Monthly Archives: September 2010

Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang

astudioarchitect.com Sebuah rumah, seiring dengan waktu tentunya juga bisa mengalami kemunduran kualitas, kerusakan baik kecil maupun besar. Adakalanya kita memiliki waktu untuk memperbaiki sendiri kerusakan tersebut, namun adakalanya kita tidak mengetahui bagaimana mengatasi kerusakan rumah tanpa tukang. Buku ‘Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang’ ini ditulis oleh Danang Kusjuliadi untuk membantu Anda dalam mengatasi kerusakan rumah dengan usaha sendiri (tanpa tukang), mungkin bisa menjadi aktivitas menarik bagi Anda di akhir pekan atau saat sedang ada waktu luang.
Kutipan: Kerusakan Ringan, Mudah Diperbaiki. Tidak semua kerusakan pada rumah diakibatkan oleh kesalahan konstruksi yang tentu saja rnembutuhkan penanganan yang cukup berat. Ada kalanya kerusakan rumah hanyalah berupa kerusakan-kerusakan ringan.Termasuk dalam kerusakan ringari dimulai dan yang berwujud keretakan sampai dengan yang berwujud kebocoran. Kerusakan-kerusakan ringan ini bisa terjadi di setiap bagian dalam rumah tinggal baik pada Iantai, dinding, penutup atap, serta beberapa lokasi yang lain.
o Kerusakan ringan pada lantai biasanya berwujud lepasnya keramik dan spesi (adukan semen sebagal perekat di bawahnya), rontoknya nat keramik, atau keramik yang kopong.
o Kerusakan ringan pada dinding biasanya berwujud dinding retak, dinding rembes, hingga plesteran dinding rontok.
o Kerusakan ringan pada atap blasanya berwujud kebocoran, balk pada penutup atap, nok/wuwungan, talang air, ban-banan, atau pun kebocoran pada dak beton.
o Kerusakan nngan pada plafon seperti plafon lepas, retak, atau berlubang,
o Kerusakari ringan pada cat seperti cat mengelupas, menggelembung, menjamur, ataupun belang-belang,
o Kerusakan ringan pada Instalasi air seperti kebocoran pada pipa, keran air, bak mandi, sampai dengan kasus mampetnya wastafel atau bak cuci.
o Kerusakan ringan pada pintu dan jendela biasanya berwujud pintu seret ketika dibuka, pintu/jendela berderit, atau kunci pintu rusak.
o Beberapa kerusakan ringan pada rumah tinggal di atas bisa muncul akibat beberapa faktor, antara lain
o faktor kondisi cuaca,
o kualitas bahan bangunan yang kurang baik,
o kesalahan pada saat pelaksanaan pembangunan rumah,
o kesalahan pada saat finishing.
Kerusakan-kerusakan ringan di atas termasuk kerusakan-kerusakan yang tergolong mudah untuk diperbaiki. Mengapa kerusakan-kerusakan tersebut mudah diperbaiki? Ada beberapa
alasan, di antaranya ialah
a tidak berhubungan dengan sistem struktur maupun konstruksi bangunan,
a volume kerusakan relatif kecil, tidak terlalu besar dan tidak terlalu luas.
a bisa diatasi dengan cepat praktis. dan kuat.

Menjadi tukang di rumah sendiri tentunya bisa menjadi cara untuk memperkecil biaya dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil dalam rumah kita. Simak bukunya dibawah ini (di blog astudioarchitect.com)

http://books.google.com/books?id=3CGkNDa8pbkC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang

astudioarchitect.com Sebuah rumah, seiring dengan waktu tentunya juga bisa mengalami kemunduran kualitas, kerusakan baik kecil maupun besar. Adakalanya kita memiliki waktu untuk memperbaiki sendiri kerusakan tersebut, namun adakalanya kita tidak mengetahui bagaimana mengatasi kerusakan rumah tanpa tukang. Buku ‘Mengatasi Kerusakan Rumah Tanpa Tukang’ ini ditulis oleh Danang Kusjuliadi untuk membantu Anda dalam mengatasi kerusakan rumah dengan usaha sendiri (tanpa tukang), mungkin bisa menjadi aktivitas menarik bagi Anda di akhir pekan atau saat sedang ada waktu luang.

Kutipan: Kerusakan Ringan, Mudah Diperbaiki. Tidak semua kerusakan pada rumah diakibatkan oleh kesalahan konstruksi yang tentu saja rnembutuhkan penanganan yang cukup berat. Ada kalanya kerusakan rumah hanyalah berupa kerusakan-kerusakan ringan.Termasuk dalam kerusakan ringari dimulai dan yang berwujud keretakan sampai dengan yang berwujud kebocoran. Kerusakan-kerusakan ringan ini bisa terjadi di setiap bagian dalam rumah tinggal baik pada Iantai, dinding, penutup atap, serta beberapa lokasi yang lain.
o Kerusakan ringan pada lantai biasanya berwujud lepasnya keramik dan spesi (adukan semen sebagal perekat di bawahnya), rontoknya nat keramik, atau keramik yang kopong.
o Kerusakan ringan pada dinding biasanya berwujud dinding retak, dinding rembes, hingga plesteran dinding rontok.
o Kerusakan ringan pada atap blasanya berwujud kebocoran, balk pada penutup atap, nok/wuwungan, talang air, ban-banan, atau pun kebocoran pada dak beton.
o Kerusakan nngan pada plafon seperti plafon lepas, retak, atau berlubang,
o Kerusakari ringan pada cat seperti cat mengelupas, menggelembung, menjamur, ataupun belang-belang,
o Kerusakan ringan pada Instalasi air seperti kebocoran pada pipa, keran air, bak mandi, sampai dengan kasus mampetnya wastafel atau bak cuci.
o Kerusakan ringan pada pintu dan jendela biasanya berwujud pintu seret ketika dibuka, pintu/jendela berderit, atau kunci pintu rusak.
o Beberapa kerusakan ringan pada rumah tinggal di atas bisa muncul akibat beberapa faktor, antara lain
o faktor kondisi cuaca,
o kualitas bahan bangunan yang kurang baik,
o kesalahan pada saat pelaksanaan pembangunan rumah,
o kesalahan pada saat finishing.
Kerusakan-kerusakan ringan di atas termasuk kerusakan-kerusakan yang tergolong mudah untuk diperbaiki. Mengapa kerusakan-kerusakan tersebut mudah diperbaiki? Ada beberapa
alasan, di antaranya ialah
a tidak berhubungan dengan sistem struktur maupun konstruksi bangunan,
a volume kerusakan relatif kecil, tidak terlalu besar dan tidak terlalu luas.
a bisa diatasi dengan cepat praktis. dan kuat.

Menjadi tukang di rumah sendiri tentunya bisa menjadi cara untuk memperkecil biaya dalam memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil dalam rumah kita. Simak bukunya dibawah ini (di blog astudioarchitect.com)

http://books.google.com/books?id=3CGkNDa8pbkC&lpg=PP1&dq=rumah&pg=PP1&output=embed

________________________________________________

by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Bahan material lama dari bongkaran rumah yang bisa dipakai lagi

astudioarchitect.com Merenovasi rumah seringkali membuat kita mengeluarkan banyak biaya, apalagi bila kita merombak keseluruhan bangunan, meskipun demikian ada cara yang bisa Anda pertimbangkan untuk memperkecil biaya pembangunan, yaitu menggunakan bahan material dari bangunan lama untuk digunakan kembali. Beberapa bahan material memang bisa digunakan kembali seperti kayu, besi, batu kali maupun kusen.

Cara ini tentunya menghemat biaya, bahkan kita bisa menanyakan pada rumah orang lain yang sedang dipugar atau direnovasi, barangkali bersedia untuk menjual material bekas rumah dengan harga murah. Kadangkala bila beruntung, kita bisa memakai kusen jati lama yang masih bagus, atau besi dan kayu lainnya, baik untuk bekisting maupun keperluan lainnya.

Bahan besi termasuk material yang bisa dipakai kembali karena besi bisa dipotong dan dipakai untuk begel atau kolom untuk ukuran yang panjang. Material kayu atap dari bagian bagiannya bisa digunakan kembali seperti gording, usuk, reng. Material batu kali dari bongkaran pondasi bisa dipakai ulang untuk membuat pondasi baru karena batu tidak berubah bentuk. Untuk dinding, bila masih bagus bisa dipertahankan namun bila berjamur, berlumut atau lembab maka perlu diperiksa biasanya tidak terdapat sloof atau tembok trasraam di bagian bawahnya. Kita bisa menambahkan lapisan trasraam untuk tembok yang lembab dan melapisi dengan cat yang tidak tembus air (jenis watershield, wheathercoat, dan sebagainya).

Dengan cara-cara ini diharapkan merenovasi bisa lebih rendah biayanya dengan cara memakai material lama.

________________________________________________

by Probo Hindarto © Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Bahan material lama dari bongkaran rumah yang bisa dipakai lagi

astudioarchitect.com Merenovasi rumah seringkali membuat kita mengeluarkan banyak biaya, apalagi bila kita merombak keseluruhan bangunan, meskipun demikian ada cara yang bisa Anda pertimbangkan untuk memperkecil biaya pembangunan, yaitu menggunakan bahan material dari bangunan lama untuk digunakan kembali. Beberapa bahan material memang bisa digunakan kembali seperti kayu, besi, batu kali maupun kusen.

Cara ini tentunya menghemat biaya, bahkan kita bisa menanyakan pada rumah orang lain yang sedang dipugar atau direnovasi, barangkali bersedia untuk menjual material bekas rumah dengan harga murah. Kadangkala bila beruntung, kita bisa memakai kusen jati lama yang masih bagus, atau besi dan kayu lainnya, baik untuk bekisting maupun keperluan lainnya.

Bahan besi termasuk material yang bisa dipakai kembali karena besi bisa dipotong dan dipakai untuk begel atau kolom untuk ukuran yang panjang. Material kayu atap dari bagian bagiannya bisa digunakan kembali seperti gording, usuk, reng. Material batu kali dari bongkaran pondasi bisa dipakai ulang untuk membuat pondasi baru karena batu tidak berubah bentuk. Untuk dinding, bila masih bagus bisa dipertahankan namun bila berjamur, berlumut atau lembab maka perlu diperiksa biasanya tidak terdapat sloof atau tembok trasraam di bagian bawahnya. Kita bisa menambahkan lapisan trasraam untuk tembok yang lembab dan melapisi dengan cat yang tidak tembus air (jenis watershield, wheathercoat, dan sebagainya).

Dengan cara-cara ini diharapkan merenovasi bisa lebih rendah biayanya dengan cara memakai material lama.

________________________________________________

by Probo Hindarto © Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

Feng Shui Rumah Tinggal Hoki

astudioarchitect.com Sebagai orang timur, tak jarang kita menemui (atau bahkan kita sendiri) menyukai saran-saran yang diberikan oleh ahli Feng Shui tentang rumah kita. Saran yang diberikan dipercaya bisa menghindarkan kita dari berbagai kesusahan, musibah, dan bisa membuat kita percaya diri dalam mengarungi hidup karena sudah sesuai dengan Feng Shui. Bila Anda menyukai dan menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui, ada baiknya Anda membaca buku ini sebagai referensi Anda, buku berjudul “Feng Shui; Rumah Tinggal Hoki” yang ditulis oleh Koh Wang Hen Hau.
Kutipan: Pnnsip dan Bagian-bagian Terpenting Feng Shui Rumah Tinggal
Berikut mi diuraikan prinsip dasar dan bagian-bagian terpenting dan Feng Shui terhadap rurnah atau bangunan, sesual dong in garis besarnya, sehingga Anda bisa rnernperoleh gambaran yang Iebih jelas dan Iengkap.
1. Rumah yang dibangun di puncak gunung atau di mulut lembah, pengaruhnya buruk.
2. Rumah yang dibangun di sudut atau di persimpangan jalan, memiliki pengaruh yang sangat buruk.
3. Di bagian barat bangunan ada jalan raya, pengaruhnya sangat balk.
4. Di depan atau muka pintu tumbuh pohon besar, pengaruhnya buruk.
5. Di bagian barat bangunan atau rurnah turnbuh pohon, pengaruhnya sangat balk.
6. Putra putri pemilik rumah tinggal di bangunan lain, tapi masili termasuk ke dalani bidang tanah yang sama, pengaruhnya buruk.

7. Memperbaiki rumah yang dihuni wanita hamil, pengaruhnya bunik.
8. Tanah di bagian belakang lebih tinggi dari depan rumah, pengaruhnya baik.
9. Bila ada tanah bergelombang di timur laut dan barat daya dan bangunan atau rumah, pengaruhnya buruk.
10. Bila ada tanah lapang di selatan rumah atau bangunan pengaruhnya baik.
11. Bangunan atau rumah yang berbentuk segitiga, pengaruhnya buruk.
12. Membangun kamar yang besar di rumah yang sempit, pengaruhnya buruk.
13. Membangun gedung yang tinggi/bertingkat di tanah yang lembab atau bekas rawa, pengaruhnya buruk.
14. Menanam pohon yang cepat tinggi di halaman rumah, pengaruhnya buruk.
15. Menanam pohon dan meinbangun kolarn di ruang tengah, pengaruhnya buruk.
16. Halaman rumah penuh dengan batu koraL pengaruhnya buruk.
17. Saluran air got dan kontrolnya berada dalam bangunan, pengaruhnya huruk.
18. Tembok halaman yang terlampau tinggi, pengaruhnya buruk.
19. Tembok luar yang hampir menempel dengan rurnah, pengaruhnya buruk.
20. Sedikit orang menghuni rumah yang luas, pengaruhnya buruk.
21. Rumah kecil sederhana, dihuni banyak orang, pengaruhnya baik.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Feng Shui Rumah Tinggal Hoki

astudioarchitect.com Sebagai orang timur, tak jarang kita menemui (atau bahkan kita sendiri) menyukai saran-saran yang diberikan oleh ahli Feng Shui tentang rumah kita. Saran yang diberikan dipercaya bisa menghindarkan kita dari berbagai kesusahan, musibah, dan bisa membuat kita percaya diri dalam mengarungi hidup karena sudah sesuai dengan Feng Shui. Bila Anda menyukai dan menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui, ada baiknya Anda membaca buku ini sebagai referensi Anda, buku berjudul “Feng Shui; Rumah Tinggal Hoki” yang ditulis oleh Koh Wang Hen Hau.

Kutipan: Pnnsip dan Bagian-bagian Terpenting Feng Shui Rumah Tinggal
Berikut mi diuraikan prinsip dasar dan bagian-bagian terpenting dan Feng Shui terhadap rurnah atau bangunan, sesual dong in garis besarnya, sehingga Anda bisa rnernperoleh gambaran yang Iebih jelas dan Iengkap.
1. Rumah yang dibangun di puncak gunung atau di mulut lembah, pengaruhnya buruk.
2. Rumah yang dibangun di sudut atau di persimpangan jalan, memiliki pengaruh yang sangat buruk.
3. Di bagian barat bangunan ada jalan raya, pengaruhnya sangat balk.
4. Di depan atau muka pintu tumbuh pohon besar, pengaruhnya buruk.
5. Di bagian barat bangunan atau rurnah turnbuh pohon, pengaruhnya sangat balk.
6. Putra putri pemilik rumah tinggal di bangunan lain, tapi masili termasuk ke dalani bidang tanah yang sama, pengaruhnya buruk.

7. Memperbaiki rumah yang dihuni wanita hamil, pengaruhnya bunik.
8. Tanah di bagian belakang lebih tinggi dari depan rumah, pengaruhnya baik.
9. Bila ada tanah bergelombang di timur laut dan barat daya dan bangunan atau rumah, pengaruhnya buruk.
10. Bila ada tanah lapang di selatan rumah atau bangunan pengaruhnya baik.
11. Bangunan atau rumah yang berbentuk segitiga, pengaruhnya buruk.
12. Membangun kamar yang besar di rumah yang sempit, pengaruhnya buruk.
13. Membangun gedung yang tinggi/bertingkat di tanah yang lembab atau bekas rawa, pengaruhnya buruk.
14. Menanam pohon yang cepat tinggi di halaman rumah, pengaruhnya buruk.
15. Menanam pohon dan meinbangun kolarn di ruang tengah, pengaruhnya buruk.
16. Halaman rumah penuh dengan batu koraL pengaruhnya buruk.
17. Saluran air got dan kontrolnya berada dalam bangunan, pengaruhnya huruk.
18. Tembok halaman yang terlampau tinggi, pengaruhnya buruk.
19. Tembok luar yang hampir menempel dengan rurnah, pengaruhnya buruk.
20. Sedikit orang menghuni rumah yang luas, pengaruhnya buruk.
21. Rumah kecil sederhana, dihuni banyak orang, pengaruhnya baik.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Desain eksterior dan interior rumah dengan tema warna putih

astudioarchitect.com Warna putih bila diaplikasikan pada tampilan eksterior (luar) bangunan rumah akan sangat dominan, sehingga efek kaku dan dingin begitu terasa. Rumah yang berwarna putih sekali tidak direkomendasikan untuk eksterior rumah, karena bila panas matahari menimpa ia akan terlihat terlalu cemerlang dan menyilaukan. Warna putih bisa diaplikasikan pada tampilan depan rumah tapi tidak semuanya warna putih, mungkin bisa digabungkan dengan warna abu-abu, krem, atau warna material seperti warna kayu dan batu alam. Warna apapun terlihat berbeda bila disandingkan dengan warna putih. Terutama warna hitam yang bisa ddapatkan dari warna batu alam, bisa menetralisir warna putih agar tidak terlihat monoton. Selain itu warna putih bisa diaplikasikan ke bagian lain seperti kusen, kolom, lis profil, atau pada aksen material seperti batu tempel. 

Warna putih sesuai bagi orang yang menyukainya, tapi bila tidak menyukainya, adakalanya putih terlihat terlalu dingin, ada kecenderungan terlalu putih memiliki efek dingin yang sering diasosiasikan dengan warna ‘es’ terutama dalam desain interior. Usahakan memilih perabot yang tepat karena bila keliru memilih akan terlihat aneh dan sangat menonjol di ruangan berwarna putih. Kalaupun ingin memberi sentuhan sedikit, entah memberikan sentuhan warna berbeda. Biasanya perabot yang cocok juga memiliki sedikit atau sebagian warna putih pada desainnya.

Pemilihan warna cushion disandingkan dengan ruang yang catnya serba putih bisa bermacam macam, karena warna putih sesuai disandingkan dengan semua warna, maka tidak menutup kemungkinan disandingkan dengan warna warna lainnya, tapi perlu diingat, bahwa untuk aksesoris seperti gorden sebaik mungkin diusahakan agar serasi dengan warna putih tersebut dan untuk aksesoris lainnya seperti furniture kecil-kecil dan pajangan bisa dengan bermacam-macam warna agar tidak monoton (tapi tetap harus saling serasi satu sama lain).

Untuk bagian seperti plafon dan lantai bisa juga putih semua, karena temanya memang putih, tapi bisa juga dengan menggunakan aksen warna baik sebagai bagian yang terlihat solid atau hanya bagian seperti garis pada plafon atau dinding.

Designed by BAKOKO, on Flickr
Some rights reserved

Bila menggunakan wallpaper, kita bisa menggunakan wallpaper dengan warna dasar putih, sedikit abu-abu atau putih dengan sedikit campuran warna. Untuk motifnya usahakan yang terlihat lembut, seperti motif kecil-kecil dengan warna pastel, atau warna yang cenderung perak.

Bila diinginkan untuk gradasi warna putih bisa menggunakan sedikit warna abu abu atau warna lain yang dicampurkan sedikit.

Untuk cahaya di ruang yang dominan putih bisa menggunakan cahaya berwarna putih atau kuning, karena warna putih masih bisa terlihat menarik baik dengan skema cahaya putih ataupun kuning.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.