Category Archives: news

astudio architecture news 5

astudioarchitect.com Untuk berita arsitek kali ini dimulai dengan arsitek Yuli Kusworo mendiskusikan tentang desain perumahan pasca bencana. Ditulis oleh Bangkok Post menanggapi tentang pengembangan perumahan untuk Khlong Samrong, sebuah lokasi di Provinsi Songkhla, tepatnya sebuah area permukiman miskin. Yuli Kusworo menekankan pentingnya untuk bekerja dengan masyarakat dengan cara mendengarkan kebutuhan mereka dan mengerti benar benar tentang situasinya, dimana pengembangan rumah rakyat untuk pasca bencana harus berdasarkan kondisi yang ada bukan hanya berdasarkan desain yang satu arah.

Photo from/hosted in Bangkok Post

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Photo from/hosted in Archdaily by Fernando Gomulya

Prikarsa office yang di desain oleh Delution Architect ditampilkan dalam Archdaily dengan fotografer Fernando gomulya. Kota Kasablanka merupakan sebuah proyek kantor sewa dengan 13 unit kantor yang di desain oleh arsitek untuk perusahaan dengan hanya 2-5 karyawan.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam musyawarah daerah IAI Bali, ketua IAI Bali periode 2011-2014 Ketut Rana Warcha mengungkapkan bahwa arsitek dalam menghadapi MEA 2015 harus memiliki sertifikat keahlian atau SKA, dengan demikian akan memiliki kesetaraan dalam menghadapi gempuran arsitek dari luar negeri. Ditampilkan melalui SINDO.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

astudio architecture news 4

astudioarchitect.com Berita seputar arsitektur dari arsitek-arsitek Indonesia saat ini, dimulai dengan live streaming seminar yang mengundang Ahmad Djuhara dari Djuhara+Djuhara studio dan Adi Purnomo arsitek principle dari mamostudio, yang akan mendiskusikan praktek individual mereka dan bagaimana kerajinan dan keterampilan adalah sebuah potensi di dalam industri konstruksi di Indonesia. Saksikan sebuah seminar online di YouTube pada hari Sabtu tanggal 28 November 2015 jam 8 malam.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hotel resort Wyndham akan dibangun di Bali untuk dibuka pada Januari 2015. Desain oleh arsitek Indonesia Gregorius Supie yang mendesain 8 Villa dan 214 apartemen yang di setting di atas tanah 1,4 hektar di sebuah tepi pantai.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Wartawan PBB mewawancarai Ridwan Kamil tentang Bandung yang lebih manusiawi dan partisipasi warga.

Simak videonya dibawah ini.

Anda mungkin ingin mengikuti akun Instagram dari Seto Parama Artho yang membuat banyak Sketsa cat air dan Sketsa tangan yang asyik.

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Astudio architecture news 3

astudioarchitect.com Beberapa berita terbaru dari arsitektur Indonesia kami sampaikan dalam artikel ini diantaranya adalah berita dari kompas.com menyebutkan bahwa Singapura butuh 10 tahun membangun gedung hemat energi. Artikel ini berisi tentang kebijakan Singapura terkait dengan Penghematan energi untuk bangunan yang diharapkan mencakup 80 persen bangunan pada tahun 2030. Pengembangan arsitektur gedung yang lebih hemat energi memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi apabila bangunan sudah selesai dibangun karena tantangannya lebih besar untuk merubah kebiasaan dan peralatan warganya yang sudah tinggal di dalam bangunan.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Akun Gaung Bandung menerbitkan sebuah grafik yang berisi pengumuman sayembara arsitektur utak atik Kota Lama.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

332Lab mengangkat sebuah wawancara dengan Sunaryo seorang pengrajin kayu Jepara. Artikel ini memuat tanya jawab yang cukup intensif dengan tukang kayu tersebut yang memberikan wacana industri kerajinan kayu tradisional yang dikembangkannya.

Martin Westlake seorang fotografer arsitektur mengangkat karya fotografi dari karya Floral Vintage yang di desain oleh Alvin Tjitrowirjo, mengangkat kembali modern dari klasik tahun 70 dan 80 an yang lebih kita kenal dengan retro vintage.

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

astudio architecture news 2

astudioarchitect.com Astudio architecture news 2 mengetengahkan informasi terbaru untuk pameran dan event arsitektur yang bisa Anda ikuti dalam waktu dekat. Simak beritanya berikut ini.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

1

Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti terbesar dan terpercaya di Indonesia kembali mewujudkan apresiasi terhadap pengembangan arsitek muda Indonesia dengan meluncurkan program Sinar Mas Land Young Architect Competition (SML YAC) 2015. Hal ini merupakan bentuk kepedulian Sinar Mas Land terhadap generasi arsitektur muda Indonesia yang tentunya akan menjadi tulang punggung pembangunan negara ini di masa depan. Sayembara merancang desain bangunan/arsitektur ini ditujukan untuk mahasiswa arsitektur minimal yang sudah mencapai semester 7 (tujuh) hingga fresh graduate yang baru lulus sampai dengan setahun setelah kelulusan.
Gelaran sayembara SML YAC 2015 merupakan respon Sinar Mas Land atas kesuksesan penyelenggaraan sayembara SML YAC 2014 yang berhasil menjaring ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk ikut berpartisipasi. Kemajuan pembangunan di tanah air serta perkembangan dunia arsitekturnya tak bisa dilepaskan dari andil besar para arsitektur muda, dan berangkat dari kesadaran akan hal tersebut, Sinar Mas Land tak pernah lelah untuk terus berupaya mengembangkan talenta terbaik yang dimiliki putra putri bangsa Indonesia. Demi mempompa semangat dan kreativitas, para peserta akan dimanjakan oleh Sinar Mas Land dengan total hadiah sayembara yang mencapai 675 juta rupiah.
SML YAC 2015 terdiri dari tiga kategori, yaitu Masterplan, Commercial Development dan Residential Development. Para peserta sayembara bebas memilih kategori yang disukai dan setiap kelompok peserta boleh mengirimkan karya lebih dari 1 ( satu ) alternatif namun dalam pendaftaran yang berbeda. Pendaftaran bagi sayembara ini dibuka mulai tanggal 9 Juli 2015, dengan batas akhir pendaftaran hasil karya berakhir pada minggu kedua di bulan Oktober 2015, sehingga periode sayembara berlangsung sedari Juli hingga Oktober. Demi kesuksesan sayembara keterbukaan serta profesionalisme dari sisi penilaian yang fair dan sportif, Sinar Mas Land Young Architect Competition 2015 akan dinilai oleh dewan juri yang profesional di setiap kategori.
Dewan juri di SMLYAC 2015 untuk kategori residensial dipercayakan kepada Sukendro Sukendar dari IAI (Founder Nataneka Architect) serta Andra Matin (Founder Andra Matin Architect). Kategori Commercial dipercayakan kepada Ardi Jahya, praktisi dari IAI, serta ada Rafael David dari IAI (principal Aboday Architect) serta Sofian Sibarani (praktisi dari AECOM). Sedangkan juri di kategori Masterplan dipercayakan kepada Prasetyo Adi (praktisi dari PDW Architect) serta Robert Day (dari WATG). Penilaian terhadap para peserta didasarkan 3 kriteria khusus yakni perencanaan dan rancangan, elemen-elemen rancangan berwawasan hijau, serta pernyataan rancangan.
Sinar Mas Land yakin bahwa sayembara ini dapat menjadi ajang mengasah dan menguji kepiawaian para pesertanya di bidang desain arsitektur. Oleh karena itu demi merangkul seluruh bakat muda dari beragam daerah , Sinar Mas Land bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) juga akan melakukan roadshow ke 4 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Hal ini dilakukan untuk mengkomunikasikan SML YAC 2015 kepada para mahasiswa dan fresh graduates yang tersebar di berbagai daerah tersebut agar bersedia mengeluarkan bakat dan keterampilannya dalam merancang desain arsitektur melalui sayembara ini.
Sinar Mas Land berharap sayembara SML YAC 2015 mampu memicu generasi arsitek muda Indonesia untuk selalu berinovasi dan bereksplorasi demi menghasilkan karya unik sekaligus terbaik yang dapat dibanggakan dan diberdayakan secara realita di kehidupan. Semua itu tentunya demi kehidupan dan kemajuan positif bagi Indonesia.
2

Parahyangan Bamboo Nation attempted to explore contemporary design and construction, including the tensegrity of bamboo structure. Now, the 2nd Parahyangan Bamboo Nation event will focus on the topic of ‘resilient’ building materials for the future. ‘Resilient’ means the ‘ability to recover or become strong again after something bad happens’ (Miriam Webster Dictionary, 2014). Thus, the term ‘resilient’ is chosen as reference on reusing local materials, specifically referring to bamboo, in creative ways and the renewal of local materials by exploring their adaptive ability.
While local materials had been neglected due to social-cultural development and technology enhancement; high population growth, dense neighbourhoods, and climate change, the world calls for sustainable resources that are low energy, low maintenance, abundant, affordable, and mass-produced materials for vast developing cities. Local materials have the required qualities for both the contemporary and future development; they just need to be reinvented. Thus, this event challenges the exploration of local materials’ various potentials for future needs; the countless possible applications in contemporary buildings, both in rural and urban areas; the tectonic innovations, both industrially made and handcrafted; and the othervast opportunities they may offer. In this way, as a response to ‘sustainability issues’, ‘resilient’ building materials are expected to be able to emerge as an alternative solution for the substitute of an acceptable, available, and affordable material for the future.
3

4

Design Week 3.2
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta kembali mengadakan kegiatan rutin Design Week yang selalu bertujuan untuk meningkatan wawasan, ketrampilan dan kompetensi Anggota, selain itu Design Week menjadi wadah yang mempertemukan Arsitek, Designer, Komunitas dan Masyarakat dalam bentuk berbagai aktivitas seperti seminar, talkshow, workshop, pameran & presentasi hasil karya arsitek, pameran foto, pemutaran film, lomba-lomba, dll.
Tanggal : 31 Juli – 02 Agustus 2015
Tempat  : Stasiun Beos Jakarta Kota
Program Design Week 3.2
– Pameran Arsitektur
– Talkshow
– Diskusi Arsitektur
– Pemutaran Film
– Workshop 
– Jalan – Jalan Arsitektur 
– Designer’s Nite 
5

Penataan ulang Kompleks Parlemen melalui kegiatan Renovasi dan Pengembangan bertujuan mengoptimalisasikan bangunan-bangunan bersejarah dengan fungsi lama maupun fungsi baru, melakukan kegiatan konservasi dan pemugaran dengan menata ulang rancangan bangunan bersejarah dan  merancang bangunan baru yang efisien dengan kebutuhan baru.

Hasil dari sayembara menjadi landasan untuk menetapkan kompleks parlemen ini menjadi kawasan “political venues” dimasa mendatang. Terkait dengan penataan tata ruang disekitar kompleks parlemen maupun didalam komplek ini. Sehingga dapat mengantisipasi perkembangan tata kota Jakarta, dimana keberadaan komplek Parlemen saat ini semakin kehilangan ruh kemegahan dan menjauh dari kesan monumentalnya. Momentum 50 tahun usia kompleks Parlemen pada tahun ini dan dalam rangka menyongsong 100 tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah waktu yang tepat untuk melakukan gerakan merenovasi dan mengembangkan Kawasan Parlemen ini.

Maksud penyelenggaraan Sayembara Desain Arsitektur Renovasi dan Pengembangan Kompleks Parlemen Republik Indonesia adalah untuk mewujudkan Kawasan Parlemen sebagai sumber referensi dan pengetahuan bagi generasi mendatang, pendidikan dan eksistensi bangsa. Membangun Parlemen Modern sekaligus menjadikan sebagai Ikon Kebanggaan Bangsa bahkan Ikon Demokrasi terbesar di Dunia.

Tujuan dari sayembara adalah memperoleh ide-ide atau gagasan-gagasan kreatif atau gambaran arsitektur yang dapat menghayati semangat membangun dengan efisien dan optimalisasi/pemanfaatan terhadap bangunan eksisting yang bersejarah antara lain Gedung Nusantara, Gedung Nusantara II, Gedung Nusantara III, Gedung Nusantara IV dan Gedung Nusantara V.

Produk akhir perencanaan ini selanjutnya sebagai dasar penetapan status Kompleks Parlemen Republik Indonesia yang telah berusia 50 tahun (1965-2015) sebagai Cagar Budaya yang mengacu pada Undang – Undang Cagar Budaya No 11 Tahun 2010 dan sebagai landasan hukum untuk menyusun regulasi Tata Ruang Kawasan ini.

JADWAL SAYEMBARA

10 Juli 2015 :

Pengumuman Sayembara

10 Juli – 7 September 2015 :

Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Sayembara

27 Juli 2015 :

Pemberian Penjelasan (aanwijzing)

14 Juli – 7 September 2015 :

Pemasukan Dokumen Penawaran Sayembara  (Persyaratan administrasi dan Proposal teknis)

8 September 2015 :

Pembukaan Dokumen Penawaran Sayembara (Persyaratan administrasi dan Proposal teknis)

8 – 11 September 2015 :

Evaluasi/Pemeriksaan Persyaratan Administrasi dan Penilaian Proposal Teknis

11 September 2015 :

Pembuatan Berita Acara Hasil Sayembara

11 September 2015:

Penetapan Hasil Sayembara

12 September 2015 :

Pengumuman Hasil Sayembara

13 September 2015 :

Surat Penunjukan Penyedia Jasa

14 Sept – 30 Oktober 2015  :      

Pembuatan Pekerjaan Pra Rancangan

30 Oktober 2015 :

Penyerahan Pekerjaan Pra Rancangan

30 Oktober 2015 :

Pameran Karya Sayembara

IMBALAN HADIAH SAYEMBARA

DAN PAGU ANGGARAN PEMENANG PENYEDIA JASA KONSULTASI

Pemenang Utama Sayembara mendapatkan hadiah sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) dan pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.
Pemenang Kedua Sayembara mendapatkan hadiah sebesar Rp.120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah) dan pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.
Pemenang Ketiga Sayembara mendapatkan hadiah sebesar Rp.80.000.000,- (delapan puluh juta rupiah) dan pajak hadiah ditanggung oleh pemenang.
Pagu Anggaran untuk Kegiatan Pekerjaan Tahap Pra Rancangan Renovasi dan Pengembangan Kompleks Parlemen (DPR RI) sebesar Rp 6.175.800.000,- (enam milyar seratus tujuh puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah) dan pajak penghasilan ditanggung oleh pemenang.
Biaya pekerjaan perencanaan tahap pra rancangan dan tata cara pembayaran akan diatur sesuai dengan proses Penunjukan Langsung kepada Perencana yang menjadi pemenang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
source: http://sayembara-iai.org/

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
3

___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Tags generated:
Desain rumah, desain rumah minimalis, desain rumah dijual, beli desain rumah, arsitek, arsitek Indonesia, Arsitek Muda Indonesia, Arsitek Jakarta, Arsitek Bandung, Arsitek Bogor, Arsitek Malang, Arsitek Surabaya, Arsitek Bali, rumah dinding bambu, lanskap mengunakan kayu pallet, pondasi rumah, arsitektur modern indonesia, bangunan baja, bentuk rumah di lahan 6×12 m, buat motorhome indonesia, cara membuat kitchen set sendiri berbahan papan kayu, denah rumah 9×8, lampu halogen putih, arsitek, rumah minimalis, lounge room living room, furniture cafe, retail shop, hospital, restaurant, apartemen, hotel, room office, studio, insulation, stand pameran, kontraktor interior design, rumah rumah minimalis, jasa desain interior : bedroom kitchen set, desain rumah, denah rumah, rumah denah, desain denah rumah, denah desain rumah, gambar rumah, design rumah, rumah model, model rumah, design gambar rumah, gambar design rumah, desain rumah minimalis, denah rumah minimalis, arsitektur rumah, rumah arsitektur, foto design rumah, interior design, green architecture, arsitektur nusantara, arsitektur modern, arsitektur hijau, budi pradono, rumah kindah, r house, indonesia, andra matin, arsitektur, design, desain, house, architecture, jakarta, wishnutama, menarik, unik, tips, revolusi media, dsign, furniture, handcraft, netmediatama, netmedia, net media, net tv, net, trip, eskursi, mini, indonesian, gunadarma, universitas, interior, architect, rumah, home, yu sing, paulus mintarga, popo danes, ary indra, mamo, budi faisal, ridwan kamil, eko prawoto, galih widjil pangarsa, desain, rumah minimalis, rumah, arsitektur, indonesia, interior, rumah 2015, ide, dekorasi rumah, ide rumah, rumah minimalis modern, mendesain rumah, desain interior, desain interior rumah mungil, desain interior rumah idaman, desain interior rumah minimalis modern, desain interior rumah minimalis 2 lantai, desain interior rumah minimalis type 36, desain interior rumah sederhana, desain interior rumah, desain interior rumah minimalis, desain rumah kecil, minimalis, home design, ide desain, disain rumah minimalis, desain minimalis, rumah modern, rumah mewah, rumah sederhana, properti, real estate, ide minimalis, desain rumah, astudio, etnik, tropis, klasik, furniture, handcraft, rumah minimalis, desain rumah minimalis, interior rumah minimalis, denah rumah minimalis, gambar rumah minimalis, rumah idaman, design rumah minimalis, model rumah minimalis, desain rumah, wajar, seperti, modern, minimalis, konsep, dengan, mungkin, senyaman, rumahnya, menghadirkan, lidya, yeyen, artis, jika, apa, maka, beraktivitas, seharian, setelah, lelah, dan, penat, melepaskan, untuk, persinggahan, tempat, merupakan, rumah, desain ruang tamu, desain kamar mandi, desain teras rumah

astudio architecture news 1

astudioarchitect.com Dalam kesempatan kali ini studio akan mengetengahkan artikel yang membahas tentang berita arsitek Indonesia yang dimuat di banyak media. Artikel ini merupakan artikel Rintisan yang memuat berita antara lain dari arsitek Andra Matin, desainer interior Jaya Ibrahim, arsitek Dedi Kusnadi, serta Danny Wicaksono, melalui link yang memuat beritanya.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

a

Dalam artikel yang ditulis oleh Manual Danny Wicaksono seorang arsitek dari Studio Dasar. Danny Wicaksono merupakan arsitek yang pernah bergabung dengan Studio Adi Purnomo serta Andra Matin. Dalam artikel ini Danny Wicaksono memberi penjelasan tentang Masjid Istiqlal yang dirancang oleh arsitek frederich Silaban. “Strukturnya dibangun dengan sempurna hampir tanpa cacat dan Abadi”. Simak.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
b

Dalam artikel Manual yang lain, membahas tentang sebuah bangunan yang tak asing lagi yaitu dia.lo.gue yang dirancang oleh arsitek Andra Matin. Dalam artikel ini ditunjukkan banyak fotografi oleh Liandro N. I. Siringoringo menunjukkan suasana bagian luar dan dalam Cafe dia lo gue yang dirancang oleh Andra Matin tersebut. Simak.

c

Martin westlake seorang fotografer memberikan informasi tentang foto foto yang diambil untuk sebuah majalah monocle merupakan rumah tinggal dari Ronald Akili yang dirancang oleh arsitek Andra Matin. Simak.

d

Sebuah artikel membahas tentang karya desain hotel yang dirancang oleh arsitek Dedi Kusnadi dan interior design oleh Ibrahim. Desain arsitektur yang modern dengan sentuhan etnik jadi Tema utama dari hotel ini yang memiliki pemandangan laut. Simak.
___
by

Arsitek Probo Hindarto
081 252 447 53
© Copyright 2015 astudio Indonesia.
All rights reserved.

man’s cave / Guanya pria

astudioarchitect.com Man’s Cave, atau ‘gua’ para pria merupakan sebuah fenomena dalam rumah tinggal yang biasanya merupakan ruangan khusus tempat seorang pria ingin menyendiri atau melakukan sesuatu sendirian. Normalkah? Konon ruang khusus pria ini bisa membuat pria kreatif, bahkan menyelamatkan sebuah perkawinan. Simak artikel berikut tentang tanya jawab dengan wartawan dari U-Magz dengan saya sebagai narasumber. Bila Anda ingin membaca versi artikel di majalah U-Magz tersebut, klik gambar dibawah ini:

Man’s Cave, or ‘cave’ men are a phenomenon in which a house is usually a special room where a man wants to be alone or do something alone. Is it normal? It is said that special room of a man can make a man more creative, and even save a marriage. Consider the following article about the question and answer with reporters from the U-Magz by me as a resource. If you want to read the article in the magazine version of the U-Magz, click the image above:

1. Seberapa besar kebutuhan akan man’s cave ini di Indonesia, terutama bagi kaum pria?
Mengingat ini adalah kebutuhan psikologis menurut saya setiap pria membutuhkan ruang semacam ini. Tapi bila melihat kondisi dari tatanan sosial dalam masyarakat dan norma keluarga yang ideal, adakalanya man’s cave ini harus diabaikan kebutuhannya dalam penataan sebuah rumah. Tapi biasanya man’s cave tetap hadir meskipun tidak dalam sebuah ruang khusus. Man’s cave boleh jadi merupakan suatu cara agar pria lebih produktif, yaitu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, atau bekerja mandiri secara lebih produktif dengan ruang yang tidak selalu terpisah kadang-kadang juga bercampur dengan ruang lainnya bahkan ruang luar.

2. Biasanya, bagaimana bentuk yang umum dari pojok pribadi kaum lelaki ini?
Ruang paling umum yang diminta untuk didesain dengan kebutuhan khusus untuk seorang pria umumnya adalah ruang kerja, dimana didalamnya terdapat suatu cara atau kondisi dimana seorang pria bisa menyibukkan diri dengan kegemaran atau hobi pribadi. Ruang ini juga biasanya harus dapat diakses pula oleh teman-teman seorang pria, misalnya untuk melihat film atau acara TV bersama.

Ruang ini bisa berarti sebuah ruang kerja yang umum, workshop atau studio pribadi dengan perlengkapan hobi atau entertainment, bisa juga ruang yang punya konotasi maskulin seperti bengkel mobil pribadi yang biasanya didalam garasi atau terpisah, atau mungkin sebuah ruang terbuka di taman untuk mengerjakan hobi seperti membuat do-it-yourself furniture.

3. Biasanya, ruang apa saja yang bisa disulap menjadi ‘sarang’ para pria? Dan bagaimana mewujudkannya?
Ruang yang paling sering menjadi man’s cave adalah ruang kerja, karena disini tidak terlalu ekstrim pengertian untuk mendapatkan ‘sarang’ bagi seorang pria, ruang lain yang biasa menjadi ‘man’s cave’ adalah ruang entertainment atau ruang berkumpul khusus untuk pria dan teman-temannya dimana ia bersosialisasi dengan teman-temannya.

Ruang yang paling sesuai untuk mewujudkan sebuah man’s cave adalah ruang yang didesain atau ditata sendiri oleh pria tersebut dengan perlengakapan apapun yang dibutuhkannya, misalnya peralatan olahraga, sofa, TV, dan komputer. Pria yang percaya diri cenderung memiliki keinginan untuk mengatur sebuah area ini dengan apapun yang diinginkannya, seperti pemilihan cat, bahan material pelapis dinding, ukuran bed, bentuk sofa, maupun benda-benda yang ingin diletakkan didalamnya.

4. Jika kita bicara soal desain interior, produk-produk interior apa sajakah yang bisa dimasukkan di dalamnya? Jika harus ada penyesuaian, seperti apa bentuknya?

Produk interior yang sesuai untuk kebutuhan ini biasanya yang memiliki karakter maskulin yang kuat seperti furniture dengan garis garis kuat non ornamental, furniture dan wallpaper dengan gaya rustic, benda-benda limited edition dengan nilai jual tinggi atau langka, perlengkapan yang sifatnya fungsional non dekoratif misalnya seperti lemari pajangan koleksi, dan sebagainya. Benda yang sifatnya entertaining seperti televisi, audio set, dan papan permainan adalah perlengkapan yang harus ada dalam ruang khusus pria.

Penyesuaian yang ada, kemungkinan yang terpenting adalah sebuah benda yang dimasukkan dalam ruang ini sebaiknya memiliki fungsi khusus dan bukan sekedar pajangan, dan bila merupakan pajangan biasanya memiliki nilai yang tinggi.

1. How big is the need for what’s called man’s cave?
Considering this is a psychological need in my opinion every man needs a space like this. But when looking at the condition of social order in society and the norm of the ideal family, sometimes a man’s cave is to be ignored in the arrangement needs a home. But usually the man’s cave still present, although not in a special room. Man’s cave may be a way to make men more productive, that is the problem with a head cold, or work independently in a more productive with a separate space that is not always sometimes also mixed with other space and even outer space.

2. Usually, how a common form of male private corner of this?
The most common space required for the designed with special needs for a man generally is a work space, in which there is a way or a condition where a man can occupy himself with passion or personal hobbies. This space also typically must be accessible also by friends of a man, for example, to see a movie or TV show together.

This space can mean a common workspace, workshops or private studio with a hobby or entertainment equipment, can also have the connotation of masculine spaces such as private car garage which is usually in the garage or separate, or perhaps an open space in the park to work on hobbies such as making do-it-yourself furniture.

3. Usually, any space can be transformed into a ‘nest’ of men? And how did it happen?
Space that most often become man’s cave is the den, because here is not too extreme sense to get a ‘nest’ for a man, another room used to be a ‘man’s cave’ is room entertainment or space gathered specifically for the man and his friends where he socializing with friends.

The most appropriate space to fulfill a man’s cave is a space that is designed or arranged by the man himself with whatever he needed equipment, such as sports equipment, sofa, TV, and computers. Men who are confident tend to have a desire to regulate this area with whatever they want, like choosing the paint, siding materials, size bed, a sofa, or objects that want to be placed therein.

4. If we are talking about interior design, interior products What could be included in it? If there should be adjustments, such as what form?

Interior product that is suitable for this requirement is usually that have a strong masculine characteristics such as furniture with a strong line-line non-ornamental, furniture and wallpaper with a rustic style, limited edition items with high selling value or the rare, non-functional nature of equipment such as decorative showcase collections, and so forth. Objects that are entertaining such as televisions, audio sets, and board games is the equipment that must exist in a special room guy.

Adjustment of existing, possibly the most important is an object that is inserted in this space should have a specific function and not merely ornamental, and if it were a display usually have high value.

5. Bagi mereka yang belum memiliki ruangan sendiri, bagaimana tips kepada mereka bagaimana membuat ruangan itu? Bukan saja mendekorasinya, tapi juga membuat lay-out ruangan yang mereka bisa betah di dalamnya.

Ruangan tersebut tidak harus diwujudkan dalam ruang yang benar-benar terpisah apalagi bila luasan rumah tidak terlalu besar, karena bisa jadi merupakan sebuah bagian dari ruang yang memberi keleluasaan bagi pria untuk melakukan hal-hal tertentu seperti bekerja atau menikmat hiburan dan memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk itu.

Bagi mereka yang memiliki lahan dan dana cukup untuk membuat ruang semacam ini agar lebih produktif juga sebaiknya dibuat menjadi ruang kerja sehingga tidak hanya bersifat hiburan semata. Lay out ruangan sebaiknya didesain dengan memperhatikan bagaimana kebutuhan dalam aktivitasnya terpenuhi, misalnya dengan menyediakan fasilitas hiburan, penyimpanan makanan, penyimpanan file, serta furniture yang cukup baik untuk bekerja atau menerima tamu dari sahabat dekatnya.

Akan lebih baik bila ruang ini bisa produktif dengan tidak hanya membuatnya sebagai ruang menyendiri atau berkumpul dengan teman semata, tapi yang produktif dengan fasilitas kerja, lebih baik lagi dengan mengadopsi konsep SOHO (Small Office Home Office).

6. Bagimana meletakkan hal-hal penting seperti toilet, akses (pintu mungkin harus lebih dari satu), sofa besar untuk istirahat dan tidur, sarana hiburan agar tidak bosan, peralatan kerja dan sambungan internet, buku, dll?

Agar produktif sebaiknya ruang khusus ini tidak terisolasi dari ruang lainnya. Hal ini agar seorang pria tidak terpisah dari sosialisasi dengan anggota keluarga lainnya. Namun bila memang dibutuhkan karena kondisi, misalnya agar memudahkan proses bekerja atau hobi khususnya makan perlu adanya tempat istirahat khusus seperti sofa bed, sarana hiburan dsb. Akan lebih baik bila dilengkapi dengan peralatan bekerja dan sambungan internet bila ia membutuhkan informasi.

7. Bagaimana membuat sebuah ruangan itu menjadi enak dibuat kerja, bisa dijadikan tempat istirahat (semi kamar tidur), menghibur, dan independen (mungkin perlu pantry kecil dan kulkas)?

Tingkat kenyamanan perlu diperhatikan yaitu furniture yang ada sebaiknya dibuat pas, ergonomis, dalam ruang yang ada. Ruang tersebut juga sebaiknya bisa menampung kebutuhan akan seberapa luas yang dibutuhkan. Kadangkala, ruang tersebut harus besar karena hobi tertentu seperti bilyard, bisa juga hanya kecil seperti ruang kerja bila ia menyukai bekerja didepan komputer.

Bila tempat tersebut diinginkan agar menjadi tempat yang ‘independen’ dari keseluruhan rumah maka perlu diberi fasilitas khusus seperti pantry, kulkas, dan kamar mandi. 

5. For those who do not yet have their own room, how to tips to them how to make the room? Not only decorate, but also makes room lay-out which they can feel at home in it.

The room was not to be realized in the space completely separate area of the house, especially when not too large, because it could have been a part of space that gives more flexibility for men to do certain things such as work or menikmat entertainment and have the facilities needed for it.

For those who own land and sufficient funds to make this kind of space to be more productive space should also be made to work so that not only is the entertainment only. Lay out of the room should be designed with attention to how those needs are met in their activity, for example by providing entertainment facilities, food storage, file storage, and furniture that was good enough to work or receive visitors from nearby companions.

It would be better if this space could be productive by not only make it as a space to be alone or just hanging out with friends, but productive with work facilities, better yet, by adopting the concept of SOHO (Small Office Home Office).

6. How do put important things like toilets, access (doors may need more than one), a large sofa to rest and sleep, so as not to get bored entertainment facilities, equipment and working internet connection, books, etc.?

To be productive in this special space should not isolated from other rooms. This is so a man is not separate from socializing with other family members. But if it is required because of conditions, eg in order to simplify the process of work or hobbies, especially to eat there should be a special resting place, such as sofa bed, entertainment facilities etc.. It would be better if it is equipped with working equipment and Internet connection when she needed information.

7. How to make a nice room to be made to work, could be a place to rest (semi-bedrooms), entertaining, and independent (may need a small pantry and fridge)?

Level of comfort should be noted that the existing furniture should be made to fit, ergonomic design, the existing space. The space should also be able to accommodate the need for the necessary extent. Sometimes, that space must be big because of certain hobbies such as pool, could also just as small as work space when he likes working in front of the computer.

If the place wants to be a place that ‘independent’ of the whole house will need to be given special facilities like pantry, refrigerator, and bathroom.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.

man’s cave / Guanya pria

astudioarchitect.com Man’s Cave, atau ‘gua’ para pria merupakan sebuah fenomena dalam rumah tinggal yang biasanya merupakan ruangan khusus tempat seorang pria ingin menyendiri atau melakukan sesuatu sendirian. Normalkah? Konon ruang khusus pria ini bisa membuat pria kreatif, bahkan menyelamatkan sebuah perkawinan. Simak artikel berikut tentang tanya jawab dengan wartawan dari U-Magz dengan saya sebagai narasumber. Bila Anda ingin membaca versi artikel di majalah U-Magz tersebut, klik gambar dibawah ini:

Man’s Cave, or ‘cave’ men are a phenomenon in which a house is usually a special room where a man wants to be alone or do something alone. Is it normal? It is said that special room of a man can make a man more creative, and even save a marriage. Consider the following article about the question and answer with reporters from the U-Magz by me as a resource. If you want to read the article in the magazine version of the U-Magz, click the image above:

1. Seberapa besar kebutuhan akan man’s cave ini di Indonesia, terutama bagi kaum pria?
Mengingat ini adalah kebutuhan psikologis menurut saya setiap pria membutuhkan ruang semacam ini. Tapi bila melihat kondisi dari tatanan sosial dalam masyarakat dan norma keluarga yang ideal, adakalanya man’s cave ini harus diabaikan kebutuhannya dalam penataan sebuah rumah. Tapi biasanya man’s cave tetap hadir meskipun tidak dalam sebuah ruang khusus. Man’s cave boleh jadi merupakan suatu cara agar pria lebih produktif, yaitu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, atau bekerja mandiri secara lebih produktif dengan ruang yang tidak selalu terpisah kadang-kadang juga bercampur dengan ruang lainnya bahkan ruang luar.

2. Biasanya, bagaimana bentuk yang umum dari pojok pribadi kaum lelaki ini?
Ruang paling umum yang diminta untuk didesain dengan kebutuhan khusus untuk seorang pria umumnya adalah ruang kerja, dimana didalamnya terdapat suatu cara atau kondisi dimana seorang pria bisa menyibukkan diri dengan kegemaran atau hobi pribadi. Ruang ini juga biasanya harus dapat diakses pula oleh teman-teman seorang pria, misalnya untuk melihat film atau acara TV bersama.

Ruang ini bisa berarti sebuah ruang kerja yang umum, workshop atau studio pribadi dengan perlengkapan hobi atau entertainment, bisa juga ruang yang punya konotasi maskulin seperti bengkel mobil pribadi yang biasanya didalam garasi atau terpisah, atau mungkin sebuah ruang terbuka di taman untuk mengerjakan hobi seperti membuat do-it-yourself furniture.

3. Biasanya, ruang apa saja yang bisa disulap menjadi ‘sarang’ para pria? Dan bagaimana mewujudkannya?
Ruang yang paling sering menjadi man’s cave adalah ruang kerja, karena disini tidak terlalu ekstrim pengertian untuk mendapatkan ‘sarang’ bagi seorang pria, ruang lain yang biasa menjadi ‘man’s cave’ adalah ruang entertainment atau ruang berkumpul khusus untuk pria dan teman-temannya dimana ia bersosialisasi dengan teman-temannya.

Ruang yang paling sesuai untuk mewujudkan sebuah man’s cave adalah ruang yang didesain atau ditata sendiri oleh pria tersebut dengan perlengakapan apapun yang dibutuhkannya, misalnya peralatan olahraga, sofa, TV, dan komputer. Pria yang percaya diri cenderung memiliki keinginan untuk mengatur sebuah area ini dengan apapun yang diinginkannya, seperti pemilihan cat, bahan material pelapis dinding, ukuran bed, bentuk sofa, maupun benda-benda yang ingin diletakkan didalamnya.

4. Jika kita bicara soal desain interior, produk-produk interior apa sajakah yang bisa dimasukkan di dalamnya? Jika harus ada penyesuaian, seperti apa bentuknya?

Produk interior yang sesuai untuk kebutuhan ini biasanya yang memiliki karakter maskulin yang kuat seperti furniture dengan garis garis kuat non ornamental, furniture dan wallpaper dengan gaya rustic, benda-benda limited edition dengan nilai jual tinggi atau langka, perlengkapan yang sifatnya fungsional non dekoratif misalnya seperti lemari pajangan koleksi, dan sebagainya. Benda yang sifatnya entertaining seperti televisi, audio set, dan papan permainan adalah perlengkapan yang harus ada dalam ruang khusus pria.

Penyesuaian yang ada, kemungkinan yang terpenting adalah sebuah benda yang dimasukkan dalam ruang ini sebaiknya memiliki fungsi khusus dan bukan sekedar pajangan, dan bila merupakan pajangan biasanya memiliki nilai yang tinggi.

1. How big is the need for what’s called man’s cave?
Considering this is a psychological need in my opinion every man needs a space like this. But when looking at the condition of social order in society and the norm of the ideal family, sometimes a man’s cave is to be ignored in the arrangement needs a home. But usually the man’s cave still present, although not in a special room. Man’s cave may be a way to make men more productive, that is the problem with a head cold, or work independently in a more productive with a separate space that is not always sometimes also mixed with other space and even outer space.

2. Usually, how a common form of male private corner of this?
The most common space required for the designed with special needs for a man generally is a work space, in which there is a way or a condition where a man can occupy himself with passion or personal hobbies. This space also typically must be accessible also by friends of a man, for example, to see a movie or TV show together.

This space can mean a common workspace, workshops or private studio with a hobby or entertainment equipment, can also have the connotation of masculine spaces such as private car garage which is usually in the garage or separate, or perhaps an open space in the park to work on hobbies such as making do-it-yourself furniture.

3. Usually, any space can be transformed into a ‘nest’ of men? And how did it happen?
Space that most often become man’s cave is the den, because here is not too extreme sense to get a ‘nest’ for a man, another room used to be a ‘man’s cave’ is room entertainment or space gathered specifically for the man and his friends where he socializing with friends.

The most appropriate space to fulfill a man’s cave is a space that is designed or arranged by the man himself with whatever he needed equipment, such as sports equipment, sofa, TV, and computers. Men who are confident tend to have a desire to regulate this area with whatever they want, like choosing the paint, siding materials, size bed, a sofa, or objects that want to be placed therein.

4. If we are talking about interior design, interior products What could be included in it? If there should be adjustments, such as what form?

Interior product that is suitable for this requirement is usually that have a strong masculine characteristics such as furniture with a strong line-line non-ornamental, furniture and wallpaper with a rustic style, limited edition items with high selling value or the rare, non-functional nature of equipment such as decorative showcase collections, and so forth. Objects that are entertaining such as televisions, audio sets, and board games is the equipment that must exist in a special room guy.

Adjustment of existing, possibly the most important is an object that is inserted in this space should have a specific function and not merely ornamental, and if it were a display usually have high value.

5. Bagi mereka yang belum memiliki ruangan sendiri, bagaimana tips kepada mereka bagaimana membuat ruangan itu? Bukan saja mendekorasinya, tapi juga membuat lay-out ruangan yang mereka bisa betah di dalamnya.

Ruangan tersebut tidak harus diwujudkan dalam ruang yang benar-benar terpisah apalagi bila luasan rumah tidak terlalu besar, karena bisa jadi merupakan sebuah bagian dari ruang yang memberi keleluasaan bagi pria untuk melakukan hal-hal tertentu seperti bekerja atau menikmat hiburan dan memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk itu.

Bagi mereka yang memiliki lahan dan dana cukup untuk membuat ruang semacam ini agar lebih produktif juga sebaiknya dibuat menjadi ruang kerja sehingga tidak hanya bersifat hiburan semata. Lay out ruangan sebaiknya didesain dengan memperhatikan bagaimana kebutuhan dalam aktivitasnya terpenuhi, misalnya dengan menyediakan fasilitas hiburan, penyimpanan makanan, penyimpanan file, serta furniture yang cukup baik untuk bekerja atau menerima tamu dari sahabat dekatnya.

Akan lebih baik bila ruang ini bisa produktif dengan tidak hanya membuatnya sebagai ruang menyendiri atau berkumpul dengan teman semata, tapi yang produktif dengan fasilitas kerja, lebih baik lagi dengan mengadopsi konsep SOHO (Small Office Home Office).

6. Bagimana meletakkan hal-hal penting seperti toilet, akses (pintu mungkin harus lebih dari satu), sofa besar untuk istirahat dan tidur, sarana hiburan agar tidak bosan, peralatan kerja dan sambungan internet, buku, dll?

Agar produktif sebaiknya ruang khusus ini tidak terisolasi dari ruang lainnya. Hal ini agar seorang pria tidak terpisah dari sosialisasi dengan anggota keluarga lainnya. Namun bila memang dibutuhkan karena kondisi, misalnya agar memudahkan proses bekerja atau hobi khususnya makan perlu adanya tempat istirahat khusus seperti sofa bed, sarana hiburan dsb. Akan lebih baik bila dilengkapi dengan peralatan bekerja dan sambungan internet bila ia membutuhkan informasi.

7. Bagaimana membuat sebuah ruangan itu menjadi enak dibuat kerja, bisa dijadikan tempat istirahat (semi kamar tidur), menghibur, dan independen (mungkin perlu pantry kecil dan kulkas)?

Tingkat kenyamanan perlu diperhatikan yaitu furniture yang ada sebaiknya dibuat pas, ergonomis, dalam ruang yang ada. Ruang tersebut juga sebaiknya bisa menampung kebutuhan akan seberapa luas yang dibutuhkan. Kadangkala, ruang tersebut harus besar karena hobi tertentu seperti bilyard, bisa juga hanya kecil seperti ruang kerja bila ia menyukai bekerja didepan komputer.

Bila tempat tersebut diinginkan agar menjadi tempat yang ‘independen’ dari keseluruhan rumah maka perlu diberi fasilitas khusus seperti pantry, kulkas, dan kamar mandi. 

5. For those who do not yet have their own room, how to tips to them how to make the room? Not only decorate, but also makes room lay-out which they can feel at home in it.

The room was not to be realized in the space completely separate area of the house, especially when not too large, because it could have been a part of space that gives more flexibility for men to do certain things such as work or menikmat entertainment and have the facilities needed for it.

For those who own land and sufficient funds to make this kind of space to be more productive space should also be made to work so that not only is the entertainment only. Lay out of the room should be designed with attention to how those needs are met in their activity, for example by providing entertainment facilities, food storage, file storage, and furniture that was good enough to work or receive visitors from nearby companions.

It would be better if this space could be productive by not only make it as a space to be alone or just hanging out with friends, but productive with work facilities, better yet, by adopting the concept of SOHO (Small Office Home Office).

6. How do put important things like toilets, access (doors may need more than one), a large sofa to rest and sleep, so as not to get bored entertainment facilities, equipment and working internet connection, books, etc.?

To be productive in this special space should not isolated from other rooms. This is so a man is not separate from socializing with other family members. But if it is required because of conditions, eg in order to simplify the process of work or hobbies, especially to eat there should be a special resting place, such as sofa bed, entertainment facilities etc.. It would be better if it is equipped with working equipment and Internet connection when she needed information.

7. How to make a nice room to be made to work, could be a place to rest (semi-bedrooms), entertaining, and independent (may need a small pantry and fridge)?

Level of comfort should be noted that the existing furniture should be made to fit, ergonomic design, the existing space. The space should also be able to accommodate the need for the necessary extent. Sometimes, that space must be big because of certain hobbies such as pool, could also just as small as work space when he likes working in front of the computer.

If the place wants to be a place that ‘independent’ of the whole house will need to be given special facilities like pantry, refrigerator, and bathroom.

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia. All rights reserved.