Arsip Kategori: astudio pembangunan

Pemasangan Genteng Beton diatas Struktur Baja Ringan

astudioarchitect.com Dalam sistem pembangunan dengan konstruksi konvensional, menggunakan atap baja ringan, setelah proses pemasangan rangka atap selesai, maka kita bisa melanjutkan dengan memasang genteng penutup atap diatas struktur tersebut. Sehubungan dalam contoh ini bangunan menggunakan sistem atap baja ringan, maka sistem ini perbedaan dengan sistem rangka kayu adalah bagian yang menahan genteng beton adalah baja ringan menggantikan fungsi kayu reng. 

Setelah tahap pemasangan rangka atap baja ringan, maka langkah selanjutnya adalah memasang genteng beton. Terdapat beberapa jenis genteng yang bisa digunakan, dalam hal ini sangat tergantung dari kemampuan membangun atau perjanjian awal dengan kontraktor, dalam contoh ini diperlihatkan konstruksi baja ringan dengan genteng beton.

Konstruksi ini dibuat agar struktur mampu menopang genteng beton seperti konstruksi kayu pada umumnya, hanya perbedaan dengan konstruksi kayu adalah konstruksi baja ringan lebih rumit perhitungannya sehingga tidak boleh terdapat salah perhitungan, serta terdapat sistem penyaluran gaya yang berbeda dengan konstruksi kayu.

Dalam foto diatas konstruksi baja ringan memiliki bentang cukup lebar dengan ukuran mencapai bentang 10 meter. Kadangkala dalam konstruksi ini dibutuhkan tambahan kolom penyangga seperti dalam foto diatas terdapat balok melintang yang khusus untuk menopang struktur baja ringan sehingga struktur ditopang di bagian tengah. Konsultasikan dengan kontraktor baja ringan Anda untuk mempersiapkan struktur tambahan bila dibutuhkan. 

Atas: Kondisi lantai 1 bila dibuat dak beton untuk lantai 2. Pada ruang seperti ini langkah selanjutnya adalah finishing, menurut sistem konstruksi yang konvensional. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

6 Faktor penting memilih lahan rumah yang tepat

astudioarchitect.com Tidak banyak orang yang punya kesempatan memilih lahan untuk hidup, namun bila kita boleh memilih karena punya dana, lahan seperti apa yang akan kita pilih? Dalam menentukan lahan yang akan kita bangun sebagai area rumah, sebenarnya terdapat faktor-faktor yang sangat berpengaruh terhadap bangunan. Disamping faktor ekonomis seperti harga lahan, lokasi, dan prospek lahan sebagai investasi, ternyata iklim juga berpengaruh besar. Sebelum membeli lahan bangunan, faktor apa sajakah yang harus kita perhatikan?

1 Harga Lahan dan Lokasi
Dari semua faktor yang perlu diperhatikan, harga lahan dan lokasi merupakan faktor pertama dan terpenting. Saat kita memiliki sejumlah dana untuk membeli lahan baru, maka kita memiliki beberapa pilihan.

Lahan dikota makin jarang, sedangkan fasilitas hidup banyak berada dikota, sehingga harga lahan kosong dikota biasanya sangatlah tinggi. Lahan terbatas juga menyebabkan kita harus mencari alternatif untuk mendapatkan lahan, yaitu dengan membeli rumah bekas (second) dan merombaknya menjadi rumah baru. Renovasi memerlukan dana lebih banyak karena kita harus membeli bangunan lama dan kemudian merobohkan, atau merenovasi menjadi bangunan baru. Bila dengan dana yang ada mencukupi untuk membeli rumah di kota, kita juga harus mempertimbangkan beberapa hal seperti lokasinya apakah benar-benar bagus untuk hidup sebagai rumah tinggal, ataukah lebih baik untuk tempat usaha. Perhitungkan bila Anda ingin memakainya sebagai tempat usaha biasanya terletak di daerah yang sudah bagus perkembangannya dalam arti dilalui banyak kendaraan dan cukup ramai. Namun terlalu ramai tidak baik karena bunyi bising kendaraan, orang lalu lalang, kargo bongkar muat, dan sebagainya. Bila memungkinkan, sebaiknya membeli lahan diarea perumahan dengan sarana jalan, taman, dan saluran air yang memadai serta jauh dari suara dan polusi. Harga lahan dikota memang tinggi, namun perkembangan harga lahan dan bangunannya juga cepat.

Harga lahan didaerah rural atau pedesaan lebih murah daripada dikota besar, bila kita mau hidup sedikit didaerah pinggiran. Keuntungan dari membeli didaerah yang masih sepi adalah biasanya harga lahan masih murah dan suasana yang sepi dengan jalan yang lengang bisa membantu untuk menurunkan tingkat stress dalam hidup. Namun untuk fasilitas lahan didaerah yang agak terpencil biasanya kurang. Kondisi jalan kurang memadai karena kecil dan pemerintah masih belum memperhatikan perkembangan kedepan dari lingkungan pedesaan. Untuk mencapai area kota dengan banyak fasilitas seperti universitas, rumah sakit, kantor, dan pusat perbelanjaan, kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkos transportasi.

2 Perkembangan Investasi
Lahan merupakan bagian dari bisnis property yang menjanjikan karena harga tanah selalu naik dan jarang sekali turun kecuali karena sebab-sebab seperti bencana alam. Memiliki lahan dan rumah yang bisa dijual merupakan bagian dari cara berinvestasi agar masa depan lebih baik. Dalam waktu 10 tahun, harga property bisa naik hingga 20 kali lipat, sedangkan bila kita menggunakan layanan asuransi dengan membayar premi maka hasil dari investasi asuransi biasanya terbatas hingga 10 kali lipat. Nilai tanah yang semakin naik disebabkan stok lahan tidak pernah bertambah dan selalu dibutuhkan sebagai tempat tinggal dan usaha. Karena itu bila kita menginginkan perkembangan dari investasi lahan untuk rumah atau bangunan lain, perhatikan lokasi dan perkembangan harga lahan disekitarnya.

Rumah pertama yang dimiliki keluarga biasanya ditinggali sendiri dan bukan merupakan aset yang mendatangkan keuntungan untuk bisnis property, karena tidak bisa disewakan. Property seperti rumah dan tempat usaha bisa memiliki nilai investasi apabila menghasilkan keuntungan yaitu bisa disewakan ataupun dijual dengan harga lebih tinggi. Selain itu bangunan juga bisa dipakai sebagai sarana mendapatkan penghasilan dengan difungsikan sebagai tempat usaha seperti restoran, toko, kantor dan sebagainya. Bila rumah juga berfungsi sebagai kantor, maka nilainya akan berlipat bagi keluarga karena tidak harus menyewa kantor, bekerja kepada orang lain dan menghemat bahkan menghilangkan biaya transportasi.

3 Arah Hadap lahan
Lahan menghadap ke timur biasanya lebih disukai daripada menghadap ke barat, karena sinar matahari pagi tidak terlalu panas bila dibandingkan sore hari. Kadang-kadang untuk menghindari panas, lahan kavling dijual menghadap utara dan selatan, dimana menurut feng shui, arah utara lebih baik, namun menurut primbon Jawa, arah selatan lebih baik.

4 Aliran Udara
Bila memungkinkan, kita harus melihat bagaimana aliran udara didalam lahan, yang hubungannya nanti dengan dimana kita meletakkan jendela dan ventilasi. Pada saat lahan masih kosong, biasanya kita belum bisa merasakan benar-benar tentang kemungkinan aliran udara yang kurang saat rumah dibangun. Terutama bila lahan kecil dan kebutuhan ruang rumah cukup banyak, kita juga seharusnya memperhatikan arah angin yang mungkin masuk kedalam area lahan. Hubungannya adalah dengan bangunan-bangunan tetangga yang sudah ada, apakah bangunan tetangga akan menutup aliran udara ke arah lahan?

Lahan yang baik untuk rumah tinggal seharusnya merupakan lahan luas dengan bangunan berdiri di area tengah atau berada diarea taman rumah sehingga ventilasi bisa datang dari semua arah dan ruang. Hal ini memungkinkan untuk lahan bakal rumah yang benar-benar luas sehingga rumah bisa memiliki taman depan, samping dan belakang seperti rumah-rumah di pedesaan jaman dahulu. Lahan seperti ini memungkinkan kita hidup sehat dengan udara dan pohon-pohon rindang disekitar rumah.

5 Resapan Air
Tentunya kita tidak menghendaki bahwa area lahan rumah kita berada di daerah yang sering banjir atau merupakan area ‘banjir tahunan’, karena itu kita harus memperhatikan apakah drainase disekitar lahan mencukupi untuk tidak adanya banjir. Saat ini memang pemerintah belum serius untuk menangani perihal drainase, kecuali bila sudah terjadi banjir. Drainase perumahan cenderung dibuat dengan asal ada dan kurang memperhatikan cukup tidaknya dimensi drainase terhadap aliran air. Pengembang yang baik akan memperhatikan ukuran saluran air atau got didepan lahan. Demikian juga pemerintah daerah seharusnya bisa memperhitungkan daya tampung saluran kota agar tidak terjadi banjir.

Akan lebih baik bila area rumah memiliki resapan air yang memadai berupa lahan taman yang masih bisa menampung air hujan dan meresapkannya kedalam tanah. Lahan yang baik yang memungkinkan untuk hal ini, biasanya saat ini hanya berada di pedesaan dimana lahan masih luas dan murah, serta letak rumah tidak saling berdekatan.

6 Faktor-faktor lainApakah kondisi lahan sesuai untuk dibangun rumah diatasnya? Kita perlu mempertimbangkan hal-hal berikut:
· Apakah luasan site sesuai dengan banyak dan jenis ruang-ruang yang kita inginkan? Atau sebaliknya, berapa banyak ruang dan jenis-jenis ruang yang bisa dibangun diatas lahan tersebut?
· Apakah lingkungannya terhindar dari faktor-faktor merugikan kesehatan seperti kawat listrik bertegangan tinggi, limbah buangan pabrik atau asap yang merugikan kesehatan, polusi udara dari kendaraan dan debu jalan yang berlebihan, polusi udara dari sumber pencemaran udara seperti asap pabrik, tempat pembuangan sampah atau peternakan? Gangguan-gangguan terhadap kesehatan ini apabila berlangsung secara terus menerus dapat mengakibatkan penyakit yang tidak diinginkan.
· Bagaimana bentuk site dan apa pengaruhnya terhadap ruang-ruang dalam hunian? Apakah bentuknya kotak, trapesium, dan sebagainya.
· Apakah letak lahan cukup mudah dijangkau dari jalan?
· Apakah lahan ini bisa memiliki pencahayaan alami dan bagaimana arah sinar matahari pada pagi, siang dan sore hari?
· Apakah kualitas tanahnya cukup baik dan tidak terkena bahan kimia berbahaya?

Dengan mengerti berbagai faktor ini, diharapkan kita juga cukup jeli untuk melihat dan mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih lahan untuk rumah dan bangunan lainnya.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
Image copyright:
top image: Some rights reserved by Jeda Villa Bali
bottom image: Some rights reserved by ALWH

© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Pemasangan Atap Konstruksi Baja Ringan untuk Rumah Tinggal

astudioarchitect.com Proses pembangunan yang berlanjut dari cor dak beton untuk rumah dua lantai dengan sistem konvensional, saat ini saya membahas tentang proses pembangunan yang sudah sampai ke pemasangan rangka atap baja ringan. Dimana rangka atap baja ringan ini bisa dipasang setelah proses pembuatan ring balok atas yaitu di bagian atas dinding lantai 2 sudah dibuat, beserta dengan gevel dinding (kuda-kuda dinding) bila ada. Pada pembangunan rumah oleh astudio ini, bagian bawah rumah sudah terpasang seluruh dinding dan kusennya, dan sudah memperlihatkan dimensi ruangan dan ‘rasa’ ruangan meskipun belum di finishing. Pengerjaan dilakukan hingga memasang konstruksi atap di lantai 2.

Foto bagian bawah rumah yang sudah dibuka bekisting dak cor untuk lantai 2nya, dan sudah dibuat tangga seperti pada gambar ini, sebelum proses finishing atau penyelesaian akhir dari material dinding, keramik dan sebagainya, tangga ini sudah dibuat konstruksinya dengan beton bertulang dan diatasnya ada pasangan bata untuk dudukan keramik. 
Pengerjaan konstruksi baja ringan biasanya dilakukan oleh sub-kontraktor baja ringan dimana merupakan perusahaan jasa penyedia konstruksi baja ringan, seperti contohnya SmartTruss. Biaya pembuatan konstruksi baja ringan bervariasi, dan tergantung pada mutu baja dan dimensi baja ringan yang digunakan. Bila memungkinkan, sebagai pemilik rumah Anda harus menanyakan kepada kontraktor atau sub-kontraktor yang membuatkan sistem konstruksi atap baja ringan ini, tentang spesifikasi dan dimensi serta kekuatan dari baja ringan yang digunakan. Jangan sampai terjadi seperti kasus-kasus atap yang runtuh karena konstruksi baja ringannya kurang kuat. 
Struktur atap baja ringan bila dilihat dari bawah akan seperti diatas. Struktur atap ini akan ditutup dengan genteng, misalnya genteng beton, sedangkan bagian bawahnya akan ditutup dengan plafon gypsum untuk menyembunyikan kerumitan struktur tersebut.  


Pada pengerjaan pembuatan rangka atap dengan konstruksi baja ringan ini, kadang dibutuhkan balok tambahan seperti pada balok melintang pada foto ini, untuk memperkuat dudukan rangka atap baja ringan, terutama untuk bentang yang cukup panjang.

 ________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Tahap setelah cor beton dak lantai 2: pasangan dinding bata dan kusen

>

astudioarchitect.com Dalam proses pembangunan dengan sistem konstruksi pembangunan konvensional menggunakan struktur beton bertulang dan tembok bata, setelah kita membuat dak beton cor untuk lantai 2, bisa menggunakan mesin molen besar ataupun molen kecil (pekerjaan yang berat untuk tukang), maka kita bisa melanjutkan dengan proses pembuatan dinding bata di bagian atas dak beton, meskipun bekisting (cetakan) dak beton belum dilepas, hal ini karena secara kekuatan sudah memadai untuk melanjutkan dengan pekerjaan pembuatan dinding bata. 

Seperti terlihat dalam foto, dinding bata mulai dibuat diatas struktur konstruksi bagian bawah yang sudah dibuat, dalam hal ini bisa kita lihat bahwa tulangan tulangan besi kolom juga sudah dibuat, dalam hal ini terlihat bahwa tulangan di bagian atas begelnya bisa dirakit dengan jarak lebih renggang daripada begel untuk tulangan kolom bagian bawah. Begel adalah besi pengikat berupa bentukan segi empat dari tulangan yang dipakai untuk mengikat tulangan yang arah vertikal. Selain itu, kusen-kusen jendela dan pintu bagian atas juga sudah disiapkan sedemikian rupa untuk dipasang begitu dinding bata juga sudah siap.

Pembuatan acian dibuat diatas dak beton untuk pembuatan dinding bata.
Pemindahan material dari bawah ke atas menggunakan crane / katrol sederhana buatan sendiri, dipakai untuk memindahkan pasir, bata, semen, dan material lainnya. 
Kesalahan saat pengecoran seperti bagian yang tidak seharusnya di cor adalah pemborosan biaya karena harus dibongkar, sehingga musti hati-hati saat pengecoran. 

________________________________________________
by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Proses pengecoran dak beton pada proses pembangunan rumah 2 lantai

>

astudioarchitect.com Setelah proses pembuatan bekisting selesai, maka langkah selanjutnya dalam pembangunan rumah dua lantai sistem konstruksi konvensional adalah mengecor dak beton dimana terdapat cara manual dimana adukan semen dibuat dengan mesin molen kecil, dan cara yang lebih praktis yaitu menggunakan mesin molen besar berupa truk molen, cara kedua ini biasa disebut ‘ready mix’. Untuk contoh proses pembangunan kali ini menggunakan ready mix dimana truk molen membawa beberapa meter kubik beton.

Terlihat dalam gambar, bekisting untuk cor dak lantai 2 dibuat dari papan, multipleks, kayu, dan bambu. Proses pembuatan bekisting atau cetakan dak beton cor ini berlangsung sesuai dengan luas dak beton yang dibuat. Proses pengecoran untuk dak seluas 120m2 ini memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan banyak tukang dan jumlah molen 4 buah dengan membawa sekitar 19 meter kubik beton cair.

Beberapa hal juga dipersiapkan seiring dengan pembuatan bekisting dan cor dak lantai 2, seperti pembuatan atau melanjutkan pekerjaan pasangan dinding bata di lantai 1, pembuatan berbagai elemen seperti persiapan untuk teras, dak-dak kanopi untuk atap pintu dan jendela agar tidak terkena tampias, dan sebagainya.


Pembuatan pekerjaan teras, dimana terdapat sloof untuk memberi batas pada teras, dan pekerjaan lain semacam ini, misalnya pada pekerjaan taman belakang.


Pembuatan teras dengan beton precast/ pracetak yang bisa dipesan atau dibeli di toko beton precast, dimana dibagian bawahnya terdapat beton juga, dan pasangan bata untuk kesan arsitektural.

________________________________________________

 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Memulai pekerjaan bekisting lantai 2 dalam proyek dengan konstruksi konvensional

>

astudioarchitect.com Dalam proyek pembangunan rumah dengan sistem konstruksi konvensional beton bertulang dan tembok bata, seiring dengan pemasangan kusen, dalam sebuah proyek renovasi ini bisa juga dibuat persiapan bekisting-bekisting untuk cor kolom, balok, serta melanjutkan pekerjaan pasangan bata dinding.

Gambar pekerjaan balok dan kolom dengan bekisting yang sudah disiapkan. 

Gambar pekerjaan bekisting kanopi dak beton untuk teras belakang dengan ketebalan 8 hingga 10cm. Kanopi dak dibuat dengan membuat balok tambahan diatas kusen seperti dalam foto.
Mulai membuat persiapan bekisting dak lantai 2

Untuk pekerjaan rumah dengan struktur konvensional dua lantai, langkah selanjutnya adalah pembuatan dak beton untuk lantai 2, dimana menggunakan bekisting dari bahan material kayu, bambu yang disusun sedemikian rupa untuk menyangga dak beton dan juga selama proses pembuatan pembesian. Dalam pembuatan bekisting ini dipakai kayu Jawa untuk menyangga cetakan bekisting nantinya. 

Bila dilihat dari bawah akan terlihat seperti ini. Bekisting yang disiapkan untuk proses pengecoran.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2011 astudio Indonesia. All rights reserved.

>Proses pemasangan kusen pintu dan jendela

>

astudioarchitect.com Melanjutkan informasi tentang proses membangun, kali ini saya perlihatkan proses selanjutnya setelah kita membuat pondasi, sloof, dan cetakan kolom, serta pembuatan beton rabat untuk persiapan lantai garasi. Dalam proses ini kolom masih di cor, dan beberapa pipa nampak masih terlihat dalam kolom yang belum dicor tersebut. Letak pipa saluran air dari lantai atas ke bawah ini memang diletakkan terutama didekat kolom. Proses selanjutnya adalah mempersiapkan dan memasang kusen pintu dan jendela, dimana kusen2 ini bisa dipesan dahulu di pembuat kusen. Kusen dibuat sesuai keinginan terutama akan sangat baik bila kusen didesain dengan wujud estetika yang diinginkan. Pada posisi ini, hanya kusen saja yang dipasang, tapi daun pintu dan jendelanya masih belum karena menunggu nanti saat sudah finishing baru akan dipasang.


Pemasangan kusen dilakukan sesuai dengan desain, misalnya diatas pasangan bata setinggi berapa cm. 


Kusen yang disiapkan untuk dipasang, harus dilihat apakah presisi atau tidak, membutuhkan kejelian dan tukang kayu khusus untuk membuatnya untuk hasil yang maksimal. 


Kusen diberi lapisan meni di bagian sisinya.

Kusen-kusen ini memakai jenis kayu Kamper, dengan di-meni bagian pinggirnya. Lapisan meni adalah lapisan dasar untuk memperawet kayu karena rayap tidak suka dengan lapisan ini, di-meni di pinggir karena biasanya rayap mulai makan kayu dari pinggir. Kusen-kusen harus dilihat apakah presisi atau tidak, kadang harus disetel ulang seandainya ada perbedaan, meskipun itu sekedar 3 milimeter saja, sudah cukup mempengaruhi karena kusen pada dasarnya harus presisi, bila tidak akan berpengaruh juga pada daun pintunya.


terlihat pada foto dalam proses ini bagian kolom ada yang belum di cor, jadi sebagian sambil memasang kusen juga.


Kondisi pada pemasangan kusen, terdapat beberapa pekerjaan lain seperti pengecoran kolom.

Setelah sebuah kusen siap, bisa diangkat ke lokasi atau tempat memasang kusen dan dipasang sedemikian rupa sehingga tepat di tempat tersebut.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Membuat beton rabat untuk garasi dan pemasangan dinding bata konvensional

>

astudioarchitect.com Melanjutkan artikel tentang proses membangun rumah untuk mengetahui berbagai aspek yang ada saat pembangunan di salah satu proyek yang dikerjakan astudio, disini saya lanjutkan dengan pemasangan dinding bata, pembuatan cor rabat untuk garasi, dan sebagainya. Pada foto disamping kita lihat saat pondasi rumah sudah selesai dibuat lengkap dengan sloofnya (artikel sebelumnya), maka langkah selanjutnya adalah memasang dinding bata (ini dilakukan untuk jenis rumah konvensioal yang menggunakan dinding bata). Terlihat pada foto bahwa pembesian untuk kolom rumah sudah dibuat namun belum di cor. Hal ini karena pekerjaan dinding dilakukan untuk mengetahui dan merapatkan cor kolom. Pada gambar diatas terlihat tukang sedang mengerjakan rabat beton untuk garasi dengan campuran 1:3:5 komposisi semen:pasir:kerakal. Rabat beton untuk garasi dibutuhkan untuk jenis konstruksi konvensional agar kuat saat ada mobil diparkir diatasnya. Rabat ini memiliki ketebalan antara 4-5cm, dimana diatasnya bisa dibuat finishing keramik, ampyangan, dan sebagainya sesuai selera.

Terlihat pada foto, dinding bata dibuat diatas sloof dimana diantara patahan/ sudut dinding biasanya selalu ada kolom baik itu kolom struktur ataupun kolom praktis untuk menambah kekuatannya. Kolom seperti ini dibutuhkan pada konstruksi konvensional saat ini yang sudah terbukti dan dipercaya kuat. Pada jaman dulu banyak orang memakai tembok saja tanpa struktur, biasanya dinding batanya tebal seperti rumah-rumah jaman Belanda. Terlihat disini, bagian bawah ada pipa buangan yang belum diurug dengan sirtu (pasir batu).

Terlihat pada gambar disamping, pembuatan bata dinding konvensional, dimana terlihat dibagian dekat kolom, terdapat pipa buangan yang sudah direncanakan melalui gambar kerja dan desain awal untuk mengalirkan air kotor atau air hujan dari atas.

Foto lebih jelas untuk pembuatan cor beton rabat untuk garasi, dibuat diatas lapisan sirtu/ tanah urug.

________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

>Pembuatan sloof dan hubungannya dengan pondasi

>

astudioarchitect.com Dalam artikel ini saya ingin melanjutkan berbincang tentang proses pembangunan proyek dimana terdapat aspek-aspek yang mungkin perlu Anda ketahui selama sebuah proyek pembangunan rumah berjalan. Bila Anda berencana membangun atau ingin tahu bagaimana proses membangun rumah, dalam beberapa waktu kedepan saya ingin berbagi tentang beberapa aspek detail dalam pembangunan dalam sebuah proyek yang dikerjakan astudio. Kali ini masih seputar sloof bangunan.

Kondisi rumah ini sebelumnya merupakan rumah lama yang direnovasi total (dibongkar dan diganti baru). Konsekuensinya adalah terdapat material sisa yang bisa dimanfaatkan untuk tanah urug. Jadi dari tembok2 dan material lama bisa dipakai untuk meninggikan bangunan baru. Dalam foto ini terlihat tanah dibawah atau disekitar pondasi berupa tanah campuran dari bekas tembok yang dihancurkan. Bila genteng turut dihancurkan untuk tanah urug, maka sebaiknya dihancurkan dengan baik mengingat genteng pecahan mungkin menyimpan ruang udara sehingga malah mengurangi kualitas tanah urug. Bila tanah urugan dari tembok lama masih kurang, maka perlu ditambahkan tanah urug berupa sirtu. Tanah sirtu adalah tanah khusus untuk urug, dimana menurut pedoman kualitas biasanya bukan tanah organik yang berwarna hitam atau tanah liat yang susah dikeringkan.

Kondisi sloof dan pondasi di lapangan. Terlihat dalam foto saluran air bersih, air kotor dan WC sudah dipasang di lokasi pada saat pembuatan pondasi, jadi nanti waktu diurug semua saluran sudah fix. 

Pondasi untuk dua lantai dibuat dengan pondasi footplat untuk kondisi bangunan konvensional dua lantai. Metode ini paling banyak digunakan secara konvensional oleh masyarakat Indonesia, terutama di Jawa. Pondasi ini dibuat dengan menggali dan mengukur kedalaman tanah keras, dimana permukaan tanah keras dibutuhkan untuk meletakkan pondasi footplat sehingga bangunan dua lantai bisa berpijak dengan baik diatas tanah.

Gambar: ilustrasi pondasi rumah.
Sumber: Panduan Lengkap membangun Rumah Bertingkat oleh Gatut Susanta.

Untuk mengikat pondasi footplat dan kolom-kolom, dibutuhkan sloof yaitu balok dibawah lantai. Bila diatas sloof terdapat dinding, maka dibawahnya diberikan pondasi batu kali. Jadi pondasi batu kali dibutuhkan bila terdapat dinding bata diatasnya, bila tidak maka tidak dibutuhkan pondasi batu kali. Bila dibutuhkan meskipun tidak ada dinding batu bata, sloof kadang masih dibuat untuk mengikat kolom agar lebih kuat dan tidak bergeser.

Sloof yang diatasnya terdapat dinding, maka dibagian bawahnya ada pondasi batu kali. Untuk sloof yang berfungsi sebagai pengikat kolom, maka dibagian bawahnya tidak terdapat pondasi batu kali. 

Tentang besi untuk kolom dan pondasi, digunakan berbagai besi dengan spesifikasi dimensi 16, 12, 10 dan 6. Dimensi 16 dan 12 biasanya dibutuhkan untuk struktur utama dimana untuk besi asli dengan kode SNI biasanya dicantumkan semacam ‘marking’ dengan kode ‘SO 12 SNI’. Biasanya didapat di toko besi yang memang mengenal kode ini. Untuk toko besi biasa, kadang pemilik/ penjaga toko masih ribet dengan beberapa kode ini.

Untuk besi pun memiliki berbagai spesifikasi seperti besi ‘marking’ sebagaimana diatas biasanya merupakan besi dengan standar SNI yang dianjurkan pemerintah baik untuk proyek pemerintah maupun swasta sehingga terdapat pertanggungjawaban mutu. Untuk besi tanpa ‘marking’ biasanya merupakan besi banci dengan ukuran lebih rendah dari spesifikasi asli yang disebutkan, dalam arti besi tersebut ukurannya kurang dari besi 16, besi 12, dan seterusnya.  Untuk besi ulir selalu memiliki ulir untuk memperkuat strukturnya.

Metode pengecoran besi pun berpengaruh pada kualitas besi dimana terdapat metode pengecoran bertangkup atau langsung pejal. Metode bertangkup artinya pengecoran dilakukan separuh dan separuh, kemudian baru ditangkupkan. Metode langsung pejal berarti besi dicor langsung secara pejal dalam cetakan. Yang langsung pejal memiliki kualitas lebih baik dari yang setangkup, dimana dalam kenyataan di lapangan, bisa dicek dengan memeriksa bagian pinggir besi apakah ada semacam tanda cetakan.

Batu kali yang biasa digunakan untuk pondasi batu kali.

Foto besi dengan marking SNI ukuran 12 untuk kolom. Jarak begel dengan ukuran besi 8 atau 6 berjarak sekitar 15 cm. Begel adalah besi pengikat yang dibuat persegi untuk mengikat besi kolom vertikal. 

 ________________________________________________
 by Probo Hindarto
© Copyright 2010 astudio Indonesia.
All rights reserved.

Dinding bata untuk rumah tinggal

[artikel bangunan] astudioarchitect.com Dinding untuk rumah dibuat sebagai pembatas antara ruang luar dan ruang dalam, sehingga menjadi pelindung dari gangguan cuaca, serta lingkungan sekitar. Fungsinya juga sebagai sekat antar ruang sehingga jelas area masing-masing ruangan, misalnya ruang tamu dipisahkan dengan kamar tidur, dapur dipisahkan dengan ruang keluarga. Salah satu jenis dinding yang paling dikenal adalah dinding bata merah. Jenis lainnya adalah dinding batako, beton blok, gypsum, dan partisi lainnya.

Dinding bata merah umumnya dibuat dari bata merah yang rekatkan dengan spesi campuran. Ukuran bata merah adalah:

Bata ukuran besar = 4 x 11 x 20 cm
Bata ukuran kecil = 3 x 7 x 13

Kusen dipasang sebelum dinding diplester

Peralatan listrik sebaiknya dipasang sebelum dinding diplester

Dalam pemasangannya, dinding ini harus dipasang satu per satu batanya dan direkatkan dengan spesi. Pada bagian pojok dinding harus diberi pengaku berupa kolom beton, dengan jarak antara kolom yang biasa dipakai yaitu jarak 3 meter. Pada jaman Belanda, seringkali bangunan tidak memakai kolom, tapi menggunakan susunan bata yang dimensinya lebih besar sehingga mampu menahan beban dan gaya dari dinding batanya.


Untuk pemasangan dinding bata, harga per meternya dihitung berdasarkan satuan material dan pekerja yang dibutuhkan. Misalnya kita harus membuat dinding bata seluas 9 meter persegi, maka kita hitung saja dahulu per meternya, dan kemudian baru dikalikan luas dinding bata tersebut. 

Bahan material untuk dinding bata biasa:

bata merah        70an buah             
Semen              0,352 sak      

pasir                 0,152 m2


Pekerja untuk dinding bata (asumsi borongan kontraktor)

Pekerja            0,35 hari (satu meter2 diselesaikan dalam 0,35 hari)
Tukang batu     0,125 hari
Kepala tukang   0,02 hari
Mandor            0,015 hari



Harga dinding bata lebih mahal daripada dinding batako, dan lebih murah daripada dinding bata hebel. 


Posisi dinding bata diatas pondasi dalam gambar kerja.


Pada pemasangannya, terdapat beberapa macam dinding bata pula, yaitu dinding trasraam dan dinding bata biasa. Dinding trasraam dipakai untuk dinding yang tahan air, yaitu yang bisa menahan air tanah agar tidak naik ke dinding bata, serta menahan air dari ruang yang basah seperti dinding kamar mandi, karena bila dinding lembab, akan tumbuh jamur atau lumut dan catnya bisa cepat terkelupas. Dinding lembab juga tidak baik bagi kesehatan.

Dinding trasraam berbeda dari dinding bata biasa karena perbandingan campuran adukannya. Dinding trasraam memakai perbandingan 1:2, yaitu 1 untuk semen, dan 2 untuk pasir. Ada pula yang memakai perbandingan 1:3. Untuk dinding biasa, campuran semennya 1:4, yaitu 1 untuk semen dan 4 untuk pasirnya.
Gambar: dinding trasraam disekitar KM/WC

________________________________________________

by Probo Hindarto

ENGLISH VERSION: Red Brick Wall for House building

Wall of a house built as a barrier between outer space and space in, so that became a barrier of weather disturbances, and the surrounding environment. It also functions as a divider between rooms so that clear areas of each room, such as living room separated by a bedroom, separate kitchen with family room. One type of wall is the best known red brick wall. Another type of brick walls, concrete blocks, gypsum, and other partitions.

Red brick walls are made of red brick with a species mixture. The size of the red brick is:

big Brick size = 4 x 11 x 20 cm
small brick size = 3 x 7 x 13 cm

[Door and window Frame placed before the walls were plastered]
[Electrical equipment should be installed before the walls were plastered]

In the installation, the bricks must be installed one by one and held together with species. At the corner of the wall should be given strenght in the form of concrete columns, with the distance between the columns are commonly used 3-meter distance. In early times, often the building does not use the columns, but using a brick structure with larger dimensions so that they can take the weight and style of the brick wall.
 
For the installation of brick walls, the meter price per unit is calculated based on material and labor required. For example we have to make the brick wall of 9 square meters area, then we count only once per meter, and then multiplied by the brick wall area.

Raw materials for ordinary brick wall:

70 red bricks
Cement 0.352 sak
sand 0.152 m2

Workers for the brick wall (assuming wholesale contractors)

0.35 worker days (one meter2 completed in 0.35 days)

Red brick wall more expensive than batako brick walls, and much cheaper than the hebel brick wall.

[The position of the brick wall above the foundation of working drawings]

At installation, there are several kinds of brick walls too, which trasraam wall and ordinary brick wall. Trasraam wall used for waterproof walls, which could hold the soil humidity so that water does not rise to a brick wall, and hold the water from the wet rooms like the bathroom walls, as if the walls moist, will grow mold or mildew and peeling paint. Damp walls is also not good for health.
 
Trasraam wall is different from ordinary brick wall because the comparison of the mixture. Trasraam wall using 1:2 ratio, ie 1 for cement, and 2 for sand. There is also the use 1:3 ratio. For ordinary wall, a mixture of 1:4 cement, ie cement and 1 to 4 for the sand.
 
[Picture: trasraam wall around KM / WC]

________________________________________________

by Probo Hindarto

© Copyright 2009 astudio Indonesia. All rights reserved.