Category Archives: tropical house concept

Tanaman indoor sebagai dekorasi dan furniture

astudioarchitect.com Tanaman indoor maupun pohon indoor bisa memberikan sentuhan yang lebih baik pada sebuah ruangan, karena memberikan nafas kehidupan dan kesegaran yang bisa membuat ruangan semakin nyaman. Beberapa jenis tanaman indoor sesuai untuk ruangan dan yang lainnya tidak. Tanaman yang bisa dipilih untuk mendekorasi ruangan tentunya ditentukan oleh tingkat cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan. Ada ruangan yang bisa diberi tanaman indoor namun ada juga yang sebaiknya tidak. Terlepas dari itu semua adanya tanaman sebagai dekorasi bisa memberikan sentuhan alami yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tanaman sebagai furniture

Proporsi dan skala memainkan peranan penting ketika memilih tanaman untuk sebuah ruangan khusus. Yang dimaksud proporsi dan skala di sini adalah besar atau ukuran tanaman yang bisa diletakkan di dalam sebuah ruangan. Untuk sebuah ruangan yang terbatas, tanaman yang terlalu besar membuatnya terlihat sempit. Namun tanaman yang terlalu kecil untuk sebuah ruangan luas juga membuatnya tampak seperti hilang di tengah-tengah yang lainnya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Jenis tanaman seperti Palem bisa digunakan sebagai pemisah ruangan misalnya di antara ruang tamu dan ruang keluarga atau ruang lainnya. Palem juga bisa digunakan sebagai pemanis pojok ruangan. Kadang-kadang kita bisa bermain dengan perletakan tanaman untuk memperhalus kesan pintu atau lemari yang terlalu besar. Tanaman seperti Palem juga bisa digunakan untuk menyembunyikan bagian-bagian tertentu seperti pojok Ruang Baca yang sekaligus memberikan keindahan saat menggunakannya.

Letakkan tanaman di dalam pot yang bagus sesuai selera anda dan sesuai dengan gaya arsitektur interior yang dipakai. Pot dari kayu merupakan pilihan yang baik yang sesuai untuk semua jenis gaya interior tergantung dari apakah ada dekorasinya atau tidak. Pot kayu biasanya memiliki pelapis di dalamnya sehingga air tidak merusak lapisan kayu. Pilihan lainnya misalnya kota-kota atau pot dari bahan metal bisa digunakan asalkan disesuaikan dengan kondisi ruangan.

Apabila anda tidak ingin menempatkan tanaman di dalam ruangan, gunakan saja tanaman di dalam taman kering yang dibatasi oleh kaca. Tentunya hal ini perlu untuk dikonsultasikan dengan desainer interior anda.

Tanaman yang besar biasanya terlihat bagus saat malam hari terutama apabila diberikan pencahayaan lampu dari bawah sehingga cahayanya bisa terlihat disela-sela daun-daun dan memberikan efek yang lumayan bagus pada plafon. Selain itu lampu downlight atau lampu sorot kebawah juga bisa digunakan untuk membuat tanaman tampak semakin terlihat. Trik ini banyak digunakan di rumah-rumah villa atau di restoran-restoran untuk memperindah suasana.
Mengatur tanaman sebagai dekorasi

Tanaman indoor bisa di hadirkan sebagai tanaman yang sendirian atau sebagai kumpulan tanaman. Tanaman yang dihadirkan sendirian biasanya merupakan sebuah maskot, karena tanaman seperti ini bisa saja menjadi sebuah pusat perhatian di dalam interior. Gunakan jenis tanaman yang menurut anda paling indah dan bisa hidup di dalam ruangan.

Tanaman juga bisa diatur dalam group sehingga tampak seperti karangan tanaman untuk menggantikan karangan bunga. Tanaman yang kecil-kecil bisa diatur di atas kabinet meja atau pinggiran jendela. Sedangkan pada ruangan yang besar Jenis tanaman dari varian yang sama akan tampil lebih baik bila digabungkan. Tanaman yang terlihat cultural atau menarik seperti dracaenas akan terlihat paling menarik bila digabungkan di dalam grup dengan dua atau tiga tanaman. Tanaman yang berbunga bisa memberikan kesegaran atau keindahan yang tiba-tiba dimana warna bunganya bisa disesuaikan dengan lantai atau elemen lain di dalam ruangan.

Adalah penting untuk pertama-tama mencari tahu kira-kira Tanaman apa yang paling sesuai untuk digunakan di dalam ruangan anda. Yang lebih baik juga menentukan tanaman yang tidak banyak mengeluarkan karbondioksida pada malam hari.  banyak tanaman jenis indoor sangat tahan untuk diletakkan di dalam ruangan kira-kira 2 sampai 3 hari Namun perlu untuk dikeluarkan sekali-sekali selama beberapa jam. Hal ini menyebabkan tanaman indoor biasanya diletakkan dalam pot pot dan tidak secara permanen.

Menurut daunbuah.com, disebutkan contoh contoh tanaman yang bisa dipakai sebagai tanaman indoor.

Aglaonema

Dieffenbachia

Anthurium

Daun Suji

Calathea

Palem kuning / Areca

Spider plant

Gerbera Daisy


Dragon tree

Monstera


Krisan


Bunga azalea


Palem bambu

Anggrek


Palem Zamia


Lili Paris


Pakis gunung


Schefflera


Philodendrons


Peace Lily


Pakis Boston

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

10 Bangunan berbahan bambu paling menarik

astudioarchitect.com Bambu, adalah material yang murah dan mudah didapatkan dinegeri kita, meskipun demikian bambu kurang diminati sebagai material bangunan karena kesannya yang murah dan merupakan material bangunan yang tidak tahan lama. Namun apa yang dilakukan oleh para arsitek ternama ini barangkali bisa menjadi referensi bangunan bambu paling menarik saat ini, versi Dezeen.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1 Courtyard Teahouse

Bangunan bambu ini memberikan kesan seolah bambu adalah material yang tidak kalah bergengsi dengan material lainnya seperti beton atau baja. Karya ini merupakan rumah teh terapung di Yangzhou, oleh arsitek HWCD Associates. Permainan garis horizontal dan vertikal oleh susunan bambu membentuk perspektif yang halusinatif karena membentuk dinding-dinding yang seakan transparan.

2 Kontum Indochine Cafe

Bangunan bambu ini didesain oleh Vo Throng Nghia dari Vietnam, merupakan bangunan restoran dengan bentuk kolom bambu yang membentuk payung, makin besar dari bawah keatas. Bentuk ini terinspirasi dari bentuk keranjang memancing tradisional yang digunakan di Vietnam.

3 Low Cost House

Vo Throng Nghia mendesain rumah dengan konstruksi besi untuk strukturnya, serta menggunakan bambu dan polycarbonate untuk menutupi dinding dan atapnya. Material tersebut sepertinya berpadu dengan manis menghasilkan rumah murah untuk kelas ekonomi bawah di Vietnam, karena kondisi perumahan di Vietnam yang cukup serius untuk dipikirkan. Rumah bambu ini menjadi rumah yang modular, murah dan mudah untuk dirakit. 


4 Salon di Bangkok

Terinspirasi dari bentukan batu didalam gua, arsitek Nattapon Klinsuwan mendesain interior dengan bahan bambu yang terlihat seperti stalagtit dan stalagmit gua. Bambu yang seakan menjulur kebawah dari langit-langit juga menjadi partisi untuk ruang-ruang dalam area salon ini.

5 Wind and Water Bar

Bambu dilengkungkan untuk membentuk struktur yang menyerupai dome, dengan bambu yang melengkung didalam untuk membentuk strukturnya. Arsitek Vo Throng Nghia mendesain bangunan kafe dan ruang pertemuan ini. Vo Throng Nghia beranggapan bahwa bambu akan menjadi material pengganti baja di abad 21 ini.

6 Blooming Bamboo Home

Arsitek dari Vietnam yaitu studio H&P Architects juga tidak kalah, mendesain bangunan rumah yang tahan banjir hingga 3 meter. Bilah bambu digunakan untuk semua bagian bangunan mulai dari struktur, atap, dinding hingga lantainya. Dimaksudkan sebagai bangunan untuk kondisi bencana, bangunan ini diharapkan dapat berkontribusi menjadi rumah pengungsi saat dibutuhkan.

7 Konstruksi Bambu untuk Haiti

Meskipun masih berupa konsep, desain John Naylor ini memenangkan sayembara Foster + Partners Prize dengan bangunan bambu untuk Haiti, yang berjuang untuk memulihkan diri pasca gempa bumi tahun 2010.

8 Instalasi Bambu Kengo Kuma

Instalasi bambu ini cukup menarik, dari arsitek Kengo Kuma dari Jepang, mengetengahkan lengkungan-lengkungan bambu yang memperlihatkan fleksibilitas dan juga kekuatannya. Terlihat pada foto bahwa material bambu kuat untuk dipakai sebagai lantai berpijak.

9 Bioskop bambu West Kowloon

Bangunan ini besar, namun murah berkat material bambu yang mudah didapatkan, merupakan sebuah bioskop tradisional yang banyak dibangun sejak 1950 (seperti layar tancap di Indonesia). Berdiri di distrik kultural West Kowloon di Hongkong, bioskop non permanen ini menyajikan banyak film untuk menyambut tahun baru 2013 lalu, didesain oleh William Lim.

10 Rumah di Filipina

Rumah ini dibungkus oleh cladding bambu diseluruh bagiannya, yang membungkus bagian dalam dimana terdapat courtyard. Arsiteknya yaitu Atelier Sacha Cotture mendesain rumah bambu ini dengan struktur beton bertulang dan bambu serta kaca, dengan alasan material bambu cukup murah dan dapat ditanam dengan mudah. Bambu juga menjadi material yang menjadi karakter orang asia dan material yang sangat berguna dari akar hingga daunnya.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Tips atap dak beton / 6 Tips for concrete roof decking

astudioarchitect.com Atap dak beton makin populer karena atap ini merupakan variasi dari atap konvensional berupa atap pelana atau perisai. Atap datar dak beton juga kadang digunakan untuk keseluruhan atap bangunan rumah atau bangunan lainnya. Sebenarnya jenis atap ini agak rawan dengan bocor dan retak dan karenanya perlu dibuat dengan beberapa pertimbangan khusus yang kami bahas dalam artikel ini. Agar atap dak beton kita awet, dan sesuai dengan iklim tropis dengan panas dan hujan yang melimpah, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan karena sebenarnya jenis atap dak beton ini kurang sesuai untuk iklim tropis, karena dak beton adalah jenis atap yang langsung meneruskan panas matahari yang diterimanya dari bagian atas bangunan, yang terkena sinar matahari. Hujan pun juga bisa menimbulkan kebocoran sehingga perlu dilapis khusus.

Concrete roof decking is increasingly popular because it is a variation of a conventional roof gable. Concrete flat roofs are also sometimes used for the entire roof of the building houses or other buildings (in tropical climate region). Actually, this type of roof is often leaking and somewhat prone to cracking and therefore need to be made with some special considerations that we discuss in this article. In order to build durable concrete roof, and in accordance with the hot tropical climate and abundant rainfall, there are some aspects we need to pay attention because the actual concrete type of roof is less suitable for tropical climates, because concrete decking is transmitting heat it receives from the top of building, which is exposed to sunlight. Rainfall could also cause leaks that needs to be specially coated.

photo above: house design by Adi Purnomo

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1. Pertimbangkan dak beton sebagai atap hanya sebagai atap untuk bagian rumah yang tidak ditempati terlalu banyak.
Ruang yang tidak ditempati terlalu banyak misalnya seperti kamar mandi, teras, gudang, ruang cuci, dan sebagainya. Hal ini karena atap dak beton cenderung lebih mudah menghantarkan panas dari matahari yang mengenainya sehingga bagian bawah dak beton (tanpa plafon) biasanya terasa hangat dan memanaskan udara dibagian bawahnya. Ruangan yang memakai dak beton atau atap datar lainnya biasanya memerlukan pendinginan dari AC yang bisa menambah biaya operasional bangunan untuk listrik sehari-hari.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
2. Gunakan plafon dibawah dak beton.
Plafon bisa membantu mengisolasi udara dibawah dak beton sehingga lebih dingin di bagian bawahnya. Apabila memungkinkan, plafon bisa diberi lubang dengan prinsip aliran udara menyilang yang mengarah keluar sehingga terjadi pertukaran udara didalam plafon.
3. Selalu gunakan pelapis anti air di bagian atas dak beton.
Pelapis di bagian atas dak atau lazim disebut waterproofing atau aquaproofing merupakan lapisan yang tidak meneruskan air. Lapisan ini dibuat setelah dak beton diperiksa kebocorannya, atau apabila baru harus dilapis dahulu dengan lapisan plaster tipis dari semen untuk menutup retak rambut atau retak besar pada dak beton, baru kemudian dilapis dengan lapisan waterproof atau aquaproof yang mengandung bitumen (aspal). Lapisan anti air ini memerlukan pelapisan ulang setiap beberapa tahun sekali.
4. Apabila memungkinkan, buat taman kering atau taman basah.
Panas yang diterima dak bisa dikurangi secara significant dengan membuat taman kering atau taman basah. Taman kering bisa menggunakan taburan koral atau batu kerikil, tentunya setelah dak tersebut dilapisi dengan lapisan anti air. Hal ini juga berguna apabila Anda ingin membuat efek taman kering yang indah diatas atap, dengan menaburkan kerikil dan memberi pot-pot bunga yang banyak akan serasa seperti di taman, adalah alternatif untuk membuat taman atap yang lebih sulit pemeliharaannya. Adapun taman basah, membutuhkan pengerjaan yang cukup rumit, yaitu dengan membuat lapisan-lapisan taman diatas atap. 
5. Buat saluran pembuangan air yang baik.
Saluran pembuangan air yang baik bisa berarti saluran tersebut bisa membuang air yang jatuh ke atap dak dan atap disekitarnya dengan lancar, sehingga air tidak menggenang dan tidak jatuh dari sisi dak beton. Apabila air tidak lancar masuk ke saluran pembuangan, akibatnya air bisa jatuh disisi dak beton dan debu yang terbawa akan mengotori dak beton maupun dinding rumah, demikian juga dengan cipratannya. Sangat penting untuk membuat saluran pembuangan air yang cukup dan arah pembuangan yang tepat, yaitu meletakkan titik-titik pipa air pada dak beton dan membuat penahan air pada sisi luar dak beton untuk menahan air limpahan agar tidak jatuh ke sisi dak. Khusus untuk pembuatan saluran air, harus direncanakan dari awal untuk menentukan perletakan pipa-pipa air pembuangan, melalui proses perencanaan sanitasi dan pembuangan air.
6. Apabila tidak menggunakan plafon, sebaiknya atap dak cukup tinggi atau terlindung ruangan diatasnya, atau gunakan ventilasi silang. 
Ruangan seperti ruang dapur atau ruang makan bisa menggunakan atap dak beton tanpa plafon, biasanya untuk menghemat biaya pembuatan plafon. Ruang seperti ini apabila terekspos langsung oleh sinar matahari di bagian atasnya, bisa panas dan karenanya apabila memungkinkan bisa dibuat menjadi ruang yang semi terbuka, misalnya rancangan dapur menggunakan pintu-pintu geser yang bisa dibuka sehingga ada pergantian udara dengan luar bangunan. 


English version:

1. Consider concrete roof to be used for certain area only. 
Space or rooms that are not occupied too much, for example bathroom, terrace, storeroom, laundry room, etc. This is because the concrete roof tends to be more easily dissipate heat from the sun heat so that the bottom of the concrete (with no ceiling) usually becomes warm and heats the air underneath. The rooms below concrete decking or other flat roofs types require air conditioning that will increase everyday operating costs.

2. Use ceiling under concrete roof decking.
Ceiling could help isolate the hot air below concrete for a cooler temperature below it. Where possible, make holes that connects the air inside the ceiling with outside air using crossing airflow principle that leads out to air exchange inside the ceiling.

3. Always use waterproof coating on top of the concrete decking.
The layer commonly known as waterproofing or aquaproofing will prevent water to infiltrate the concrete decking. This layer can be made after the concrete is checked for possibilities of leaking, or if is new then it must be coated first with a thin layer of cement plaster to seal hairline cracks or large cracks on the concrete, and then coated with layers of waterproof or Aquaproof which contains bitumen (asphalt). This coating will require resurfacing every few years.

4. Whenever possible, you can add coral or pebbles to help lower the temperature above concrete decking.
Concrete decking received heat can be reduced significantly by using sprinkling of coral or pebbles, of course, after the decking is coated with waterproof coating. It is also useful if you want to create a beautiful effect of dry garden on the roof, with sprinkling of gravel and flower pots that many will feel like being in a garden, is an alternative to making soil roof garden that is more difficult to maintain.

5. Make good drainage.
Good drainage will easily flow water from rain falls, so that water does not stagnate on the concrete. If water is not running smoothly into sewers, water could damage the concrete decking and hand-borne dust will dirt the concrete sides and the walls. It’s important to create sufficient drainage and proper disposal direction, ie putting proper points of water pipes around the concrete decking and creating water retaining sides on the outside of concrete decking to hold the overflow of water. Especially for waterways pipes, should be planned from the beginning to determine the placement of water pipes, through the planning process of sanitation and drainage.

6. When not using ceiling, concrete roof should be high enough, or use cross ventilation.
Rooms such as the kitchen or dining room could use a concrete roof without ceiling, usually to save the cost of making the ceiling. Rooms with concrete roof decks, can be hot and therefore where possible could be made into a semi-open space, for example a kitchen design using sliding doors that can be opened for air exchanging.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Prinsip atap yang sejuk

astudioarchitect.com Atap adalah bagian bangunan yang salah satunya adalah menjadi penangkal untuk hawa panas yang menyengat. Terdapat beberapa prinsip yang bisa digunakan dalam merancang atap yang sejuk, selain yang sudah saya tuliskan melalui berbagai artikel di astudio. Untuk lebih memberikan informasi menyeluruh dan tepat guna, artikel ini saya harap bisa memberikan tips untuk prinsip atap yang sejuk.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1. Usahakan atap memayungi sebagian besar bangunan. Atap yang dimaksud disini adalah jenis atap miring yang biasanya dibuat secara konvensional menggunakan penutup atap genteng. Sebenarnya atap dak juga sudah lazim digunakan. Namun dari banyak proyek yang sudah saya tangani, atap dak beton terasa kurang dingin karena atap ini langsung meneruskan panas ke bagian bawahnya, apalagi apabila tanpa menggunakan plafon. Karena itu saya lebih menyarankan menggunakan atap konvensional atau atap miring baik dengan konstruksi kayu atau lainnya.

Dalam merencanakan bentuk atap, tentunya kita juga memperhatikan kesan bangunan yang ingin dicapai. Jenis arsitektur yang tropis akan memperhatikan dengan baik bahwa bangunan harus dapat menangani faktor alam berupa iklim yang tropis. Karena itu bentuk atapnya menyesuaikan dengan bentuk yang benar-benar sesuai. Gaya modern yang banyak diusung oleh perumahan dan ruko saat ini juga seringkali kurang memperhatikan masalah iklim dan penanganan yang tepat. Akibatnya adalah bagian dalam rumah menjadi lebih panas dan harus mengandalkan AC yang banyak.

2. Gunakan sudut kemiringan atap yang tinggi serta plafon yang tinggi
Kemiringan atap juga menentukan berapa volume ruang dibawah atap (diatas plafon) yang tercipta dari sebuah desain atap. Kemiringan diata 35derajat merupakan kemiringan yang baik, dan bila lebih dari itu biasanya akan menambah ruang dibawah atap, misalnya dengan kemiringan 45 bahkan 60derajat seperti rumah-rumah jaman kolonial Belanda. Dengan cara ini bagian dalam rumah akan menjadi lebih sejuk tanpa menggunakan AC.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
3. Adanya lubang dibawah atap bisa menurunkan suhu dibawah atap dan diatas plafon.

Ini adalah rahasia umum rumah-rumah lama, bahwa lubang pada plafon dibutuhkan agar udara panas didalam plafon bisa mengalir keluar, dan dengan demikian akan mendinginkan bagian dalam plafon sebelum panas sempat turun kebawah. Tentunya untuk plafon yang berlubang ini perlu ditutup misalnya dengan kasa nyamuk yang perlu dibersihkan secara berkala.

4 Aksen seperti atap dak bisa digunakan untuk sebagian kecil atap.
Saya paham bahwa desain yang berkembang saat ini kadang memberikan tuntutan yang lebih dari segi tampilan bangunan. Terlebih untuk gaya arsitektur modern murni, seringkali menggunakan atap dak. Namun pendapat pribadi saya sepertinya tetap pada atap miring adalah jenis atap terbaik untuk rumah karena adanya ruang dibawah atap dan juga kesesuaiannya untuk memayungi bangunan dari panas dan hujan. Dewasa ini karena atap dak makin populer, maka biasanya desain rumah memiliki sedikit aksen bagian yang memiliki atap dak beton. Biasanya dalam desain saya akan menggunakan sedikit atau sebagian atap dak beton sebagai aksen, dan akan bagus atau tidak terlalu terasa mengganggu rumah dari segi suhu panas bila dipakai untuk bagian tertentu misalnya carport, gudang, kamar mandi atau bagian lain yang tidak dihuni dalam jangka lama.

5. Gunakan kanopi untuk bagian tambahan seperti teras dan balkon.
Kanopi ibaratnya seperti topi, yang digunakan untuk bagian-bagian tertentu seperti teras, balkon atau dibagian atas jendela, biasanya terdapat kanopi baik itu kanopi dari bahan cor beton, besi dan polikarbonat, atau kanopi dengan bahan kayu dan genteng. Kanopi ini merupakan tambahan untuk memayungi bagian-bagian yang perlu atau bisa terekspos sinar matahari atau hujan, seperti teras, jendela dan pintu. Kanopi juga memberikan pembayangan pada area-area tersebut agar lebih dingin.

6. Tambahan naungan seperti pergola bisa membantu lebih sejuk.
Pergola atau naungan jenis lain bisa digunakan juga untuk menambah kesejukan dan mengurangi panas disekitar bangunan rumah. Pergola dan naungan akan memberikan pembayangan agar perkerasan (lantai yang disemen, dikeramik atau ditutup) bisa lebih dingin. Ini juga akan memberikan kontribusi yaitu udara akan lebih dingin.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah gaya ‘Mediterania dan Klasik’ kurang sesuai di Indonesia


astudioarchitect.com Dulu sekali, saya pernah menulis buku pada tahun 2006-2007, yang isinya tentang gaya arsitektur mediterania. Jenis gaya ini banyak dipakai di rumah-rumah mewah yang biasanya ada pembantu untuk membersihkannya, kalau tidak penghuninya biasanya kewalahan untuk urusan bersih-bersih. Pada waktu itu buku-buku tentang rumah tinggal dan majalah seperti Asri, Laras dan Idea masih banyak dihiasi oleh gaya arsitektur Mediterania dan klasik ini. Ini tidak mengherankan, dan saya menangkap pada waktu itu bahwa ini merupakan tren yang sepertinya patut untuk dibahas dalam buku. Hingga kini kita masih banyak menemukan rumah dengan gaya mediterania atau klasik yang kental. Belakangan dan setelah itu saya sadar bahwa gaya ini kurang pas di Indonesia. Tapi untungnya buku saya waktu itu lebih ke deskripsi gaya saja bukan mengantarkan saya jadi salah satu arsitek dengan style yang sudah ketinggalan jaman ini. Banyak klien bahkan sering yang mereferensikan gaya mediterania yang asli dari ‘sono’nya kepada saya via contoh-contoh foto ketika akan mendesain, semuanya saya tampung dan saya pikirkan lagi ketika akan mendesain, paling tidak kaidahnya terhadap hujan dan panas harus sesuai.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tidak ada yang salah dengan mendesain rumah dengan model mediterania dan klasik ini, sepanjang kita tahu konsekuensinya. Mediterania adalah kawasan di Timur Tengah dengan iklim yang tropis kering, sedangkan wilayah negeri kita adalah tropis basah. Perbedaannya adalah pada basah dan kering. Iklim kita yang basah cenderung berbeda dari iklim mediterania yang kering. Gaya atau style tersebut makin lama makin disadari bahwa kurang bisa menjadi gaya yang adaptif untuk lingkungan yang basah dan banyak hujan. Seringkali dan memang pernah saya mendesain bangunan dengan gaya klasik dan mediterania. Problem utamanya ada pada banyaknya ornamentasi yang digunakan.


Ornamentasi yang sangat banyak ini indah dipandang mata, namun menyediakan celah-celah untuk debu dan kotor yang diperparah oleh hujan. 

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ornamentasi tersebut seringkali berupa garis-garis dan bentuk kecil-kecil yang dibuat di tempat beton cetak atau gypsum, bahkan hingga dipinggir-pinggir jalan dan dipelosok desa kita sering menemukan orang berjualan ornamentasi untuk rumah mediterania atau klasik. Akibatnya ini menjadi budaya yang lazim orang membangun dengan gaya mediterania dan klasik itu, tanpa menyadari problem utamanya. Kalau istilahnya dalam bidang arsitektur; gaya ini sudah menjadi bagian dari arsitektur vernakular.

Problem utamanya tentunya karena faktor basah hujan yang sering dinegeri kita, ornamentasi itu tidak didesain untuk wilayah tropis basah. Seringkali kita mendapati lis profil luar bangunan yang cepat kotor karena air hujan yang menimbulkan bekas garis-garis pada lis profil ornamentasinya. Demikian pula ornamentasi yang punya ceruk-ceruk kecil berpotensi untuk menyimpan debu dan menjadi kotor.

Kita tidak bisa menampik problem suka kotor yang sering terjadi itu, dan karenanya mungkin saja, orang sudah makin tahu bahwa gaya ini meskipun ‘manis dan menarik hati’ serta sesuai bagi mereka yang memiliki kepribadian suka kemewahan, ini akan sesuai. Namun bagi orang modern yang hidup ‘streamline’ yang suka cepat dan praktis, ini suka kurang praktis. Barangkali saja, barangkali, gaya arsitektur ‘tropis modern’ yang sering diucapkan akhir-akhir ini, merupakan jawaban bagi gaya mediterania. 

‘Kecurigaan’ saya makin beralasan, karena gaya tropis biasanya diterjemahkan sebagai gaya rumah dengan unsur batu tempel yang banyak. Batu tempel tidak terlalu minta dibersihkan dan bisa menyamarkan kesan kotor, bagi jenis-jenis batu tertentu. Kesan yang memang bertekstur dan kasar ini bisa mengurangi kebutuhan untuk bersih-bersih yang terlalu banyak. Meskipun bukan berarti gaya ini tanpa masalah juga. Masalah dari gaya tropis modern adalah biasanya materialnya lebih boros dan mahal, karena batu musti disusun, dibaguskan, ditata sedemikian. Biaya menata batu di dinding yang cukup mahal bisa berharga ratusan juta per meternya. Dengan tidak terlalu banyaknya bagian lipatan dinding licin seperti gaya arsitektur mediterania dan klasik, gaya ini cenderung campin digunakan.

Ini lho, asal dari arsitektur Mediterania itu, memang megah dan indah. Tapi kurang sesuai dengan kepribadian dan juga iklim kita. 

Pendeknya melalui artikel singkat ini saya ingin mengajak pembaca budiman untuk menyadari efek samping dari keindahan arsitektural ini, memang sudah lama gaya ini berlalu dan tidak banyak lagi orang menggunakannya. Saya cuma menulis ini sebagai semacam warning saja; pengetahuan yang mungkin berguna.

Salam,

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tips hemat listrik di rumah tinggal / Electricity efficient house

Apakah rumah bisa didesain dengan pendekatan hemat listrik? Listrik adalah energi yang terbarukan (dapat dibuat lagi berulang kali) yang berasal dari pengolahan sumber energi lain sebagai pemicunya. Dewasa ini, suplai listrik ke rumah-rumah penduduk semakin berkurang, diakibatkan oleh makin menipisnya sumber energi yang dipakai untuk memproduksi listrik, yaitu energi kinetik air, minyak bumi dan sumber lainnya seperti batubara dan panas bumi. Hal ini mengakibatkan harga listrik juga semakin mahal dan menipis. Masih ingat himbauan pemerintah untuk mematikan alat-alat listrik yang tidak diperlukan selama jam-jam tertentu di malam hari?


Ruangan tempat hidup sehari-hari kita, sebaiknya direncanakan agar sehat, sekaligus hemat energi

A house can be designed with energy saving approach. Electricity is energy derived from the processing of other energy sources as a trigger. Today, the supply of electricity for home use is getting lower, due to the increasing depletion of energy sources used to produce electricity, the kinetic energy of water, petroleum and other sources such as coal and geothermal. This resulted in electricity prices are also more expensive and become more scarce  


Pada rancangan rumah, bila masalah energi ini diperhatikan, akan dapat menghemat dana untuk membeli listrik. Sekarang ini, sudah saatnya masing-masing pemilik rumah untuk memperhatikan hal ini, dari awal sewaktu mendesain sebuah rumah. Istilah yang cukup populer saat ini adalah ‘rumah hemat energi’, yang sebenarnya tren-nya sudah ada dimulai dari berbagai negara yang berkembang lebih maju dari negara kita, diakibatkan oleh krisis energi dan makin mahalnya harga listrik.

Rumah hemat energi dapat diterapkan melalui rancangan rumah tinggal. Penghematan ini tidak hanya berarti penghematan dalam pemakaian alat-alat listrik saja, namun juga penghematan dari sisi yang dapat ‘terbantu’ oleh desain. Sebagai contoh; pada siang hari tidak memakai listrik sama sekali untuk pencahayaan buatan yaitu lampu-lampu dalam rumah. Siang hari kita juga tidak perlu menggunakan AC untuk mendinginkan udara, karena rumah kita cukup sejuk dan dingin tanpa AC.

When designing a house, we should make sure energy issues are addressed, it will be useful to design a less energy house and save money to buy power. Now it is time for each homeowner to pay attention to this, from the start when designing a house. The term which is popular at the moment is ‘energy efficient homes’, which is actually an emerging trend started from many different countries, due to the energy crisis and the increasingly high price of electricity.

Energy efficient homes can be applied through houses sesign. These savings are not only significant savings in using of appliances, but also in terms of savings that can be ‘helped’ by design. For example: in the daytime an energy efficient room does not use electricity at all for artificial lighting. During the day we also do not need to use air conditioning to cool the air, because our house is quite cool and cool without air conditioning (in tropical country).

.
Penerangan buatan (lampu-lampu)
Penerangan dibutuhkan agar mata kita merasa nyaman bila melihat dan beraktivitas. Tingkat kenyamanan ini sebenarnya relatif bagi setiap orang. Ada orang yang merasa nyaman dengan penerangan yang relatif sedikit (gelap) dan ada pula yang merasa nyaman bila ruangannya terang benderang dengan cahaya. Bila dirasa kurang terang, kebanyakan solusi yang dipakai adalah menambah pencahayaan buatan dengan memasang lampu-lampu. Penerangan buatan ini tidak diperlukan bila pencahayaan alami pada siang hari dirasa sudah cukup.


Ruangan dengan warna putih atau warna terang lainnya, dapat menjadi lebih terang karena pantulan cahaya dari tembok ruang tersebut. Lain dengan warna tembok gelap yang menyerap cahaya.

Bila kita bisa memaksimalkan penggunaan cahaya alami dari matahari pada pagi hingga sore hari, mengapa kita harus menggunakan pencahayaan buatan? Maka penghematan yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah memaksimalkan penggunaan cahaya matahari alami untuk menerangi ruangan pada pagi hingga sore hari tanpa bantuan cahaya buatan.

Cara untuk melakukan itu adalah melalui perencanaan perletakan ruang-ruang yang baik, sekaligus dapat menjadi penyedia alternatif dari cahaya yang diperlukan agar kegiatan dalam rumah menjadi nyaman. Tingkat kenyamanan itu tentu saja relatif dan hanya penghuni sebenarnya yang dapat mengukur tingkat kenyamanan dari banyaknya cahaya yang masuk dalam rumah. Para perancang atau arsitek dalam hal ini mengambil asumsi terbaik untuk memperkirakan seberapa banyak cahaya matahari dapat masuk dalam rumah, baik secara langsung maupun dipantulkan.

Lighting is needed in order to feel comfortable when we see and move. This comfort level is relative to each person. There are people who are comfortable with relatively little light (dark) and some are comfortable if his room ablaze with light. If it is less bright, mostly used solution is to add artificial lighting by installing lights. Artificial lighting is not necessary when there is enough natural lighting during the day. If we can maximize the use of natural light from the sun in the morning until late afternoon, why do we need to use artificial lighting? So the savings that can be done in this case is to maximize the use of natural light to illuminate the room in the morning to evening without the aid of artificial light.

The way to do that is through the planning process of designing space, and many ways can be alternative provider of light required for the activities in the house to be comfortable. The comfort level is of course relative, and the occupants can actually measure the level of comfort of the amount of light entering the house. The designer or architect in this case took the best assumptions to estimate how much sunlight can enter the house, either directly or reflected.

Arsitek memiliki berbagai acuan untuk menentukan banyaknya cahaya yang sebaiknya masuk dalam rumah, antara lain;

Arsitek juga sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup agar cahaya matahari yang masuk dapat maksimal mendukung kegiatan dalam rumah tinggal. Dalam hal ini arsitek dapat memperkirakannya melalui pengalaman. Selain itu ilmu spesifik yang dapat membantu memperkirakan banyaknya cahaya dalam ruangan juga ada dalam ilmu arsitektur, yang hasilnya dapat menjadi sebuah acuan dalam rancangan rumah, yang menentukan berapa banyak lampu yang dibutuhkan, jendela yang dibutuhkan, dan berapa lumens (satuan ukur intensitas cahaya) sebaiknya hadir dalam sebuah ruangan.

Perlu diperhatikan pula besarnya cahaya yang masuk dari sinar matahari dari luar, dapat mengakibatkan suasana ruang yang lebih panas, yang akibatnya juga pada penggunaan AC maupun penghawaan alami. Bila rumah kita menggunakan AC, suasana panas akibat terlalu banyak cahaya matahari masuk juga mengakibatkan beban pendingin udara makin besar, sehingga beban listrik dan biayanya juga membengkak.

Tips untuk menghemat listrik penerangan antara lain:

  • Gunakan lampu hemat listrik daripada lampu pijar
  • Matikan lampu saat meninggalkan ruangan atau tidak memakai ruangan.
  • Buatlah perencanaan titik-titik ampu yang efisien; yaitu dengan tidak menggunakan saklar yang menghidupkan beberapa lampu sekaligus, karena bila kita ingin menghidupkan salah satu lampu, semua lampu jadi menyala.
  • Letakkan lampu ditempat yang cukup rendah dan dapat melayani lebih banyak ruang.
  • Letakkan saklar ditempat yang mudah dihidup-matikan, misalnya didekat pintu, agar memudahkan kita mematikan lampu saat hendak meninggalkan ruangan. 
Architects have a variety of reference to determine the amount of light that should be included in the home, among others;

Architects should also have enough knowledge that sunlight should enter a maximum value to light and support activities inside residence. In this case, the architect can estimate through experience. Besides specific knowledge that can help estimate the amount of light in the room is also in the science of architecture, the result can be a reference in the design of the house, which determines how much light is needed, the window needed, and how many lumens (unit of measurement of light intensity) should present in a room.

Note also the amount of light coming from the sun from the outside, can result in a hotter room atmosphere, which consequently also on the use of air conditioning and natural air flow. When we use the air conditioning, the heat from too much sunlight may as well cause higher air temperature, making the use of higher energy (in tropical countries).

Tips to save electricity, among others:
  • Use power-saving lamps instead of incandescent bulbs
  • Turn off lights when leaving the room when we do not use the room.
  • Make plans of lighting points efficiently, ie by not using switches that turn on all lights at once.
  • Put in place a fairly low light fixtures so that it can light more space.
  • Put in place simple on and off switches, for example, near the door, so that allows us to turn off the lights when leaving the room.

Air Conditioner (AC) pendingin udara
Sama dengan pencahayaan, tingkat suhu dan kelembaban udara juga relatif bagi setiap orang. Tingkat suhu yang nyaman bagi tubuh manusia adalah sekitar 27 derajat Celcius. Pada tingkat suhu nyaman ini, tubuh dapat bermetabolisme dengan normal. Bila suasana terlalu dingin atau terlalu panas, tubuh kita akan memberikan reaksi. Bila terlalu dingin kita menggigil, pembuluh darah menyempit. Bila terlalu panas, tubuh berusaha mengeluarkan panas tersebut melalui kulit, nafas dan sebagainya.

AC dibutuhkan untuk membantu mencapai suhu ruangan yang cukup nyaman bagi kita. Di negara kita, terutama di kota-kota besar yang semakin panas, keberadaan AC adalah untuk mendinginkan udara. Sementara itu di negeri yang dingin atau memiliki 4 musin, AC yang dibutuhkan adalah yang dapat menaikkan suhu udara (pemanas).

AC mengambil bagian yang cukup banyak dari penggunaan energi listrik. Penggunaan AC dapat menjadi kurang efektif bila terjadi kebocoran udara sehingga AC bekerja lebih berat dan mengkonsumsi listrik lebih besar. Cara yang patut diperhitungkan untuk mengurangi pemakaian AC bahkan menghilangkah kebutuhan akan AC adalah dengan menggunakan penghawaan alami. Yang dimaksud penghawaan alami adalah suatu cara mengalirkan udara yang segar sehingga membantu mendinginkan udara. Bila kita menggunakan AC, sedapat mungkin udara didalam ruangan tersekat dengan baik.

Dalam kasus menggunakan kipas angin, misalnya. Kipas angin mengalirkan udara lebih cepat sehingga molekul-molekul udara bersentuhan dengan kulit dan membantu mengeluarkan panas dari dalam tubuh. Meskipun demikian, suhu udara sebenarnya masih tetap sama, sehingga aliran udara adalah sebab kita merasa lebih sejuk. Menggunakan AC berarti juga mendinginkan udara sehingga udara bisa turun suhunya, tanpa pergerakan udara pun, suasana sudah tidak terasa ‘gerah’.

Tanaman dapat membantu menurunkan suhu udara disekitar rumah, karena keberadaannya menyerap sinar ultraviolet, menyaring udara lewat proses fotosintesis. Tidak heran bila rumah yang dikelilingi tanaman terasa lebih sejuk, terlebih bila ruangan itu memiliki langit-langit yang tinggi. Tanaman sangat dianjurkan untuk memberikan sumber kesehatan alami pada bangunan rumah, termasuk udara alami yang dingin dan sejuk.

Tips tentang pendinginan udara:

  • Bila menggunakan AC, usahakan agar udara AC tidak keluar ruangan. Bersihkan AC secara berkala, atau memanggil tukang servis/pembersih AC
  • Dalam rumah tinggal, ruang-ruang yang cukup dingin tidak perlu diberi AC, mungkin ruangan seperti ruang tidur perlu diberi AC, hanya jika dirasa dibutuhkan. 
  • Gunakan plafon yang tinggi agar udara didalam ruangan lebih sejuk. Tetap gunakan plafon untuk atap dengan genteng, karena ruang diatas plafon dan dibawah genteng akan menghambat panas masuk dari permukaan genteng.
  • Bila tidak menggunakan AC, gunakan jendela-jendela yang dapat dibuka-tutup, dengan harapan kita dapat mengatur banyaknya hawa alami yang masuk. 
  • Tanamlah banyak-banyak tanaman dan peneduh disekitar rumah. Gunakan area taman atau tanah yang tidak digunakan untuk bangunan dengan semaksimal mungkin.
Same with lighting, temperature and humidity levels are also relative to each person. A comfortable temperature level for the human body is around 27 degrees Celsius. In this comfortable temperature level, the body can metabolize normally. If the atmosphere is too cold or too hot, your body will react. If it is too cold we shiver, blood vessels constrict. If too hot, the body tries to give off heat through the skin, breathing and so on.

AC is needed to help achieve the room temperature comfortable enough for us. In Indonesia, especially big cities are getting hotter, the presence of air conditioning is to cool the air. Meanwhile, in 4 seasons country, air conditioning is required to raise the temperature of the air (heating).

AC takes a fair amount of electrical energy use. The use of air conditioning may be less effective if there is air leak that makes AC work harder and consume more electricity. To reduce the use of air conditioning and even eliminate the need for air conditioning is by using natural air conditioning. The aim of natural air conditioning is a way of flowing of fresh air to help cool the air. When we use artificial air conditioning, indoor air wherever possible should be well insulated.

In the case of using a fan, for example. The fan air flow faster so the air molecules in contact with the skin and helps remove heat from the body. Nevertheless, the actual air temperature remains the same, so the air flow is cause cause the skin to feel cooler. 

Plants can help reduce the temperature of the air around a house, because their existence absorbs ultraviolet light, filter the air through the process of photosynthesis. Not surprisingly, a house feels cooler surrounded by plants, especially if the room has a high ceiling. Plants are strongly encouraged to provide a source of natural health in residential buildings, including the natural air and cool.

Peralatan memasak dan makanan; Rice cooker/warmer, lemari es, dan sebagainya
Rice warmer dan kulkas menyala sepanjang hari? Tentu saja banyak mengkonsumsi energi listrik bukan? Hal ini memang dalam kehidupan modern susah untuk dihindari; ada beberapa peralatan listrik yang tidak dapat dihindari, harus dinyalakan sepanjang hari. Untuk lemari es, usahakan agar pintu lemari es selalu tertutup rapat dan tidak ada kebocoran, serta hindari memasukkan makanan panas kedalamnya karena akan memacunya bekerja lebih keras dan mengkonsumsi lebih banyak listrik.

Dalam hal ini, komputer memegang peranan dalam bekerja, belajar dan mendapatkan hiburan dalam rumah. Televisi juga memegang peranan dalam memberikan hiburan. Daya listrik yang dibutuhkan untuk kedua jenis alat ini cukup besar, sehingga disarankan bila tidak digunakan maka sebaiknya dimatikan saja. 

Do you have Rice warmer and refrigerator on all day? Certainly it will consume lots of electricity. It is indeed in modern life difficult to avoid, there is some electrical equipment that can not be avoided, it should be turned on all day. For refrigerator, keep the refrigerator door closed and there are no leaks, and avoid putting hot food into it because it will be spurred to work harder and consume more electricity. 

Computers play a role in nowadays work, study and entertainment in a home. Television also plays a role in providing entertainment. Electric power is required for both types of devices in a large amount, so it is recommended when not in use then it should be turned off.

***

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Contoh atap awning polycarbonate untuk area jemur dak atas

astudioarchitect.com Foto-foto ini merupakan contoh desain tempat jemur diatas dak yang rapi dan terlindung dari hujan. Sebagaimana diketahui disetiap rumah biasanya terdapat area cuci jemur, dan sudah menjadi rahasia umum bahwa hujan seringkali menjadi kendala utama saat menjemur, sehingga diperlukan cara agar cucian tidak terkena hujan.

Contoh ini merupakan area jemur pakaian diatas dak beton dengan awning polycarbonate gelombang yang sering disebut ‘twinlight’ (merupakan merk produk tertentu). 
Area jemur bisa menggunakan keramik ataupun tanpa keramik, karena tidak sering digunakan maka biasanya tidak dikeramik, namun pada contoh ini kami membuatkan area jemur dengan keramik berselang-seling yang cukup menarik. Area ini juga dilindungi dengan teralis, selain diatapi dengan polycarbonate. 
Atap polycarbonate harus ditopang oleh frame besi hollow, dalam contoh ini dipadukan dengan besi batangan berdiameter kecil untuk kekuatannya. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.