Monthly Archives: Mei 2012

Rumah modern 2 lantai lahan 7x12m2


astudioarchitect.com Desain rumah dijual ini merupakan desain 3 kamar tidur. Dalam ide desain rumah ini, sebaiknya dibuat dinding dengan pintu antara garasi/carport dengan taman dalam, dengan tujuan agar asap kendaraan tidak masuk dalam area rumah. Untuk penghawaan alami di kamar belakang lantai 2, diambilkan dari bagian atas dinding, diatas area tangga. Diatas area tangga atapnya sebaiknya dibuat dari dak beton dengan lubang yang diberi kasa nyamuk dan atap bening polikarbonat.

Desain rumah ini merupakan solusi untuk tanah berukuran 8×12 meter persegi. Adapun desain merupakan rumah bertingkat dengan tiga kamar tidur dan penataan interior yang seperti pada gambar perspektif denah dibawah. Desain ini merupakan desain gratis yang dimuat di Grup Kompas Gramedia, dan bukan desain profesional (kami tidak menjual desain yang didapatkan dari desain profesional)

Desain denah lantai 1

Desain denah lantai 2

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

[desain profesional] Rumah dengan kolam renang yang modern

astudioarchitect.com Desain ini merupakan desain konsultasi profesional yang kami buat untuk seorang klien astudio. Desain ini merupakan rumah mewah dengan kolam renang dan ruang keluarga, dapur dan ruang makan yang terkesan terbuka ke arah kolam renang dan taman. Di bagian bawah merupakan area rumah yang sifatnya umum, sedangkan di lantai atas merupakan kamar-kamar tidur. Adapun kamar tidur utama memiliki balkon dan kamar mandi tersendiri.

Desain perspektif denah rumah bagian bawah. 

Perspektif rumah bagian dalam, di area kolam renang melihat ke arah ruang keluarga, dapur dan ruang makan. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bambu, material bangunan masa depan

astudioarchitect.com Bambu, material murah yang makin muncul kembali akibat kelangkaan kayu dan harga besi yang semakin tinggi. Apa yang menyebabkan kita perlu beralih kembali ke bambu? Dewasa ini desain bangunan dengan material bambu sangat booming dan menarik untuk diimplementasikan dalam arsitektur bangunan.

[Pada hari ini kami di astudio mengikuti workshop tentang konstruksi bangunan Bambu oleh Budi Faisal, praktisi arsitek dan pengajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bertempat di Universitas Brawijaya. Berikut ini merupakan sedikit catatan dari apa yang kami dapat dalam workshop tersebut, ditulis oleh Probo Hindarto. Terdapat juga opini tentang bambu dari A. Farid Nazaruddin]

  • Bambu termasuk spesies rumput dan kuat tariknya lebih baik daripada baja. 
  • Terdapat juga sejenis bambu yang dinamakan Budha bambu yang tumbuh 1,2m per hari. 
  • Bambu juga 7 kali kali lebih banyak dibandingkan pohon dan tanaman lain. 
  • Tumbuhnya bambu adalah 10-30% lebih cepat dibandingkan pohon lain yang hanya mencapai 2-5% per tahun. 
  • Bambu dapat tumbuh dengan produksi 50-100 ton per Ha (tergantung dari spesies , tanah dan iklimnya).
  • bambu terdiri dari 60-70%batang, 10-15% dahan dan 15-20% daun.
  • Bambu lebih baik untuk renovasi air bahkan lebih baik 240% daripada hutan pinus
  • Bambu juga menaikkan level air setinggi 6,3 meter di India dalam waktu 4 tahun.
  • Bambu lebih baik untuk konservasi tanah dan memiliki tingkat erosi yang lebih rendah karena akarnya lebih baik menahan erosi. 
  • Bambu menyerap CO2 lebih banyak daripada hutan lain yaitu 62ton/Ha/tahun dibandingkan hutan lain yang hanya menyerap 15ton/Ha/tahun (4 kali lipatnya).
  • Bambu melepaskan O2 selama fotosintesis yaitu 35% lebih dibandingkan jenis hutan lainnya. (J.A. Janssen)

Penggunaan bambu sangat beragam mulai dari sebagai material bangunan, jembatan, perahu, lantai bambu (parkit bambu), perancah, furniture, alat dapur, alat musik, pembungkus, bahan bakar, makanan, bahan baku minuman, obat, kertas, tekstil, kompos, pipa dan filamen lampu pijar. (David Farelly)

Penggunaan Energi
Energi yang dibutuhkan untuk memproduksi material bangunan bambu terbilang sedikit, dan karena itu hanya memiliki sedikit carbon footprint. Berikut ini perbandingan penggunaan energi untuk memproduksi material bangunan dalam (Nmm2):

Besi = 1500
Beton = 240
Kayu = 80
Bambu = 30

Standarisasi penggunaan bambu agak jarang, bahkan masih jarang sekali namun sudah ada yang merumuskan standar penggunaan bambu, antara lain:

– International Code Bamboo for Housing (INBAR)
– Laboratory Manual on Testing Method for Determination of Physical and Mechanical Properties of Bamboo (INBAR)
–  Bamboo in Construction (Strada, England)
– Manual de Construction con Bambu – Universidad Nacional de Colombia. Centro de investigacion de bamboo. Hidalgo (Colombia)

Contoh penggunaan di negara tropis, dengan hanya 20×20 meter persegi area lahan, kita dapat membangun dua rumah (@ 8x8m2) hanya dalam 3 tahun. Di Costarica, terdapat 1000 rumah yang dibangun tiap tahun dengan hanya menggunakan hutan bambu seluas 60Hektar.

Kelemahan material bambu
1. jamur
2. bubuk
3. serangga

batasan material bambu:
1. tidak cepat kering
2. mudah sekali patah bila dipanen terlalu dini
3. jika tidak diawetkan dengan baik, hanya akan bertahan 5 tahun, jika terkena matahari dan air hujan terus menerus (namun Budi Faisal sendiri menyatakan bahwa teori ini batal mengingat ada bangunan di Bali yang atapnya dari bambu bertumpuk lima dan kuat hingga 15 tahun, apalagi untuk atap dapur dapat bertahan hingga 20 tahun karena sering terasapi dengan bakaran kayu untuk memasak)

Sistem bangunan bambu plaster (anyaman bambu yang diplaster seperti tembok) sudah digunakan di abad 13-14.

Kubah geodesi yang dirancang Buckminster Fuller bisa diterapkan dengan material konstruksi bambu.
Rumah murah pasca bencana dapat dibuat dengan material murah bambu.
Bambu dalam konteks bangunan kontemporer / modern
Saat ini makin banyak arsitek yang menggunakan material bambu dalam karya mereka, dan sambungan bambu tidak lagi hanya menggunakan tali ijuk, namun juga menggunakan sambungan dari baja. 

Satu hal yang membedakan konstruksi bambu yang lama dengan yang baru adalah dari sisi joint atau penyambungnya. Bila joint menggunakan material modern seperti besi baja, maka konstruksi bambu biasanya juga meningkat pamornya.
Madrid Airport, didesain oleh arsitek Richard Rogers, lengkung plafon merupakan susunan bambu yang memperlihatkan kelenturan konstruksi bambunya. 
Vietnam Cafe, bangunan dari bambu yang dari luar terutup atap rumbia dengan bentuk yang mengesankan. 

Karya bangunan dengan bambu modern oleh Eko Prawoto
karya arsitek Kengo Kuma mengetengahkan bambu yang rapi dan sedap dipandang.

Material bambu seringkali diasosiasikan dengan material murah, namun saat ini bambu akan dan telah menjadi material bangunan masa depan. bambu yang akan membawa arsitek di negara berkembang untuk sejajar dengan partner mereka dari negara maju. Meskipun keberadaan bambu sudah populer dalam berabad-abad, kemampuannya untuk digunakan dalam bangunan modern seringkali masih dipertanyakan.

Dalam konteks Indonesia, hutan kita berkurang 51 km2 per hari, dalam tahun 2000-2005 saja, 1,8juta hektar hutan lenyap per tahun. Saat ini Indonesia merupakan negara yang paling tinggi (nomor 1) dalam kerusakan alam dan hutannya.

Indonesia adalah negeri dimana bisa ditanami tumbuhan setahun penuh tanpa henti tidak terjadi perubahan iklim yang sangat drastis seperti di negeri 4 musim. Total lahan yang bisa ditanami sepanjang tahun di seluruh dunia adalah 27% dari seluruh daratan, dan 11% nya berada di Indonesia. Hal ini ebrarti 40,7% dari area tropis yang bisa ditanami setahun penuh adalah di Indonesia, sayang sekali bila masih banyak orang kelaparan.

Dari 1300 spesies bambu di Indonesia, 12% nya berasal dari Indonesia.

Selama masa Kolonial Belanda di Indonesia, pernah dibuat replika menara Eiffel yang dibuat dari bambu. 
Untuk dinding bambu murah yang diplaster sebagai pengganti dinding bata biasa, bisa dibuka artikel ‘Dinding Bambu Plaster, Pengganti dinding Bata biasa”. 
Green School Bali. 
Bambu dapat dieksplorasi fleksibilitasnya untuk mengetahui sejauh mana bambu dapat menjadi material yang lebih ‘baru’. 

Kunci utama konstruksi bambu yang lebih awet adalah pada treatment atau pengawetannya. Tanpa itu maka bambu akan kehilangan semua kelebihannya begitu terdapat kekurangan yaitu bambu kurang awet. Pengawetan bambu perlu dilakukan, dan kadangkala memerlukan banyak eksperimen. PeBahan yang dapat mengawetkan bambu adalah resin, namun ini pengawetan yang sangat mahal.

_

————————————————————–

Selanjutnya adalah tulisan dari A. Farid Nazaruddin:

Bambu sudah saatnya di budidayakan!

Perjalanan bambu
Bambu, siapa yang tidak mengenal jenis tanaman yang satu ini. Bambu dahulu adalah material merakyat yang murah dan benar-benar dekat dengan kehidupan masyarakat indonesia. Dahulu ia digunakan pada rumah-rumah orang-orang jelata bersanding dengan kayu.

Bambu merupakan material yang sangat mudah  di aplikasikan pada saat itu, lebih mudah dari kayu. Tetapi memang bambu tidak seawet kayu. Sehingga dahulu budaya penanaman bambu telah lama dipakai para nenek moyang bangsa Indonesia. Mereka bahkan menanam bambu dipekarangan rumah mereka. Tidak lain adalah untuk penggantian material. jika bambu yang terpakai telah menunjukkan tanda-tanda perlu diganti, maka mereka tinggal potong bambu yang mereka tanam. Bambu tanpa pengawetan biasanya tahan 2-3 tahun. Sedangkan bambu bayi sampai usia potong yang tepat adalah 3 tahun keatas. Sebuah siklus yang tepat berpasangan.

Budaya mereka dalam hidup berdampingan dengan bambu telah melekat dengan dalam dan menjadi pola ritual yang umum. Tetapi sejak Belanda memberi pengetahuan tentang penggunaan batu bata, besi dan semen, maka lambat laun bambu semakin dipandang sebelah mata. Rakyat semakin meninggalkan bambu dan menganggap bambu adalah material yang kelas kelas tiga setelah kayu. Mereka kemudian menganggap bahwa bahan material baru tersebut lah yang lebih baik.

Pada saat jaman kemerdekaan indonesia material bambu sebenarnya masih dipakai tetapi hanya orang-orang yang “tidak mampu” lah yang memakainya. Bambu memang dapat dikatakan gratis. Tinggal ambil di hutan, mudah bawanya, dan mudah pakainya. Tetapi rumah-rumah “gedongan” telah merambah benak masyarakat sebagai rumah yang baik. Sehingga umumnya pemilik rumah bambu akan merasa “tidak mampu” karena rumahnya bukan “gedongan”.

Saya pribadi tinggal di rumah yang menggunakan bambu pada beberapa unsur bangunannya. Rumah saya adalah rumah yang tua, mungkin berusia 70 tahun an. Konstruksi atap menggunakan kayu jati. Tetapi usuk dan reng seluruhnya menggunakan bambu. Selama 70 tahun itu baru sekali konstruksi bambu tersebut diganti dengan bambu yang baru.

Tetapi dengan adanya material baru, seperti atap light steel frame, maka bambu semakin tidak dipergunakan. Dimulailah tren baru dimana banyak perumahan modern yang lebih banyak menggunakan atap baja ringan tersebut. Kadang jika tidak terlalu mampu hanya kuda-kuda dan gording yang menggunakan baja ringan, sedang reng dan kasau menggunakan kayu. Sedang jika mampu menggunakan konstruksi atap baja ringan secara keseluruhan.

Beberapa tahun yang lalu, saya pergi ke pameran bahan bangunan. Di benak saya kelas atap baja ringan adalah kelas tinggi (korban iklan). Saya melihat di pameran tersebut tidak hanya terdapat stand yang menjual rangka atap baja ringan, tetapi juga ada yang menjual mesin pembuat rangka baja ringan tersebut (!!) yang ternyata pembuatanya mudah dan mesinnya pun cukup terjangkau. Hanya perlu menjual sebuah rumah tipe 200.

Sekarang, persaingan perusahaan rangka atap baja ringan semakin banyak. Banyak perusahaan perusahaan kecil bermunculan dengan modal mesin pembuat atap baja ringan yang murah tersebut. Hal ini menjadikan rangka atap baja ringan menjadi pilihann umum bahkan sampai perumahan tipe kecil. Posisi bambu semakin dipinggirkan. Bahkan hanya sebagai penyangga begisting kemudian kayu bakar untuk membakar batu bata.

Tetapi, ternyata bambu tidaklah mati. Ia ternyata mundur dan mengambil ancang-ancang untuk melompat lebih jauh daripada yang lain. Bambu saat ini menjadi material yang paling berpotensi untuk maju dan menjadi paling berkelas dan paling laris terjual dan paling banyak diolah. Bambu menjadi semakin indah dan menarik. Bambu berpotensi menjadi raja dari material bangunan dan interior.

Mengapa demikian?

Pertama, dunia semakin tidak bersahabat dengan perusaknya, yaitu manusia. Sehingga dia marah dan menghasilkan panas yang berlebih (Saya suka melihatnya seperti ini). Timbullah “global warming”. Dan ternyata alat terbesar perusak bumi adalah arsitektur dan turunannya. Kemudian untuk mengatasi tersebut, beberapa gelintir kelompok masyarakat menyerukan “sustainable life”. Hidup yang berkelanjutan. Maksudnya adalah supaya hidup terus berkanjut sampai terus menerus, anak cucu cicit cecet dst dengan tetap baik seperti sekarang. Bahkan seharusnya lebih baik. Polusi menghilang, bumi menjadi ramah kembali.
Sustainable tentu juga menyentuh arsitektur.

Kedua. Bambu adalah material sustainable. Bahkan paling sustainable. Pertumbuhan bambu sangat mudah dan mudah pula ditanam. Dia sebenarnya adalah jenis rumput. Rata-rata pertumbuhan dihitung per hari dan hanya butuh waktu 3-5 tahun untuk dapat dipergunakan. Bandingkan dengan material lain. Batu misalnya butuh 3000 juta tahun untuk menjadi keras (perkiraan). Kapur juga demikian. Baja butuh waktu singkat sebenarnya, tetapi harus menuggu hujan meteor terlebih dahulu. Karena baja bukanlah material yang dapat tumbuh di bumi. Bata misalnya membutuhkan pengendapan air sungai dan aliran udara yang menggeser bebatuan muda selama ribuan tahun untuk kemudian menjadi tanah. Pasir pun demikian, butuh ribuan tahun untuk batu pecah terkikis menjadi pasir.

Pengambilan dan pengolahan material juga menjadi pertimbangan yang cukup besar. Bayangkan bagaimana cara mengambil batu kapur di gunung kapur. Bagaimana pula penambangan baja di gunung baja. Pembakaran bata di lembah tanah liat. Atau penambangan pasir di sungai berpasir.
Oke, memang bahan-bahan itu butuh ribuan tahun lagi untuk mereka menjadi langka, tetapi intinya bahan-bahan tersebut tidak berkelanjutan.

Bagaimana dengan kayu?
Dia memang material yang juga sustainable, karena dapat tumbuh secara alami dan tidak membutuhkan waktu ribuan tahun untuk dapat dipakai lagi. Kayu juga banyak jenisnya, tetapi untuk bahan bangunan yang terbaik dan reliable adalah kayu yang berusia lebih tua (Lebih tua lebih baik) dan berpori padat dan kuat.
Beberapa ratus tahun lalu, penduduk bumi yang menggunakan kayu mungkin sedikit, sehingga pada saat satu kayu ditebang dan pada saat yang sama menanam bibit kayu baru, masih masuk dalam ritual penggunaan kayu. Karena manusia pada saat itu butuh ratusan tahun untuk menggunakan kayu lagi. Sehingga pada saat butuh mereka dapat menebang kayu yang telah dewasa dari bibit tadi.

Tetapi saat ini penduduk pengguna kayu sudah buanyak, sehingga kayu ditebang dengan kayu yang sedang tumbuh, lebih cepat kayu yang ditebang. Meskipun seluruh industri kayu menanam kayu sejumlah kayu yang ditebang, tetapi sebelum kayu yang baru tumbuh, hutan sudah gundul duluan. Timbullah kelangkaan kayu dan kemudian timbullah peningkatan harga kayu. Kayu jati sekarang menjadi “emas kuning” karena langka dan lamanya kebutuhan dia untuk menjadi dewasa. Dan usia dewsa kayu jati adalah 100 tahun. Itu dua generasi hidup manusia.  Lain halnya dengan bambu.

Bambu yang paling kuat dan cocok untuk konstruksi adalah bambu petung. Bambu yang sangat kuat di indonesia. Banyak bambu yang lain yang lebih kuat, tetapi harus impor. Yah, paling tidak impor bibit dulu, kemudian ditumbuhkan di sini. Apa sih yang tidak dapat tumbuh di indonesia?

Untuk bambu petung, 5 tahun adalah usia panen. Dengan tinggi panen 6 meteran dapat digunakan banyak hal.  Pada saat bambu dipanen, bambu tersebut masuh hidup dan dapat tumbuh lagi disebelahnya bambu yang baru. Tanpa manusia pemanen tadi menanam bibit baru. Wah, sebuah ide yang sangat fenomenal dari Sang Maha Ide.

Ketiga, sejak tahun 2000 banyak bermunculan media arsitektur baru yang dimonopoli oleh para arsitek idealis untuk semakin memperkenalkan arsitektur di indonesia. Dahulu para tukang dan rakyat tidak mengetahui apa itu arsitek. Tetapi sekarang, dalam waktu 10 tahun arsiektur dan arsitek menjadi profesi yang dikenal seluruh masyarakat. Hampir semua media telah menyinggung arsitek dan kualitas rancangannya.
Getaran-getaran energi para arsitek muda pada saat itu menjadi getaran-getaran baru dalam semangat berarsitektur masyarakat indonesia. Arsitek menjadi populer dan selebritis. Banyak dari mahasiswa arsitek berfoto bersama idola arsitek dan meminta tanda tangannya.

Tahun 2000 an telah menandakan kebangkitan arsitektur (modern) di media. Kemudian beberapa tahun kemudian “rumah minimalis” menjadi jargon populer klien-klien para arsitek. Pada saat rumah minimalis semakin dibosani para arsitek beralih ke yang lain. Dengan menggunakan material-material alam. Salah satunya bambu.

Sekarang, media telah dipenuhi dengan pemberitaan tentang bambu. Kemudian pendidikan arsitektur yang sebenarnya telah meneliti bambu semakin pede dengan apa yang mreka lakukan. Sungguh ajaib apa yang dapat dilakukan oleh orang yang pede. Memang ada beberapa karya fenomenal terlebih dahulu dari para arsitek dengan menggunakan bambu. Tetapi yang juga berjasa adalah media. Majalah dan televisi yang membahas arsitektur bambu dengan kelas yang lebih tinggi, menjdaikan bambu naik kelas. Bahkan apabila diolah dengan benar, bambu menjadi material kelas wahid.

Keempat, saat ini banyak teknologi pengolahan bahan bambu yang membuat bambu menjadi material yang dapat digunakan dalam banyak aspek bangunan. Mulai struktur sampai lampu. Mulai pintu sampai lantai. Semua dengan bentuk yang indah dan menarik. Bahkan mahal. Sayangnya teknologi tersebut masih dimonopoli beberapa gelintir orang dan perusahaan. sedangkan permintaan akan penggunaan bambu dalam bangunan semakin meningkat tajam. Sekarang para lulusan arsitek banyak yang menganggap bambu adalah material pilihan mereka untuk estetika bahkan struktural. Pada beberapa kota di Indonesia bambu petung semakin langka. intinya bambu pun semakin diburu masuarakat.

Potensi kedepan bambu dalam bisnis
Masalah banyaknya permintaan sedang minimnya penyedia, menjadikan banyaknya konsumen tetapi minimnya produsen. Seperti saat BBM langka. Mobil-mobil antri di SPBU yang menunjukkan banyaknya permintaan tetapi minimnya penyedia. Dapat dibayangkan bila saat permintaan banyak penjual BBM eceran tentu akan berpanen keuntungan lebih banyak. Harga BBM eceran naik berkali-kali lipat.
Sama halnya dengan inustri seputar bambu. Potensi bisnis dengan keuntungan besar ada dari hulu ke hilir. Sangat banyak potensi bisnis tersebut.

Investasi dapat dilakukan dari penyediaan lahan untuk penanaman bambu dengan jenis yang sesuai permintaan pasar. Pasar adalah masyarakat umum yang membutuhkan bambu dan inustri yang akan mengolah bambu menjadi produk yang lebih bernilai jual. Potensi ekonomi dapat pula pada penjualan bibit-bibit bambu berkualitas yang dapat ditanam di belakang rumah atau di lahan yang emmang akan ditanami bambu untuk tujuan ekonomi. Kemudian potensi bisnis pada perusahaan pengawetan bambu. Industri pengawetan dengan berbagai metode menjadi lahan subur mengambil keuntungan dari para pencari bambu awetan. Seperti untuk struktur atau untuk lainyya.

Potensi besar juga pada penjualan produk pengawet bambu. Penciptaan produk khusus yang dapat mengawetkan bambu dan dijual secara luas dapat menjadi pilihan yang menarik dalam berbisnis. Inovasi sehingga masyarakat awam tidak perlu repot dengan bambu yang akan mereka olah dengan pengawetan.
Potensi besar juga terdapat pada pengolahan bahan bambu menjadi High presure laminate bamboo. Yang menjadikan bambu dapat diolah menjadi bentuk lantai parket sampai kusen. HPL bambu ini dapat dihasilkan dengan bentuk multiplek yang dapat dijual secara umum. Potensi kemudian pada industri pengolah multiplek HPL bambu menjadi produk interior atau daun pintu. Dengan hanya mengoleskan plitur, maka tekstur bambu menjadi menonjol, terlihat mewah dan unik.

Apakah ada lagi?
Intinya adalah…
Pemerintah dan rakyat harus melihat potensi bambu ini kedepannya. Ia adalah material masa depan yang indah dan murah dan mudah bahkan berkelanjutan. Sudah saatnya bambu mulai dibudidayakan dan menjadi prospek material wajib masa depan pengganti kayu atau baja. Pada saat sudah terbudi daya, maka mambu dan inovasi disekitarnya akan semakin cepat berkembang dan revolusioner. Saya yakin itu.

(A. Farid Nazaruddin)

External links:
[1] Berbagai sambungan bambu yang modern http://bambus.rwth-aachen.de/eng/PDF-Files/Bamboo%20Connections.pdf
_______________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Arsitek meniru?

10 Mei 2007

Gambar dari ‘Russian Posters Exhibition’ diadakan oleh toko buku Toga Mas
Melalui media, satuan penyebaran budaya semakin mudah ditularkan. Plagiarisme sangat dimudahkan.






Begitu mudahkah sebuah hasil karya atau pemikiran diduplikasi dan diklaim sebagai milik pribadi? 


Karya arsitektur juga rentan terhadap peniruan, karena saat ini semakin memungkinkan. Mungkin kita semua juga pernah mendapati memperhatikan karya arsitek, yang sepertinya memiliki kesamaan dengan karya arsitek terkenal, namun ketika diberi pertanyaan tentang itu, jawabannya tentu saja sangat dangkal, karena tidak berasal dari proses pemikiran yang dilaluinya.


Entahlah, hingga kapan pertanyaan ‘sejauh mana’ peniruan atau plagiarisme itu dihalalkan… Apakah dengan merombak suatu susunan penulisan, kemudian menyusun kembali dalam format baru bukan merupakan plagiarisme? Atau apakah dalam desain, melihat hasil akhir dari proses ber-arsitektur dari arsitek lain dan menggubah kembali dalam bentukan baru yang nyaris sama, bisa dikatakan plagiarisme? 


Proses itu yang penting. Proses untuk sampai hingga suatu karya hadir dan memiliki makna tidak mudah dijalani semudah copy and paste. Proses berpikir memang tidak mudah, dan karenanya menjadi berharga. Namun kadangkala hasil dari proses berpikir itu tidak bisa ditransfer begitu saja kedalam kepala orang lain dengan mudah. Bila dipaksakan tidak akan sepenuhnya dipahami. Arsitektur sebagai suatu bagian dari ekspresi seni, tidak bisa pula dengan mudah dihasilkan hanya dengan proses plagiarisme, seakan meloncat menuju hasil yang diharapkan, yang seharusnya memiliki makna lebih daripada itu. Lukisan Monalisa yang asli bisa jadi direproduksi, namun nilainya tidak sama. Bila kita coba memperhatikan, apa yang membuat seorang arsitek menjadi besar, seperti Frank Lloyd Wright, Le Corbusier, Romo Mangun, dan sebagainya, terdapat proses yang mereka jalani, dan itu tentu saja tidak muncul begitu saja menjadi karya-karya yang monumental dan dikenal dunia. Proses itu yang mengiring langkah mereka menjadi besar, setelah tentu saja sebelumnya mengalami try and error yang teramat banyak.


Fenomena munculnya berbagai majalah, buku, tayangan televisi dan sebagainya memang dengan sangat mudah menyebarkan bentuk-bentuk karya yang dapat diapresiasi dengan hanya membayar sekian ribu rupiah. Namun, apakah memberikan keleluasaan untuk menyadur karya (tanpa proses di jalani sebelumnya)? Boleh jadi berhasil memperhatikan sebuah karya avant garde dari seorang arsitek yang muncul dalam majalah, buku dan sebagainya, lalu mengambil bentukan kasat mata dan meletakkannya dalam desain yang di rancang. Itu sangat memungkinkan. Namun itu dangkal dan bila semakin nyaman melakukannya, arsitek tidak akan lebih dari seorang pengekor karya. Atau mungkinkah begitu banyak desain yang dihasilkan hanya berdasarkan tren semata menjadikan tidak ada lagi yang otentik? Jangan-jangan sudah menjadi hal yang sangat biasa sehingga kita tidak lagi memperhatikan?


Seorang arsitek adalah manusia, dan manusia memiliki potensi yang tidak sama antara satu dengan yang lain. Potensi yang berbeda itu adalah anugerah Sang Pencipta, yang menjadikan setiap orang unik. Arsitek dengan potensi yang dimilikinya, pandangannya tentang kehidupan dan arsitektur, perasaannya akan sebuah karya, akan memberikan sentuhan yang berbeda yang otentik. Karena itu, mari berkarya.
*****


04 Agustus 2008
Catatan lanjutan:
Setelah menulis, memperhatikan dan memahami dalam kurun waktu lebih dari setahun sejak penulisan artikel ini, dan 3 tahun berjibaku hingga Agustus 2008 ini, kami berpendapat bahwa sebuah karya arsitektur itu tidak pernah bisa lepas dari berbagai pengaruh. Hampir tidak mungkin menemukan konsep yang benar-benar baru, kecuali kita dapat mengembangkan sebuah riset teknologi baru atau semacam itu. Namun, peran arsitektur dalam hidup manusia menjadi spesifik dan tidak sama karena pada dasarnya setiap bangunan terikat dengan ruang dan waktu ia berada. Seandainya sebuah bangunan diplagiatkan 100%, atau dipindahkan ke tempat yang baru, maka itupun juta tidak akan memberikan kesan yang sama. Plagiarisme dalam arsitektur tidak akan berhasil, karena ia tidak sebuah kreativitas yang berkaitan dengan tempat, wadah, media sebuah karya arsitektur.



*****


25 Mei 2012
Catatan lanjutan:
Pertama manusia meniru alam, untuk mengetahui gejala dan cara beradaptasi dengannya. Arsitektur pertama kali dibuat untuk mengatasi alam dan karena itu merupakan peniruan yang tak ada henti-hentinya. Adaptasi merupakan kata yang paling tepat untuk mengadakan peniruan yang digubah. Tidak ada yang benar-benar baru. Menemukan sebuah arsitektur yang otentik memerlukan pemahaman yang luas akan berbagai fenomena dalam berarsitektur. Pada titik ini, kami menemukan bahwa seiring waktu dan pengalaman, tidak mudah untuk menjadi otentik, namun menggubah adalah hal yang paling lazim.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2008 astudio Indonesia. All rights reserved.

Rumah hunian a la resort

astudioarchitect.com Bagi Anda yang menyukai suasana resort, tentunya tidak asing dengan suasana refreshing yang hadir dari suatu tempat resort, bahkan saking berkesannya, kesan hunian yang refreshing itu seringkali ingin kita bawa ke hunian rumah kita. Tentunya hal ini bukanlah hal yang mengherankan. Bukankah kita sangat ingin rumah kita menjadi rumah dimana kita ingin menjadi segar setelah bekerja seharian, atau bagi ibu rumah tangga merasa huniannya memberikan kesehatan yang dibutuhkan bagi keluarga, serta memberikan kesan yang ‘hidup’ bagi mereka yang mengunjungi rumah kita.

Mungkin cara termudah agar kita mendapatkan ide-ide menarik seputar rumah yang menyegarkan itu adalah bepergian ke resort-resort yang ada, dengan demikian kita membawa ‘perbendaharaan’ ide untuk diterapkan pada hunian rumah kita.

Ruang luar yang teduh rindang, namun tetap stylish dan modern, merupakan pilihan desain dalam hunian-hunian modern dewasa ini. Perpaduan yang harmonis antara alam, bangunan dan aktivitas manusia, menciptakan lingkungan paling ideal bagi manusia, yang menyegarkan. Pada masa ini, kita membutuhkan kesegaran diantara kesibukan kerja yang semakin menuntut vitalitas prima.

Bahkan aktivitas yang sudah biasa dilakukan, seperti misalnya makan, dapat menjadi sesuatu yang refreshing karena didukung oleh suasana. Hal ini dapat kita adopsi dalam perencanaan hunian rumah tinggal kita agar memiliki efek yang sama.

Ruang kecil yang dapat dibuat secara maksimal mendukung suasana menyegarkan, seperti misalnya kolam ikan kecil ini, dimana ikan-ikan berenang dan menjadi sesuatu yang indah dilihat, dalam lingkungan kecil rumah kita.

Kualitas tempat-tempat resort yang memiliki kualitas unik biasanya memang dibuat dengan berbagai pendekatan, misalnya meskipun bangunannya biasa-biasa saja, bahan bangunannya yang unik. Biasanya tempat-tempat resort memiliki ketenangan tempat dan suasana yang menjual. Tengok saja, resort selalu dibuat dengan taman-taman yang rindang teduh, gunanya agar kita merasa dekat dengan alam. Menghirup udara segar, bermain air kolam, berendam di jacuzzy atau kolam khusus outdoor, atau sekedar menikmati santapan khas ala resort. Hmmm…


Karakter dari tempat-tempat resort memang selalu dekat dengan alam, sekaligus tetap stylish dan trendy.

Resort-resort yang dibangun dengan konsep modern banyak yang memadukan unsur alam dengan penampilan bangunan yang unik. Hal yang sama sering diterapkan juga dalam desain hunian bernuansa resort, yang memadukan unsur alam dengan gaya modern yang tidak terlihat usang.

Merencanakan ruang-ruang sebagai pelengkap dalam hidup kita dengan menyertakan area yang dapat menjadi ‘pelepas penat penglihatan’, boleh jadi merupakan modal utama dalam desain rumah sehat sekaligus indah.

Tips Hunian a la Resort
Bagi Anda yang ingin membawa suasana resort dalam rumah Anda, tips-tips berikut dapat membantu Anda:

  • Pada saat berkonsultasi dengan arsitek atau merencanakan rumah tinggal, jangan lupa bahwa suasana asri ingin ditampilkan, sehingga berbagai keputusan penataan ruang-ruang didasarkan pada pertimbangan ini. Maksimalkan fungsi ruang luar seperti taman dalam rumah.
  • Milikilah area-area rumah yang dapat ditanami atau hijau, kadang-kadang biarkan arsitek memberikan ide-ide seputar kehijauan taman, dimana letak taman, elemen taman dan sebagainya
  • Biarkan ruang-ruang dalam rumah lebih terbuka dengan menggunakan kaca-kaca atau bidang transparan kearah taman
  • Unsur air sangat menenangkan, sehingga sangat direkomendasikan kolam renang, setidaknya kolam ikan.
  • Usahakan agar taman atau area hijau dapat dinikmati dari dalam dan sekitar rumah, misalnya dengan menempatkan area duduk disekitar taman untuk digunakan duduk-duduk pada sore hari sambil menikmati teh dan kudapan kecil
  • Bila Anda memiliki peralatan olahraga atau berencana memiliki area khusus olahraga, tempatkan sedemikian rupa area olahraga berdekatan dengan taman atau bahkan menyatu dengan taman. Tujuannya adalah penyatuan aktivitas olahraga dengan aktivitas refreshing maupun berkumpul outdoor dengan keluarga.
  • Area makan pagi bisa didekatkan dengan area oudoor taman dalam rumah, agar penghuni yang breakfast bisa sembari menikmati bias sinar mentari yang menyegarkan.

Masih banyak ide-ide menarik lainnya soal menata rumah agar memiliki kualitas refreshing laksana resort. Tentu saja dalam hal ini kita memerlukan kreativitas dalam menata hunian agar lebih refreshing lagi. Sekedar mengingatkan, bila Anda sedang merencanakan rumah tinggal, konsultasikan hal ini dengan arsitek Anda.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Rumah dengan teras unik 7,65x12m

astudioarchitect.com Desain rumah untuk ukuran lahan 7,65×12 meter ini merupakan suatu desain yang masih bisa dikembangkan bila diinginkan karena terdapat lahan sisa. Desain ini memberikan solusi bagi lahan yang lebar didepan, namun sebenarnya tidak terlalu lebar untuk dibagi dengan modul 3 meter. Karena itu dapur dan kamar mandi lebih sempit daripada yang lain tapi dalam gambar masih terlihat ukuran ini masih nyaman untuk dipakai aktivitas yang bersangkutan dalam rumah.

Desain rumah ini merupakan solusi untuk tanah berukuran 7,65×12 meter persegi. Adapun desain merupakan rumah mungil dengan dua kamar tidur dan penataan interior yang seperti pada gambar perspektif denah diatas. Desain ini merupakan desain gratis yang dimuat di Grup Kompas Gramedia, dan bukan desain profesional (kami tidak menjual desain yang didapatkan dari desain profesional)

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tanaman kering yang menyegarkan

 astudioarchitect.com Bila Anda ingin rumah Anda tampil dengan lebih dekat dengan alam, tidak ada salahnya mencoba membuat pendekatan baru dalam tata hunian rumah Anda, dengan memasukkan unsur tanaman kering dalam rumah. Penampilan tanaman kering tidak kalah dengan tanaman atau bunga buatan. Bahkan tanaman kering dapat juga menambah pesona tanpa harus banyak perawatan. Pada saat ini cukup banyak juga produsen aksesori interior dan furniture yang melirik tanaman kering sebagai produk mereka. Tanaman kering ini dengan baik dapat membantu memberikan nuansa yang lebih natural dalam rumah. Ya, meskipun memang lebih enak memandang tanaman yang segar (dalam arti; hidup) dalam pot, tanaman kering dapat menjadi aksen alami yang cukup segar.

Sebuah ruang tamu pada gambar diatas mendapatkan nuansa alami yang segar dari tanaman kering dalam pot berbatu-batu. Tanaman kering ini terlihat menyatu dengan ruangan yang diberi nuansa coklat dan merah muda. Penampilannya yang bersahaja sangat elok diperhatikan dan memberi kontribusi bagi pemandangan ruangan yang lebih indah.

Untuk membuat sendiri aksesori ruangan ini, sebenarnya tidak sulit, kok! Cari saja tanaman yang memiliki ranting cukup indah. Kadang-kadang tanaman yang biasa ada disekitar rumah kita juga memiliki ranting-ranting yang cukup artistik, misalnya ranting bambu.

Sebuah artwork dalam lubang di dinding dengan kaca, dalam foto sebuah rumah diatas dapat juga memberikan inspirasi. Artwork tersebut tidak hanya sedap dipandang mata, namun juga memberikan sentuhan seni bagi sebuah rumah tinggal. Bila menghendaki artwork semacam ini, caranya juga sangat mudah, yaitu dengan meminta tukang memberikan lubang-lubang pada dinding yang dilapisi kaca cermin di bagian dalam, kemudian ranting-ranting kering dimasukkan sebagai aksen yang indah.

Well, selamat mencoba ide baru dengan ranting kering di rumah Anda!

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2012 astudio Indonesia.
All rights reserved.