Monthly Archives: April 2011

Menata kumpulan bangunan, dan taman agar tercipta ruang positif

astudioarchitect.com Bila kita mendesain sebuah bangunan, kadangkala terdapat satu atau lebih massa bangunan, yang biasanya disebut sebagai blok bangunan. Apakah itu rumah tinggal, kawasan perumahan, ataupun sebuah blok kecil ditengah kota, berupa mall atau kumpulan bangunan. Tahukah Anda bahwa kumpulan bangunan memiliki dampak pada bagaimana bangunan dan areanya bagi kita? Ini adalah artikel yang berkelanjutan untuk mempelajari tentang penataan bangunan, yang pada akhirnya berpengaruh pada kota.

Photo by: PictureNinja.com

Photo by SFBC Operations, CC by

Photo by Lesley Middlemass, CC by

Semua bangunan berpengaruh pada bentuk dan fungsi ruang luar atau lingkungan dari bangunan tersebut. Untuk mencapai lingkungan yang baik, maka bangunan harus diintegrasikan dengan lingungan sehingga tidak terkesan berdiri sendiri. Misalnya: disekitar bangunan seperti di kampung, misalnya, terdapat berbagai aktivitas seperti berjalan di taman, bersepeda, menikmati bangunan dari luar atau dari sekitar bangunan, menaiki kendaraan baik motor ataupun mobil.

Selain itu dalam sebuah lingkungan luar kita selalu mendapati adanya tanaman, taman, perkerasan, trotoar, dan street furniture yang lain. Bentuk penataan dari blok bangunan berpengaruh langsung terhadap kesan dari bangunan. Kita tidak bisa menutup mata terhadap kesan bangunan, apakah terdapat pohon atau taman didepannya, ataukah benar-benar gersang tanpa tanaman, dimana ruang luar hanya diperuntukkan bagi mobil dan motor semata.

Tata bangunan seperti pada gambar menciptakan ruang negatif atau positif. Ruang negatif terbentuk saat dua massa bangunan, misalnya dua rumah berdekatan, tanpa adanya cara untuk memperbaiki lingkungan dengan taman ataupun tempat berkumpul. Dengan menambahkan bangunan, pohon, dinding atau pagar, maka bisa meningkatkan kesan lingkungan yang jauh lebih baik dengan ruang positif. Cara ini misalnya seperti yang banyak ada di kota-kota kita misalnya alun-alun kota, sebuah area publik yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan sehingga bisa dipakai oleh penduduk kota berinteraksi dan bercengkerama.

Dalam skala lebih kecil, bisa diwujudkan misalnya dengan memperbaiki desain lingkungan kampung, menciptakan area untuk berkumpul misalnya playground, taman kampung, trotoar, dan sebagainya. Karena dengan lingkungan yang baik dimana kita bisa berjalan-jalan, berkumpul dengan tetangga dan saling menyapa, maka penduduk akan semakin bahagia.

Inilah yang semakin hilang dari kota-kota di Indonesia, dimana untuk menentukan dimana taman kota, adalah peran pemerintah. Sayangnya pemerintah lebih suka memperhatikan tentang bangunan saja, namun kurang memperhatikan lingkungan, akibatnya adalah pohon-pohon banyak berkurang, taman kota dijual sebagai area perumahan dan mall, trotoar tidak diperhatikan, lebih mementingkan bangunan komersial dan menggagalkan tujuan utama perancangan kota, yaitu bermanfaat dan berguna bagi warga kebanyakan.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Menata kumpulan bangunan, dan taman agar tercipta ruang positif

>

astudioarchitect.com Bila kita mendesain sebuah bangunan, kadangkala terdapat satu atau lebih massa bangunan, yang biasanya disebut sebagai blok bangunan. Apakah itu rumah tinggal, kawasan perumahan, ataupun sebuah blok kecil ditengah kota, berupa mall atau kumpulan bangunan. Tahukah Anda bahwa kumpulan bangunan memiliki dampak pada bagaimana bangunan dan areanya bagi kita? Ini adalah artikel yang berkelanjutan untuk mempelajari tentang penataan bangunan, yang pada akhirnya berpengaruh pada kota.

Photo by: PictureNinja.com

Photo by SFBC Operations, CC by

Photo by Lesley Middlemass, CC by

Semua bangunan berpengaruh pada bentuk dan fungsi ruang luar atau lingkungan dari bangunan tersebut. Untuk mencapai lingkungan yang baik, maka bangunan harus diintegrasikan dengan lingungan sehingga tidak terkesan berdiri sendiri. Misalnya: disekitar bangunan seperti di kampung, misalnya, terdapat berbagai aktivitas seperti berjalan di taman, bersepeda, menikmati bangunan dari luar atau dari sekitar bangunan, menaiki kendaraan baik motor ataupun mobil.

Selain itu dalam sebuah lingkungan luar kita selalu mendapati adanya tanaman, taman, perkerasan, trotoar, dan street furniture yang lain. Bentuk penataan dari blok bangunan berpengaruh langsung terhadap kesan dari bangunan. Kita tidak bisa menutup mata terhadap kesan bangunan, apakah terdapat pohon atau taman didepannya, ataukah benar-benar gersang tanpa tanaman, dimana ruang luar hanya diperuntukkan bagi mobil dan motor semata.

Tata bangunan seperti pada gambar menciptakan ruang negatif atau positif. Ruang negatif terbentuk saat dua massa bangunan, misalnya dua rumah berdekatan, tanpa adanya cara untuk memperbaiki lingkungan dengan taman ataupun tempat berkumpul. Dengan menambahkan bangunan, pohon, dinding atau pagar, maka bisa meningkatkan kesan lingkungan yang jauh lebih baik dengan ruang positif. Cara ini misalnya seperti yang banyak ada di kota-kota kita misalnya alun-alun kota, sebuah area publik yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan sehingga bisa dipakai oleh penduduk kota berinteraksi dan bercengkerama.

Dalam skala lebih kecil, bisa diwujudkan misalnya dengan memperbaiki desain lingkungan kampung, menciptakan area untuk berkumpul misalnya playground, taman kampung, trotoar, dan sebagainya. Karena dengan lingkungan yang baik dimana kita bisa berjalan-jalan, berkumpul dengan tetangga dan saling menyapa, maka penduduk akan semakin bahagia.

Inilah yang semakin hilang dari kota-kota di Indonesia, dimana untuk menentukan dimana taman kota, adalah peran pemerintah. Sayangnya pemerintah lebih suka memperhatikan tentang bangunan saja, namun kurang memperhatikan lingkungan, akibatnya adalah pohon-pohon banyak berkurang, taman kota dijual sebagai area perumahan dan mall, trotoar tidak diperhatikan, lebih mementingkan bangunan komersial dan menggagalkan tujuan utama perancangan kota, yaitu bermanfaat dan berguna bagi warga kebanyakan.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Boutique Hotel – konsep desain

Foto: JBoutiquehotel.com Sebuah Butik Hotel di Bali
astudioarchitect.com Boutique hotel atau bila mungkin dibahasa Indonesia-kan adalah Butik Hotel, merupakan jenis hotel yang spesial, lebih dari jenis hotel biasa karena lebih menitik beratkan pada ‘lifestyle hotel’ yang bertema, punya gaya atau style, dan sangat aspiratif. Artikel ini akan memberikan sedikit pengetahuan yang barangkali bisa memberi inspirasi bagi Anda yang tertarik ataupun calon klien yang ingin membangun butik hotel. Biasanya desain hotel seperti ini cukup kecil dan diperuntukkan bagi kalangan yang terbatas. Butik hotel selalu dibuat dengan standarisasi pelayanan lebih baik dari hotel biasa dengan suasana yang nyaman, intim dan ‘welcoming’. Meskipun tidak sebesar hotel yang biasanya, apalagi hotel jenis mainstream, hotel jenis butik hotel menawarkan atmosfer yang lebih kental dengan suasana nyaman dan tidak berpusat pada fasilitas yang besar.

Foto: JBoutiquehotel.com Sebuah Butik Hotel di Bali

Staf hotel yang siap selama 24 jam memberi kemudahan seperti halnya bed and breakfast, namun dengan tingkatan desain dan kenyamanan lebih tinggi. Hal ini karena sentuhan pemilik lebih terasa pada jenis hotel butik karena biasanya dimiliki oleh individu, keluarga atau perusahaan kecil.


Jenis fasilitas yang ditawarkan antara lain ruangan dengan telepon, fasilitas internet, AC, juga cable TV, meskipun kadangkala juga tidak terdapat salah satu atau beberapa fasilitas tersebut karena ingin mengutamakan suasana.

Tema ruang dan desain arsitekturnya biasanya berpusat pada satu tema, misalnya tema klasik, kolonial, mediterania, atau etnik.

 kiri: Hotel St. Regis di New York
Photo by Motn, Wikimedia Commons


Hotel ini mengutamakan desain arsitektur neo klasik dengan ciri khas desain arsitektur yang berciri khas sehingga bisa mengangkat citra butik hotel tersebut. Dengan cara yang sama, kita juga bisa membuat desain hotel dengan ciri khusus seperti hotel butik dengan desain etnik berciri khas arsitektur setempat, arsitektur kolonial, dan sebagainya. 

Kayumanis Jimbaran, Bali

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Boutique Hotel – konsep desain

>

Foto: JBoutiquehotel.com Sebuah Butik Hotel di Bali
astudioarchitect.com Boutique hotel atau bila mungkin dibahasa Indonesia-kan adalah Butik Hotel, merupakan jenis hotel yang spesial, lebih dari jenis hotel biasa karena lebih menitik beratkan pada ‘lifestyle hotel’ yang bertema, punya gaya atau style, dan sangat aspiratif. Artikel ini akan memberikan sedikit pengetahuan yang barangkali bisa memberi inspirasi bagi Anda yang tertarik ataupun calon klien yang ingin membangun butik hotel. Biasanya desain hotel seperti ini cukup kecil dan diperuntukkan bagi kalangan yang terbatas. Butik hotel selalu dibuat dengan standarisasi pelayanan lebih baik dari hotel biasa dengan suasana yang nyaman, intim dan ‘welcoming’. Meskipun tidak sebesar hotel yang biasanya, apalagi hotel jenis mainstream, hotel jenis butik hotel menawarkan atmosfer yang lebih kental dengan suasana nyaman dan tidak berpusat pada fasilitas yang besar.

Foto: JBoutiquehotel.com Sebuah Butik Hotel di Bali

Staf hotel yang siap selama 24 jam memberi kemudahan seperti halnya bed and breakfast, namun dengan tingkatan desain dan kenyamanan lebih tinggi. Hal ini karena sentuhan pemilik lebih terasa pada jenis hotel butik karena biasanya dimiliki oleh individu, keluarga atau perusahaan kecil.


Jenis fasilitas yang ditawarkan antara lain ruangan dengan telepon, fasilitas internet, AC, juga cable TV, meskipun kadangkala juga tidak terdapat salah satu atau beberapa fasilitas tersebut karena ingin mengutamakan suasana.

Tema ruang dan desain arsitekturnya biasanya berpusat pada satu tema, misalnya tema klasik, kolonial, mediterania, atau etnik.

 kiri: Hotel St. Regis di New York
Photo by Motn, Wikimedia Commons


Hotel ini mengutamakan desain arsitektur neo klasik dengan ciri khas desain arsitektur yang berciri khas sehingga bisa mengangkat citra butik hotel tersebut. Dengan cara yang sama, kita juga bisa membuat desain hotel dengan ciri khusus seperti hotel butik dengan desain etnik berciri khas arsitektur setempat, arsitektur kolonial, dan sebagainya. 

Kayumanis Jimbaran, Bali

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Proses pengecoran dak beton pada proses pembangunan rumah 2 lantai

astudioarchitect.com Setelah proses pembuatan bekisting selesai, maka langkah selanjutnya dalam pembangunan rumah dua lantai sistem konstruksi konvensional adalah mengecor dak beton dimana terdapat cara manual dimana adukan semen dibuat dengan mesin molen kecil, dan cara yang lebih praktis yaitu menggunakan mesin molen besar berupa truk molen, cara kedua ini biasa disebut ‘ready mix’. Untuk contoh proses pembangunan kali ini menggunakan ready mix dimana truk molen membawa beberapa meter kubik beton.

Terlihat dalam gambar, bekisting untuk cor dak lantai 2 dibuat dari papan, multipleks, kayu, dan bambu. Proses pembuatan bekisting atau cetakan dak beton cor ini berlangsung sesuai dengan luas dak beton yang dibuat. Proses pengecoran untuk dak seluas 120m2 ini memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan banyak tukang dan jumlah molen 4 buah dengan membawa sekitar 19 meter kubik beton cair.

Beberapa hal juga dipersiapkan seiring dengan pembuatan bekisting dan cor dak lantai 2, seperti pembuatan atau melanjutkan pekerjaan pasangan dinding bata di lantai 1, pembuatan berbagai elemen seperti persiapan untuk teras, dak-dak kanopi untuk atap pintu dan jendela agar tidak terkena tampias, dan sebagainya.


Pembuatan pekerjaan teras, dimana terdapat sloof untuk memberi batas pada teras, dan pekerjaan lain semacam ini, misalnya pada pekerjaan taman belakang.


Pembuatan teras dengan beton precast/ pracetak yang bisa dipesan atau dibeli di toko beton precast, dimana dibagian bawahnya terdapat beton juga, dan pasangan bata untuk kesan arsitektural.

________________________________________________

 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Proses pengecoran dak beton pada proses pembangunan rumah 2 lantai

>

astudioarchitect.com Setelah proses pembuatan bekisting selesai, maka langkah selanjutnya dalam pembangunan rumah dua lantai sistem konstruksi konvensional adalah mengecor dak beton dimana terdapat cara manual dimana adukan semen dibuat dengan mesin molen kecil, dan cara yang lebih praktis yaitu menggunakan mesin molen besar berupa truk molen, cara kedua ini biasa disebut ‘ready mix’. Untuk contoh proses pembangunan kali ini menggunakan ready mix dimana truk molen membawa beberapa meter kubik beton.

Terlihat dalam gambar, bekisting untuk cor dak lantai 2 dibuat dari papan, multipleks, kayu, dan bambu. Proses pembuatan bekisting atau cetakan dak beton cor ini berlangsung sesuai dengan luas dak beton yang dibuat. Proses pengecoran untuk dak seluas 120m2 ini memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan banyak tukang dan jumlah molen 4 buah dengan membawa sekitar 19 meter kubik beton cair.

Beberapa hal juga dipersiapkan seiring dengan pembuatan bekisting dan cor dak lantai 2, seperti pembuatan atau melanjutkan pekerjaan pasangan dinding bata di lantai 1, pembuatan berbagai elemen seperti persiapan untuk teras, dak-dak kanopi untuk atap pintu dan jendela agar tidak terkena tampias, dan sebagainya.


Pembuatan pekerjaan teras, dimana terdapat sloof untuk memberi batas pada teras, dan pekerjaan lain semacam ini, misalnya pada pekerjaan taman belakang.


Pembuatan teras dengan beton precast/ pracetak yang bisa dipesan atau dibeli di toko beton precast, dimana dibagian bawahnya terdapat beton juga, dan pasangan bata untuk kesan arsitektural.

________________________________________________

 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Memaksimalkan pencahayaan alami dalam rumah kita

astudioarchitect.com Krisis energi yang dialami oleh negara kita saat ini mengakibatkan kurangnya energi listrik. Lebih dari 60 % energi listrik dikonsumsi oleh permukiman. Menyikapi hal ini, kita perlu mengedepankan penghematan energi. Ketika mendesain rumah, hemat energi juga perlu dipertimbangkan. Salah satu cara menghemat energi adalah mengurangi konsumsi listrik untuk penerangan di siang hari, sehingga tidak boros listrik. Keuntungan lainnya adalah penghematan ini juga menghemat dana sewa listrik. Langkah yang perlu diambil adalah memaksimalkan pencahayaan alami (dari cahaya matahari).

Cahaya matahari yang datang melalui jendela banyaknya ditentukan oleh besar dan bentuk jendelanya. Besarnya jendela perlu diperkirakan untuk mencukupi kebutuhan cahaya matahari. Bentuk jendela memanjang keatas menyebabkan cahaya masuk cukup banyak, namun distribusi cahayanya kurang baik. Bentuk jendela memanjang kesamping lebih efektif untuk memberikan pencahayaan optimal.

Disamping itu, penutup jendela juga memberi kontribusi pada gelap terang suatu ruangan. Sebaiknya, jendela memiliki tirai, atau penutup lain yang dapat diatur sehingga tingkat terang dan gelap dalam ruangan dapat diatur pula.

Bahan penutup jendela juga berperan dalam masuknya pencahayaan. Kaca bening adalah bahan terbaik untuk meneruskan cahaya kedalam ruangan, meneruskan cahaya hingga 90%. Kaca berwarna dapat mengurangi cahaya yang masuk menjadi sangat kecil hingga 10%, misalnya kaca hitam. Bahan buram seperti plastik, kaca buram atau fiber glass putih juga menyerap cahaya hingga hanya 30%. Artinya, semakin bening

kacanya, semakin dapat meneruskan cahaya kedalam. Untuk ruang yang tersembunyi atau kurang pencahayaannya, lebih baik tidak memakai kaca berwarna atau buram.

Selain bahan penutup jendela, bahan lain yang perlu dipertimbangkan adalah finishing tembok, warna perabot, langit-langit dan lantai. Pada dasarnya warna terbaik untuk memantulkan cahaya adalah warna putih, sehingga tembok berwarna putih sangat baik untuk meminimalkan pencahayan buatan. Warna hitam adalah warna terburuk untuk memantulkan cahaya, sehingga ruangan lebih gelap. Warna-warna pastel sering dipilih karena cukup baik memantulkan cahaya dan kesan ruangan menjadi hangat.

Perabot juga perlu mendapat perhatian dengan warna sesuai. Warna perabot yang muda, seperti warna pastel, akan membantu memantulkan cahaya lebih baik sehingga pencahayaan alami lebih efektif. Untuk ruangan yang sempit dan agak gelap, perabot berwarna muda akan membantu memaksimalkan pencahayaan.

Di perkotaan, karena seringkali ruang-ruang tidak mendapatkan sinar matahari langsung, maka pencahayaan banyak bergantung pada pantulan cahaya dari permukaan tanah, perkerasan atau dari bangunan sekitarnya. Bila hal ini terjadi langkah yang perlu diambil adalah memaksimalkan pantulan dari perkerasan atau tanah tersebut menggunakan bahan yang memantulkan cahaya dengan baik, misalnya warna putih untuk perkerasan yang memantulkan cahaya (memantulkan cahaya hingga 70%). Rumput tidak terlalu bagus untuk memantulkan cahaya (hanya 6%). Hal ini perlu dikonsultasikan dengan arsitek yang menangani desain rumah.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.