Monthly Archives: September 2013

Street furniture atau furniture jalan

astudioarchitect.com Street furniture atau furniture jalanan merupakan jenis furniture outdoor yang digunakan biasanya sebagai fasilitas umum misalnya tempat duduk, pagar, lampu jalan, shelter atau tempat berteduh, telepon umum, penanda jalan, dan sebagainya. Semua furniture jalan atau street furniture ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat yang menggunakannya. Saat ini dinegara kita banyak street furniture yang kurang terjaga maupun kurang lengkap. Tempat sampah kurang banyak disediakan sehingga banyak orang cenderung membuang sampah sembarangan diiringi dengan kesadaran yang masih rendah.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Street furniture biasanya dibiarkan kurang terawat sehingga banyak yang tidak layak lagi digunakan. Street furniture yang baik sebaiknya slalu dirawat dan dijaga dari berbagai kerusakan yang bisa terjadi. Street furniture sebaiknya disediakan bagi masyarakat umum secara luas dan tidak hanya digunakan untuk pengguna tertentu saja misalnya didepan bangunan mall atau perkantoran khusus tetapi juga harus disediakan untuk tempat tempat lainnya sebagai pelayanan kepada masyarakat.

Street furniture yang baik biasanya didesain oleh arsitek landscape dan diimplementasikan didalam pengaturan tata kota secara menyeluruh dan konsekuen, mulai dari desain, instalasi, manajemen hingga maintenance memerlukan strategi agar street furniture bisa terjaga fungsi dan kondisinya. Ini mengharuskan partisipasi dari berbagai pihak yaitu pemerintah kota, masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang masing masing tidak berkaitan langsung tetapi memiliki dampaknya terhadap keberlanjutan fasilitas ini. Berbagai hal yang harus dilakukan untuk mempertahankan street furniture agar tetap berguna antara lain:

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //

  • Bersihkan dari sampah dan hal hal yang mengganggu seperti coretan dan lakukan banyak cara untuk mencegah pengrusakan terhadap fasilitas umum.
  • Mendesain ruang ruang publik sehingga fungsinya menjadi jelas bahwa fasilitas umum adalah milik umum dimana terdapat pagar tetapi juga terdapat akses yang baik sehingga memperbaiki dan memperjelas perbedaannya dengan fasilitas lain seperti jalan umum
  • Apabila letaknya agak tersembunyi, fasilitas umum memerlukan penanda jalan atau petunjuk agar dapat terlihat dengan baik oleh calon penggunanya.
  • Mendesain fasilitas publik dan steet furniture yang komprehnsif dan dikoordinaskan secara startegis untuk berbagai fasilitas publik sehubungan dengan bangunan, landscape dan area areanya.
  • Desain yang baik dapat meningkatka nilai dari fasilitas publik tersebut

Karya seni dan Sculpture
Karya karya seni dapat dimasukkan sebagai penanda untuk ruang publik yang menarik. Patung patung, sculpture, da sebagainya dapat ditempatkan diruang publik dimana orang bisa menikmatinya dengan duduk, berdiri dan berjalan pada fasilitas fasilitas yang sudah disediakan, misalnya trotoar, tempat duduk, dan sebagainya. Seni dan istalasi ini juga bisa menjadi suatu penanda yang dapat meningkatkan kualitas lingkunga dan kota secara keseluruhan (sebagai landmark).

Penanda
Penanda diperluakan untuk memberikan petunjuk bagi pengguna jalan, Pejalan kaki, dan pengguna fasilitas publik yang lain. Penanda jalan atau signage seperti penunjuk arah, petunjuk fasilitas, petunjuk toilet, petunjuk tangga, petunjuk taman dan sebagainya akan membantu pengguna berbagai fasilitas dalam kota sehingga menjadikan kota lebih bersahaabat. Penanda ini perlu didesain juga dimana letaknya, jarak-jaraknya dan memberikan petunjuk apa kepada masyarakat. Membuat struktur signage lebih baik dengan meminimalkan petunjuk arah terlebih kepada hubungannya dengan arah lalu lintas dan kontrol.

Pencahayaan buatan
Pencahayaan buatan biasanya dibuat untuk menerangi jalan namun tidak hanya itu juga bisa membuat kota leb ih cantik. Pencahayaan sebaiknya dibuat dengan skala yang tepat misalnya berapa titik yang diperlukan dan berapa kuat pencahayaannya. Pencahayaan yang baik tidak terlalu terang dan juga tidak terlalu gelap. Pencahayaan buatan untuk jalan bisa dibuat dengan menempatkan lampu lampu jalan, kadang kadang bisa ditempelkan pada bangunan demikian juga sebagai lampu untuk memberikan pencahayaan pada bangunan sehingga tampil lebih estetik dan memiliki bentuk yang lebih tiga dimensional. Hal ini akan meningkatkan persepsi terhadap tempat dan secara dramatis akan meningkatkan kesan landscape pada malam hari.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Mengubah bis menjadi rumah tinggal

astudioarchitect.com Apa yang terjadi bila kita bia membawa sebuah rumah kemana saja? Mungkin kita tidak perlu repot membangun rumah diatas sebidang tanah. Ini yang dilakukan oleh Hank Buttita yang membuat sebuah rumah berjalan didalam sebuah bis. Ini adalah sebuah proyek yang dibuat untuk thesisnya. Baragkali sebuah proyek thesis yang unik karena melibatkan sebuah bis sungguhan yang diconvert menjadi rumah tinggal. Hank Buttita kemudian mencobanya dijalan.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Bis ini diconvert menjadi sebuah rumah yang lengkap dengan dapur, kamar mandi, area tidur dan juga lantai yang dilapisi pelapis kayu. Desain interior bis memang cukup versatil dan bisa dirubah-rubah konfigurasinya. Memang ini bukan sebuah ide yang original mengingat banyak orang yang sudah membuat bis sebagai rumah berjalan, namun sebagai alternatif hunian yang tidak memerlukan lahan. Semakin banyak orang yang tidak memiliki rumah berusaha memiliki cara memiliki rumah meskipun dengan cara-cara yang tidak konvensional. 

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Prinsip dasar desain interior apartemen (wawancara)

astudioarchitect.com Masalah apa saja yg biasanya muncul terkait dengan soal keterbatasan ruang? Masalah yang sering muncul dari keterbatasan ruang adalah penataan ruang yang kurang sesuai karena ketidak tahuan tentang prinsip dasar menata ruang yang terbatas. Diantaranya adalah kesalahan pemilihan furniture, kekurangan dalam penataan konfigurasi ruang (untuk rumah yang didesain sendiri atau dikonsultasikan dengan arsitek), hingga kepada kesalahan pemilihan unsur estetika ruangan, misalnya wallpaper yang kurang sesuai, pemilihan warna ruangan yang kurang sesuai, dan sebagainya. Kesalahan dalam pemilihan furniture biasanya pada jenis furniture, dimana tidak semua furniture dapat diletakkan dengan baik berdampingan dengan benda-benda lainnya dalam sebuah ruangan yang terbatas luasnya. Ukuran furniture, misalnya sofa, menjadi sangat penting untuk menentukan kesesuaiannya dengan ruang tersebut. Menurut hemat saya, tidak ada salahnya untuk menempatkan furniture seperti sofa yang notabene berukuran agak besar. Tapi jangan memenuhi ruangan dengan lebih dari dua sofa yang besar. Cukup satu sofa dengan ukuran yang pas (bila perlu kita memesan sofa khusus untuk ruang tersebut), dan ditambahi dengan dua atau tiga ottoman (kursi kecil dengan cushion yang terkesan hangat, dan tanpa sandaran). Fleksibilitas dalam penataan ruang perlu tetap dijaga, misalnya dengan memilih meja yang agak kecil dan mudah dipindahkan.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

2. Prinsip desain apa yang bisa diterapkan saat kita menghadapi masalah dalam menata ruangan yang sempit?

Prinsip utama dalam menata ruang sempit adalah pada hal-hal berikut:

– Penciptaan kesan ruangan. Ruang yang sempit belum tentu terasa tidak nyaman. Ruang sempit bisa juga menjadi ruang yang memberikan kenyamanan, misalnya ruang duduk yang terasa hangat dengan sofa yang nyaman, ditambah pencahayaan yang tepat untuk membaca dan pemilihan warna dinding yang segar dan cozy. Bila memperhatikan kesan ruang sempit dibandingkan dengan kesan ruang yang luas, kita bisa mengumpamakan dengan benda yang besar dan benda yang kecil. Ada benda seperti rumah tinggal atau ruangan yang kecil, terlihat atau ‘terasa’ lebih baik dan lebih nyaman daripada rumah tinggal atau ruangan yang besar. Kunci utamanya adalah penciptaan kesan ruang yang tepat.

– Pencahayaan yang tepat. Cahaya yang terlalu terang seperti satu lampu gantung yang menerangi seluruh ruangan, terkadang terkesan monoton, sehingga tidak jarang kesan ruang yang ingin dimunculkan juga kurang bisa maksimal.

3. Kreatifitas untuk menjadikan ruangan multifungsi biasanya mengemuka dalam masalah lahan yang sempit ini. Nah, bisakah anda memberikan contoh bagaimana menciptakan unsur multifungsi dan dengan cara bagaimana kita bisa menciptakan hal itu? (khususnya dengan menggunakan elemen interior yang ada)

Multifungsi dalam ruang yang dimaksud bisa berarti ruang yang multi fungsi, atau perabotnya yang multifungsi. Untuk multifungsi dari segi fungsi ruangan, berarti memadukan dua atau lebih fungsi ruangan. Misalnya, ruang dapur berfungsi juga sebagai ruang makan. Ruang tidur, apabila menggunakan furniture tempat tidur yang bisa dilipat, bisa juga kemudian menjadi ruang kerja, atau ruang bermain (kamar anak), dan sebagainya. Dalam hal ini, memaksimalkan ruang yang ada sehingga mewadahi fungsi fungsi yang berbeda menjadi kuncinya.

Untuk multifungsi dari segi perabot atau furniture yang ada, saat ini banyak pilihan furniture yang memang dibuat untuk mengatasi keterbatasan ruang, dengan berbagai fungsi. Misalnya, meja tamu yang juga berfungsi sebagai nakas tertutup untuk menyimpan. Tempat tidur yang bisa dilipat dan fungsinya berubah menjadi meja kerja. Tempat tidur yang dibawahnya terdapat laci laci penyimpan, dan sebagainya.

Contoh kreatifitas lain misalnya, membuat dinding yang ada coakan sehingga bisa dipakai untuk kabinet build in. Seperti di http://astudioarchitect.com/2009/06/lemari-build-in-salah-satu-solusi.html

Ada pula trik khusus seperti memilih meja berbentuk bundar daripada meja kotak. Pada situasi khusus seperti di ruang tamu yang sempit, ini memudahkan bila bergerak dalam ruangan tanpa terantuk pinggiran meja. Trik lain seperti memilih meja, sekat ruang, atau elemen seperti sandaran kursi yang tembus pandang, atau tembus cahaya. Tujuannya adalah agar kesan transparan ini dapat memberikan kesan ruang yang lebih lega.

4. Bagaimana tips menghadirkan suasana nyaman di ruang yang sempit?

Tingkat kenyamanan ruangan dipengaruhi oleh beberapa hal, yang pertama adalah kenyamanan secara biofisika, yaitu terutama kondisi thermal atau suhu ruangan. Kondisi thermal ini menentukan bagaimana tubuh kita bereaksi dengan udara disekitar kita, bila terlalu panas akan terasa tidak nyaman. Demikian pula bila terlalu dingin. Karena itu, perlu kita perhatikan bagaimana sirkulasi udara dalam ruangan tersebut. Bila memungkinkan, ruangan harus berbatasan dengan udara luar yang bisa didapatkan melalui jendela atau ventilasi. Usahakan untuk membuat ruangan yang memang dapat terasa sejuk dan nyaman tanpa AC. Tentunya hal ini merupakan pertimbangan dalam desain rumah termasuk ruang ruang didalamnya. Menggunakan AC sebagai pengatur suhu merupakan langkah terakhir bila benar benar dibutuhkan untuk menghadirkan suhu ruangan yang nyaman.

Kenyamanan yang sifatnya fisik, yaitu yang bisa terlihat dan terasa oleh indera peraba kita. Bisa terlihat misalnya warna ruangan yang cenderung menenangkan bisa memberikan efek terapi psikologis yang baik. Warna-warna pastel, warna material batuan, kayu, serta warna material alami biasanya diasosiasikan dengan alam dan karena itu bisa membawa efek psikologis berupa perasaan nyaman karena dekat dengan alam.

Kenyamanan yang hubungannya dengan indera peraba, misalnya: pemilihan tempat tidur atau sofa yang terasa nyaman. Cara paling mudah untuk menentukan jenis furniture yang mempengaruhi indera peraba itu adalah dengan mencobanya sebelum membeli. Kita bisa merasakan dahulu dengan meraba atau merasakan di kulit kita. Ada furniture dengan cushion yang terasa panas, gerah dan ada pula yang terasa dingin dan nyaman.

Kenyamanan juga dipengaruhi oleh unsur visual, yaitu kesan ruangan karena pemilihan warna atau material dinding, lantai, dan sebagainya. Lantai yang dingin di kota yang cenderung panas memiliki efek menenangkan. Contohnya lantai yang dibuat dari marmer hitam.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
5. Terakhir, elemen interior apa saja yang bisa menjadi aksen di sebuah ruang sempit? Dan bagaimana cara penempatannya?

Elemen warna ruangan bisa menjadi aksen. Misalnya dengan membedakan warna salah satu dinding bisa memberikan aksen ruangan. Tapi memberikan warna gelap pada seluruh ruangan bisa juga menjadikan ruang sempit makin terasa sumpek. Warna yang sangat cerah seperti merah cerah, kuning cerah atau biru cerah bisa membuat mata terasa lelah, yang akibatnya ruangan juga tidak terasa nyaman.

Aksen lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat bidang bidang luas untuk jendela, sehingga bisa melihat secara bebas ke arah luar ruangan, misalnya kearah taman. Tujuannya agar secara visual tidak terbatasi dan menjadikan ruangan terasa makin luas.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Inspirasi tempat penyimpanan (storage) dalam rumah

 

astudioarchitect.com Banyak orang bermasalah dengan ruangan yang berserakan dengan barang-barang. Hal ini bisa terjadi di kamar tidur, ruang kerja, ruang keluarga dan sebagainya. Untuk mengatasi hal ini, kita harus meluangkan waktu untuk memahami bagaimana mengatasi ruangan yang berserakan dengan barang-barang. Biasanya terdapat banyak barang seperti buku, mainan anak, peralatan elektronika, baju, tas, dan hal-hal lainnya. Sangat mungkin bahwa sebagian dari benda-benda yang kita miliki apabila tidak lagi digunakan, harus didonasikan agar bisa dipakai orang yang lebih membutuhkannya.

via

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Kotak penyimpan bisa digunakan sebagai awal untuk penyimpanan yang lebih terorganisir. Misalnya bila terdapat banyak kertas dan file yang berserakan, mulailah dengan memiliki kotak plastik atau kayu untuk menyimpannya. Kotak seperti ini kemudian bisa ditempatkan pada penyimpan yang lebih besar seperti kabinet atau rak-rak untuk menata kotak-kotak tersebut. Intinya adalah menempatkan benda-benda kecil dalam kotak penyimpan, kemudian menyimpan kotak-kotak tersebut dalam lemari atau rak.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Berikut ini foto2 dari berbagai sumber sebagai inspirasi:

via 

 via

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Prinsip dasar mendesain kamar tidur anak

astudioarchitect.com Menata sebuah ruangan agar terkesan lebih terorganisasi, memang membutuhkan sebuah kejelian, baik itu menata ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, maupun ruang lainnya. Tak terkecuali untuk kamar tidur anak, meskipun banyak anak lebih suka menata ruangan mereka sendiri, tidak ada salahnya untuk menatakan sebuah ruangan untuk kamar tidur anak dengan tetap memperhatikan proses tumbuh kembang mereka. Jiwa anak yang masih berkembang sangat menyukai warna-warna terang dan dominan karena dunia anak masih penuh dengan fantasi. Kadang-kadang mereka memiliki mainan, poster, boneka, dan sebagainya yang ingin dipajang dan menjadi penghias dalam kamar mereka. Namun yang tak kalah pentingnya dari menata kamar tidur anak adalah adanya tempat belajar.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Tempat belajar boleh jadi sudah ada di bagian lain dalam rumah, yaitu ruang belajar atau ruang kerja, namun biasanya anak tetap memiliki meja yang bisa mereka gunakan untuk belajar didalam kamar. Terlebih untuk mereka yang sudah duduk di bangku SMP atau SMU, akan sangat membutuhkan ruangan yang bisa memberi karakter untuk menunjang tumbuh kembangnya.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Beberapa hal perlu diperhatikan bila mendesain kamar tidur anak, pertama adalah menata agar ruangan tidak terasa penuh dengan barang. Biasanya anak memiliki banyak barang dan kecil-kecil, sehingga perlu diorganisasikan dalam wadah-wadah dan rak yang bisa dicapai dengan mudah, biasanya merupakan rak dalam lemari, atau rak dengan pintu agar barang tidak terlihat karena biasanya merupakan barang kecil-kecil dan banyak. Sediakan pula sedikit tempat untuk bermain atau sekedar berbaring diatas karpet lantai, karena biasanya juga disukai oleh anak terutama bila ada teman mereka datang.

Tempat belajar bisa diletakkan disemua bagian ruangan, dengan memperhatikan beberapa pertimbangan. Untuk anak-anak, meja belajar sebaiknya tidak dekat jendela karena biasanya akan mengganggu konsentrasi bila terlihat pejalan kaki atau kendaraan berlalu lalang yang bisa terlihat melalui jendela. Namun jendela yang menghadap taman masih bisa dan tidak terlalu mengganggu konsentrasi belajar. Tempat belajar seharusnya memiliki fasilitas seperti meja belajar, kursi dan rak untuk menyimpan buku. Semua fasilitas itu bisa terwadahi dengan memilih furniture yang baik. Adakalanya, kita juga bisa memesan secara khusus furniture kamar anak melalui pembuat furniture.

Informasi desainer interior dan pembuat furniture:
Probo Hindarto
astudioarchitect.com
08125244753

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Kitchen set untuk Bapak Nico dan Ibu Fais

astudioarchitect.com Kitchen set ini dibuat untuk Bapak Nico dan Ibu Fais di Malang, merupakan kitchen set yang cukup lengkap fasilitasnya. Dibuat dengan warna merah tua disesuaikan dengan warna granit tile yang khusus juga berwarna merah untuk area dapur dan ruang makan. Bentuk dan dimensi kitchen set dibuat selaras dengan kondisi ukuran ruangan dan bentuknya.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Kitchen set dengan bentuk lay out L ini dilengkapi dengan meja makan island yang memiliki bentuk unik seperti di warung, lengkap dengan busa dudukannya.

Dengan gaya meja makan seperti ini, terasa seperti duduk di warung yang menjadikan tamu-tamu dekat lebih menyukai duduk di meja ini daripada diruang tamu. 

Perlengkapan standar seperti kompor dengan oven lengkap dengan penyedot asap, kitchen sink dan kabinet-kabinet lengkap menjadikan pekerjaan memasak didapur lebih mudah dan menyenangkan. 

Apabila kita perhatikan detail dari finishing mebel kabinet ini, terlihat bahwa meskipun berwarna putih, memiliki tekstur yang cantik seperti batik. 

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Kitchen set yang tertata rapi dengan berbagai fitur unik akan membuat pengalaman makan bersama keluarga dan kerabat akan semakin menyenangkan.

Informasi 
desainer interior dan pembuat kitchen set:
Probo Hindarto
08125244753

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pengaturan Furniture

astudioarchitect.com Ada berbagai furniture yang beredar di pasaran, dan dapat menjadi bagian dari desain interior didalam sebuah rumah. Didalam kita menata sebuah ruangan, kita memerlukan trik trik khusus yang sesuai untuk ruangan tersebut. Bila sebuah ruangan memiliki dimensi yang terlalu mungil, maka hal pertama yang diperhatikan adalah pemilihan furniture sebaiknya yang dibuat dari kaca, atau plexiglass, atau furniture dengan kesan yang mengkilap, yang akan memberikan efek furniture yang ringan dan tidak membuat ruangan menjadi terlihat sempit. Ada pula furniture yang terlihat lebih ‘ringan’ daripada furniture yang lain, misalnya furniture dengan rangka-rangka, terlihat lebih ringan daripada furniture yang lebih besar dan solid. Furniture furniture yang besar biasanya sebaiknya diletakkan didekat dinding, agar tidak menyita banyak ruang.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Pojok-pojok ruangan bisa diisi dengan berbagai benda seperti meja kecil dengan pajangan pajangan diatasnya. Bentuk meja juga bisa disesuaikan misalnya menaruh meja berbentuk bundar pada area pojok ruangan. Trik seperti mengisi satu dinding dengan kabinet, dapat membuat ruangan terasa lebih teratur karena dapat diisi dengan berbagai barang seperti buku dan benda-benda kecil lainnya. Pendek kata, ruangan menjadi lebih terorganisir.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Furniture dengan banyak fungsi seperti menggabungkan antara tempat tidur dengan rak-rak dan meja, dapat menjadikan fungsi furniture lebih banyak dan menghemat banyak ruang. Misalnya sebuah furniture meja yang disatukan dengan fungsi rak dapat menghemat tempat daripada memiliki rak dan meja yang terpisah.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.