Category Archives: green architecture

Tanaman indoor sebagai dekorasi dan furniture

astudioarchitect.com Tanaman indoor maupun pohon indoor bisa memberikan sentuhan yang lebih baik pada sebuah ruangan, karena memberikan nafas kehidupan dan kesegaran yang bisa membuat ruangan semakin nyaman. Beberapa jenis tanaman indoor sesuai untuk ruangan dan yang lainnya tidak. Tanaman yang bisa dipilih untuk mendekorasi ruangan tentunya ditentukan oleh tingkat cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan. Ada ruangan yang bisa diberi tanaman indoor namun ada juga yang sebaiknya tidak. Terlepas dari itu semua adanya tanaman sebagai dekorasi bisa memberikan sentuhan alami yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Tanaman sebagai furniture

Proporsi dan skala memainkan peranan penting ketika memilih tanaman untuk sebuah ruangan khusus. Yang dimaksud proporsi dan skala di sini adalah besar atau ukuran tanaman yang bisa diletakkan di dalam sebuah ruangan. Untuk sebuah ruangan yang terbatas, tanaman yang terlalu besar membuatnya terlihat sempit. Namun tanaman yang terlalu kecil untuk sebuah ruangan luas juga membuatnya tampak seperti hilang di tengah-tengah yang lainnya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Jenis tanaman seperti Palem bisa digunakan sebagai pemisah ruangan misalnya di antara ruang tamu dan ruang keluarga atau ruang lainnya. Palem juga bisa digunakan sebagai pemanis pojok ruangan. Kadang-kadang kita bisa bermain dengan perletakan tanaman untuk memperhalus kesan pintu atau lemari yang terlalu besar. Tanaman seperti Palem juga bisa digunakan untuk menyembunyikan bagian-bagian tertentu seperti pojok Ruang Baca yang sekaligus memberikan keindahan saat menggunakannya.

Letakkan tanaman di dalam pot yang bagus sesuai selera anda dan sesuai dengan gaya arsitektur interior yang dipakai. Pot dari kayu merupakan pilihan yang baik yang sesuai untuk semua jenis gaya interior tergantung dari apakah ada dekorasinya atau tidak. Pot kayu biasanya memiliki pelapis di dalamnya sehingga air tidak merusak lapisan kayu. Pilihan lainnya misalnya kota-kota atau pot dari bahan metal bisa digunakan asalkan disesuaikan dengan kondisi ruangan.

Apabila anda tidak ingin menempatkan tanaman di dalam ruangan, gunakan saja tanaman di dalam taman kering yang dibatasi oleh kaca. Tentunya hal ini perlu untuk dikonsultasikan dengan desainer interior anda.

Tanaman yang besar biasanya terlihat bagus saat malam hari terutama apabila diberikan pencahayaan lampu dari bawah sehingga cahayanya bisa terlihat disela-sela daun-daun dan memberikan efek yang lumayan bagus pada plafon. Selain itu lampu downlight atau lampu sorot kebawah juga bisa digunakan untuk membuat tanaman tampak semakin terlihat. Trik ini banyak digunakan di rumah-rumah villa atau di restoran-restoran untuk memperindah suasana.
Mengatur tanaman sebagai dekorasi

Tanaman indoor bisa di hadirkan sebagai tanaman yang sendirian atau sebagai kumpulan tanaman. Tanaman yang dihadirkan sendirian biasanya merupakan sebuah maskot, karena tanaman seperti ini bisa saja menjadi sebuah pusat perhatian di dalam interior. Gunakan jenis tanaman yang menurut anda paling indah dan bisa hidup di dalam ruangan.

Tanaman juga bisa diatur dalam group sehingga tampak seperti karangan tanaman untuk menggantikan karangan bunga. Tanaman yang kecil-kecil bisa diatur di atas kabinet meja atau pinggiran jendela. Sedangkan pada ruangan yang besar Jenis tanaman dari varian yang sama akan tampil lebih baik bila digabungkan. Tanaman yang terlihat cultural atau menarik seperti dracaenas akan terlihat paling menarik bila digabungkan di dalam grup dengan dua atau tiga tanaman. Tanaman yang berbunga bisa memberikan kesegaran atau keindahan yang tiba-tiba dimana warna bunganya bisa disesuaikan dengan lantai atau elemen lain di dalam ruangan.

Adalah penting untuk pertama-tama mencari tahu kira-kira Tanaman apa yang paling sesuai untuk digunakan di dalam ruangan anda. Yang lebih baik juga menentukan tanaman yang tidak banyak mengeluarkan karbondioksida pada malam hari.  banyak tanaman jenis indoor sangat tahan untuk diletakkan di dalam ruangan kira-kira 2 sampai 3 hari Namun perlu untuk dikeluarkan sekali-sekali selama beberapa jam. Hal ini menyebabkan tanaman indoor biasanya diletakkan dalam pot pot dan tidak secara permanen.

Menurut daunbuah.com, disebutkan contoh contoh tanaman yang bisa dipakai sebagai tanaman indoor.

Aglaonema

Dieffenbachia

Anthurium

Daun Suji

Calathea

Palem kuning / Areca

Spider plant

Gerbera Daisy


Dragon tree

Monstera


Krisan


Bunga azalea


Palem bambu

Anggrek


Palem Zamia


Lili Paris


Pakis gunung


Schefflera


Philodendrons


Peace Lily


Pakis Boston

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Beragam cara meminimalkan biaya operasional rumah tangga

astudioarchitect.com Biaya operasional dalam rumah tangga kadangkala menyedot cukup banyak porsi keuangan yang bisa bikin pusing, misalnya listrik maupun air yang boros. Bila didesain dan direncanakan dari awal, rumah tinggal juga bisa menjadi rumah yang tidak boros biaya operasional. Bagaimana caranya? Mari kita simak dalam artikel berikut ini.

Photo by Fitz Gerard Villafuerte on Flickr, creative commons lisence

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1
Beralihlah ke AC hemat energi

banyak produsen yang mengeluarkan jenis AC yang hemat energi yang memerlukan watt lebih kecil daripada jenis AC biasa. Gunakan jenis AC dengan kapasitas yang sesuai untuk luas ruangan anda, jangan sampai AC tersebut memiliki kapasitas yang lebih besar daripada volume ruang yang ada sehingga bisa memboroskan listrik. Memilih AC converter akan mengurangi beban pendinginan, karena bila udara sudah cukup maka AC kan menyesuaikan kerja mesin. Demikian juga terdapat produk AC yang menyala pada saat ada orang di dalam sebuah ruangan, serta bisa juga menggunakan timer (yang menyalakan dan mematikan AC secara otomatis), sehingga hanya beroperasi pada waktu waktu tertentu saja. Terakhir adalah bersihkan penyaring pada AC tersebut sehingga mesinnya dapat bekerja lebih baik

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
2
Daripada menggunakan pemanas air listrik, pertimbangkan untuk menggunakan pemanas air tenaga surya.

Apabila menggunakan pemanas air tenaga surya maka biaya untuk memanaskan air bisa dipotong atau hanya digunakan sebagian kecil saja. Hal ini karena pemanas air memerlukan sedikit sekali energi listrik atau bahkan tidak memerlukan sama sekali saat cuaca mendukung. Produk tertentu memiliki kombinasi antara AC dan waterheater dimana water heater memanfaatkan temperatur dari kompresor AC yang panas untuk menghangatkan air

3
Menggunakan tandon air untuk menyimpan air sebagai cadangan sehingga tidak menggunakan pompa air untuk memompa air keluar dari pipa ledeng.

Hal ini Mengingat bahwa banyak rumah tangga masih menggunakan pompa air secara langsung untuk menyedot air dari pipa ledeng PDAM atau sumur sehingga memboroskan listrik. Demikian juga untuk menghemat listrik, apabila tandon sudah penuh sebaiknya ada pelampung atau kontrol otomatis yang mematikan listrik mesin penyedot air pada saat tangki tandon sudah penuh.

4
Gunakan lampu hemat energi untuk lebih menghemat listrik. Anda bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang lampu yang lebih hemat energi di sini

5
Gunakan kloset yang hemat air.
Lain dengan jaman dahulu dimana kloset duduk biasanya hanya memiliki satu macam tombol air, pada saat ini closet biasanya memiliki dua macam tombol yaitu tombol kecil untuk aliran air sedikit dan tombol besar untuk aliran air banyak. Yang perlu dilakukan tentunya adalah meminta anggota keluarga untuk menggunakan tombol yang kecil pada saat buang air kecil. Sekarang ini juga banyak dijual kloset yang hemat air sehingga Debit air yang masuk pada saat menggelontorkan air dapat lebih efisien.

6
gunakan kran otomatis
pada saat ini sudah dijual keran dengan sensor otomatis yang bisa mendeteksi pada saat tangan mendekati keran tersebut, maka keran akan mengeluarkan air. Pada saat ini keran otomatis dengan sensor ini sangat sesuai untuk semacam rumah makan atau restoran yang padat pengunjung.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

N1uwvH45jhHuGXQCZkba

10 Bangunan berbahan bambu paling menarik

astudioarchitect.com Bambu, adalah material yang murah dan mudah didapatkan dinegeri kita, meskipun demikian bambu kurang diminati sebagai material bangunan karena kesannya yang murah dan merupakan material bangunan yang tidak tahan lama. Namun apa yang dilakukan oleh para arsitek ternama ini barangkali bisa menjadi referensi bangunan bambu paling menarik saat ini, versi Dezeen.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1 Courtyard Teahouse

Bangunan bambu ini memberikan kesan seolah bambu adalah material yang tidak kalah bergengsi dengan material lainnya seperti beton atau baja. Karya ini merupakan rumah teh terapung di Yangzhou, oleh arsitek HWCD Associates. Permainan garis horizontal dan vertikal oleh susunan bambu membentuk perspektif yang halusinatif karena membentuk dinding-dinding yang seakan transparan.

2 Kontum Indochine Cafe

Bangunan bambu ini didesain oleh Vo Throng Nghia dari Vietnam, merupakan bangunan restoran dengan bentuk kolom bambu yang membentuk payung, makin besar dari bawah keatas. Bentuk ini terinspirasi dari bentuk keranjang memancing tradisional yang digunakan di Vietnam.

3 Low Cost House

Vo Throng Nghia mendesain rumah dengan konstruksi besi untuk strukturnya, serta menggunakan bambu dan polycarbonate untuk menutupi dinding dan atapnya. Material tersebut sepertinya berpadu dengan manis menghasilkan rumah murah untuk kelas ekonomi bawah di Vietnam, karena kondisi perumahan di Vietnam yang cukup serius untuk dipikirkan. Rumah bambu ini menjadi rumah yang modular, murah dan mudah untuk dirakit. 


4 Salon di Bangkok

Terinspirasi dari bentukan batu didalam gua, arsitek Nattapon Klinsuwan mendesain interior dengan bahan bambu yang terlihat seperti stalagtit dan stalagmit gua. Bambu yang seakan menjulur kebawah dari langit-langit juga menjadi partisi untuk ruang-ruang dalam area salon ini.

5 Wind and Water Bar

Bambu dilengkungkan untuk membentuk struktur yang menyerupai dome, dengan bambu yang melengkung didalam untuk membentuk strukturnya. Arsitek Vo Throng Nghia mendesain bangunan kafe dan ruang pertemuan ini. Vo Throng Nghia beranggapan bahwa bambu akan menjadi material pengganti baja di abad 21 ini.

6 Blooming Bamboo Home

Arsitek dari Vietnam yaitu studio H&P Architects juga tidak kalah, mendesain bangunan rumah yang tahan banjir hingga 3 meter. Bilah bambu digunakan untuk semua bagian bangunan mulai dari struktur, atap, dinding hingga lantainya. Dimaksudkan sebagai bangunan untuk kondisi bencana, bangunan ini diharapkan dapat berkontribusi menjadi rumah pengungsi saat dibutuhkan.

7 Konstruksi Bambu untuk Haiti

Meskipun masih berupa konsep, desain John Naylor ini memenangkan sayembara Foster + Partners Prize dengan bangunan bambu untuk Haiti, yang berjuang untuk memulihkan diri pasca gempa bumi tahun 2010.

8 Instalasi Bambu Kengo Kuma

Instalasi bambu ini cukup menarik, dari arsitek Kengo Kuma dari Jepang, mengetengahkan lengkungan-lengkungan bambu yang memperlihatkan fleksibilitas dan juga kekuatannya. Terlihat pada foto bahwa material bambu kuat untuk dipakai sebagai lantai berpijak.

9 Bioskop bambu West Kowloon

Bangunan ini besar, namun murah berkat material bambu yang mudah didapatkan, merupakan sebuah bioskop tradisional yang banyak dibangun sejak 1950 (seperti layar tancap di Indonesia). Berdiri di distrik kultural West Kowloon di Hongkong, bioskop non permanen ini menyajikan banyak film untuk menyambut tahun baru 2013 lalu, didesain oleh William Lim.

10 Rumah di Filipina

Rumah ini dibungkus oleh cladding bambu diseluruh bagiannya, yang membungkus bagian dalam dimana terdapat courtyard. Arsiteknya yaitu Atelier Sacha Cotture mendesain rumah bambu ini dengan struktur beton bertulang dan bambu serta kaca, dengan alasan material bambu cukup murah dan dapat ditanam dengan mudah. Bambu juga menjadi material yang menjadi karakter orang asia dan material yang sangat berguna dari akar hingga daunnya.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Prinsip atap yang sejuk

astudioarchitect.com Atap adalah bagian bangunan yang salah satunya adalah menjadi penangkal untuk hawa panas yang menyengat. Terdapat beberapa prinsip yang bisa digunakan dalam merancang atap yang sejuk, selain yang sudah saya tuliskan melalui berbagai artikel di astudio. Untuk lebih memberikan informasi menyeluruh dan tepat guna, artikel ini saya harap bisa memberikan tips untuk prinsip atap yang sejuk.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1. Usahakan atap memayungi sebagian besar bangunan. Atap yang dimaksud disini adalah jenis atap miring yang biasanya dibuat secara konvensional menggunakan penutup atap genteng. Sebenarnya atap dak juga sudah lazim digunakan. Namun dari banyak proyek yang sudah saya tangani, atap dak beton terasa kurang dingin karena atap ini langsung meneruskan panas ke bagian bawahnya, apalagi apabila tanpa menggunakan plafon. Karena itu saya lebih menyarankan menggunakan atap konvensional atau atap miring baik dengan konstruksi kayu atau lainnya.

Dalam merencanakan bentuk atap, tentunya kita juga memperhatikan kesan bangunan yang ingin dicapai. Jenis arsitektur yang tropis akan memperhatikan dengan baik bahwa bangunan harus dapat menangani faktor alam berupa iklim yang tropis. Karena itu bentuk atapnya menyesuaikan dengan bentuk yang benar-benar sesuai. Gaya modern yang banyak diusung oleh perumahan dan ruko saat ini juga seringkali kurang memperhatikan masalah iklim dan penanganan yang tepat. Akibatnya adalah bagian dalam rumah menjadi lebih panas dan harus mengandalkan AC yang banyak.

2. Gunakan sudut kemiringan atap yang tinggi serta plafon yang tinggi
Kemiringan atap juga menentukan berapa volume ruang dibawah atap (diatas plafon) yang tercipta dari sebuah desain atap. Kemiringan diata 35derajat merupakan kemiringan yang baik, dan bila lebih dari itu biasanya akan menambah ruang dibawah atap, misalnya dengan kemiringan 45 bahkan 60derajat seperti rumah-rumah jaman kolonial Belanda. Dengan cara ini bagian dalam rumah akan menjadi lebih sejuk tanpa menggunakan AC.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
3. Adanya lubang dibawah atap bisa menurunkan suhu dibawah atap dan diatas plafon.

Ini adalah rahasia umum rumah-rumah lama, bahwa lubang pada plafon dibutuhkan agar udara panas didalam plafon bisa mengalir keluar, dan dengan demikian akan mendinginkan bagian dalam plafon sebelum panas sempat turun kebawah. Tentunya untuk plafon yang berlubang ini perlu ditutup misalnya dengan kasa nyamuk yang perlu dibersihkan secara berkala.

4 Aksen seperti atap dak bisa digunakan untuk sebagian kecil atap.
Saya paham bahwa desain yang berkembang saat ini kadang memberikan tuntutan yang lebih dari segi tampilan bangunan. Terlebih untuk gaya arsitektur modern murni, seringkali menggunakan atap dak. Namun pendapat pribadi saya sepertinya tetap pada atap miring adalah jenis atap terbaik untuk rumah karena adanya ruang dibawah atap dan juga kesesuaiannya untuk memayungi bangunan dari panas dan hujan. Dewasa ini karena atap dak makin populer, maka biasanya desain rumah memiliki sedikit aksen bagian yang memiliki atap dak beton. Biasanya dalam desain saya akan menggunakan sedikit atau sebagian atap dak beton sebagai aksen, dan akan bagus atau tidak terlalu terasa mengganggu rumah dari segi suhu panas bila dipakai untuk bagian tertentu misalnya carport, gudang, kamar mandi atau bagian lain yang tidak dihuni dalam jangka lama.

5. Gunakan kanopi untuk bagian tambahan seperti teras dan balkon.
Kanopi ibaratnya seperti topi, yang digunakan untuk bagian-bagian tertentu seperti teras, balkon atau dibagian atas jendela, biasanya terdapat kanopi baik itu kanopi dari bahan cor beton, besi dan polikarbonat, atau kanopi dengan bahan kayu dan genteng. Kanopi ini merupakan tambahan untuk memayungi bagian-bagian yang perlu atau bisa terekspos sinar matahari atau hujan, seperti teras, jendela dan pintu. Kanopi juga memberikan pembayangan pada area-area tersebut agar lebih dingin.

6. Tambahan naungan seperti pergola bisa membantu lebih sejuk.
Pergola atau naungan jenis lain bisa digunakan juga untuk menambah kesejukan dan mengurangi panas disekitar bangunan rumah. Pergola dan naungan akan memberikan pembayangan agar perkerasan (lantai yang disemen, dikeramik atau ditutup) bisa lebih dingin. Ini juga akan memberikan kontribusi yaitu udara akan lebih dingin.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2014 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[Video] Lombok International Bamboo Architecture Festival 2013

astudioarchitect.com Sebuah video yang menakjubkan dari Lombok International Bamboo Architecture Festival 2013, yang dibuat oleh Cupudalang. Video ini merupakan rekaman dibalik pemikiran akan bangunan dan skulptur bambu, material masa depan kita. Simak videonya berikut ini.

An amazing video from Lombok International Bamboo Architecture Festival 2013, which was made by Cupudalang. This video is a recording of the thoughts behind the bamboo buildings and sculptures, the material our future. Check out the video below.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tips hemat listrik di rumah tinggal / Electricity efficient house

Apakah rumah bisa didesain dengan pendekatan hemat listrik? Listrik adalah energi yang terbarukan (dapat dibuat lagi berulang kali) yang berasal dari pengolahan sumber energi lain sebagai pemicunya. Dewasa ini, suplai listrik ke rumah-rumah penduduk semakin berkurang, diakibatkan oleh makin menipisnya sumber energi yang dipakai untuk memproduksi listrik, yaitu energi kinetik air, minyak bumi dan sumber lainnya seperti batubara dan panas bumi. Hal ini mengakibatkan harga listrik juga semakin mahal dan menipis. Masih ingat himbauan pemerintah untuk mematikan alat-alat listrik yang tidak diperlukan selama jam-jam tertentu di malam hari?


Ruangan tempat hidup sehari-hari kita, sebaiknya direncanakan agar sehat, sekaligus hemat energi

A house can be designed with energy saving approach. Electricity is energy derived from the processing of other energy sources as a trigger. Today, the supply of electricity for home use is getting lower, due to the increasing depletion of energy sources used to produce electricity, the kinetic energy of water, petroleum and other sources such as coal and geothermal. This resulted in electricity prices are also more expensive and become more scarce  


Pada rancangan rumah, bila masalah energi ini diperhatikan, akan dapat menghemat dana untuk membeli listrik. Sekarang ini, sudah saatnya masing-masing pemilik rumah untuk memperhatikan hal ini, dari awal sewaktu mendesain sebuah rumah. Istilah yang cukup populer saat ini adalah ‘rumah hemat energi’, yang sebenarnya tren-nya sudah ada dimulai dari berbagai negara yang berkembang lebih maju dari negara kita, diakibatkan oleh krisis energi dan makin mahalnya harga listrik.

Rumah hemat energi dapat diterapkan melalui rancangan rumah tinggal. Penghematan ini tidak hanya berarti penghematan dalam pemakaian alat-alat listrik saja, namun juga penghematan dari sisi yang dapat ‘terbantu’ oleh desain. Sebagai contoh; pada siang hari tidak memakai listrik sama sekali untuk pencahayaan buatan yaitu lampu-lampu dalam rumah. Siang hari kita juga tidak perlu menggunakan AC untuk mendinginkan udara, karena rumah kita cukup sejuk dan dingin tanpa AC.

When designing a house, we should make sure energy issues are addressed, it will be useful to design a less energy house and save money to buy power. Now it is time for each homeowner to pay attention to this, from the start when designing a house. The term which is popular at the moment is ‘energy efficient homes’, which is actually an emerging trend started from many different countries, due to the energy crisis and the increasingly high price of electricity.

Energy efficient homes can be applied through houses sesign. These savings are not only significant savings in using of appliances, but also in terms of savings that can be ‘helped’ by design. For example: in the daytime an energy efficient room does not use electricity at all for artificial lighting. During the day we also do not need to use air conditioning to cool the air, because our house is quite cool and cool without air conditioning (in tropical country).

.
Penerangan buatan (lampu-lampu)
Penerangan dibutuhkan agar mata kita merasa nyaman bila melihat dan beraktivitas. Tingkat kenyamanan ini sebenarnya relatif bagi setiap orang. Ada orang yang merasa nyaman dengan penerangan yang relatif sedikit (gelap) dan ada pula yang merasa nyaman bila ruangannya terang benderang dengan cahaya. Bila dirasa kurang terang, kebanyakan solusi yang dipakai adalah menambah pencahayaan buatan dengan memasang lampu-lampu. Penerangan buatan ini tidak diperlukan bila pencahayaan alami pada siang hari dirasa sudah cukup.


Ruangan dengan warna putih atau warna terang lainnya, dapat menjadi lebih terang karena pantulan cahaya dari tembok ruang tersebut. Lain dengan warna tembok gelap yang menyerap cahaya.

Bila kita bisa memaksimalkan penggunaan cahaya alami dari matahari pada pagi hingga sore hari, mengapa kita harus menggunakan pencahayaan buatan? Maka penghematan yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah memaksimalkan penggunaan cahaya matahari alami untuk menerangi ruangan pada pagi hingga sore hari tanpa bantuan cahaya buatan.

Cara untuk melakukan itu adalah melalui perencanaan perletakan ruang-ruang yang baik, sekaligus dapat menjadi penyedia alternatif dari cahaya yang diperlukan agar kegiatan dalam rumah menjadi nyaman. Tingkat kenyamanan itu tentu saja relatif dan hanya penghuni sebenarnya yang dapat mengukur tingkat kenyamanan dari banyaknya cahaya yang masuk dalam rumah. Para perancang atau arsitek dalam hal ini mengambil asumsi terbaik untuk memperkirakan seberapa banyak cahaya matahari dapat masuk dalam rumah, baik secara langsung maupun dipantulkan.

Lighting is needed in order to feel comfortable when we see and move. This comfort level is relative to each person. There are people who are comfortable with relatively little light (dark) and some are comfortable if his room ablaze with light. If it is less bright, mostly used solution is to add artificial lighting by installing lights. Artificial lighting is not necessary when there is enough natural lighting during the day. If we can maximize the use of natural light from the sun in the morning until late afternoon, why do we need to use artificial lighting? So the savings that can be done in this case is to maximize the use of natural light to illuminate the room in the morning to evening without the aid of artificial light.

The way to do that is through the planning process of designing space, and many ways can be alternative provider of light required for the activities in the house to be comfortable. The comfort level is of course relative, and the occupants can actually measure the level of comfort of the amount of light entering the house. The designer or architect in this case took the best assumptions to estimate how much sunlight can enter the house, either directly or reflected.

Arsitek memiliki berbagai acuan untuk menentukan banyaknya cahaya yang sebaiknya masuk dalam rumah, antara lain;

Arsitek juga sebaiknya memiliki pengetahuan yang cukup agar cahaya matahari yang masuk dapat maksimal mendukung kegiatan dalam rumah tinggal. Dalam hal ini arsitek dapat memperkirakannya melalui pengalaman. Selain itu ilmu spesifik yang dapat membantu memperkirakan banyaknya cahaya dalam ruangan juga ada dalam ilmu arsitektur, yang hasilnya dapat menjadi sebuah acuan dalam rancangan rumah, yang menentukan berapa banyak lampu yang dibutuhkan, jendela yang dibutuhkan, dan berapa lumens (satuan ukur intensitas cahaya) sebaiknya hadir dalam sebuah ruangan.

Perlu diperhatikan pula besarnya cahaya yang masuk dari sinar matahari dari luar, dapat mengakibatkan suasana ruang yang lebih panas, yang akibatnya juga pada penggunaan AC maupun penghawaan alami. Bila rumah kita menggunakan AC, suasana panas akibat terlalu banyak cahaya matahari masuk juga mengakibatkan beban pendingin udara makin besar, sehingga beban listrik dan biayanya juga membengkak.

Tips untuk menghemat listrik penerangan antara lain:

  • Gunakan lampu hemat listrik daripada lampu pijar
  • Matikan lampu saat meninggalkan ruangan atau tidak memakai ruangan.
  • Buatlah perencanaan titik-titik ampu yang efisien; yaitu dengan tidak menggunakan saklar yang menghidupkan beberapa lampu sekaligus, karena bila kita ingin menghidupkan salah satu lampu, semua lampu jadi menyala.
  • Letakkan lampu ditempat yang cukup rendah dan dapat melayani lebih banyak ruang.
  • Letakkan saklar ditempat yang mudah dihidup-matikan, misalnya didekat pintu, agar memudahkan kita mematikan lampu saat hendak meninggalkan ruangan. 
Architects have a variety of reference to determine the amount of light that should be included in the home, among others;

Architects should also have enough knowledge that sunlight should enter a maximum value to light and support activities inside residence. In this case, the architect can estimate through experience. Besides specific knowledge that can help estimate the amount of light in the room is also in the science of architecture, the result can be a reference in the design of the house, which determines how much light is needed, the window needed, and how many lumens (unit of measurement of light intensity) should present in a room.

Note also the amount of light coming from the sun from the outside, can result in a hotter room atmosphere, which consequently also on the use of air conditioning and natural air flow. When we use the air conditioning, the heat from too much sunlight may as well cause higher air temperature, making the use of higher energy (in tropical countries).

Tips to save electricity, among others:
  • Use power-saving lamps instead of incandescent bulbs
  • Turn off lights when leaving the room when we do not use the room.
  • Make plans of lighting points efficiently, ie by not using switches that turn on all lights at once.
  • Put in place a fairly low light fixtures so that it can light more space.
  • Put in place simple on and off switches, for example, near the door, so that allows us to turn off the lights when leaving the room.

Air Conditioner (AC) pendingin udara
Sama dengan pencahayaan, tingkat suhu dan kelembaban udara juga relatif bagi setiap orang. Tingkat suhu yang nyaman bagi tubuh manusia adalah sekitar 27 derajat Celcius. Pada tingkat suhu nyaman ini, tubuh dapat bermetabolisme dengan normal. Bila suasana terlalu dingin atau terlalu panas, tubuh kita akan memberikan reaksi. Bila terlalu dingin kita menggigil, pembuluh darah menyempit. Bila terlalu panas, tubuh berusaha mengeluarkan panas tersebut melalui kulit, nafas dan sebagainya.

AC dibutuhkan untuk membantu mencapai suhu ruangan yang cukup nyaman bagi kita. Di negara kita, terutama di kota-kota besar yang semakin panas, keberadaan AC adalah untuk mendinginkan udara. Sementara itu di negeri yang dingin atau memiliki 4 musin, AC yang dibutuhkan adalah yang dapat menaikkan suhu udara (pemanas).

AC mengambil bagian yang cukup banyak dari penggunaan energi listrik. Penggunaan AC dapat menjadi kurang efektif bila terjadi kebocoran udara sehingga AC bekerja lebih berat dan mengkonsumsi listrik lebih besar. Cara yang patut diperhitungkan untuk mengurangi pemakaian AC bahkan menghilangkah kebutuhan akan AC adalah dengan menggunakan penghawaan alami. Yang dimaksud penghawaan alami adalah suatu cara mengalirkan udara yang segar sehingga membantu mendinginkan udara. Bila kita menggunakan AC, sedapat mungkin udara didalam ruangan tersekat dengan baik.

Dalam kasus menggunakan kipas angin, misalnya. Kipas angin mengalirkan udara lebih cepat sehingga molekul-molekul udara bersentuhan dengan kulit dan membantu mengeluarkan panas dari dalam tubuh. Meskipun demikian, suhu udara sebenarnya masih tetap sama, sehingga aliran udara adalah sebab kita merasa lebih sejuk. Menggunakan AC berarti juga mendinginkan udara sehingga udara bisa turun suhunya, tanpa pergerakan udara pun, suasana sudah tidak terasa ‘gerah’.

Tanaman dapat membantu menurunkan suhu udara disekitar rumah, karena keberadaannya menyerap sinar ultraviolet, menyaring udara lewat proses fotosintesis. Tidak heran bila rumah yang dikelilingi tanaman terasa lebih sejuk, terlebih bila ruangan itu memiliki langit-langit yang tinggi. Tanaman sangat dianjurkan untuk memberikan sumber kesehatan alami pada bangunan rumah, termasuk udara alami yang dingin dan sejuk.

Tips tentang pendinginan udara:

  • Bila menggunakan AC, usahakan agar udara AC tidak keluar ruangan. Bersihkan AC secara berkala, atau memanggil tukang servis/pembersih AC
  • Dalam rumah tinggal, ruang-ruang yang cukup dingin tidak perlu diberi AC, mungkin ruangan seperti ruang tidur perlu diberi AC, hanya jika dirasa dibutuhkan. 
  • Gunakan plafon yang tinggi agar udara didalam ruangan lebih sejuk. Tetap gunakan plafon untuk atap dengan genteng, karena ruang diatas plafon dan dibawah genteng akan menghambat panas masuk dari permukaan genteng.
  • Bila tidak menggunakan AC, gunakan jendela-jendela yang dapat dibuka-tutup, dengan harapan kita dapat mengatur banyaknya hawa alami yang masuk. 
  • Tanamlah banyak-banyak tanaman dan peneduh disekitar rumah. Gunakan area taman atau tanah yang tidak digunakan untuk bangunan dengan semaksimal mungkin.
Same with lighting, temperature and humidity levels are also relative to each person. A comfortable temperature level for the human body is around 27 degrees Celsius. In this comfortable temperature level, the body can metabolize normally. If the atmosphere is too cold or too hot, your body will react. If it is too cold we shiver, blood vessels constrict. If too hot, the body tries to give off heat through the skin, breathing and so on.

AC is needed to help achieve the room temperature comfortable enough for us. In Indonesia, especially big cities are getting hotter, the presence of air conditioning is to cool the air. Meanwhile, in 4 seasons country, air conditioning is required to raise the temperature of the air (heating).

AC takes a fair amount of electrical energy use. The use of air conditioning may be less effective if there is air leak that makes AC work harder and consume more electricity. To reduce the use of air conditioning and even eliminate the need for air conditioning is by using natural air conditioning. The aim of natural air conditioning is a way of flowing of fresh air to help cool the air. When we use artificial air conditioning, indoor air wherever possible should be well insulated.

In the case of using a fan, for example. The fan air flow faster so the air molecules in contact with the skin and helps remove heat from the body. Nevertheless, the actual air temperature remains the same, so the air flow is cause cause the skin to feel cooler. 

Plants can help reduce the temperature of the air around a house, because their existence absorbs ultraviolet light, filter the air through the process of photosynthesis. Not surprisingly, a house feels cooler surrounded by plants, especially if the room has a high ceiling. Plants are strongly encouraged to provide a source of natural health in residential buildings, including the natural air and cool.

Peralatan memasak dan makanan; Rice cooker/warmer, lemari es, dan sebagainya
Rice warmer dan kulkas menyala sepanjang hari? Tentu saja banyak mengkonsumsi energi listrik bukan? Hal ini memang dalam kehidupan modern susah untuk dihindari; ada beberapa peralatan listrik yang tidak dapat dihindari, harus dinyalakan sepanjang hari. Untuk lemari es, usahakan agar pintu lemari es selalu tertutup rapat dan tidak ada kebocoran, serta hindari memasukkan makanan panas kedalamnya karena akan memacunya bekerja lebih keras dan mengkonsumsi lebih banyak listrik.

Dalam hal ini, komputer memegang peranan dalam bekerja, belajar dan mendapatkan hiburan dalam rumah. Televisi juga memegang peranan dalam memberikan hiburan. Daya listrik yang dibutuhkan untuk kedua jenis alat ini cukup besar, sehingga disarankan bila tidak digunakan maka sebaiknya dimatikan saja. 

Do you have Rice warmer and refrigerator on all day? Certainly it will consume lots of electricity. It is indeed in modern life difficult to avoid, there is some electrical equipment that can not be avoided, it should be turned on all day. For refrigerator, keep the refrigerator door closed and there are no leaks, and avoid putting hot food into it because it will be spurred to work harder and consume more electricity. 

Computers play a role in nowadays work, study and entertainment in a home. Television also plays a role in providing entertainment. Electric power is required for both types of devices in a large amount, so it is recommended when not in use then it should be turned off.

***

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Tren rumah sangat mungil dan prefab

astudioarchitect.com Di Amerika dan diberbagai belahan dunia lainnya terdapat tren rumah yang sedikit berbeda dari yang biasanya kita dengar, bukan tentang gaya, bukan tentang tema, bukan tentang mengatur rumah ‘standar’, tren itu adalah tren rumah ‘mungil’. Sangat mungil dalam ukuran kita mungkin hanya 2×4 meter persegi rumah yang sangat mungil ini, nampaknya semakin banyak orang makin siap untuk hidup di rumah yang mungil ini. Tren saat ini di negeri kita juga makin menjamurnya apartemen-apartemen yang bertipe studio, tipe satu ruang dengan satu kamar mandi.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

Alasan utamanya adalah karena harga tanah yang semakin mahal, mungkin di banyak bagian di negeri kita hal ini belum terlihat. Namun dikota besar seperti Jakarta dan Surabaya, memiliki tanah yang mungil ditengah kota adalah suatu hal yang makin jarang. Hal ini sepertinya juga disebabkan karena orang makin banyak yang butuh untuk hidup dikota besar dengan segala fasilitas dan kemudahan untuk bekerja dan berkehidupan.


Pengembang (pembuat) rumah mungil makin menjamur diantaranya seperti contoh rumah diatas, dijual per unit. Sangat sesuai untuk keluarga kecil atau single yang tidak ingin terbebani oleh tanggungan KPR.


Pemandangan yang makin umum di Amerika, rumah-rumah yang diangkut dengan truk trailer dari satu tempat ke tempat lainnya. Karena sistem pemasangan mudah dan bahkan bisa diangkut dalam sekali perjalanan beserta semua isinya.


Kapan rumah itu harus besar? Bila rumah kecil saja sudah cukup dan memenuhi kebutuhan dasar.


Konsekuensinya adalah tentu saja ruang dalam rumah yang juga mungil, membutuhkan suatu cara khusus untuk mengatur interior dan bagaimana kita bisa hidup dengan nyaman dalam rumah tersebut. Furniture yang dibuat untuk fungsi yang berbeda-beda dalam satu ruang saja, kadang-kadang orang yang memiliki rumah sangat mungil harus berkompromi dengan memiliki kamar tidur yang juga mungil serta furniture custom made yang sangat kompak.


Container yang biasanya untuk barang, dapat dialihfungsikan sebagai rumah tinggal, yang tak kalah layak huni, karena meskipun mungil namun didesain dengan apik.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Terdapat beberapa hal yang menyebabkan makin menjamurnya rumah sangat mungil, antara lain:

– Perkembangan jumlah penduduk yang luar biasa, makin menyempitkan lahan yang dipakai untuk rumah tinggal, banyak orang cenderung suka memiliki rumah dikota dan rela dengan kondisi lahan yang sempit.
– Menghindari KPR, karena kredit pemilikan rumah seringkali tidak disetujui bagi banyak orang, atau memang terlalu memberatkan sehingga orang memilih untuk tidak memakai KPR
– Metode pembangunan makin beragam dan makin memungkinkan untuk membangun rumah sangat mungil, namun tetap nyaman ditinggali.
– Rumah-rumah makin banyak yang didesain untuk rumah mungil namun terbukti masih dapat menyajikan keleluasaan bagi pemiliknya karena desain arsitektur dan interior yang tepat.
– Memiliki jumlah barang yang lebih sedikit berarti lebih mudah pindah dan merasakan berbagai atmosfer kehidupan, bila dibutuhkan sehingga makin banyak rumah prefab yang dapat dibongkar pasang.
– Bila didesa orang memiliki rumah yang besar, saat berada dikota mereka akan harus beradaptasi dengan rumah yang makin dan makin mungil

Di Amerika telah ada suatu fenomena bahwa rumah sangat mungil makin digemari, bahkan hingga anak-anak pun juga sudah ‘tertular’ kecenderungan ini. Ada anak berumur 16 tahun yang membangun rumahnya sendiri diatas trailer, dengan memanfaatkan bekerja paruh waktu untuk membeli material, sangat kreatif. Di Indonesia kecenderungan ini masih belum ada barangkali harus makin ditingkatkan. Anak-anak SMK bangunan bisa membuat prototype rumah murah yang dapat dijual secara bongkar pasang untuk memudahkan masyarakat membeli rumah.

Simak berita berikut (berbahasa Inggris)

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.