrapper on Flickr

Material Beton


Dinding beton termasuk material kedua yang bisa menahan dan menyimpan radiasi panas dari luar. Karena itu dinding beton juga baik digunakan agar kita mengurangi atau menghilangkan penggunaan AC. Material dinding beton setebal 15cm (setebal dinding biasa) bisa menahan panas maksimum hingga 3,8 jam sebelum dinding dalam ruangan benar-benar panas.
Pic by Concrete Forms on Flickr

Material dinding Batu-bata

Dinding batu bata adalah dinding yang paling banyak digunakan untuk rumah tinggal di negeri kita. Dinding ini juga bisa menyimpan panas cukup lama, dimana dinding 10cm bisa menahan panas maksimum hingga 2,3 jam. Karena itu bila terkena sinar matahari langsung, dinding bata akan terasa paling panas hingga 2,3 jam. Meskipun material ini kurang bisa menyimpan panas bila dibandingkan dengan batu alam dan beton, tapi material ini paling mudah didapatkan dan termasuk paling ekonomis, karena itu paling banyak digunakan juga.
Pic by cynchang on Flickr

Material dinding kayu

Dinding kayu banyak digunakan di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Irian dan luar jawa lainnya. Material kayu mudah didapatkan dipulau yang masih banyak produksi kayunya, serta merupakan cara membangun turun temurun. Sayangnya material kayu ini tidak lama dalam menahan panas, karena dinding kayu 5cm hanya bisa menahan radiasi panas maksimum selama 1,3 jam saja. Karena itu rumah kayu harus memiliki banyak ventilasi agar lebih dingin. Demikian pula bila menggunakan AC, akan memerlukan lebih banyak daya listrik.

Pic by P1r on Flickr

Dari berbagai material untuk dinding tersebut, maka terbaik adalah menggunakan dinding batu alam, namun perlu kita perhatikan juga tentang ketinggian bangunan, banyaknya ventilasi, ketinggian dinding, dan sebagainya bila kita tidak berencana menggunakan AC. Namun mengingat dinding seperti batu alam bisa merusak lingkungan akibat mengambil batu alam dari sungai-sungai, maka tetap disarankan untuk menggunakan dinding bata.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Konsultasi Gratis: Rumah di lahan 7x14m, dengan material prefab

astudioarchitect.com Pertanyaan dan jawaban untuk Bapak Hasbi ini dimuat di Harian Seputar Indonesia edisi Sabtu, merupakan kolom khusus yang saya dedikasikan bagi pembaca Seputar Indonesia. Pertanyaan: Bapak Probo, Saya Hasbi dari Makasar. Saya punya tanah ukuran lebar 7m dan panjang 14 m. Saya ingin di dalam ada 2 kamar tidur, ruang solat di belakang ada taman kecil dan di depan ada teras tapi dalam bentuk minimalis. mohon bantuan gambar sketsanya. terima kasih pak ya.
Hasbi
Makasar

mainkan slide diatas, klik play.

Yth Bapak Abie Hasarin,
terimakasih atas pertanyaan Bapak. Untuk lahan Bapak ini menurut saya agak susah memiliki ruang sholat khusus dengan hanya satu lantai, sehingga untuk mendapatkan rumah dengan musholla, maka saya sarankan untuk merencanakan bila dua lantai. Sementara untuk sholat bisa memakai ruang keluarga bila perlu, karena justru dengan demikian bisa juga mempererat hubungan antara anggota keluarga dengan sholat bersama, dan TV dimatikan.
Desain denah di bagian belakang bisa diisi dengan kamar mandi dan dapur, karena biasanya kamar mandi becek dan kadang perlu tempat untuk meletakkan mesin cuci didepan kamar mandi. Dapur bisa dibuat memanjang dengan satu sisi berisi kabinet dan meja untuk memasak, dengan kompor dan kitchen sink.
Untuk tampilan, saya bereksperimen membuat desain yang terlihat sederhana sekali dari segi tampak, menggunakan material-material prefab atau yang dicetak sebelumnya, seperti bataton atau jenis blok bata, atap miring berbahan frame besi hollow dan atap zincalum, kusen alumunium serta pagar dengan penutup genteng. Tampilan rumah tampak sedikit berbeda dari rumah kebanyakan, namun juga memiliki nilai estetika yang cukup baik.
Demikian, semoga jawaban saya bisa membantu Bapak.
Salam
Probo Hindarto

Anda bisa membeli desain ini
kelengkapan gambar kerja adalah:
Denah

Tampak
Potongan
Rencana Atap
Rencana Pondasi
Rencana sanitasi
Rencana Perletakan peralatan listrik
Rencana Kusen
Detail kusen hingga per kusen. 


Silahkan hubungi via email: astudioarchitect.com@gmail.com
sebutkan link halaman blog ini.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Konsultasi Gratis: Rumah di lahan 7x14m, dengan material prefab

>

astudioarchitect.com Pertanyaan dan jawaban untuk Bapak Hasbi ini dimuat di Harian Seputar Indonesia edisi Sabtu, merupakan kolom khusus yang saya dedikasikan bagi pembaca Seputar Indonesia. Pertanyaan: Bapak Probo, Saya Hasbi dari Makasar. Saya punya tanah ukuran lebar 7m dan panjang 14 m. Saya ingin di dalam ada 2 kamar tidur, ruang solat di belakang ada taman kecil dan di depan ada teras tapi dalam bentuk minimalis. mohon bantuan gambar sketsanya. terima kasih pak ya.
Hasbi
Makasar

mainkan slide diatas, klik play.

Yth Bapak Abie Hasarin,
terimakasih atas pertanyaan Bapak. Untuk lahan Bapak ini menurut saya agak susah memiliki ruang sholat khusus dengan hanya satu lantai, sehingga untuk mendapatkan rumah dengan musholla, maka saya sarankan untuk merencanakan bila dua lantai. Sementara untuk sholat bisa memakai ruang keluarga bila perlu, karena justru dengan demikian bisa juga mempererat hubungan antara anggota keluarga dengan sholat bersama, dan TV dimatikan.
Desain denah di bagian belakang bisa diisi dengan kamar mandi dan dapur, karena biasanya kamar mandi becek dan kadang perlu tempat untuk meletakkan mesin cuci didepan kamar mandi. Dapur bisa dibuat memanjang dengan satu sisi berisi kabinet dan meja untuk memasak, dengan kompor dan kitchen sink.
Untuk tampilan, saya bereksperimen membuat desain yang terlihat sederhana sekali dari segi tampak, menggunakan material-material prefab atau yang dicetak sebelumnya, seperti bataton atau jenis blok bata, atap miring berbahan frame besi hollow dan atap zincalum, kusen alumunium serta pagar dengan penutup genteng. Tampilan rumah tampak sedikit berbeda dari rumah kebanyakan, namun juga memiliki nilai estetika yang cukup baik.
Demikian, semoga jawaban saya bisa membantu Bapak.
Salam
Probo Hindarto

Anda bisa membeli desain ini
kelengkapan gambar kerja adalah:
Denah

Tampak
Potongan
Rencana Atap
Rencana Pondasi
Rencana sanitasi
Rencana Perletakan peralatan listrik
Rencana Kusen
Detail kusen hingga per kusen. 


Silahkan hubungi via email: astudioarchitect.com@gmail.com
sebutkan link halaman blog ini.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

4 indera tubuh kita bekerja merasakan ruang-ruang dan rumah

astudioarchitect.com Rumah atau bangunan lain, bisa kita rasakan keberadaannya setelah kita tempati baik itu yang kita rasakan melalui panca indera maupun yang kita rasakan melalui hati dan perasaan. Bangunan rumah yang bagus dan nyaman terasa nyaman dan indah juga di hati (tentunya ditunjang oleh suasana dalam rumah yang juga menyenangkan). Mungkin kita tidak terlalu memperhatikan, bahwa semua panca indera turut merasakan keberadaan sebuah bangunan rumah. Apa sajakah yang dirasakan oleh mata, telinga, bahkan kulit kita?

Penglihatan,
barangkali merupakan indera yang paling banyak bekerja saat kita berada dalam ruangan dan merasakan kondisi ruangan tersebut. Terdapat banyak hal yang kita temui, seperti bentuk, warna, ukurannya. Apakah ukuran sebuah kursi itu pas atau agak besar, atau terlalu kecil. Bagaimana warna sebuah kursi tersebut, apakah sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak, semua itu terlihat dari pandangan mata kita, baik itu berupa ruangan dengan furniture yang serasi, ataukah tidak serasi. Rumah yang dicat temboknya dengan licin, kadang bisa terasa membosankan, karena itu seringkali diperlukan inovasi, misalnya material ekspos seperti batu, bata, kayu dan sebagainya agar tidak monoton. Demikian juga dengan tampilan rumah, sebaiknya dirancang dengan baik agar terlihat serasi dan elok dipandang.

Pendengaran,
telinga juga memegang peranan dalam menciptakan perasaan saat kita berada dalam ruang rumah, karena telinga merasakan suara dan kebisingan seperti mesin kendaraan bermotor dijalan depan rumah, teriakan, musik, dan sebagainya. Semua itu tentunya mempengaruhi kondisi kejiwaan saat berada didalam rumah. Suara yang sangat menyenangkan misalnya seperti suara burung, gemericik air, denting bel-bel angin, dan sebagainya. Semua suara yang menyenangkan bisa membantu relaksasi dalam rumah.

Penciuman,
Indera penciuman, bila kita sudah berada di suatu tempat atau rumah agak lama, tidak begitu kita sadari. Banyak bau yang bisa kita cium di area sekitar rumah, misalnya bau binatang peliharaan, bau logam, kain, bahkan bau keringat. Bau debu juga merupakan gangguan bila rumah berada didekat jalan yang sangat ramai dengan kendaraan bermotor, apalagi bila rumah berada dekat dengan sumber bau seperti pabrik dengan limbah gas yang tidak diolah.


kamar mandi yang bersih dan wangi, berkaitan dengan indera penglihatan dan penciuman.

Bau yang menyenangkan: terdapat bau yang sangat menyenangkan, misalnya bau bunga, kayu, tanah, maupun bau binatang peliharaan yang sehat dan harum. Bau juga berkaitan dengan kadar O2 disekitar rumah, bila banyak tanaman, akan terasa segar dan kita akan menghirup udara dengan lebih baik lagi.

Peraba,
Indera peraba yaitu kulit menerima banyak rangsangan dari permukaan benda dan struktur bangunan. Rasa yang kita dapatkan antara lain adalah dingin, panas, hangat, atau setara dengan panas tubuh. Ada bahan yang bisa diraba dan terasa kasar, seperti batu alam. Ada pula bahan material yang terasa halus, seperti kaca, lantai keramik, marmer, dan sebagainya.


Foto: karya Adi Purnomo

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>4 indera tubuh kita bekerja merasakan ruang-ruang dan rumah

>

astudioarchitect.com Rumah atau bangunan lain, bisa kita rasakan keberadaannya setelah kita tempati baik itu yang kita rasakan melalui panca indera maupun yang kita rasakan melalui hati dan perasaan. Bangunan rumah yang bagus dan nyaman terasa nyaman dan indah juga di hati (tentunya ditunjang oleh suasana dalam rumah yang juga menyenangkan). Mungkin kita tidak terlalu memperhatikan, bahwa semua panca indera turut merasakan keberadaan sebuah bangunan rumah. Apa sajakah yang dirasakan oleh mata, telinga, bahkan kulit kita?

Penglihatan,
barangkali merupakan indera yang paling banyak bekerja saat kita berada dalam ruangan dan merasakan kondisi ruangan tersebut. Terdapat banyak hal yang kita temui, seperti bentuk, warna, ukurannya. Apakah ukuran sebuah kursi itu pas atau agak besar, atau terlalu kecil. Bagaimana warna sebuah kursi tersebut, apakah sesuai dengan yang kita inginkan atau tidak, semua itu terlihat dari pandangan mata kita, baik itu berupa ruangan dengan furniture yang serasi, ataukah tidak serasi. Rumah yang dicat temboknya dengan licin, kadang bisa terasa membosankan, karena itu seringkali diperlukan inovasi, misalnya material ekspos seperti batu, bata, kayu dan sebagainya agar tidak monoton. Demikian juga dengan tampilan rumah, sebaiknya dirancang dengan baik agar terlihat serasi dan elok dipandang.

Pendengaran,
telinga juga memegang peranan dalam menciptakan perasaan saat kita berada dalam ruang rumah, karena telinga merasakan suara dan kebisingan seperti mesin kendaraan bermotor dijalan depan rumah, teriakan, musik, dan sebagainya. Semua itu tentunya mempengaruhi kondisi kejiwaan saat berada didalam rumah. Suara yang sangat menyenangkan misalnya seperti suara burung, gemericik air, denting bel-bel angin, dan sebagainya. Semua suara yang menyenangkan bisa membantu relaksasi dalam rumah.

Penciuman,
Indera penciuman, bila kita sudah berada di suatu tempat atau rumah agak lama, tidak begitu kita sadari. Banyak bau yang bisa kita cium di area sekitar rumah, misalnya bau binatang peliharaan, bau logam, kain, bahkan bau keringat. Bau debu juga merupakan gangguan bila rumah berada didekat jalan yang sangat ramai dengan kendaraan bermotor, apalagi bila rumah berada dekat dengan sumber bau seperti pabrik dengan limbah gas yang tidak diolah.


kamar mandi yang bersih dan wangi, berkaitan dengan indera penglihatan dan penciuman.

Bau yang menyenangkan: terdapat bau yang sangat menyenangkan, misalnya bau bunga, kayu, tanah, maupun bau binatang peliharaan yang sehat dan harum. Bau juga berkaitan dengan kadar O2 disekitar rumah, bila banyak tanaman, akan terasa segar dan kita akan menghirup udara dengan lebih baik lagi.

Peraba,
Indera peraba yaitu kulit menerima banyak rangsangan dari permukaan benda dan struktur bangunan. Rasa yang kita dapatkan antara lain adalah dingin, panas, hangat, atau setara dengan panas tubuh. Ada bahan yang bisa diraba dan terasa kasar, seperti batu alam. Ada pula bahan material yang terasa halus, seperti kaca, lantai keramik, marmer, dan sebagainya.


Foto: karya Adi Purnomo

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Alun-alun taman kota Batu, Malang – sangat menyenangkan!

astudioarchitect.com Barangkali bisa dijadikan proyek percontohan, alun-alun kota Batu Malang yang baru diresmikan ini, mungkin merupakan alun-alun kota yang sangat mewah, menghibur, gratis, dan nyaman. Dibuat diatas alun-alun kota lama yang direnovasi dan didesain kembali, alun-alun Batu ini memiliki banyak fasilitas gratis untuk warga kota maupun pendatang. Memang kota Batu Malang merupakan salah satu tujuan wisata paling terkenal di Jawa Timur, dimana terdapat banyak theme park sekaliber nasional, pemandangan gunung yang spektakuler, berbagai villa dan hotel yang menjamur, serta banyak fasilitas wisata gratis maupun murah meriah, seperti air terjun, lembah dengan warung-warung tenda, dan salah satunya adalah alun alun baru ini.

Alun-alun kota dalam suasana sore hari, dimana anak-anak bebas bermain dan berinteraksi dalam suasana yang sehat dan nyaman. 

Warga kota dan pendatang berbaur melihat alun-alun kota yang baru.

Icon buah dan sayuran termasuk yang dibuat menjadi sculpture, mengingat Batu adalah kota penghasil buah dan sayur, terkenal dengan buah apelnya. Masih disebut Apel Malang. 

Anak-anak bisa mencoba juga fasilitas seperti taman lalu lintas, dimana mereka bisa belajar juga tentang rambu lalu lintas.

Fasilitas dalam alun-alun beragam, seperti tempat duduk-duduk, air muncrat dengan irama dan tarian, patung-patung yang merepresentasikan icon kota Batu yaitu apel, strawberry sebagai buah andalan yang dibuat sangat besar dan menjadi bangunan sculpture apel dan strawberry yang digunakan untuk fasilitas alun-alun. Terdapat pula ferrys wheel yaitu roda dengan tempat penumpang seperti London Eye, hanya ini lebih kecil 🙂 dimana pengunjung bisa merasakan melihat kota Batu Malang dari ketinggian.

Anak-anak dan orang dewasa bisa bermain di fasilitas pertunjukan air muncrat yang agak berbeda dari alun-alun pada umumnya, air ini bisa disentuh sehingga lebih interaktif. 
Pada waktu tertentu, bisa juga terdapat berbagai festival, misalnya seperti festival jaran Kepang dan Reog Ponorogo, dalam kesempatan saat foto ini dimainkan oleh anak-anak. Semuanya gratis dan bisa ditonton warga sekitar dan pendatang. 

Keramaian tampak dalam alun-alun yang pada akhirnya menjadi kebanggaan kota ini, warga dengan antusias datang dan melihat berbagai atraksi maupun fasilitas, dengan anak-anak mereka seperti menggunakan fasilitas permainan khusus anak-anak. Mereka juga bisa berfoto dengan latar belakang patung-patung maupun lampion alun-alun kota. Tentunya alun-alun seperti ini bisa menjadi teladan kota-kota lain agar menambah kebahagiaan dan interaksi warganya, diharapkan dengan demikian bisa mendongkrak citra kota dan menumbuhkan kota yang sehat karena warganya juga bahagia bisa memperoleh fasilitas umum semacam ini.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.