Category Archives: x English version tropical house concept

"Rumah Daun" desain proposal untuk Dewi Tanjung dan Rhenald Kasali

astudioarchitect.com Desain bangunan ini merupakan desain komersial untuk Dewi Tanjung dan Rhenald Kasali, merupakan desain proposal yang dibuat sementara melalui konsultasi via media. Ceritanya Dewi Tanjung diminta untuk membuat proposal desain untuk diajukan sebagai bangunan yang akan berada dalam ‘Rumah Perubahan’ binaan Rhenald Kasali, sementara itu Dewi Tanjung datang ke studio kami untuk meminta referensi desain.

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 468×15, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "2860787264"; google_ad_width = 468; google_ad_height = 15; //

<!– google_ad_client = "pub-6839243879103232"; /* astudio post 200×200, created 20/05/10 */ google_ad_slot = "3926784136"; google_ad_width = 200; google_ad_height = 200; //
Desain bangunan ini dibuat dengan kesan terbuka, memiliki atap dengan bentuk seperti daun yang ditangkupkan diatas bangunan, merupakan bangunan galeri yang akan diisi dengan display produk kerajinan dan industri kecil daun-daun yang dipelopori Dewi Tanjung. Simak videonya diatas.

______________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bambu pengganti rooster untuk dinding / Bamboo replaces rooster for wall


astudioarchitect.com Bambu makin dikenal luas sebagai material yang murah dan bisa didapatkan dengan mudah. Perannya makin diperhitungkan sebagai pengganti kayu, besi dan material lainnya karena bambu lebih cepat tumbuh, serta dianggap sebagai material paling ‘hijau’ dibandingkan material bangunan lainnya. Dibandingkan dengan menggunakan material semen, menggunakan bambu untuk bangunan menghemat penggunaan energi hingga 1/7.

Bamboo is more widely known as a material which can be obtained cheaply and easily. Increasingly is taking its role as a substitute for wood, metal and other materials because bamboo grows faster, as well as considered the most ‘green’ and fashioable material compared to other building materials. Compared with the use of cement material, using the bamboo for building increase energy savings up to seventh.

Penggunaan dinding bambu berongga untuk dinding, sebagai pengganti rooster bisa kita lihat pada karya dari arsitek Benjamin Garcia Saxe. Dinding berpori besar ini bisa menghadirkan ruang yang sejuk dengan penghawaan alami melalui lubang-lubangnya. Sebagai ide, kita juga bisa menggunakan jenis dinding bambu seperti ini untuk penyekat antara ruang dengan taman atau sekedar membuat gazebo dikebun belakang rumah.

The use of hollow bamboo for wall, instead of rooster we can see in the work of architect Benjamin Garcia Saxe. This large porous walls can present a cool room with natural air flow through the holes. As an idea, we can also use this type of bamboo walls for insulation between rooms and garden or just make a gazebo behind a house.

Agar bambu awet, kita bisa menggunakan bambu yang diawetkan dengan bahan kimia. Selain itu cara yang mudah untuk mengawetkan bambu adalah dengan melumurinya dengan solar.

For durable bamboo, we can use bamboo, which is preserved with chemicals. Besides an easy way to preserve the bamboo is to moisten it with diesel fuel.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Bambu pengganti rooster untuk dinding / Bamboo replaces rooster for wall


astudioarchitect.com Bambu makin dikenal luas sebagai material yang murah dan bisa didapatkan dengan mudah. Perannya makin diperhitungkan sebagai pengganti kayu, besi dan material lainnya karena bambu lebih cepat tumbuh, serta dianggap sebagai material paling ‘hijau’ dibandingkan material bangunan lainnya. Dibandingkan dengan menggunakan material semen, menggunakan bambu untuk bangunan menghemat penggunaan energi hingga 1/7.

Bamboo is more widely known as a material which can be obtained cheaply and easily. Increasingly is taking its role as a substitute for wood, metal and other materials because bamboo grows faster, as well as considered the most ‘green’ and fashioable material compared to other building materials. Compared with the use of cement material, using the bamboo for building increase energy savings up to seventh.

Penggunaan dinding bambu berongga untuk dinding, sebagai pengganti rooster bisa kita lihat pada karya dari arsitek Benjamin Garcia Saxe. Dinding berpori besar ini bisa menghadirkan ruang yang sejuk dengan penghawaan alami melalui lubang-lubangnya. Sebagai ide, kita juga bisa menggunakan jenis dinding bambu seperti ini untuk penyekat antara ruang dengan taman atau sekedar membuat gazebo dikebun belakang rumah.

The use of hollow bamboo for wall, instead of rooster we can see in the work of architect Benjamin Garcia Saxe. This large porous walls can present a cool room with natural air flow through the holes. As an idea, we can also use this type of bamboo walls for insulation between rooms and garden or just make a gazebo behind a house.

Agar bambu awet, kita bisa menggunakan bambu yang diawetkan dengan bahan kimia. Selain itu cara yang mudah untuk mengawetkan bambu adalah dengan melumurinya dengan solar.

For durable bamboo, we can use bamboo, which is preserved with chemicals. Besides an easy way to preserve the bamboo is to moisten it with diesel fuel.
________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Mengatasi iklim tropis panas berkaitan dengan orientasi rumah / Dealing with hot tropical climate related with house orientation

Bali bathroom at the Longhouse

astudioarchitect.com Ketika mendesain rumah, kita perlu memperhatikan kondisi orientasi (arah) rumah dan iklim yang ada. Sebuah rumah dapat dirancang dan dibangun untuk memaksimalkan atau meminimalkan dampak iklim. Dinding yang dibuat untuk melindungi rumah dari sinar matahari atau angin dingin dapat melindungi interior rumah dari suhu tidak nyaman. Jendela dapat juga diarahkan untuk mendinginkan udara tropis yang cenderung panas dan menyediakan ventilasi.

When designing a house, we need to consider the condition of orientation (direction) of the house and the existing climate. A house can be designed and constructed to maximize or minimize the impact of climate. Walls are made to protect the house from the sun or cold wind to protect the interior of the house from uncomfortable temperatures. Window can also be directed to cool down the tropical air that tends to heat and provide ventilation.

Pertimbangan struktural ini mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan kenyamanan di dalam rumah dan dengan demikian membantu melestarikan sumber daya tak terbarukan yang berharga. Desain interior juga dapat membantu dalam upaya ini, baik struktural yang melengkapi desain atau memberikan kontrol suhu bahkan di rumah dengan orientasi matahari yang tidak baik seperti mengarah ke barat. Jendela lebar yang mengarah ke barat mungkin perlu kontrol untuk mencegah terlalu banyak panas masuk, misalnya dengan mengaplikasikan secondary skin. Bahan lantai dan dinding dapat dipilih untuk membuat perasaan lebih dingin bila disentuh.
Bali bathroom at the Longhouse
Di luar pertimbangan fisik spesifik ini, adalah mungkin untuk menciptakan suasana kehangatan atau kesejukan. Sebuah rumah bisa didesain dengan warna yang akan membuat pemiliknya merasa suasananya lebih dingin. Orang-orang yang tinggal didaerah panas, iklim basah dapat memilih untuk melawan efek psikologis dengan memilih warna sejuk dan natural seperti warna kayu, warna abu-abu atau batuan, maupun warna alami dari tanaman, serta pola dan warna yang sekiranya menyenangkan mata dan membawa kualitas dalam rumah terlepas dari suhu udara yang ada. Tekstur dapat juga menambah efek psikologis: permukaan halus merasa sejuk sementara yang kasar menjadikan orang merasa kurang membutuhkan pendingin udara.

These structural considerations reduce the amount of energy needed to maintain comfort at home and thus help conserve nonrenewable resources which are precious. Interior design can also assist in this effort, either to complete structural design or provide temperature control even at home with solar orientation which is not good or heading west. Wide windows that lead to the west may have controls to prevent too much heat in, for example by applying a secondary skin. Floor and wall materials can be selected to create a feeling of cold to the touch.


Outside of this specific physical considerations, it is possible to create an atmosphere of warmth or coolness. A house can be designed with colors that will make the owner feel a cooler atmosphere. The people who live in hot, wet climate can choose to counteract the psychological effects by choosing cool colors and natural wood color, gray or rock colors, and natural colors from plants, as well as pattern and color to pleasant eyes and bring quality to the house apart from the existing air temperature. Texture can also increase the psychological effects: smooth surface feel cooler while the rough one makes people feel less need of air conditioning.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Mengatasi iklim tropis panas berkaitan dengan orientasi rumah / Dealing with hot tropical climate related with house orientation

Bali bathroom at the Longhouse

astudioarchitect.com Ketika mendesain rumah, kita perlu memperhatikan kondisi orientasi (arah) rumah dan iklim yang ada. Sebuah rumah dapat dirancang dan dibangun untuk memaksimalkan atau meminimalkan dampak iklim. Dinding yang dibuat untuk melindungi rumah dari sinar matahari atau angin dingin dapat melindungi interior rumah dari suhu tidak nyaman. Jendela dapat juga diarahkan untuk mendinginkan udara tropis yang cenderung panas dan menyediakan ventilasi.

When designing a house, we need to consider the condition of orientation (direction) of the house and the existing climate. A house can be designed and constructed to maximize or minimize the impact of climate. Walls are made to protect the house from the sun or cold wind to protect the interior of the house from uncomfortable temperatures. Window can also be directed to cool down the tropical air that tends to heat and provide ventilation.


http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js

Pertimbangan struktural ini mengurangi jumlah energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan kenyamanan di dalam rumah dan dengan demikian membantu melestarikan sumber daya tak terbarukan yang berharga. Desain interior juga dapat membantu dalam upaya ini, baik struktural yang melengkapi desain atau memberikan kontrol suhu bahkan di rumah dengan orientasi matahari yang tidak baik seperti mengarah ke barat. Jendela lebar yang mengarah ke barat mungkin perlu kontrol untuk mencegah terlalu banyak panas masuk, misalnya dengan mengaplikasikan secondary skin. Bahan lantai dan dinding dapat dipilih untuk membuat perasaan lebih dingin bila disentuh.
Bali bathroom at the Longhouse
Di luar pertimbangan fisik spesifik ini, adalah mungkin untuk menciptakan suasana kehangatan atau kesejukan. Sebuah rumah bisa didesain dengan warna yang akan membuat pemiliknya merasa suasananya lebih dingin. Orang-orang yang tinggal didaerah panas, iklim basah dapat memilih untuk melawan efek psikologis dengan memilih warna sejuk dan natural seperti warna kayu, warna abu-abu atau batuan, maupun warna alami dari tanaman, serta pola dan warna yang sekiranya menyenangkan mata dan membawa kualitas dalam rumah terlepas dari suhu udara yang ada. Tekstur dapat juga menambah efek psikologis: permukaan halus merasa sejuk sementara yang kasar menjadikan orang merasa kurang membutuhkan pendingin udara.

These structural considerations reduce the amount of energy needed to maintain comfort at home and thus help conserve nonrenewable resources which are precious. Interior design can also assist in this effort, either to complete structural design or provide temperature control even at home with solar orientation which is not good or heading west. Wide windows that lead to the west may have controls to prevent too much heat in, for example by applying a secondary skin. Floor and wall materials can be selected to create a feeling of cold to the touch.


Outside of this specific physical considerations, it is possible to create an atmosphere of warmth or coolness. A house can be designed with colors that will make the owner feel a cooler atmosphere. The people who live in hot, wet climate can choose to counteract the psychological effects by choosing cool colors and natural wood color, gray or rock colors, and natural colors from plants, as well as pattern and color to pleasant eyes and bring quality to the house apart from the existing air temperature. Texture can also increase the psychological effects: smooth surface feel cooler while the rough one makes people feel less need of air conditioning.

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Natural ventilation

https://i1.wp.com/bopswave.googlepages.com/indonesiaflag.jpg Bahasa Indonesia

Tropical House Concept

To create healthy home for your family, natural ventilation is a vital element in house design, because bad air ventilation will trigger many respiratory disease. Natural ventilation is an important factor in healthy house concept. Especially in situation where air becomes more polluted this time; the health of dwellers in the family should be considered in design. Natural ventilation is needed because we have to keep our family healthy. Second reason: natural ventilation will minimize the use of electricity for Air Conditioner.


Inside a tropical house, to provide rooms with natural ventilation and natural light, the source can be from front yard, innercourt, and backyard. According to government’s recomendation for simple house standard, rooms must be ventilated to natural circulation above 5 % from room’s width. Windows and ventilation ought to be controllable as needed.


This picture show the yards as source of natural ventilation. From this sources, natural ventilation should be maximized for healthy house.

In traditional architecture, there has been a tradition in house design to maintain healthy houses. One example is by using ceiling to prefent heat to fall from the roof inside the house.

The picture above shows how ceiling can prevent heat from the roof. Logically, the higher the roof, the cooler the room below it can be, because heat is captured by insulation space below roof. In our traditional houses, usually there are holes to cross the hot air below roof.

Can air fans reduce heat? Yes, it helps the air moving to make our skin cooler. But the real condition is the air is still hot and is only flowing around the room. This is why it is suggested to pay attention to air temperature element.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Natural ventilation

https://i1.wp.com/bopswave.googlepages.com/indonesiaflag.jpg Bahasa Indonesia

Tropical House Concept

To create healthy home for your family, natural ventilation is a vital element in house design, because bad air ventilation will trigger many respiratory disease. Natural ventilation is an important factor in healthy house concept. Especially in situation where air becomes more polluted this time; the health of dwellers in the family should be considered in design. Natural ventilation is needed because we have to keep our family healthy. Second reason: natural ventilation will minimize the use of electricity for Air Conditioner.


Inside a tropical house, to provide rooms with natural ventilation and natural light, the source can be from front yard, innercourt, and backyard. According to government’s recomendation for simple house standard, rooms must be ventilated to natural circulation above 5 % from room’s width. Windows and ventilation ought to be controllable as needed.


This picture show the yards as source of natural ventilation. From this sources, natural ventilation should be maximized for healthy house.

In traditional architecture, there has been a tradition in house design to maintain healthy houses. One example is by using ceiling to prefent heat to fall from the roof inside the house.

The picture above shows how ceiling can prevent heat from the roof. Logically, the higher the roof, the cooler the room below it can be, because heat is captured by insulation space below roof. In our traditional houses, usually there are holes to cross the hot air below roof.

Can air fans reduce heat? Yes, it helps the air moving to make our skin cooler. But the real condition is the air is still hot and is only flowing around the room. This is why it is suggested to pay attention to air temperature element.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.