Category Archives: prinsip desain

Jangan melupakan enam bagian ini bila membuat dapur

astudioarchitect.com Desain dari sebuah ruang kerja di dapur dan bagaimana fasilitasnya digunakan akan mempengaruhi bagaimana efisiensi dari fungsi sebuah dapur dan berapa banyak energi yang digunakan pada saat menyiapkan masakan. Setiap fasilitas di dalam dapur biasanya memiliki sebuah kabinet tersendiri. Biasanya bagian kabinet yang tengah merupakan bagian yang paling banyak digunakan dan memiliki paling banyak fasilitas. Simak bagian apa saja yang sebaiknya ada dalam sebuah dapur yang efisien dan efektif.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1 Kulkas atau lemari pendingin
Paling aman adalah meletakkan kulkas atau lemari pendingin di bagian yang paling ujung sehingga penyimpanan akan menjadi lebih mudah.  bagian lemari penyimpanan atau kulkas ini harus mudah untuk dibuka dan ditutup yang harus terlihat pada saat kita menggambar desain awal sebuah dapur. Dengan banyaknya jenis kulkas dan freezer saat ini maka akan sangat membantu apabila sebelum pembuatan Atau paling tidak pada saat mendesain sebuah dapur, kita sudah memiliki lebih dahulu rencana dimana akan meletakkan kulkas tersebut.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
2 Kitchen sink dan tempat membersihkan lainnya
Bagian kedua yang tidak kalah pentingnya adalah bagian kitchen sink, bagian ini merupakan area basah di mana makanan maupun alat dapur dan alat makan dicuci. Kadang kadang kicensing juga digunakan sebagai tempat untuk mencuci tangan dan menyediakan air untuk memasak kebutuhan lainnya.  letak kitchen sink biasanya berada diantara kulkas dan kompor, dengan tujuan mempermudah proses memasak yaitu menyiapkan, mencuci dan memasak. Bagian kitchen sink biasanya memiliki hubungan yang erat dengan bagian lain yaitu counter, mesin cuci piring atau dishwasher, tempat sampah yang terintegrasi di bagian bawah atau di bagian kabinet, Selain itu kitchen sink yang baik biasanya memiliki pencahayaan yang baik juga di bagian atasnya.

well, kadang-kadang, memang tidak seluruh fasilitas harus ada. Seperti contoh kitchen set by astudio ini, tanpa cooker hood atau penghisap asap, karena dekat langsung dengan jendela. 

3 Kompor/ tempat memasak
Bagian ketiga dari sebuah kitchen set adalah kompor dan tempat memasak. Seringkali kompor juga terintegrasi dengan oven pada bagian bawahnya namun Tak jarang juga tersebut merupakan bagian terpisah yang bisa diletakkan pada bagian atas kabinet. Kompor pun memiliki banyak variasi baik dari segi jumlah tungku maupun bentuknya.  Adapun oven bervariasi antara oven tungku biasa maupun oven microwave. Hal yang penting adalah mengetahui ukuran dari oven anda untuk diintegrasikan dengan kitchen set. Sebuah kitchen set yang canggih bisa memiliki oven tanam yang ditanam di bagian dinding.
Sebuah kitchen set yang baik seharusnya juga memperhatikan Bagaimana udara hasil memasak dibuang melalui ventilasi yang baik.  untuk membantu ventilasi tersebut fasilitas yang bisa di gunakan adalah cooker hood,  yaitu mesin penghisap asap.  biasanya alat ini diletakkan di bagian atas kompor.

4 Outlet / Colokan Listrik
Beberapa outlet colokan listrik juga diperlukan untuk peralatan dapur yang membutuhkan listrik seperti magic com, blender, pemanggang roti, maupun peralatan lainnya yang membutuhkan listrik. Untuk kitchen set yang standar biasanya Saya menyarankan menggunakan tiga atau empat outlet colokan listrik.

5 Lampu pencahayaan untuk sink dan memasak
Salah satu hal penting lainnya yang harus diperhatikan adalah adanya pencahayaan yang baik. Cahaya yang lembut dan menyeluruh bisa menggunakan lampu LED pita yang diletakkan di bagian atas kabinet bawah. Jenis lampu lain yang bisa digunakan adalah lampu downlight.

6 Kabinet bawah dan atas
Bagian lain yang tidak boleh dilupakan tentunya adalah kabinet bawah dan kabinet atas. Kabinet kabinet ini yang akan menjadi media untuk menanam Dan meletakkan barang barang lainnya yang diperlukan di sebuah dapur.

Pada saat anda sedang mendesain sebuah kitchen set,  Jangan lupa untuk memperhatikan hal hal di atas agar kitchen set anda menjadi lengkap dan nyaman digunakan.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tags generated:
Desain rumah, desain rumah minimalis, desain rumah dijual, beli desain rumah, arsitek, arsitek Indonesia, Arsitek Muda Indonesia, Arsitek Jakarta, Arsitek Bandung, Arsitek Bogor, Arsitek Malang, Arsitek Surabaya, Arsitek Bali, rumah dinding bambu, lanskap mengunakan kayu pallet, pondasi rumah, arsitektur modern indonesia, bangunan baja, bentuk rumah di lahan 6×12 m, buat motorhome indonesia, cara membuat kitchen set sendiri berbahan papan kayu, denah rumah 9×8, lampu halogen putih, arsitek, rumah minimalis, lounge room living room, furniture cafe, retail shop, hospital, restaurant, apartemen, hotel, room office, studio, insulation, stand pameran, kontraktor interior design, rumah rumah minimalis, jasa desain interior : bedroom kitchen set, desain rumah, denah rumah, rumah denah, desain denah rumah, denah desain rumah, gambar rumah, design rumah, rumah model, model rumah, design gambar rumah, gambar design rumah, desain rumah minimalis, denah rumah minimalis, arsitektur rumah, rumah arsitektur, foto design rumah, interior design, green architecture, arsitektur nusantara, arsitektur modern, arsitektur hijau, budi pradono, rumah kindah, r house, indonesia, andra matin, arsitektur, design, desain, house, architecture, jakarta, wishnutama, menarik, unik, tips, revolusi media, dsign, furniture, handcraft, netmediatama, netmedia, net media, net tv, net, trip, eskursi, mini, indonesian, gunadarma, universitas, interior, architect, rumah, home, yu sing, paulus mintarga, popo danes, ary indra, mamo, budi faisal, ridwan kamil, eko prawoto, galih widjil pangarsa, desain, rumah minimalis, rumah, arsitektur, indonesia, interior, rumah 2015, ide, dekorasi rumah, ide rumah, rumah minimalis modern, mendesain rumah, desain interior, desain interior rumah mungil, desain interior rumah idaman, desain interior rumah minimalis modern, desain interior rumah minimalis 2 lantai, desain interior rumah minimalis type 36, desain interior rumah sederhana, desain interior rumah, desain interior rumah minimalis, desain rumah kecil, minimalis, home design, ide desain, disain rumah minimalis, desain minimalis, rumah modern, rumah mewah, rumah sederhana, properti, real estate, ide minimalis, desain rumah, astudio, etnik, tropis, klasik, furniture, handcraft, rumah minimalis, desain rumah minimalis, interior rumah minimalis, denah rumah minimalis, gambar rumah minimalis, rumah idaman, design rumah minimalis, model rumah minimalis, desain rumah, wajar, seperti, modern, minimalis, konsep, dengan, mungkin, senyaman, rumahnya, menghadirkan, lidya, yeyen, artis, jika, apa, maka, beraktivitas, seharian, setelah, lelah, dan, penat, melepaskan, untuk, persinggahan, tempat, merupakan, rumah, desain ruang tamu, desain kamar mandi, desain teras rumah

Kelebihan dan kekurangan rumah 1 lantai dan 2 lantai atau lebih

astudioarchitect.com Kadangkala saat orang membangun atau membeli rumah dirinya terbatas untuk membeli atau membangun rumah 1 lantai. Namun adakalanya rumah 1 lantai juga dimiliki oleh orang yang ber dana cukup dengan catatan bahwa lahannya sangat luas sehingga rumah 1 lantai tersebut sudah mencakup seluruh kebutuhan ruang yang ada. Rumah 1 lantai memiliki kelebihan yaitu bahwa tidak harus ada tangga untuk mengakses ruang ruang di lantai 2 atau 3 dan seterusnya. Rumah 1 lantai juga memudahkan pengawasan buah hati serta memudahkan akses keluar rumah. Rumah 1 lantai memudahkan penghuni yang senior untuk melakukan aktivitas di banyak bagian rumah. Namun rumah 1 lantai biasanya membutuhkan luas lahan yang lebih daripada rumah berlantai dua atau lebih.

Foto: Rumah yang didesain oleh Probo Hindarto

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rumah satu lantai oleh Probo Hindarto

Apabila lahan terbatas biasanya pemilik akan memikirkan untuk membuat lantai tambahan di atasnya. Sebenarnya adalah potensi yang menarik karena rumah dengan 2 lantai atau lebih biasanya terlihat lebih megah dan juga merupakan jawaban atas kondisi saat ini dimana semakin mahal dan jarang. Pasti ini juga berkaitan dengan ketersediaan lahan yang berkurang dari kondisi dahulu lahan berlimpah dan orang bisa membeli lahan dengan murah dan luas untuk membangun rumah 1 lantai. Dalam perkembangannya ternyata rumah 2 lantai atau lebih juga memiliki tingkat kreativitas yang lebih tinggi dalam hal desainnya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rumah berlantai 2 atau lebih memberikan banyak kelebihan diantaranya dengan lahan yang ada kita bisa membangun lebih banyak ruang ruang meskipun begitu kekurangannya juga ada misalnya dibangun harus lebih mahal dengan pondasi yang khusus sehingga untuk desain yang konvensional biasanya harus menambahkan pondasi dan kolom tambahan dimana saat berinovasi membutuhkan banyak biaya dan pada saat itu rumah tidak bisa dihuni.

Dewasa ini penataan untuk rumah 2 lantai dan lebih yang modern cukup menarik untuk mengadopsi penataan ruang ruang yang lebih memisahkan antara zoningnya demikian juga bisa memasukan pemandangan yang lebih bagus di bagian atas bangunan. Trend yang berkembang saat ini untuk rumah di lahan terbatas yang dibangun dengan dua lantai atau lebih biasanya lantai bawah sendiri dipakai sebagai dapur kotor, kamar tidur pembantu, ruang cuci dan jemur. Sedangkan untuk lantai 2 dan lantai atas digunakan untuk kamar kamar dan ruang tamu ruang keluarga yang diperuntukkan penghuni rumah.

Kelemahan dari rumah 2 lantai atau lebih biasanya bahwa untuk mengakses ruang ruang di atas harus melalui tangga dimana ini akan menyulitkan untuk penghuni rumah yang senior. Karena itu biasanya tetap harus ada kamar tidur di lantai bawah sehingga bisa mengakomodasi kebutuhan untuk para senior yang tinggal di rumah tersebut.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Sirkulasi dalam sebuah rumah


astudioarchitect.com Apa yang dimaksud dengan area sirkulasi di dalam sebuah rumah? Area sirkulasi merupakan area untuk berjalan di dalam sebuah rumah, bisa berupa koridor atau sela diantara furniture yang intinya adalah area tersebut tidak dapat digunakan untuk meletakkan furniture atau beraktivitas selain berjalan. Berjalan diantara ruang makan ke dapur atau antara kamar tidur ke ruang keluarga memerlukan area yang disebut sebagai area sirkulasi tersebut. Topik ini mungkin cukup susah untuk diterjemahkan namun saya mencoba untuk membuat artikel ini bisa dipahami oleh kita bersama.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Salah satu faktor yang paling berpengaruh dalam menentukan area sirkulasi adalah luas yang ada dan juga kebutuhan ruang nya. Apabila luas tanah kita mungil maka ada faktor ekonomi yang harus kita perhatikan pada saat mendesain karena ternyata area sirkulasi ini juga sangat berpengaruh dalam menentukan letak letak ruang sehingga sirkulasi nya menjadi cukup nyaman.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Mempertimbangkan pengalaman dan juga standar arsitektur biasanya lebar yang cukup enak untuk orang berjalan adalah sekitar 70 cm atau lebih. Hal ini terlihat pada lebar pintu yang biasanya 70 cm atau lebih. Apabila kurang dari 70 cm biasanya apabila orang berpapasan maka memiringkan badan. Hal ini berlaku juga untuk lebar tangga karena tetangga adalah termasuk area sirkulasi dimana jarak yang nyaman untuk tangga biasanya berkisar antara 80 cm atau lebih. Hal hal seperti ini yang harus kita perhatikan pada saat mendesain.

Pada saat mendesain apabila kita terbatas pada luasan ruang sisi ekonomis dari sebuah bangunan maka yang terbaik adalah merancang area sirkulasi yang cukup ekonomi secara ruang dalam arti jarak terpendek dan langsung, serta menghindari belokan belokan apabila memungkinkan. Biasanya ruang keluarga adalah ruangan yang menghubungkan berbagai ruangan, seperti kamar tidur, dapur, ruang tamu dan juga taman. Hal ini karena masyarakat kita cenderung anggap bahwa ruang keluarga adalah ruang penghubung dan ruang bersama yang dapat digunakan oleh semua keluarga sehingga akses ke ruang ruang yang lain juga mudah. Hal ini sedikit lain dengan misalnya masyarakat di jepang atau di amerika yang cenderung menganut pengaturan denah yang organik, biasanya mengganggap bahwa ruang keluarga merupakan ruang tersendiri sehingga tidak menghubungkan ruang ruang yang lain.

Kadang kadang harus pintar untuk mengatur agar ruangan dalam denah tidak terasa sempit gara gara area sirkulasi. Ini yang sering terjadi dan saya lihat sering nampak di bangunan rumah yang tidak dirancang dengan baik memperhatikan area sirkulasinya. Dalam setiap desain saya selalu berusaha untuk membuat area sirkulasi yang paling efektif terutama apabila lahannya tidak terlalu luas. Namun hal yang sama menjadi berlawanan apabila saya mendesign pembangunan rumah di lahan yang luas. Lahan yang luas disertai dengan kemampuan yang cukup bisa membebaskan seorang arsitek untuk mendesain rumah dengan area sirkulasi yang boleh jadi cukup luas juga bahkan bisa menjadi aksen dari penataan desain denah sebuah rumah.

Disamping penataan ruang ruang ada juga faktor yang juga sangat berpengaruh pada area sirkulasi penataan furnitur nya. Menurut pengalaman adalah hal yang penting untuk memperhatikan area sirkulasi dikaitkan dengan letak jendela dan letak pintu bahkan juga letak taman. Misalnya pada ruang tamu biasanya hari akhir kelas xii dibuat secara langsung dari pintu masuk kedalam ruang tamu langsung ke ruang keluarga agar tidak terasa mengganggu apabila ada orang lewat. Lain halnya dengan kamar tidur dimana area sirkulasi harus memperhatikan letak tempat tidur, jendela dan sebagainya agar area sirkulasi bisa memungkinkan tempat tidur diletakkan di lokasi yang paling tepat, kabinet atau lemari juga diletakkan di area yang juga tepat.

Efisiensi
faktor efisiensi merupakan faktor dimana dalam dna harus diperhatikan berapa persen dari area yang sebenarnya bisa digunakan untuk beraktivitas. Tentunya ini tidak termasuk area sirkulasi seperti hall, tangga, selasar dan juga utilitas lainnya. Meskipun karya sirkulasi ini penting mereka harus dibatasi agar tetap minimum sehingga lahan bisa digunakan untuk keperluan seperti furniture dan aktivitas lainnya. Ini juga menyangkut kejelian arsitek dalam menata sebuah ruangan agar jangan sampai desain rumah terlihat bagus dari luar tapi di dalam banyak area yang tidak bisa dipakai untuk aktivitas karena di pakai untuk area sirkulasi.

Area penyimpanan
Salah satu faktor yang penting yang mempengaruhi karya sirkulasi adalah berapa banyak penyimpanan yang dibuat di dalam sebuah rumah atau bangunan lainnya. Letak area penyimpanan berkaitan dengan area sirkulasi karena dimana letak barang barang yang disimpan juga berpengaruh pada bagaimana kita berjalan dan beraktivitas dalam sebuah ruangan.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tiga penghuni rumah yang harus lebih difasilitasi dalam desain rumah

astudioarchitect.com Seluruh penghuni rumah harus diperhatikan pada saat mendesain rumah, dalam arti kebutuhannya harus dipenuhi agar fungsi rumah tinggal bisa berjalan baik. Ada orang dewasa dan anak-anak tinggal dirumah, namun tahukah Anda bahwa sebaiknya ada yang diperhatikan lebih agar mempermudah dan memperaman kehidupan mereka?

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Anak anak

Anak anak yang masih berkembang memerlukan perhatian khusus dalam desain karena mereka masih mengembangkan pengetahuan dan pengalaman untuk mengenali lingkungan di sekitarnya. Area bermain mereka sebaiknya ditempatkan dimana bisa ada pengawasan terus menerus. Sedangkan reling harus dibuat agar kurang dari 10 cm untuk menghindari kemungkinan terjatuh di tangga maupun balkon. Terdapat benda benda yang cukup berbahaya bagi anak di rumah misalnya adalah kontak listrik dan benda benda tajam atau beracun. Pada saat mendesain atau merenovasi rumah anda pertimbangkan tentang hal ini yaitu menjauhkan benda benda yang berbahaya tersebut dari anak anak, misalnya dengan cara menaikkan posisi benda benda berbahaya atau menyimpan benda benda tersebut dalam wadah wadah khusus.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kaum senior

Kaum senior bisa mendapatkan masalah karena kemampuan yang makin berkurang baik secara refleks maupun otot dan tulang nya. Kau sendiri biasanya memiliki masalah dengan menaiki tangga, menggunakan kamar mandi, atau mencapai benda benda yang di simpan di tempat yang terlalu tinggi. Penglihatan yang makin berkurang mungkin membutuhkan pencahayaan yang semakin terang demikian juga dengan tingkat kontras warna material furniture bisa memperkecil kemungkinan mereka tidak dapat melihat benda benda.

Kaum difabel

Apabila ada penghuni yang difable dalam rumah maka penting untuk memperhatikan kebutuhan yang bersangkutan. Disabilitas ada beberapa macam diantaranya tunanetra, tunagrahita dan juga termasuk mereka yang memakai kursi roda. Masing masing kebutuhan dari kaum difabel adalah berbeda. Arsitek berpegang pada standar desain untuk memberikan fasilitas bagi kaum difabel. Dalam proses desain sebaiknya kalau ini sudah dikonsultasikan dengan arsitek anda.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Mengadopsi prinsip closed plan dan open plan dalam perencanaan desain denah

astudioarchitect.com Pada saat mendisain bagi seorang arsitek terdapat banyak pilihan untuk mengatur ruang ruangnya sehingga sesuai dengan kebutuhan dan juga potensi lahan yang ada. Tidak jarang arsitek mendapatkan bahwa sebuah rumah sebaiknya di desain dengan close plan atau open plan sesuai dengan potensi lahan yang ada. Apakah yang dimaksud dengan close plan dan open plan? Mari kita simak dalam artikel ini.

Gambar 3D atas: desain interior oleh Probo Hindarto

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sesuai dengan bentuk lahan desain rumah disesuaikan agar tercapainya sebuah keseimbangan antara ruang ruang didalam dan diluar. Di masa lalu rumah rumah banyak di desain dengan cara memisahkan dengan jelas antara satu dengan ruang lainnya misalnya seperti ruang baca, ruang nonton tv, ruang biliar, bahkan ruang merokok. Semua jenis ruangan yang berbeda beda itu menunjukkan jenis aktivitas yang berada di dalamnya serta tingkat pemisahan yang sangat jelas. Namun dewasa ini semakin kita lihat bahwa hidup semakin berubah dengan gaya hidup baru yang lebih mengadopsi penggunaan open plan di dalam rancangannya. Hal ini sebenarnya menunjukkan suatu kecenderungan bahwa gaya hidup sudah semakin terbuka dan tidak terbatas pada formalitas. Beberapa perumahan yang dewasa ini muncul mengadopsi dengan jelas kecenderungan untuk semakin terbuka dengan adanya dinding dinding yang transparan dan juga penggabungan ruang ruang.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

closed plan

Penataan ruang ruang jenis ini adalah memisahkan ruang ruang di dalam aktivitas aktivitas yang berbeda dengan demikian ia memiliki tingkat privasi yang untuk masing masing aktivitasnya. Jenis tanahnya memiliki ruang ruang yang berbeda sebagaimana sudah disebutkan tadi terdapat ruang ruang yang khusus seperti ruang baca, ruang entertainment dan sebagainya. Jenis penataan close plan seperti ini yang sesuai bagi mereka yang ingin memisahkan benar benar aktivitas dalam ruang ruang misalnya ruang bermain dibedakan dengan ruang membaca untuk orang dewasa. Demikian juga dengan ruang olahraga berbeda dengan ruang keluarga. Hal ini menguntungkan karena masing masing ruangan aktivitasnya tersendiri dan tidak harus bercampur dengan lainnya sehingga tidak saling mengganggu.

Desain denah seperti ini membutuhkan lahan yang lumayan luas dan benar-benar memanfaatkan pemandangan diluar dengan baik. 

Kelebihannya merupakan nilai tambah closed plan, namun kekurangannya ada juga yaitu bahwa jenis penataan ruang seperti ini memerlukan lebih banyak lahan untuk digunakan. Jadi lahan anda sebaiknya cukup luas untuk mengadopsi penataan dengan konsep closed plan.

Open plan

Penataan ruang dengan konsep open plan merupakan jawaban dari modernitas dan juga makin terbatasnya lahan di perkotaan. Jenis penataan denah ruang ruang ini mengumpulkan beberapa fungsi menjadi satu misalnya ruang keluarga digabung dengan dapur dan ruang makan. Secara umum konsep ini memerlukan juga perubahan gaya hidup dari penghuninya. Kadang kadang konsep open plan dengan kreatif menempatkan dapur di area depan rumah secara terbuka. Jenis jenis konsep penataan ruang ini membiarkan aliran ruang ruang menjadi semakin terbuka dan tanpa sekat yang permanen meskipun terkadang memakai sekat sekat yang tidak permanen seperti partisi. Perbedaan ruang ruang lebih banyak ditentukan oleh penataan furnitur dengan grup grup furniture nya. Misalnya ada guru furniture untuk ruang tamu dan ada group furniture untuk ruang keluarga atau dapur. Hal ini memberikan kesan keterbukaan sekaligus kesan yang lebih luas bagi beberapa ruangan yang disatukan tersebut sehingga kadang kadang merupakan solusi untuk lahan terbatas agar tidak terasa sempit karena beda beda ruangnya.

Menganut open plan, desain rumah menjadi terasa lebih luas karena ruang-ruang yang digabungkan.

Meskipun demikian kekurangan dari konsep ini adalah bahwa suara suara dari satu ruang ruang lainnya bisa terdengar dengan jelas sehingga bagi mereka yang membutuhkan untuk beristirahat atau bersantai biasanya memilih untuk berada di kamar tidur agar tidak terganggu oleh bising aktivitas di ruang bersama. Konsep open plan banyak berkembang di era frankly freed dengan rumah rumah prilly host nya yang kemudian dikembangkan oleh le corbusier dan arsitek arsitek lain pada jaman tersebut.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Cara mengatur stand pameran (Bagian 1)

astudioarchitect.com Mungkin ada diantara pembaca astudio yang bergerak di bidang pameran atau memiliki usaha yang kadang harus berpameran. Kadangkala ruang usaha juga membutuhkan pameran barang atau jasa yang ditawarkan. Artikel ini memberikan wawasan tentang stand pameran yang baik. Stand pameran dapat menjadi ujung tombak untuk sebuah perusahaan, dan karenanya harus ada standar yang diperhatikan untuk desain dan penampilannya.

Photo by José Luis Pajares

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sebuah stand pameran bisa memiliki sifat-sifat yaitu:
– mengesankan, tanpa harus terlihat norak
– sesuai dengan pendanaan, tanpa harus terlihat murahan
– mengundang, tanpa terlihat terlalu memaksa
– spektakuler, tanpa berlebihan

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Fungsi area stand
Area stand pameran biasanya terbatas, sesuai dengan yang kita dapatkan sebagai pemilik sementara stand tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam menata sebuah stand pameran, antara lain:

Ruang yang dibutuhkan untuk presentasi. Ruang yang dibutuhkan tergantung dari seberapa banyak dan seberapa besar produk yang ditawarkan, dan tujuan partisipasi; apakah mengenalkan sebagian atau seluruh produk, melakukan penjualan atau tidak, dan sebagainya. Ruang presentasi melingkupi area pameran, papan informasi, video, demonstrasi dan hiburan.

Area diskusi atau mengobrol.
Tergantung dari produk apa yang dipamerkan dan didiskusikan, kita bisa merancang grup meja kursi, booth khusus atau panel konsultasi yang sesuai. Meskipun begitu penataan meja kursi yang baik biasanya membutuhkan ruang yang cukup. Untuk pameran dengan ruang pamer atau stand yang besar, bisa memberikan lebih banyak layanan maupun tempat mengobrol atau berdiskusi.

Area penunjang
Area ini biasanya ada dalam sebuah stand pameran misalnya dibalik meja presentasi atau bagian lain yang tersembunyi, tujuannya adalah menjadi tempat penyimpanan, misalnya loker berkas, keranjang barang, dan sebagainya.

Tujuan Pameran
Untuk pameran yang berfokus pada produk, biasanya dibutuhkan penjelasan langsung tentang produk tersebut kepada pengunjung. Rasio area presentasi dan area diskusi sebaiknya 60:40.


Photo by Display Wizard

Untuk pameran yang berfokus pada informasi, tujuan utamanya adalah memberikan informasi yang bisa ditunjang media, misalnya penjelasan, video informasi, slide show, dan sebagainya. Bentuk presentasi ini biasanya membutuhkan rasio dari area informasi dan area diskusi yaitu 40:60.

Untuk pameran yang berorientasi pada konsultasi, biasanya dibutuhkan lebih banyak area untuk konsultasi pribadi. Mereka yang tertarik biasanya datang untuk berkonsultasi pada spesialis, misalnya arsitek yang sedang melakukan pameran dengan tujuan membuka konsultasi terbuka. Pengaturan tempat duduk adalah prioritas utama. Bagian yang digunakan untuk diskusi lebih banyak daripada area lainnya.

Untuk pameran dengan berbagai tujuan yang beragam, misalnya kombinasi dari berbagai tujuan pameran diatas, maka area yang fungsional harus berimbang.

Tipe Stand
Hal yang mendasar tentang sebuah stand adalah termasuk tipe stand tersebut, karena ini akan berpengaruh pada bagaimana kita mendesain bagian dalam stand pameran.

Stand baris
tipe stand ini biasanya ditengah stand-stand lainnya, artinya di kanan kirinya terdapat stand juga. Stand seperti ini bisa diakses hanya melalui satu sisi saja.

Stand pojok. 
Stand ini berlokasi di bagian akhir dari sebuah baris stand, dan bisa diakses dari dua sisi. Jenis stand pojok lebih efektif untuk mengambil perhatian daripada stand baris.


Photo by José Luis Pajares

Stand Akhir
Stand ini berada di bagian akhir dari sebuah baris stand, dan bisa diakses dari tiga sisi. Ini merupakan jenis stand yang superior dan terlihat mengundang untuk memamerkan.

Stand blok
Tipe stand ini bisa juga disebut stand pulau, adalah betuk stand paling mahal dari semua jenis stand, yang bisa diakses oleh pengunjung dari seluruh sisi dan menarik perhatian karena terpisah dari stand lainnya. Stand ini sebenarnya juga memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi.

Stand luar
Stand luar biasanya dipilih untuk produk yang sangat besar, misalnya batu alam yang besar atau kendaraan. Stand jenis ini juga sesuai untuk jenis produk yang memerlukan dicoba diluar, seperti stand pameran kendaraan.

Merencanakan desain interior stand (permulaan)
Untuk melakukan partisipasi pameran, merencanakan benda dan ruang pamer, kebutuhan ruang dan budget, terdapat beberapa hal yang harus direncanakan agar matang. Berikut ini beberapa hal untuk diperhatikan:

  • Apakah stand tersebut disewa, dipinjamkan atau bahkan dijual
  • Bagaimana sebuah stand dirancang bagian interiornya
  • Apakah sebuah stand harus dibangun atau dipasang sendiri atau pemasangan sudah disediakan oleh kontraktor yang ditunjuk.


Stand yang disewakan lebih menguntungkan dalam jangka panjang untuk jenis pameran tertentu karena kita tidak harus membeli sebuah stand. Namun banyak kasus sebuah stand harus dibeli apabila berada di pusat perbelanjaan atau semacamnya. Keduanya memiliki keuntungan dan juga kelemahannya sendiri. Jika sebuah perusahaan memiliki personel yang cukup berpengalaman, dan memiliki pendanaan yang cukup, sangat mungkin juga stand yang dibeli permanen bisa menjadi pilihan.

Photo by Display Wizard

Organizer dan kontraktor mereka, biasanya meyediakan sistem stand yang dapat disewa dengan banyak ukuran dan furnishing. Banyak peserta pameran juga megambil manfaat untuk menyewa stand tersebut.

(bersambung)

___
by

Arsitek Probo Hindarto
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Mengenal Orientasi Rumah dan Bangunan

astudioarchitect.com Meskipun topik ini termasuk topik yang agak susah diterjemahkan dalam bahasa awam, saya coba untuk mengulasnya dalam artikel ini. Tentunya untuk rumah tinggal, kita tidak mengenal ‘orientasi’ yang terlalu rumit seperti arah kiblat dan sebagainya, namun lebih ke arah bangunan rumah sebaiknya memiliki suatu orientasi ke arah tertentu yang menjadikan ruangan, pemandangan dan arah hadap sebagai ‘orientasi bangunan’. Orientasi ruang atau bangunan dapat meningkatkan

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sebagai manusia, kita sealu memiliki orientasi atau ‘kliblat’, yang dikenal juga dalam agama masing-masing. Bagi orang Hindu, sebuah pura atau gunung bisa menjadi suatu pusat orientasi atau Pusering Jagad (Pusat Dunia). Orang Muslim memiliki kiblat ke arah Ka’bah, demikian juga orang Kristen ke gunung Golgotha di Yerusalem. Dalam dunia arsitektur, kita mengenal adanya orientasi bangunan, yaitu semacam ‘arah’ atau hadap ruang dan arsitekturnya.

Desain oleh Probo Hindarto

Arah Orientasi
Dalam merancang desain rumah, sebagai arsitek baik disengaja ataupun tidak, disadari ataupun tidak saya selalu merancang dengan membuat rumah memiliki orientasi tertentu. Orientasi dibutuhkan agar ruang dalam rumah memiliki nilai lebih. Nilai lebih ini misalnya adalah pemandangan, kesan rekreatif, dan sebagainya. Tidak mudah untuk merancang dengan memperhatikan arah orientasi. Saya banyak melihat arsitek yang kurang memperhatikan hal ini, dan merancang hanya dalam bentuk 2 dimensi dan menganggap bahwa setelah denah jadi ia tidak harus memperhatikan orientasi yang dapat meningkatkan nilai rumah itu sendiri yang ditingkatkan melalui potensi yang dimiliki orientasi tersebut.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Asal orietasi bangunan
Nah, apa sajakah yang bisa menjadi asal orientasi bangunan? Pada saat awal mendesain, yang pasti diperhatikan adalah lokasi didirikannya bangunan. Dalam skala lahan atau site, kita perlu mempertimbangkan dalam skala besar dulu, misalnya lahan ini berada dimana, dikota mana, dan potensi alam apa yang dapat dipertimbangkan untuk menunjang keindahan bangunan. Apabila ada gunung, danau, hutan, laut atau sejenis keindahan alam, kita bisa mempertimbangkan untuk membuka arah orientasi bangunan melalui jendela, pintu atau menghadapkan ruang atau bangunan ke arah tersebut.

Desain oleh Probo Hindarto

Apabila keindahan yang ‘besar’ seperti pegunungan, danau atau laut tidak ada, coba cari pada sekitar lahan tersebut, misalnya disekitarnya ada sesuatu yang menarik, misalnya bangunan rumah ada didekat pemandangan landscape kota seperti tugu, patung, atau bangunan landmark lain, mungkin kita perlu mempertimbangkan untuk membuka jendela ke arah tersebut.

Apabila orientasi bangunan ke arah luar tidak ada, cobalah cari pada lahan Anda, apakah terdapat sesuatu yang menarik, misalnya pohon eksisting yang sangat indah, ataukah lahan memiliki kontur? Kontur atau pohon dapat juga menjadi orientasi bangunan yang menarik. Kita dapat mempertahankan kontur tanah dengan perbedaan ketinggiannya sehingga bisa kita olah menjadi aspek rumah yang unik. Rumah menjadi tidak rata, ada naik turunnya, dan ada perbedaan ketinggian disatu ruang atau bagian bangunan ke bagian lainnya.

Photo by Axel Drainville 

Yang tak kalah pentingnya adalah orientasi dari pergerakan matahari. Lahan yang menghadap timur, utara, barat dan selatan masing-masing memiliki jam penerimaan sinar matahari yang berbeda. Lahan menghadap timur biasanya lebih terkena matahari pada pagi hari di bagian depan dan pada sore hari tidak. Lahan yang menghadap barat cenderung panas pada sore hari karena bagian depan yang terbuka lebih banyak menerima sinar matahari. Lahan yang orientasinya ke arah utara selatan lebih gampang, apalagi bila berada diantara rumah lain (diapit rumah lain), sehingga bisa terhindar dari sinar menyengat yang meningkatkan suhu secara langsung.

Kemudian, bagaimana jika pemadangan atau area disekitar lahan tidak menarik bahkan cenderung tidak menyenangkan? Misalnya bila lahan rumah berada disekitar pasar, area yang kurang aman, atau kuburan? Dalam hal ini, kita perlu menyiasatinya dengan menutup sebisa mungkin orientasi yang tidak menyenangkan itu melalui desain rumah. Apabila mungkin blok pemandangan ke arah pemandangan tidak menyenangkan misalnya seperti kuburan itu, dengan dinding yang tinggi. Sangat terkecuali apabila pemilik menyukainya, misalnya menyukai suasana pasar atau bila memang suasana jalan yang ramai merupakan pemandangan yang menarik. Hanya Anda yang bisa menentukan apakah sebuah pemandangan perlu di blok, dan sampaikan hal itu pada arsitek Anda.

Dalam merancang bagian dalam juga begitu, hadapkan atau orientasikan pintu dan jendela, terutama ke arah taman atau pemandangan menarik. Tentang bagaimana menyelesaikan bentuk detailnya Anda bisa meminta arsitek Anda memeras otak😉

Khusus perkotaan atau lahan terbatas
Khusus untuk ini, kita perlu mempertimbangkan bahwa pemandangan menarik di kota sudah banyak ditutupi oleh bangunan sekitarnya, namun kita bisa menyiasatinya dengan cara membuka orientasi ke arah taman dalam, bangunan tinggi yang menarik (pencakar langit), atau membuat taman diatas atap yang indah. Ingat bahwa meskipun diatas atap, taman atap bisa juga menjadi sebuah tempat untuk melepaskan ketegangan, melihat langit terbenam pada sore hari, menjadi tempat berkumpul melihat kembang api disekitar saat pergantian tahun, dan sebagainya.

Karena biasanya tingkat kriminalitas di perkotaan lumayan tinggi, banyak yang mempertimbangkan untuk membuat pagar tinggi sebagai konsekuensi. Namun bila lahan berada di area yang relatif aman seperti perumahan yang sudah terbentuk atau pedesaan yang relatif aman, Anda bisa mempertimbangkan untuk membuat pagar rendah dimana orientasi bangunan bisa juga menghadap ke jalan depan.

Hal yang umum adalah orientasi ke taman dalam diutamakan. Adanya taman dalam adalah sebuah kemewahan, karena makin jarang rumah di perkotaan memiliki taman dalam. Karena itu, alih-alih menjadi tempat jemuran, taman dalam musti diperhatikan benar agar terjaga keindahannya, tetap bersih, dan tidak menjadi area penyimpanan atau bahkan gudang untuk barang-barang yang tak terpakai. Taman yang tidak tertata dan tidak bersih mencerminkan penghuni yang kurang peduli.

Tips dalam merancang
Dalam merancang, perhatikan hal-hal seputar orientasi ruang dan bangunan sebagai berikut:

  • Perhatikan apakah lahan berada ditempat yang indah seperti perbukitan, danau, pemandangan kota yang menakjubkan, atau pantai. Pemandangan juga bisa berarti adanya landmark kota atau obyek buatan yang menarik. Buatlah desain yang mengakomodasi pemandangan ke arah alam yang indah itu. 
  • Perhatikan apakah ada area disekitar lahan rumah atau bangunan yang sebaiknya ditutup, seperti kuburan, sekolah, jalanan berdebu, kemacetan, atau kekhawatiran akan tingkat kriminalitas yang tinggi. Namun sebaiknya perhatikan agar desain rumah tidak menjadi egois atau terkesan anti sosial.
  • Perhatikan apakah lahan berada ditempat yang aman seperti perumahan yang sudah terbentuk dengan pengamanan lingkungan dan sebagainya, agar memungkinkan kita membuat rumah yang minim pagar. 
  • Perhatikan potensi dalam lahan. Potensi ini menyangkut kontur lahan, atau pohon yang indah. Beberapa jenis pohon dapat dipertahankan agar dari dalam rumah dapat menikmati pohon tersebut. Rumah dapat dirancang melingkari atau mempertahankan keberadaan pohon yang indah itu, agar kelak anak dapat mengenal alam dan menghargai lingkungan sebagaimana orangtuanya. 
  • Perhatikan arah utara selatan bangunan. Bagian timur apabila disukai bisa memasukkan cahaya matahari pagi hingga jam 10 yang masih enak. Bagian barat mungkin perlu ditutup atau diberi shading device atau secondary skin agar tidak panas. Bagian utara selatan dapat dimaksimalkan untuk mendapatkan view pemandangan yang diinginkan. 
  • Apabila rumah berada di area lahan yang luas, misalnya rumah di pedesaan dengan lahan luas dan rumah ditengahnya atau masih banyak lahan sisa, kita juga perlu memperhatikan arah angin darimana biasanya datang. Ini bisa diperhatikan melalui pengamatan sepanjang tahun atau memperhatikan arah pergerakan angin yang umum di daerah tersebut. Ini dapat mempengaruhi suhu, kelembaban dan juga debu yang masuk melalui ventilasi dan bukaan bangunan. 

Nah, setelah berpanjang lebar tentang arah orientasi bangunan, sekarang kita lebih mengerti tentangnya dan dapat mengimplementasikan pada desain rumah tinggal yang lebih baik.

______________________________
by

Arsitek Probo Hindarto
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.