Monthly Archives: April 2014

Rumah Pojok Unik

astudioarchitect.com Desain rumah pojok ini merupakan desain konsultasi awal untuk sebuah rumah di Bandung, yang didesain untuk sebuah lahan dengan bentuk yang kurang beraturan namun bisa diolah agar menjadi kekuatan utama dalam perancangan ini. Lahan sebagian ditinggikan untuk membuat taman yang naik, dengan harapan agar tidak terpengaruh oleh banjir. Desain ini merupakan desain tampilan rumah saja, sedangkan denahnya diberikan atau didesain oleh klien dan arsitek sebelumnya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Desain ini direncanakan masih dirubah untuk lebih memahami kebutuhan klien berkaitan dengan lokasi. Dalam banyak hal desain ini memperhatikan cukup teliti tentang iklim dan dampaknya terhadap bangunan, karena itu langkah utama adalah membuat atap yang baik yang mengatasi alam, kemudian membuat dinding-dinding yang lebih bertahan lama tidak terkesan kotor dengan batu tempel.

Simak videonya berikut ini:

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah di masa depan tidak dibangun tukang, tetapi di print!!

astudioarchitect.com Hampir semua barang bisa dibuat di Cina, dan teknologi terbaru pembangunan rumah barangkali akan menuju pada sesuatu yang mengejutkan: bangunan dan rumah akan diprint, bukan lagi dibangun dengan tukang dan cara manual. Sebuah perusahaan di Cina yaitu Yingchuang New Materials menghabiskan dana sangat besar dan 12 tahun penelitian untuk menemukan mesin printer 3D yang bisa membuat satu bangunan rumah dalam satu hari. Bahkan dalam demonstrasi teknologi mereka, tidak hanya satu bangunan rumah saja, tetapi 10 rumah dibangun dalam satu hari dengan menggunakan teknologi printer 3D untuk rumah tinggal. 10 rumah tersebut saat ini dibangun di taman industri di Shanghai dan digunakan sebagai demo untuk kantor.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Jadi kita bisa membayangkan suatu saat nanti desain rancangan Anda tidak akan dibangun tukang, tetapi di print dengan printer besar dan muncul sebagai unit-unit rumah yang bisa Anda miliki dalam hitungan jam.

Satu-satunya bagian rumah yang tidak diprint adalah bagian atap, menunggu sehingga teknologi ini lebih tinggi lagi untuk bisa melakukan print atap. Bangunan kantornya sendiri yang seluas 10.000m2 juga dibangun dengan teknologi print 3D tersebut. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Bagaimana cara kerja teknologi ini? Sebenarnya teknologi ini berwawasan lingkungan, yaitu dengan mendaur ulang bahan bangunan dan mencampurnya dengan zat aditif dan semen untuk membuat material print yang bisa kuat sebagai dinding, lantai dan bagian lainnya. Bila ada material bangunan yang tidak terpakai, bisa digunakan sebagai bahan untuk print 3D bangunan baru. Sebagaimana diketahui, material bangunan memiliki umur sehingga suatu saat bisa hancur. Material ini nantinya bisa menjadi bahan untuk membuat ulang bangunan dengan printer 3D. Bahan lainnya yang bisa dipakai adalah sampah industri dan juga sampah domestik (rumah tangga).

via Dezeen

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Keindahan laser cutting – untuk berbagai keperluan dekoratif dan fungsional

Images: via Dezeen

astudioarchitect.com Pada saat ini teknologi cutting metal sudah mencapai taraf yang tinggi. Cutting metal bisa dipakai untuk dekorasi pagar, sunscreen. Bisa juga untuk dekorasi bangunan luar bahkan juga untuk partisi dalam dan panel dinding. Berbagai inovasi ditunjukkan oleh tenant dalam pameran dengan kreasi yang unik dengan banyak kemungkinan aplikasi misalnya lampu, pagar, partisi, pergola, railing, dekorasi, sunshading, plafon, signage, facade, dan sebagainya. Kreasinya cukup banyak untuk material metal yang dilubangi dengan berbagai pola ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Informasi:
Duta Laserindo Metal (DLM)
Jakarta: 021 – 8990 7947
Surabaya: 031 3329 5075

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[DIY weekend project] Cara membuat meja dapur gaya bar sendiri

astudioarchitect.com Untuk seorang pria, adalah sangat baik bila memiliki waktu luang melakukan hobi dan kesukaannya, menurut teori ‘man’s cave’, bekerja sendiri atau waktu luang sendiri dibutuhkan pria agar dapat meredakan emosi-emosi yang tidak diinginkan dan juga menjernihkan pikiran untuk kemudian menyelesaikan masalah-masalah dengan lebih baik. Kebetulan untuk saya sendiri, cukup hobi untuk membuat benda-benda sendiri dari kecil, dan kebetulan karena rumah yang ditempati belum ada kitchen set dan meja makannya, maka saya berinsiatif untuk membuat sendiri, meskipun dengan cukup banyak kesulitan sebagai amatir. Kitchen set sederhana ini barangkali tidak bisa dibandingkan dengan banyak kitchen set yang dibuat tukang-tukang sewaan saya biasanya. Tapi saya suka memperhatikan bagaimana mereka bekerja dan timbul keinginan untuk membuat sendiri kitchen set dan meja makannya. Ya walaupun tidak sesempurna pekerjaan tukang yang sudah pengalaman, paling tidak setiap kali saya boleh berbangga bahwa ini adalah hasil karya tangan saya sendiri 🙂

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Inilah kondisi dapur saya sebelum membuat ruang dapur dibelakang rumah. 

Biasa, rumah baru dengan kondisi belum lengkap dan belum ada kitchen set, sempat membuat sekitar 3 bulan hidup dirumah jadi kurang lengkap. Setelah sering mengerjakan kitchen set untuk klien-klien, meskipun tidak mengerjakan sendiri, saya pun ingin membangun kitchen set saya sendiri karena kebetulan hoby membuat benda-benda hingga sekarang. Baiklah, untuk memulainya, mari kita lihat satu persatu proses pembuatan kitchen set ini.

Pertama yang dibutuhkan adalah ruangan yang akan dipakai sebagai ruang dapur dan ruang makan dalam satu area. Konsep yang akan dibuat adalah konsep dapur yang menyatu dengan ruang makan sekalian, jadi setelah memasak bisa langsung dihidangkan. Berhubung rumah kami adalah rumah mungil di perumahan, maka tidak terlalu sesuai membuat kitchen set besar dengan satu set meja makan, dan karenanya saya memeras otak untuk mendesain kitchen set yang simple dan bisa mewadahi semua aktivitas memasak dan makan untuk keluarga kecil.

Inilah kondisi dapur mungil saya, kebetulan semua ini juga saya buat sendiri dibantu tukang dan sisa-sisa kayu pekerjaan rumah. Dindingnya sebagian menggunakan dinding bata tanpa diplaster, dan tegelnya adalah teraso sisa dari bongkaran rumah ibu saya.

Kitchen set diatas, jelas bukan kitchen set yang sangat canggih, namun saya pikir cukup untuk keluarga kecil saja, dengan perlengkapan sebagai berikut:
1. Sebuah sink merk Royal langsung jadi yang dibeli di Depo Bangunan. Kabinet dibawahnya sudah langsung ada bersama dengan sinknya, jadi kita beli sink ini sudah ada kabinet bawahnya. Harganya dibawah 2 juta, saat saya beli waktu itu sekitar 1,6jt. Websitenya bisa dilihat salah satunya di http://royalkitchenset.com/. Ada banyak yang menjual kitchen set Royal ini dengan berbagai bentuk, fasilitas dan ukuran, dan kebetulan saya beli ini di Depo Bangunan.  
2. Rak atas yang dibuat dari sisa kayu papan untuk meletakkan berbagai keperluan dapur seperti botol bumbu. Rak ini dibuat oleh tukang pekerja biasa tanpa keterampilan kayu yang baik. Karena bentuknya sederhana saja dan fungsional, maka memang tidak terlalu susah. 
3. Kompor listrik. Nah ini adalah pilihan saja, karena kebanyakan orang memasak dengan bahan masakan yang lengkap dan cara memasak yang lama dan ribet, kemungkinan kurang sesuai menggunakan jenis pemanas ini. Kebetulan yang saya pakai ini adalah kompor listrik yang sebenarnya adalah coffee heater saja, dengan kemampuan untuk memanaskan dan menghangatkan. Kompor listrik ini mungil dan tidak butuh banyak tempat. Kompor listrik konduksi Krisbow (beli di Ace Hardware) yang saya punya ini dengan daya 450watt tiap tungkunya. Kompor atau pemanas ini disebut juga hotplate (kalau tidak salah), dan menyerap daya yang sangat hemat. Penggunaan sehari-hari cukup irit listrik. Dibandingkan dengan kompor induksi yang banyak beredar di pasaran (bila belum tahu kompor induksi, coba googling dulu) kompor ini cukup irit, karena kompor induksi biasanya memakan daya 4000-6000watt per tungku. 
Saya memilih hotplate dengan dua tungku seperti ini karena faktor kemudahan dan tidak harus membeli gas. Kompor ini kurang cocok untuk ibu-ibu yang cara memasaknya suka canggih (baca:heboh), namun cocok untuk mereka yang memasak makanan mudah-mudah, atau sekedar untuk berjaga saat gas habis dan tetap ingin memasak. 
Jenis ini sebenarnya merupakan pemasak air dengan dua tombol untuk masing2 tungkunya, tombol merah untuk mendidihkan (panas – 450 watt), tombol hijau untuk menghangatkan (60 watt). Dengan menyalakan kedua tombol terbukti panas lebih cepat. Memiliki juga fungsi mati otomatis bila terlalu panas. Material pemanas cukup solid (bukan kumparan) dan tidak mudah rusak dibandingkan kompor konduksi yang memakai kumparan. 
Tidak ada masalah dengan fungsi menggoreng, bekerja dengan sangat baik seperti kompor gas. Ditambah dengan menggunakan kompor listrik peralatan masak akan selalu bersih tanpa jelaga ataupun bekas gas. 
Kekurangannya adalah kompor listrik ini hanya sesuai untuk peralatan dengan permukaan bawah datar dan berdiameter maksimal sekitar 16cm (bagian bawah). Peralatan tersebut juga harus dari jenis yang solid sehingga ada panas yang menyebar merata di bagian bawahnya. Saya mendapatkan peralatan masak yang bisa digunakan di Informa
4. Bagian lain saya buat dengan material sisa-sisa pembangunan rumah, seperti meja kayu dari palet. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Foto diatas menunjukkan kitchen set yang menggunakan material biasa saja. Kebetulan saya tidak punya foto-foto saat pembuatannya, jadi hasil akhirnya saja yang saya tampilkan.  Berikutnya menginjak ke pembuatan meja makan dan rak dalam satu kesatuan yang bentuknya saya buat mirip seperti meja bar saja, dengan material sederhana yang mudah didapatkan.

Awalnya adalah 4 lembar multipleks dengan tebal 1,5cm.
Multipleks diukur dengan bantuan meteran untuk dipotong.

Kadang kita perlu mengukur dengan detail.

Klem dibutuhkan untuk menyatukan papan yang akan dipotong dengan jigsaw sebagai relnya. 

Klem digunakan kadang-kadang untuk membuat hasil gergaji jigsaw lebih lurus dengan menggunakan papan lain sebagai rel. 

Tahap pemotongan dengan jigsaw machine, gergaji mesin. Anda juga bisa menggunakan gergaji manual atau gergaji mesin tipe bundar. 

Ini hasil potongan-potongan bagian meja. 
lapisi permukaan yang diinginkan dengan sheet plastik motif kayu. 

Bagian multipleks bisa dilapis dengan sheet dengan motif kayu. Sheet ini harganya murah sekitar Rp30rb/meter. 

Proses pemasangan meja, diatasnya diberi granit tile ukuran 60x60cm dengan motif granit merah. Cara ini alternatif mudah dan cepat dibandingkan dengan memesan granit batu alam yang sebenarnya, namun kekurangannya adalah adanya garis antar granit tile. 

Bagian siku dalam, untuk mempermudah menyusun lembaran-lembaran bagian meja, dihubungkan dengan siku-siku kecil. 

Cara memasang sikunya dengan disekrup. Ini akan menjadi bagian dalam yang tidak terlihat dari ‘luar’ atau bagian yang dipakai sebagai area makan. 
Ini adalah hasil akhir dari meja makan sekaligus meja bantu untuk pekerjaan memasak, dengan modul 60x180cm, diatasnya memiliki topping granit tile. Meja bisa digunakan untuk 2 orang di sisi yang ada daun mejanya. Biasanya bila ada tamu atau lebih dari 2, saya atau istri akan duduk dibagian dapur dan makan disini. 
Belakangan saya membuat lampu hias untuk melengkapi meja ini dengan menggunakan bekas kaleng dan stiker kaca. Bagian dalamnya ada lampu. 
Lampu-lampu yang belum dipasang terlihat menggelantung kabel, dibawah atap sederhana yang dibuat dari bambu-bambu yang ditutup polycarbonate diatasnya. Kelebihan dari atap polycarbonat adalah dia bisa meneruskan cahaya dan tidak terasa panas karena sengaja sisi lain yang menghadap taman ditutup hanya dengan tirai bambu. 

Bila tirai bambu dibuka dan ditambahkan elemen lain, misalnya seperti karpet dan tempat duduk, bisa menjadi area baru untuk bersantai. Project pembuatan meja dapur ini memakan sekitar 4 weekend, dan dikerjakan pada waktu luang saja di waktu weekend. 
Nah, bagi pembaca sekalian, apa project akhir minggu Anda? 

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rancangan desain rumah pojok dengan samping yang memanjang

astudioarchitect.com [galeri desain] Desain rumah yang spesial ini menyita cukup banyak perhatian dan jam kerja dari arsiteknya 🙂 merupakan sebuah desain rumah pojok (hook) dengan sisi memanjang yang memerlukan pemikiran yang cukup banyak tentang bagaimana desain tersebut bisa adaptif terhadap lingkungan dan juga memiliki penataan dan desain arsitektural yang baik. Desain ini merupakan desain astudio untuk Bapak Eko P di Jawa Barat yang mencakup desain eksterior bangunan dan interiornya dalam satu paket.

Gambar atas: tampilan sisi memanjang rumah pojok. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tampilan depan pada desain rumah ini mengambil atap miring sebgai aksen utama yang didukung oleh material dengan kesan alami seperti woodplank dan batu alam tempel. 
Video animasi rumah (lengkap eksterior dan interior)

Desain ruang keluarga yang menyatukan ruang TV, meja makan, musholla dan dapur dalam suatu alur yang menerus sehingga terasa luas. Adanya taman kering mungil juga menjadi kekuatan utama desain. 

Cara untuk memaksimalkan dan membuat ruang-ruang terasa lebih besar adalah dengan menyambungkan beberapa area dengan fungsi berbeda dalam satu ruang besar. 

Pembeda masing-masing area adalah adanya pengelompokan furniture yang berbeda dan juga alas yang berbeda akan menegaskan fungsi area tersebut. 

Area dapur dengan rancangan bar yang bisa membuat sarapan atau minum teh atau kudapan sore hari menjadi terasa berarti. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
.

Rancangan desain lantai atas pada gambar reka perspektif diatas, menunjukkan area ruang keluarga dengan TV dan area ruang kerja umum yang terasa menyatu. 

Rancangan ruang kerja dengan pemandangan luar yang membuat suasana makin segar. 

Area tangga yang juga cukup eksklusif, dengan pemandangan sekitar yang dibuka melalui jendela-jendela besar.

Info Arsitek:
08125244753

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[Wawancara Bisnis Indonesia] Dapur Mungil, apa saja yang perlu diperhatikan?

astudioarchitect.com Artikel ini adalah wawancara dengan reporter dari Bisnis Indonesia beberapa hari lalu, yang mengulas tentang penataan dapur. Kebetulan saya sering diwawancara tentang berbagai segi dan aspek rumah, dan dapur sudah menjadi bahasan yang banyak ditanyakan para reporter. Dalam wawancara ini kita makin bisa memahami fungsi dan bagaimana mengatur dapur di ruangan yang mungil. Simak wawancaranya berikut ini:

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Artikel di Bisnis Indonesia. Klik untuk memperbesar. 
1. Kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan dapur yang baik diruang mungil itu?

Pandangan awal bahwa kita bisa membuat rancangan yang tepat guna, artinya adalah menggunakan ruang yang terbatas sebaik-baiknya dengan desain yang bisa menghemat ruangan. Hal ini berarti memilih kelengkapan yang membutuhkan ruang lebih sedikit dan mengatur furniture dengan beberapa fungsi dalam satu area. Yang sering saya lakukan apabila mendesain dapur menyatu ruang makan untuk ruangan dapur yang mungil adalah dengan menyatukan fungsi-fungsi yang berhubungan. Hal ini misalnya membuat kabinet-kabinet dapur yang
kompak (hemat ruang) dan menyatukannya dengan meja makan atau meja bar untuk sarapan.

2. Desain yang tepat itu yang seperti apakah?
Ada kebutuhan utama yang musti dipenuhi, diantaranya kebutuhan:

– Menyimpan bahan makanan dan alat dapur
– Menyiapkan bahan makanan sebelum dimasak
– Memasak baik dengan kompor, oven, microwave dan sebagainya
– Menghidangkan
– Membersihkan barang dan makanan
– Membuang sampah bahan makanan

Untuk memenuhi kebutuhan yang standar namun lengkap, usahakan untuk membuat daftar awal dari proses memasak yang biasa dilakukan, dan kita bisa memilih peralatan memasak seperti kompor, oven, microwave yang hemat ruang juga. Tidak perlu memaksakan kompor dengan 5 tungku apabila dirasa 2 tungku sudah cukup, dan tidak perlu kompor tungku yang besar karena akan bingung meletakkannya. Kompor pun ada pilihan apakah kompor tanam atau kompor unit. Kompor tanam yaitu kompor yang ditanam dalam kabinet, dengan tabung gas yang berada didalam kabinet juga, biasanya terkesan lebih bersih dan rapi.

Semua kebutuhan dan fasilitas memasak menghidangkan sebaiknya dapat diwadahi dalam dapur, dan bisa dibersihkan begitu selesai memasak. Biasanya karena keterbatasan, dapur menjadi dapur bersih yang sekali
masak sudah harus dibersihkan lagi agar terlihat selalu rapi.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
3. Penggunaan material yang tepat juga yang seperti bagaimana?
Material untuk dapur biasanya sudah terstandar, banyak orang menggunakan material utama yang dibuat dari dak beton yang dilapis keramik untuk kebersihan. Banyak juga yang menggunakan material kayu lapis atau multipleks yang dilapis material HPL. Khusus di bagian atas biasanya menggunakan granit atau material HPL yang mudah dibersihkan dan tahan air.

4. Apa yang sebaiknya dihindarkan dalam menyiapkan dapur diruangan terbatas itu?
Desain yang tepat untuk ruang dapur mungil adalah tidak memaksakan semuanya untuk dimasukkan dalam area dapur. Tentunya kita tidak bisa membuat dapur dirumah mungil yang seperti dapur dirumah besar karena dari sisi ruangan kurang lega. Dapur besar bisa memiliki fasilitas yang lebih lega untuk masing-masing fungsi yang disebutkan dalam poin 2. Dapur diruangan terbatas bisa menggunakan penghematan ruang seperti menyatukan antara dapur dan ruang makan, mengorganisasikan kabinet-kabinet dalam kelompok yang tepat, dan menyimpan barang-barang agar tidak terkesan berserakan.

5. Tips dan trik apa agar dapur tersebut tetap terasa nyaman dan membuat semangat penghuninya?
Misalnya apakah penggunaan warna ruangan juga berpengaruh?

Dapur yang baik adalah dapur dimana sistem kerja, yaitu alur kerjanya:
menyimpan, menyiapkan, memasak, menghidangkan, dan membersihkan, ada dalam alur yang enak dipakai, jadi penghuni atau ibu yang memasak menjadi mudah karena fasilitas atau area kerjanya berurutan. Selain
itu dapur yang nyaman biasanya selalu bersih (apabila memang disetting sebagai dapur bersih), yang membutuhkan kedisiplinan untuk selalu membersihkan setelah usai memasak. Apabila dilengkapi dengan ruang dapur kotor biasanya lebih baik karena kebiasaan memasak yang suka heboh.

Warna ruangan yang nyaman secara visual biasanya menggunakan background warna yang lembut atau terang agar ruangan lebih terang. Sedangkan untuk kabinet dapur sendiri bisa menggunakan warna cerah
juga, dengan harapan agar membuat ruangan terlihat luas. Namun yang sering saya rasakan, pencahayaan yang baik bisa membantu kita menjadi bersemangat saat bekerja di dapur. Pencahayaan itu misalnya seperti
pencahayaan setempat saat memasak atau mencuci piring, bila terangnya cukup enak, maka suasana memasak menjadi menggembirakan.

Memasak dan makan pada saat ini sering menjadi aktivitas yang menyenangkan apabila diatur sedemikian rupa agar nyaman. Berbeda dengan jaman dahulu dimana area memasak sering berada ditempat yang
gelap dan kotor, area memasak dan makan saat ini sudah bergeser menjadi area paling menyenangkan dimana keluarga atau kerabat suka duduk di dapur sambil mengobrol.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[DIY] Mari membuat meja kursi untuk anak dari bilah kursi

astudioarchitect.com Artikel ini mengulas tentang bagaimana cara membuat meja kursi piknik untuk anak-anak yang dibuat dari kayu. Versi besar saya lihat juga bisa dibuat, kebetulan yang saya temukan via instructables ini untuk anak berumur 6 tahunan. Mari kita lihat cara membuatnya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Siapkan dari kiri ke kanan: bilah-bilah kayu dengan ukuran yang disebutkan. 
Pengangga bagian atas
Buatlah bagian atas dengan menggabungkan dengan posisi seperti foto-foto diatas, dengan memilih kayu-kayu dengan tampilan yang terbaik untuk bagian atas meja. Satukan antara bilah penyangga dengan balok dalam seperti diatas untuk menangga bilah-bilah muka meja. Gunakan sekrup. 
Bagian atas / muka meja
Gabungkan atau susun bilah-bilah muka meja diatas penyangga meja yang sudah dibuat sebelumnya. Gunakan sekrup untuk menyatukan muka meja dengan bilah penyangga meja. 
Kaki Meja
Pasang kaki meja ke penyangga meja dengan disekrup 4 buah pada bagian kakinya. 

Penyangga bilah-bilah kursi

Penyangga kursi bisa dipasang dengan 8 buah sekrup seperti pada foto, gunakan penyangga sementara untuk ini.

Balok penyangga kursi

Pasangkan balok untuk menyatukan antar balok penyangga kursi dengan menggunakan 2 sekrup untuk masing-masing sisinya.

Pernis

Kursi bisa difinishing dengan pernis agar lebih halus dan tahan lama.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Setelah selesai, kita bisa mulai menggunakannya untuk anak atau keponakan, serta tetangga yang mungil.
Selamat mencoba!

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.