Category Archives: astudio pembangunan

Pemasangan Genteng Beton diatas Struktur Baja Ringan

astudioarchitect.com Dalam sistem pembangunan dengan konstruksi konvensional, menggunakan atap baja ringan, setelah proses pemasangan rangka atap selesai, maka kita bisa melanjutkan dengan memasang genteng penutup atap diatas struktur tersebut. Sehubungan dalam contoh ini bangunan menggunakan sistem atap baja ringan, maka sistem ini perbedaan dengan sistem rangka kayu adalah bagian yang menahan genteng beton adalah baja ringan menggantikan fungsi kayu reng. 

Setelah tahap pemasangan rangka atap baja ringan, maka langkah selanjutnya adalah memasang genteng beton. Terdapat beberapa jenis genteng yang bisa digunakan, dalam hal ini sangat tergantung dari kemampuan membangun atau perjanjian awal dengan kontraktor, dalam contoh ini diperlihatkan konstruksi baja ringan dengan genteng beton.

Konstruksi ini dibuat agar struktur mampu menopang genteng beton seperti konstruksi kayu pada umumnya, hanya perbedaan dengan konstruksi kayu adalah konstruksi baja ringan lebih rumit perhitungannya sehingga tidak boleh terdapat salah perhitungan, serta terdapat sistem penyaluran gaya yang berbeda dengan konstruksi kayu.

Dalam foto diatas konstruksi baja ringan memiliki bentang cukup lebar dengan ukuran mencapai bentang 10 meter. Kadangkala dalam konstruksi ini dibutuhkan tambahan kolom penyangga seperti dalam foto diatas terdapat balok melintang yang khusus untuk menopang struktur baja ringan sehingga struktur ditopang di bagian tengah. Konsultasikan dengan kontraktor baja ringan Anda untuk mempersiapkan struktur tambahan bila dibutuhkan. 

Atas: Kondisi lantai 1 bila dibuat dak beton untuk lantai 2. Pada ruang seperti ini langkah selanjutnya adalah finishing, menurut sistem konstruksi yang konvensional. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Faktor penting memilih lahan rumah yang tepat

astudioarchitect.com Tidak banyak orang yang punya kesempatan memilih lahan untuk hidup, namun bila kita boleh memilih karena punya dana, lahan seperti apa yang akan kita pilih? Dalam menentukan lahan yang akan kita bangun sebagai area rumah, sebenarnya terdapat faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap bangunan. Disamping faktor ekonomis seperti harga lahan, lokasi, dan prospek lahan sebagai investasi, ternyata iklim juga berpengaruh besar. Sebelum membeli lahan bangunan, faktor apa sajakah yang harus kita perhatikan?

1 Harga Lahan dan Lokasi
Dari semua faktor yang perlu diperhatikan, harga lahan dan lokasi merupakan faktor pertama dan terpenting. Saat kita memiliki sejumlah dana untuk membeli lahan baru, maka kita memiliki beberapa pilihan.

Lahan dikota makin jarang, sedangkan fasilitas hidup banyak berada dikota, sehingga harga lahan kosong dikota biasanya sangatlah tinggi. Lahan terbatas juga menyebabkan kita harus mencari alternatif untuk mendapatkan lahan, yaitu dengan membeli rumah bekas (second) dan merombaknya menjadi rumah baru. Renovasi memerlukan dana lebih banyak karena kita harus membeli bangunan lama dan kemudian merobohkan, atau merenovasi menjadi bangunan baru. Bila dengan dana yang ada mencukupi untuk membeli rumah di kota, kita juga harus mempertimbangkan beberapa hal seperti lokasinya apakah benar-benar bagus untuk hidup sebagai rumah tinggal, ataukah lebih baik untuk tempat usaha. Perhitungkan bila Anda ingin memakainya sebagai tempat usaha biasanya terletak di daerah yang sudah bagus perkembangannya dalam arti dilalui banyak kendaraan dan cukup ramai. Namun terlalu ramai tidak baik karena bunyi bising kendaraan, orang lalu lalang, kargo bongkar muat, dan sebagainya. Bila memungkinkan, sebaiknya membeli lahan diarea perumahan dengan sarana jalan, taman, dan saluran air yang memadai serta jauh dari suara dan polusi. Harga lahan dikota memang tinggi, namun perkembangan harga lahan dan bangunannya juga cepat.

Harga lahan didaerah rural atau pedesaan lebih murah daripada dikota besar, bila kita mau hidup sedikit didaerah pinggiran. Keuntungan dari membeli didaerah yang masih sepi adalah biasanya harga lahan masih murah dan suasana yang sepi dengan jalan yang lengang bisa membantu untuk menurunkan tingkat stress dalam hidup. Namun untuk fasilitas lahan didaerah yang agak terpencil biasanya kurang. Kondisi jalan kurang memadai karena kecil dan pemerintah masih belum memperhatikan perkembangan kedepan dari lingkungan pedesaan. Untuk mencapai area kota dengan banyak fasilitas seperti universitas, rumah sakit, kantor, dan pusat perbelanjaan, kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkos transportasi.

2 Perkembangan Investasi
Lahan merupakan bagian dari bisnis property yang menjanjikan karena harga tanah selalu naik dan jarang sekali turun kecuali karena sebab-sebab seperti bencana alam. Memiliki lahan dan rumah yang bisa dijual merupakan bagian dari cara berinvestasi agar masa depan lebih baik. Dalam waktu 10 tahun, harga property bisa naik hingga 20 kali lipat, sedangkan bila kita menggunakan layanan asuransi dengan membayar premi maka hasil dari investasi asuransi biasanya terbatas hingga 10 kali lipat. Nilai tanah yang semakin naik disebabkan stok lahan tidak pernah bertambah dan selalu dibutuhkan sebagai tempat tinggal dan usaha. Karena itu bila kita menginginkan perkembangan dari investasi lahan untuk rumah atau bangunan lain, perhatikan lokasi dan perkembangan harga lahan disekitarnya.

Rumah pertama yang dimiliki keluarga biasanya ditinggali sendiri dan bukan merupakan aset yang mendatangkan keuntungan untuk bisnis property, karena tidak bisa disewakan. Property seperti rumah dan tempat usaha bisa memiliki nilai investasi apabila menghasilkan keuntungan yaitu bisa disewakan ataupun dijual dengan harga lebih tinggi. Selain itu bangunan juga bisa dipakai sebagai sarana mendapatkan penghasilan dengan difungsikan sebagai tempat usaha seperti restoran, toko, kantor dan sebagainya. Bila rumah juga berfungsi sebagai kantor, maka nilainya akan berlipat bagi keluarga karena tidak harus menyewa kantor, bekerja kepada orang lain dan menghemat bahkan menghilangkan biaya transportasi.

3 Arah Hadap lahan
Lahan menghadap ke timur biasanya lebih disukai daripada menghadap ke barat, karena sinar matahari pagi tidak terlalu panas bila dibandingkan sore hari. Kadang-kadang untuk menghindari panas, lahan kavling dijual menghadap utara dan selatan, dimana menurut feng shui, arah utara lebih baik, namun menurut primbon Jawa, arah selatan lebih baik.

4 Aliran Udara
Bila memungkinkan, kita harus melihat bagaimana aliran udara didalam lahan, yang hubungannya nanti dengan dimana kita meletakkan jendela dan ventilasi. Pada saat lahan masih kosong, biasanya kita belum bisa merasakan benar-benar tentang kemungkinan aliran udara yang kurang saat rumah dibangun. Terutama bila lahan kecil dan kebutuhan ruang rumah cukup banyak, kita juga seharusnya memperhatikan arah angin yang mungkin masuk kedalam area lahan. Hubungannya adalah dengan bangunan-bangunan tetangga yang sudah ada, apakah bangunan tetangga akan menutup aliran udara ke arah lahan?

Lahan yang baik untuk rumah tinggal seharusnya merupakan lahan luas dengan bangunan berdiri di area tengah atau berada diarea taman rumah sehingga ventilasi bisa datang dari semua arah dan ruang. Hal ini memungkinkan untuk lahan bakal rumah yang benar-benar luas sehingga rumah bisa memiliki taman depan, samping dan belakang seperti rumah-rumah di pedesaan jaman dahulu. Lahan seperti ini memungkinkan kita hidup sehat dengan udara dan pohon-pohon rindang disekitar rumah.

5 Resapan Air
Tentunya kita tidak menghendaki bahwa area lahan rumah kita berada di daerah yang sering banjir atau merupakan area ‘banjir tahunan’, karena itu kita harus memperhatikan apakah drainase disekitar lahan mencukupi untuk tidak adanya banjir. Saat ini memang pemerintah belum serius untuk menangani perihal drainase, kecuali bila sudah terjadi banjir. Drainase perumahan cenderung dibuat dengan asal ada dan kurang memperhatikan cukup tidaknya dimensi drainase terhadap aliran air. Pengembang yang baik akan memperhatikan ukuran saluran air atau got didepan lahan. Demikian juga pemerintah daerah seharusnya bisa memperhitungkan daya tampung saluran kota agar tidak terjadi banjir.

Akan lebih baik bila area rumah memiliki resapan air yang memadai berupa lahan taman yang masih bisa menampung air hujan dan meresapkannya kedalam tanah. Lahan yang baik yang memungkinkan untuk hal ini, biasanya saat ini hanya berada di pedesaan dimana lahan masih luas dan murah, serta letak rumah tidak saling berdekatan.

6 Faktor-faktor lainApakah kondisi lahan sesuai untuk dibangun rumah diatasnya? Kita perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
· Apakah luasan site sesuai dengan banyak dan jenis ruang-ruang yang kita inginkan? Atau sebaliknya, berapa banyak ruang dan jenis-jenis ruang yang bisa dibangun diatas lahan tersebut?
· Apakah lingkungannya terhindar dari faktor-faktor merugikan kesehatan seperti kawat listrik bertegangan tinggi, limbah buangan pabrik atau asap yang merugikan kesehatan, polusi udara dari kendaraan dan debu jalan yang berlebihan, polusi udara dari sumber pencemaran udara seperti asap pabrik, tempat pembuangan sampah atau peternakan? Gangguan-gangguan terhadap kesehatan ini apabila berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan penyakit yang tidak diinginkan.
· Bagaimana bentuk site dan apa pengaruhnya terhadap ruang-ruang dalam hunian? Apakah bentuknya kotak, trapesium, dan sebagainya.
· Apakah letak lahan cukup mudah dijangkau dari jalan?
· Apakah lahan ini bisa memiliki pencahayaan alami dan bagaimana arah sinar matahari pada pagi, siang dan sore hari?
· Apakah kualitas tanahnya cukup baik dan tidak terkena bahan kimia berbahaya?

Dengan mengerti berbagai faktor ini, diharapkan kita juga cukup jeli untuk melihat dan mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih lahan untuk rumah dan bangunan lainnya.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
Image copyright:
top image: Some rights reserved by Jeda Villa Bali
bottom image: Some rights reserved by ALWH

© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pemasangan Atap Konstruksi Baja Ringan untuk Rumah Tinggal

astudioarchitect.com Proses pembangunan yang berlanjut dari cor dak beton untuk rumah dua lantai dengan sistem konvensional, saat ini saya membahas tentang proses pembangunan yang sudah sampai ke pemasangan rangka atap baja ringan. Dimana rangka atap baja ringan ini bisa dipasang setelah proses pembuatan ring balok atas yaitu di bagian atas dinding lantai 2 sudah dibuat, beserta dengan gevel dinding (kuda-kuda dinding) bila ada. Pada pembangunan rumah oleh astudio ini, bagian bawah rumah sudah terpasang seluruh dinding dan kusennya, dan sudah memperlihatkan dimensi ruangan dan ‘rasa’ ruangan meskipun belum di finishing. Pengerjaan dilakukan hingga memasang konstruksi atap di lantai 2.

Foto bagian bawah rumah yang sudah dibuka bekisting dak cor untuk lantai 2nya, dan sudah dibuat tangga seperti pada gambar ini, sebelum proses finishing atau penyelesaian akhir dari material dinding, keramik dan sebagainya, tangga ini sudah dibuat konstruksinya dengan beton bertulang dan diatasnya ada pasangan bata untuk dudukan keramik. 
Pengerjaan konstruksi baja ringan biasanya dilakukan oleh sub-kontraktor baja ringan dimana merupakan perusahaan jasa penyedia konstruksi baja ringan, seperti contohnya SmartTruss. Biaya pembuatan konstruksi baja ringan bervariasi, dan tergantung pada mutu baja dan dimensi baja ringan yang digunakan. Bila memungkinkan, sebagai pemilik rumah Anda harus menanyakan kepada kontraktor atau sub-kontraktor yang membuatkan sistem konstruksi atap baja ringan ini, tentang spesifikasi dan dimensi serta kekuatan dari baja ringan yang digunakan. Jangan sampai terjadi seperti kasus-kasus atap yang runtuh karena konstruksi baja ringannya kurang kuat. 
Struktur atap baja ringan bila dilihat dari bawah akan seperti diatas. Struktur atap ini akan ditutup dengan genteng, misalnya genteng beton, sedangkan bagian bawahnya akan ditutup dengan plafon gypsum untuk menyembunyikan kerumitan struktur tersebut.  


Pada pengerjaan pembuatan rangka atap dengan konstruksi baja ringan ini, kadang dibutuhkan balok tambahan seperti pada balok melintang pada foto ini, untuk memperkuat dudukan rangka atap baja ringan, terutama untuk bentang yang cukup panjang.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Tahap setelah cor beton dak lantai 2: pasangan dinding bata dan kusen

>

astudioarchitect.com Dalam proses pembangunan dengan sistem konstruksi pembangunan konvensional menggunakan struktur beton bertulang dan tembok bata, setelah kita membuat dak beton cor untuk lantai 2, bisa menggunakan mesin molen besar ataupun molen kecil (pekerjaan yang berat untuk tukang), maka kita bisa melanjutkan dengan proses pembuatan dinding bata di bagian atas dak beton, meskipun bekisting (cetakan) dak beton belum dilepas, hal ini karena secara kekuatan sudah memadai untuk melanjutkan dengan pekerjaan pembuatan dinding bata. 

Seperti terlihat dalam foto, dinding bata mulai dibuat diatas struktur konstruksi bagian bawah yang sudah dibuat, dalam hal ini bisa kita lihat bahwa tulangan tulangan besi kolom juga sudah dibuat, dalam hal ini terlihat bahwa tulangan di bagian atas begelnya bisa dirakit dengan jarak lebih renggang daripada begel untuk tulangan kolom bagian bawah. Begel adalah besi pengikat berupa bentukan segi empat dari tulangan yang dipakai untuk mengikat tulangan yang arah vertikal. Selain itu, kusen-kusen jendela dan pintu bagian atas juga sudah disiapkan sedemikian rupa untuk dipasang begitu dinding bata juga sudah siap.

Pembuatan acian dibuat diatas dak beton untuk pembuatan dinding bata.
Pemindahan material dari bawah ke atas menggunakan crane / katrol sederhana buatan sendiri, dipakai untuk memindahkan pasir, bata, semen, dan material lainnya. 
Kesalahan saat pengecoran seperti bagian yang tidak seharusnya di cor adalah pemborosan biaya karena harus dibongkar, sehingga musti hati-hati saat pengecoran. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Proses pengecoran dak beton pada proses pembangunan rumah 2 lantai

>

astudioarchitect.com Setelah proses pembuatan bekisting selesai, maka langkah selanjutnya dalam pembangunan rumah dua lantai sistem konstruksi konvensional adalah mengecor dak beton dimana terdapat cara manual dimana adukan semen dibuat dengan mesin molen kecil, dan cara yang lebih praktis yaitu menggunakan mesin molen besar berupa truk molen, cara kedua ini biasa disebut ‘ready mix’. Untuk contoh proses pembangunan kali ini menggunakan ready mix dimana truk molen membawa beberapa meter kubik beton.

Terlihat dalam gambar, bekisting untuk cor dak lantai 2 dibuat dari papan, multipleks, kayu, dan bambu. Proses pembuatan bekisting atau cetakan dak beton cor ini berlangsung sesuai dengan luas dak beton yang dibuat. Proses pengecoran untuk dak seluas 120m2 ini memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan banyak tukang dan jumlah molen 4 buah dengan membawa sekitar 19 meter kubik beton cair.

Beberapa hal juga dipersiapkan seiring dengan pembuatan bekisting dan cor dak lantai 2, seperti pembuatan atau melanjutkan pekerjaan pasangan dinding bata di lantai 1, pembuatan berbagai elemen seperti persiapan untuk teras, dak-dak kanopi untuk atap pintu dan jendela agar tidak terkena tampias, dan sebagainya.


Pembuatan pekerjaan teras, dimana terdapat sloof untuk memberi batas pada teras, dan pekerjaan lain semacam ini, misalnya pada pekerjaan taman belakang.


Pembuatan teras dengan beton precast/ pracetak yang bisa dipesan atau dibeli di toko beton precast, dimana dibagian bawahnya terdapat beton juga, dan pasangan bata untuk kesan arsitektural.

________________________________________________

 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Memulai pekerjaan bekisting lantai 2 dalam proyek dengan konstruksi konvensional

>

astudioarchitect.com Dalam proyek pembangunan rumah dengan sistem konstruksi konvensional beton bertulang dan tembok bata, seiring dengan pemasangan kusen, dalam sebuah proyek renovasi ini bisa juga dibuat persiapan bekisting-bekisting untuk cor kolom, balok, serta melanjutkan pekerjaan pasangan bata dinding.

Gambar pekerjaan balok dan kolom dengan bekisting yang sudah disiapkan. 

Gambar pekerjaan bekisting kanopi dak beton untuk teras belakang dengan ketebalan 8 hingga 10cm. Kanopi dak dibuat dengan membuat balok tambahan diatas kusen seperti dalam foto.
Mulai membuat persiapan bekisting dak lantai 2

Untuk pekerjaan rumah dengan struktur konvensional dua lantai, langkah selanjutnya adalah pembuatan dak beton untuk lantai 2, dimana menggunakan bekisting dari bahan material kayu, bambu yang disusun sedemikian rupa untuk menyangga dak beton dan juga selama proses pembuatan pembesian. Dalam pembuatan bekisting ini dipakai kayu Jawa untuk menyangga cetakan bekisting nantinya. 

Bila dilihat dari bawah akan terlihat seperti ini. Bekisting yang disiapkan untuk proses pengecoran.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia. All rights reserved.

>Proses pemasangan kusen pintu dan jendela

>

astudioarchitect.com Melanjutkan informasi tentang proses membangun, kali ini saya perlihatkan proses selanjutnya setelah kita membuat pondasi, sloof, dan cetakan kolom, serta pembuatan beton rabat untuk persiapan lantai garasi. Dalam proses ini kolom masih di cor, dan beberapa pipa nampak masih terlihat dalam kolom yang belum dicor tersebut. Letak pipa saluran air dari lantai atas ke bawah ini memang diletakkan terutama didekat kolom. Proses selanjutnya adalah mempersiapkan dan memasang kusen pintu dan jendela, dimana kusen2 ini bisa dipesan dahulu di pembuat kusen. Kusen dibuat sesuai keinginan terutama akan sangat baik bila kusen didesain dengan wujud estetika yang diinginkan. Pada posisi ini, hanya kusen saja yang dipasang, tapi daun pintu dan jendelanya masih belum karena menunggu nanti saat sudah finishing baru akan dipasang.


Pemasangan kusen dilakukan sesuai dengan desain, misalnya diatas pasangan bata setinggi berapa cm. 


Kusen yang disiapkan untuk dipasang, harus dilihat apakah presisi atau tidak, membutuhkan kejelian dan tukang kayu khusus untuk membuatnya untuk hasil yang maksimal. 


Kusen diberi lapisan meni di bagian sisinya.

Kusen-kusen ini memakai jenis kayu Kamper, dengan di-meni bagian pinggirnya. Lapisan meni adalah lapisan dasar untuk memperawet kayu karena rayap tidak suka dengan lapisan ini, di-meni di pinggir karena biasanya rayap mulai makan kayu dari pinggir. Kusen-kusen harus dilihat apakah presisi atau tidak, kadang harus disetel ulang seandainya ada perbedaan, meskipun itu sekedar 3 milimeter saja, sudah cukup mempengaruhi karena kusen pada dasarnya harus presisi, bila tidak akan berpengaruh juga pada daun pintunya.


terlihat pada foto dalam proses ini bagian kolom ada yang belum di cor, jadi sebagian sambil memasang kusen juga.


Kondisi pada pemasangan kusen, terdapat beberapa pekerjaan lain seperti pengecoran kolom.

Setelah sebuah kusen siap, bisa diangkat ke lokasi atau tempat memasang kusen dan dipasang sedemikian rupa sehingga tepat di tempat tersebut.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.